www.okenews.net

Senin, 03 April 2023

RSUD Soedjono Selong Terus Ikhtiarkan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

Direktur RSUD Raden Soedjono dr. H Hasbi Santoso
Okenews.net — RSUD dr Raden Soedjono Selong terus ikhtiarkan untuk memberika  pelayanan terbaik bagi masyarakat yang berkunjung.

Para petugas seakan tidak mengenal lelah bekerja untuk memberikan yang terbaik. Para petugas standby menerima masyarakat pada saat keadaan darurat.

Seperti salah satu warga di Lotim membutuhkan darah pada pukul 02:30 wita pihak RSUD Raden Soedjono Selong yang piket jaga langsung merespon hal tersebut.

Langkah ini merupakan langkah pihak RSUD Raden Soedjono Selong agar semua keluhan terlayani meski masih terdapat kekurangan yang akan terus ditingkatkan.

Direktur RSUD Raden Soedjono dr. H Hasbi Santoso mengatakan, ikhtiar ini dilakukan bukan semata konteks kemanusiaan namun itu menjadi bagian dalam beribadah sesuai ajaran agama.

"Kami sebagai pelayan masyarakat harus merespon cepat ketika ada masyarakat kita dalam keadaan darurat," ujar Hasbi, Senin,03/04/2023.

Ia menegaskan, jadwal piket para perawat dan dokter. Ada piket pagi sampai sore dan ada juga piket malam. Itupun sampai pagi selanjutnya nanti di ganti lagi yang sudah memiliki jadwal.

”Saya sangat mengapresiasi terhadap kinerja para perawat dan dokter yang ada di RSUD Raden Soedjono Selong ini yang sangat merespon cepat ketika masyarakat dalam keadaan darurat,” ujarnya memuji.

Ia juga berharap para petugas harus menunjukkan sikap dan adab dengan bertutur kata, lemah lembut dan sopan melayani masyarakat baik pasien maupun keluarga pasien.

Ia juga berharap kepada masyarakat agar segera memberitahu ketika ada keluarga kerabat yang membutuhkan pertolongan cepat. Namanya juga sebagai manusia tidak luput juga kesalahan dan kehilafan. 

Karena itulah, penting bagi siapa saja untuk senantiasa saling mengingatkan agar semua berjalan dengan baik. Kerjama semua pihak sangat dibutuhkan.

Pensiunan PNS Difabel di Lotim Dapat Bantuan Kursi Roda Elektrik dari Legislator PDIP

Rachmat Hidayat serahkan kursi roda elektrik 
Okenews.net -Memasuki sepuluh hari kedua Bulan Suci Ramadan, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat, kembali melakukan aksi berbagi. Politisi kharismatik Bumi Gora ini kemarin (2/4) menyalurkan bantuan kursi roda elektrik untuk pensiunan abdi negara yang kini tinggal di Lombok Timur.

Rachmat menyambangi Dusun Mekar Baru di Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. Di sana, Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut membesuk Budi Cahyono, pensiunan auditor di Inspektorat Kota Mataram, yang kini tidak bisa berjalan lagi.

Rachmat membawa bantuan kursi roda elektrik untuk aparatur sipil negara yang purna tugas tahun 2017 tersebut, dan menyerahkannya langsung kepada salah satu tokoh yang sangat dihormati oleh masyarakat Desa Sikur itu.

“Bantuan kursi roda ini adalah murni aksi kemanusiaan. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan politik. Hanya dengan keihklasan dan tanpa mengharapkan pamrih apa pun, aksi kemanusiaan ini akan menjadi bermakna untuk kita semua,” imbuh politisi lintas zaman ini.

Rachmat segera menghubungi Kementerian Sosial dan meminta dikirimkan kursi roda elektrik sebagai bagian dari program aspirasinya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI. Hal itu dilakukan manakala dirinya mendapat informasi tentang kondisi kesehatan Budi Cahyono. Tidak butuh waktu lama, kursi roda elektrik ini disiapkan dan dikirim Kemensos ke Mataram.

“Menjadi rasa syukur tentu bagi kita semua manakala dengan kehadiran kursi roda elektrik ini, Dik Budi Cahyono kini bisa lebih mandiri dalam beraktivitas, lebih-lebih dalam beribadah,” ujar Rachmat.

Dia menegaskan, jika pun dirinya begitu responsif membantu kursi roda elektrik saat menerima kabar kondisi Budi Cahyono, hal itu kata Rachmat adalah wujud penghormatan atas seluruh dedikasi, jasa, dan pengabdian yang diberikan untuk pembangunan daerah.

“Bantuan ini tak akan pernah sebanding dengan dedikasi dan pengabdian yang sudah beliau berikan untuk daerahnya,” ucap Rachmat.

Kerabat Budi Cahyono menyongsong kedatangan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini dengan suka cita. Di antara keluarga yang menyambut antara lain ada H Murjoko dan Prof Yusuf Akhyar Sutaryono, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Ada pula istri Budi Cahyono, Sri Ningsun beserta anak-anaknya.

Budi Cahyono sendiri merupakan Aparatur Sipil Negara yang berasal dari kaum difabel. Semenjak usia dua tahun, pria kelahiran 1957 tersebut telah menderita polio. Kaki kirinya tidak bisa berjalan. Sehingga dalam beraktivitas sehari-hari, termasuk selama berdinas sebagai pegawai negeri selama 34 tahun, Budi Cahyono harus menggunakan tongkat.

Kekurangan yang dideritanya tersebut, tak menjadi penghalang Budi Cahyono untuk berdikari. Rachmat yang mengenal Budi Cahyono semenjak kecil tahu persis, bagaimana gigihnya Budi Cahyono menempuh pendidikan. Tak sekalipun Budi Cahyono minder dengan kondisi fisiknya yang kekurangan.

Budi Cahyono juga tak pernah mengeluh. Dia begitu ikhlas menerima kondisinya tersebut. Sehingga sehari-hari, Rachmat mendapati bahwa yang ada pada diri Budi Cahyono adalah semangat yang bahkan melebihi mereka yang memiliki fisik normal. Sehingga, Budi Cahyono pun mampu menempuh pendidikannya dengan nilai membanggakan hingga menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Hukum Universitas Mataram.

Selepas menamatkan studinya di perguruan tinggi negeri terbesar di NTB tersebut, Budi Cahyono kemudian berkarir di pemerintahan. Pengangkatannya sebagai PNS diawali dengan penempatan di Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Seiring dengan berlakunya Otonomi Daerah, Budi Cahyono kemudian berpindah status kepegawaian dari pegawai pusat menjadi pegawai daerah dengan penempatan di Inspektorat Kota Mataram.

Selama 34 tahun berdinas, Budi Cahyono purna tugas tahun 2017 sebagai auditor dalam usia 60 tahun. Seiring usia, pria yang aktif berkecimpug pada organisasi Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia tersebut enam bulan lalu diserang stroke. Hal yang akhirnya membuatnya tidak bisa berjalan.

Rona kebahagiaan terpancar sangat jelas dari raut wajah Budi Cahyono, yang turut menyongsong kedatangan Rachmat dari teras rumahnya. Rachmat kemudian menghampiri dan menyalami Budi Cahyono dengan hangat. Keduanya lalu larut dalam obrolan tentang kenangan-kenangan indah di masa lalu, yang menyiratkan betapa eratnya hubungan persahabatan di antara mereka.

Rachmat lalu menyilakan tim dari Sentra Paramita Mataram, unit kerja milik Kementerian Sosial di NTB, membawa masuk kursi roda elektrik untuk Budi Cahyono. Kustadi, perwakilan Tim Sentra Paramita Mataram kemudian menjelaskan bagaimana kursi roda elektrik tersebut dioperasikan. Tubuh Budi Cahyono pun diangkat dan didudukkan di atas kursi roda elektrik yang harganya mencapai Rp 27 juta tiap unitnya tersebut.

Budi Cahyono kemudian mempraktikkan langsung pengoperasiannya. Hanya butuh sebentar baginya untuk kemudian mengakrabi berbagai fitur canggih yang memudahkan pengguna mengoperasikan secara mandiri kursi roda tersebut. Budi Cahyono pun kini leluasa keluar masuk rumah hingga ke kamar, tanpa harus mendapat bantuan dari orang lain.

Karena itu, mendapat bantuan kursi roda elektrik dari Rachmat tersebut, membuatnya begitu bersyukur. Budi Cahyono yang sebelumnya menggunakan kursi roda manual, kini bahkan sudah menyiapkan berbagai rencana. Kursi roda elektrik itu akan mengantarnya untuk menunaikan ibadah salat berjamaah lima waktu, salat Jumat, dan juga salat tarawih selama bulan Ramadan di masjid yang berjarak 300 meter dari rumahnya.

Sementara itu, mewakili keluarga, Prof Yusuf Akhyar Sutaryono, menyampaikan ucapan terima kasih dan memberi apresiasi atas perhatian yang sudah diberikan Rachmat kepada saudara sepupunya Budi Cahyono.

“Kami sungguh terharu. Beliau Pak Rachmat, tidak pernah lupa pada kami dan keluarga. Kursi roda elektrik ini akan sangat membantu sekali bagi saudara kami,” ucap Guru Besar Unram Bidang Nutrisi dan Makanan Ternak ini.

Prof Oyon, begitu dirinya karib disapa, mengungkapkan bahwa Budi Cahyono adalah penyandang disabilitas yang sangat mandiri. Dia menceritakan, bagaimana sewaktu mereka masih kanak-kanak, dengan kondisi fisik yang terbatas, Budi Cahyono pun tetap bisa ikut bermain bola bersama teman-teman sebaya mereka. Posisinya sebagai penjaga gawang.

“Doa kami dan seluruh keluarga agar Allah memberi balasan terbaik untuk seluruh perhatian dan bantuan yang telah diberikan Pak Rachmat kepada kami dan seluruh masyarakat NTB,” kata Prof Oyon.

Minggu, 02 April 2023

Patuh Pajak, RSUD Raden Soedjono Raih Piagam dari Dirjen

Direktur RSUD dr.R.Soedjono Selong, dr HM.Hasbi Santoso
Okenews.net  - Berbagai ikhtiar dilakukan RSUD dr Raden Soedjono Selong untuk memproleh hasil terbaik. Ikhtiar itu tidak semata-mata dalam konteks pelayanan kesehatan masyarakat.

Namun dalam melaksanakan kewajiban terhadap negara berupa pembayaran pajak juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan sebagai upaya memaksimalkan semua yang mempengaruhi kredibilitasnya.

Tidak tanggung-tanggung, RSUD kebanggaan warga Bumi Patuh Karya Lombok Timur itu mendapat peringkat pertama dari Dirjen Pajak NTB karena kepatuhan membayar pajak.

Direktur RSUD dr.R.Soedjono Selong, dr HM. Hasbi Santoso mengucapkan syukur dan terima kasih serta apresiasinya kepada semua jajarannya atas predikat sebagai wajib pajak dengan kepatuhan tertinggi tahun 2022.

Piagam penghargaan diberikan oleh Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada acara tax gathering dan pekan panutan pajak tahun 2023 yang diselenggarakan KPP Pratama Praya, di Pendopo Bupati Lotim di Selong, Kamis (16/2/2023).

“Kami mengucapkan apresiasi dan dukungan penuh kepada KPP Pratama Praya dalam memelihara kedisiplinan dan kepatuhan membayar pajak sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara Syamsinar mengingatkan semua instansi pemerintah agar melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) lebih awal.

Jangan menunggu batas waktu yang telah ditentukan karena hal  itu sebagai sarana pelaporan penghasilan bagi para wajib pajak yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Hadir pada giat tersebut Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di bawah lingkup Pemkab Lombok Timur.

Safari Ramadhan, Inilah Pemaparan Sukiman

Sukiman Azmy
Okenews.net - Memasuki hari kesebelas Ramadhan, Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy mengajak jamaah Masjid Jami’ul Khair Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya agar memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya. 

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dan agung. Diantara dua belas bulan lainnya, ungkap Bupati, Ramadhan adalah bulan yang paling istimewa karena tertulis di dalam Al-Quran.

Bupati dalam rangkaian safari ramadan Pemda Kabupaten Lombok Timur Ahad (2/4) itu juga menekankan lima hal yang perlu diperbaiki selama bulan Ramadan. 

Pertama adalah shalat. Bupati menukil hadis Rasulullah SAW, “Perbaiki shalatmu maka Allah akan memperbaiki jalan hidupmu,” ujarnya.

Dipesankannya agar melaksanakan shalat secara berjamaah, dan lebih baik dilaksanakan di masjid. 

Ia pun mengingatkan untuk mengenakan pakaian bersih dan istimewa serta tidak berpotensi menarik perhatian jamaah lainnya.

Ke dua yang harus diperbaiki adalah makanan. Ia mengingatkan agar mengonsumsi makanan halal dan baik, juga untuk diberikan kepada anak keturunan.

“Makanan yang masuk ke dalam tubuh kita yang akan menjadi darah, daging, tulang, urat, syaraf dan nadi itu berdasar atau bersumber dari makanan yang halal dan baik,” kata dia.

Ke tiga adalah perihal sedekah. “Perbaiki sedekahmu maka  Allah akan melapangkan dan memperluas rezekimu” ungkapnya. 

Ia berharap sedekah dapat menjadi budaya baik yang dikembangkan masyarakat. Disebutnya Ramadan sebagai bulan yang paling baik untuk bersedekah.

Yang juga harus diperbaiki adalah ahlak, “perbaiki akhlakmu maka Allah akan memuliakan hidupmu,” ujarnya. 

Ia menekankan agar para orang tua mewariskan akhlak yang baik kepada anak-anaknya.

Terakhir, Bupati mengingatkan memperbaiki silaturahmi. Dengan silaturahmi akan memperbanyak kawan, memperbaiki rezeki, dan memperpanjang umur. 

Karena itu pasca Pemilihan Kepala Desa Serentak yang menyebabkan perbedaan pilihan, Bupati berharap masyarakat kembali dapat merajut kebersamaan.

“Lebur dalam silaturahmi yang tulus, indah, damai, aman dan tentram,” harapnya.

Selain menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Pringgabaya sepanjang masa pemerintahannya bersama Wakil Bupati H. Rumaksi Sj yang akan berakhir September.

Bupati juga menyampaikan komitmen Pemda untuk melaksanakan pembangunan maupun perbaikan sekolah yang terdampak gempa, serta perbaikan infrastruktur lainnya.

Mantap...! Lombok Timur Juara Nasional Lomba Video Promosi APPI

Kadis Pariwisata Lombok Timur Drs Iswan Rakhmadi
Okenews.net -  Kabupaten Lombok Timur masuk lima besar nasional lomba video promosi Anugrah Pemasaran Pariwisata Indonesia (APPI) periode Maret 2023 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Kabupaten Lombok Timur berhasil meraih posisi 4 nasional setelah Kabupaten Penajam Utara diurutan 3, posisi 2 Kota Makasar dan Kota Padang di posisi 1.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur  Iswan Rakhmadi mengatakan, lomba video promosi merupakan bagian dari program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang selenggarakan Kementerian Pariwisata dan Parekraf RI. 

"Lomba ini diikuti seluruh Dinas Pariwisata di Indonesia dan alhamdulillah kita berhasil masuk lima besar, berada di urutan keempat nasional, "ucap Iswan, Ahad (02/04/2024).

Lomba ini, jelas Iswan, dilaksanakan setiap bulan dengan beragam kategori dan tema video lomba. Pada Bulan Maret ini temanya destinasi wisata. "Dan kita kirim video promosi visit Lombok Timur berisi pesona destinasi Lombok Timur, " ujarnya. 

"Ketentuan pemenangnya kan dilihat dari jumlah viewers dan video yang kita kirim ditonton 11.740 viewers,"sambungnya.

Iswan berharap capaian ini bisa menjadi pemacu dan semangat semua komponen terutama para pelaku wisata dalam memajukan Pariwisata Lombok Timur. 

"Harapan kita, capaian ini semakin menguatkan semangat kita dalam memajukan Pariwisata Lombok Timur, "imbuhnya.

Sabtu, 01 April 2023

Sambut Ramadan, DPC PDIP Lombok Timur Berbagi Lampu Neon Penerangan Jalan

Warga Lingkungan Bat Menange menerima sumbangan dari DPC PDIP Lotim
Okenews.net - Sambut bulan Ramadan, Warga Lingkungan Bat Menange Dusun Padak Selatan, Desa Pijot Kecamat Keruak Lombok Timur bersuka cita karena jalan kampung menuju masjid tidak gelap gulita lagi. Pasalnya DPC PDI Perjuangan Lombok Timur menyumbang sejumlah Lampu Neon untuk Penerangan Jalan menuju Masjid agar Jamaah Sholat Taraweh bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk. 

Sumbangan Lampu Neon Penerangan Jalan oleh PDIP Lombok Timur di Kampung Bat Menange  diserahkan beberapa hari sebelum pelaksanaan Ibadah Puasa oleh Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Amrullah. 

"Melalui sumbangan Lampu Neon ini,  DPC PDIP Lombok Timur berharap warga kampung Bat Menange bisa menjalankan ibadah sholat taraweh tidak lagi dalam suasana gelap gulita menuju masjid," kata Ahmad Amrullah mewakili Ketua DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Sukro serahkan unit Lampu Neon, akhir pekan lalu. 

Ahmad Amrullah menyadari meskipun nilainya tidak seberapa , sumbangan Lampu Neon untuk Penerangan Jalan haruslah dimaknai masih kuatnya budaya berbagi dan gotong royong  dikalangan warga desa untuk kebaikkan bersama.

"Setidaknya sejumlah warga bat menange yang dipasangi lampu neon menyumbang juga untuk aliran listrik agar lampu neon ini menyala di malam hari," ujar Ahmad Amrullah. 

Lelaki ganteng yang akrab disapa Amrul ini menambahkan,  PDIP Lombok Timur tidak ada motif politik apapun dibalik sumbangan lampu neon ini, selain hanya berbagi kebahagiaan di bulan ramadan yang penuh maghfirah ini. 

"Kedepan kegiatan donasi kecil-kecilan dan simple seperti ini akan dimasivkan oleh PDIP Lombok Timur untuk memperkuat budaya berbagi kehidupan sekaligus menanamkan semangat gotong royong ," tambah Amrul. 

Ahmad Amrullah menambahkan sesuai pesan dan arahan Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat agar kader dan fungsionaris PDIP yang sejati tidak pelit berbagi untuk kepentingan rakyat banyak. Hal ini agar kehadiran Partai bisa dirasakan rakyat dalam duka dan suka untuk hal sekecil apapun. 

"Jangan pernah pelit dan kikir sama rakyat miskin yang membutuhkan pertolongan. PDIP itu partainya wong cilik. Jangan pernah berhitung untuk hal-hal yang kecil. Tertawa dan menangislah bersama rakyat dimanapun berada," tandas Amrullah menirukan pesan Rachmat Hidayat. 

Terpisah Rusdan , warga Bat Menange mengucapkan terima kasih atas sumbangan sejumlah lampu neon penerangan jalan oleh DPC PDIP Lombok Timur. Warga juga berharap kedepan PDIP Lombok Timur bisa melakukan kegiatan bersama warga dusun bat menange untuk membangun kebersamaan yang produktif. 

"Warga dusun bat menange berharap PDIP Lombok Timur tidak hilang setelah ini. Kami ingin diberi pencerahan lewat kegiatan-kegiatan yang membangun keswadayaan dan gotong royong," tutur Rusdan.  

Ambulance PDIP NTB untuk Layanan Kemanusiaan

Sementara itu Ahmad Amrullah menginformasikan untuk wilayah Lombok, khususnya di Lombok Timur telah tersedia unit Ambulance PDIP NTB untuk layanan kemanusiaan tanpa dipungut beaya apapun. Ambulance Kemanusiaan PDIP NTB akan beroperasi 24 jam dalam seminggu tidak ada hari libur. 

Selain itu Ambulance Kemanusiaan PDIP NTB dilengkapi dengan tenaga paramedis dan obat-obatan yang dalam waktu dekat akan melakukan bakti sosial layanan kesehatan gratis di pelosok desa. 

"Siapapun warga Lombok Timur yang membutuhkan layanan darurat bisa telp dan Wa saya ataupun mendatangi kantor DPC PDIP Lombok Timur," ujar Amrullah sembari  Ambulance PDIP untuk layanan kemanusiaan kedepan akan ditambah unitnya. 

Amrullah menambahkan untuk bakti sosial layanan kesehatan di desa , Ambulance PDIP NTB akan bergerak secepatnya agar masyarakat lombok bisa merasakan manfaatnya secara langsung dimusim pancaroba. 

"Saat ini Tim Aksij Kemanusiaan Rachmat Hidayat dari DPC PDIP Lombok Timur sedang membuat schedule dan trip lokasi bakti sosial layanan kesehatan," tukas Amrullah.

Jumat, 31 Maret 2023

RSUD R Soedjono Selong Siapkan Taman Indah Bagi Pengunjung

Taman RSUD dr R Soedjono Selong
Okenews.net - Ada pemandangan yang berbeda di luar ruangan RSUD Raden Soedjono Selong Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Desain halaman dengan model taman itu tampak membuat suasana yang indah yang bisa menyejukkan di tengah keletihan para pengunjung.

Taman ini bisa dinikmati siapa saja namun diharapkan dapat menjaga kebersihan termasuk menjaga tanaman yang menghiasinya.

Menariknya lagi, adanya air mancur dengan percikan air yang seakan menjadi musik indah dibalik suaranya yang jatuh.

Salah seorang pengunjung, Herman mengaku cukup nyaman ketika keluar dari dalam ruang tempat pasien ditunggu.

"Penataan taman ini cukup bagus, bahkan kita bisa Selfi untuk update status WA (whatsApp)," ucap Herman seorang pengunjung, Kamis (30/03/2023).

Direktur RSUD Soedjono Selong Lombok Timur dr. Hasbi mengatakan, memang taman itu didesain dengan indah supaya pengunjung juga bisa sedikit betah. 

"Memang desainnya harus ada tempat peristirahatan para pengunjung pasien, di luar maupun di dalam," ucap Hasbi, Kamis (30/03/2023).

Ia berharap kepada pengunjung pasien di RSUD Raden Soedjono Selong agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan taman di luar maupun di dalam.

Kamis, 30 Maret 2023

Berbagi di Bulan Puasa, Polres Lombok Timur Siapkan Takjil

Takjil yang disiapkan di masjid Polres Lombok Timur
Okenews.net - Polres Lombok Timur menyiapkan takjil di Masjid Polres Lotim bagi masyarakat untuk berbuka puasa.

Penyiapan takjil ini bagi masyarakat yang sedang bepergian namun belum sampai tujuannya sehingga bisa mampir untuk sekadar buka puasa.

Kapolres Lombok Timur AKBP Hery Indra Cahyono mengatakan, bulan Ramadhan ini pihaknya menyiapkan tanjil bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan.

"Kami dari polres Lombok Timur Polda NTB menyiapkan Takjil untuk masyarakat di Polres Lombok Timur," ucap Hery, Kamis (30/03/2023).

Ia menegaskan, Polres tidak hanya menyiapkan takjil namun turun melakukan safari Ramadhan sekaligus silaturrohim dengan masyarakat.

"Tidak hanya menyiapkan takjil, kami juga melakukan safari Ramadhan di masjid yang ada di wilayah Lombok Timur," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat agar memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, memperbanyak, shodaqoh, saling berbagai antar sesama dan tetap bersabar.

Rabu, 29 Maret 2023

DPC PDIP Lombok Timur Pasang Target Semua Dapil Terisi

Ahmad Syukro, SH M.Kn
Okenews.net - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Lombok Timur Ahmad Syukro menargetkan semua daerah pemilihan terisi.

Ia menargetkan, pada kontestasi pemilihan colon legislatif (Pileg) tahun 2024 mendatang pihaknya harap kursi dewan dinsemua Dapil terpenuhi.

“Saya tidak muluk-muluk, target kami 5 dapil di Lotim harus terpenuhi,” ujar Ahmad Syukro, SH, M.Kn, Rabu (29/03/2023) di Selong.

Termasuk  kursi DPRD Dapil  Provinsi NTB, baik Lombok Timur bagian utara maupun selatan harus terisi semuanya. 

Menurutnya, saat ini di internal Partai PDIP Lotim terus melakukan persiapan dan konsolidasi  bersama bakal calon legislatif.

Semua kader maupun simpatisan partai juga dilibatkan. Hal ini dilakukan dalam rangka menuju kemenangan cita-cita dalam kontestasi Pilpres dan Pileg 2024.

Ia juga menegaskan, saat ini semua pengurus dan kader terus aktif melakukan pendekatan kepada semua konstituen sehingga harapan untuk mencapai target.

"Pengurus harus terus menerus melakukan komunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat sehingga bisa diperjuangkan melalui parlemen," harapnya.

Pasang Caleg Petarung Ideologis, PDI-P Siap Rebut Kursi DPR RI Dapil Sumbawa

DPD PDIP NTB menggelar Rakor Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Legislatif Provinsi dan Kabupaten/kota
Okenews.net - DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB terus memanaskan mesin partai. Target tinggi telah dicanangkan dalam Pemilu 2024. PDI Perjuangan menargetkan kursi DPR RI di dua Dapil dapat terisi. Sementara untuk DPRD Provinsi NTB, ditargetkan menambah tiga kursi dari perolehan Pemilu 2019.

Kemarin (28/3) sore hingga petang, DPD PDIP NTB menggelar Rakor Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Legislatif DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Rakor digelar di kantor DPD PDIP NTB di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram. 

Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat hadir dan membuka langsung kegiatan tersebut. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu hadir bersama Ketua DPP Bidang Industri, Ketenegakerjaan dan Jaminan Sosial, Nusyirwan Soejono. 

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat menegaskan, bahwa kedisiplinan dalam berpartai harus terus dijunjung para kader. Sebagai contoh, ketika kegiatan dijadwalkan pada pukul 13.00 WITA, maka kader sudah seharusnya bersiap sebelum pukul 13.00 WITA.

"Kader PDIP di NTB harus melihat dan meniru Pak Djarot dan Pak Nusyirwan yang sudah berkeliling ke semua daerah di Indonesia, tapi bisa datang ke NTB tepat waktu,” kata Rachmat.

Dia menegaskan, menjunjung tinggi kedisiplinan adalah dedikasi seorang pemimpin. Karena itu, Rachmat tak akan pernah berhenti menuntut dedikasi tersebut dari seluruh kader PDI Perjuangan di seluruh Bumi Gora.

Anggota DPR RI Dapil Pulau Lombok ini pun memberi contoh, bagaimana dirinya terus menanamkan sikap disiplin dalam berpartai. Salah satunya misalnya, Rachmat mengajak kader PDIP NTB untuk berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar dan Makam Gus Dur di Jombang. Di mana, saat kunjungan itu, rombongan NTB disambut oleh Ketua DPRD hingga Wali Kota Blitar.

"Jadi izin Pak Djarot, karena disipilin harus terus ditegakkan di NTB, maka model kepemimpinan yang sedikit keras untuk semata-mata mendidik para kader agar tertib harus saya lakukan," ujar Rachmat.

Ia menegaskan, bahwa sikap tegas dan tertib yang selama ini dilakukan dalam kepemimpinan partai di NTB, adalah buah sikap sayang dan peduli Rachmat pada para kadernya.

Terkait proses penjaringan calon DPR, DPRD provinsi hingga kabupaten/kota, Rachmat menjelaskan, pihaknya telah melakukan empat kali pleno. Pleno berpatokan pada Peraturan Partai Nomor 25-A.

Selain itu, Rachmat membuat kebijakan. Agar daerah pemilihan (Dapil) yang kosong bisa terisi, maka pihaknya mewajibkan dapil yang terisi untuk membantu dapil yang kosong tersebut. 

Terlebih, dari delapan dapil di Provinsi NTB, pihaknya menargetkan dapat meraih tujuh kursi di Pemilu 2024. Itu artinya, ada peningkatan jumlah tiga kursi dari  pemilu tahun 2019. 

PDIP NTB pun kini sudah merekrut caleg dari berbagai latar belakang. Termasuk dari tokoh agama. Selain itu kata Rachmat, PDI Perjuangan NTB kini juga punya tokoh Bamusi yang dicalonkan di kursi DPR RI.

“Untuk di Loteng kita juga sudah merekrut tokoh NU dan Muhammadiyah untuk masuk sebagai caleg," ungkap Rachmat.

Untuk perebutan kursi DPR RI di Dapil Pulau Sumbawa, lanjut dia, pihaknya sudah menugaskan Bupati KSB HW Musyaifirin untuk bergerak sebagai Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) untuk bisa meraih satu kursi di DPR RI di Pemilu 2024. 

"Kalian harus pahami, jika Pak Jokowi sudah datang ke Bima, juga Sumbawa dan KSB di Pulau Sumbawa. Itulah simbol, bahwa kader partai harus bergerak untuk merebut kursi di Pulau Sumbawa,” tandasnya.

Kerja-kerja luar biasa juga kata Rachmat dilakukan di Lombok Timur sehingga juga bisa kembali seperti tahun 1987, saat dirinya memimpin PDIP di sana hingga tahun 1999. Saat itu, kursi di Lotim kan bisa kita diraih sebagai Wakil Ketua DPRD.

Petarung Ideologis

Sementara itu, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pihaknya menargetkan  rakor Penjaringan dan Penyaringan Bacaleg di semua wilayah Indonesia bisa tuntas akhir bulan ini. Penempatan para bacaleg harus merujuk pada peraturan partai. Selain itu, para caleg PDIP itu, wajib menjadi petarung ideologis. 

"Yang utama itu, bacaleg  yang harus  ditempatkan adalah sosok yang bisa meraih kursi. Kenapa saya ingatkan hal ini, sebab ada kecendrungan di banyak tempat, caleg kita bertempur dengan kawannya sendiri," ungkap Djarot.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyarankan agar suara partai dapat bertambah dengan target yang sudah ditentukan, tentunya pembagian wilayah antarcaleg harus menjadi hal yang utama.

Selain itu, para caleg yang hanya memikirkan zona aman dan bersikap egois harus perlu dipertimbangkan untuk dicalonkan di Pemilu 2024. Sebab, Djarot menargetkan bahwa di DPR RI dapil Pulau Sumbawa harus bisa terisi.

Selanjutnya, DPRD NTB yang memiliki delapan dapil, harus dapat meraih satu kursi per dapilnya. Begitu pun di Kota Bima yang memiliki empat dapil, harus setiap dapilnya terisi.

"Termasuk juga di Kabupaten Bima, Lombok Tengah. Intinya, semua dapil itu harus terisi, dan itu akan kita cek. Ini karena tahun 2024, kita ingin menjadi pemenang pemilu. Maka, penempatan caleg itu jangan asal-asalan," tegas Djarot. 

Terkait tipologi NTB yang masuk katagori daerah agamis. Djarot memastikan hal itu menjadi peluang bagus bagi para kader PDIP NTB untuk bisa bekerja meraup suara. Asalkan daerah basis bisa tetap dikelola. 

Selanjutnya,  jiwa PDIP sebagai partai yang bisa mengayomi siapapun. Utamanya, adalah kaum minoritas harus terus digelorakan oleh bacaleg di masyarakat.

"Jadi, kerja bacaleg jika ingin partai meraup kursi besar adalah dengan banyak berbagi bersama rakyat. PDIP butuh butuh petempur ideologis, yang selalu bonding bersama rakyat. Pokoknya, kader NTB jangan pesimistis, tetap berkerja seperti yang dilakukan Pak Haji Rachmat Hidayat selalu bersama rakyat," tandas Djarot. 

Bahaya Khilafah

Dalam kesempatan itu, Djarot juga meminta para kader PDIP untuk terus membumikan salam Pancasila yang dikenalkan oleh Ketua Umum DPP PDIP Hj Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah BPIP. 

Hal ini lantaran banyak masyarakat sudah terbius dengan idiologi lain. Parahnya, anak muda saat ini, sudah mulai tidak paham akan ideologi Pancasila 

Djarot lantas membuka hasil Survei SMRC yang menyebutkan bahwa sistem khilafah sangat diterima baik dan disetujui oleh warga di Pulau Sumatera dengan raihan 48 persen. Selanjutnya di Pulau Sulawesi, ada sekitar 43 persen yang setuju akan sistem khilafah. Dan berikutnya di urutan ketiga adalah wilayah Jawa Barat.

Hasil survei ini kata Anggota DPR RI ini, jelas memperlihatkan bahwa ideologi khilafah untuk mengembalikan bangsa Indonesia sebagai negara Islam yang sejak era Bung Karno memang ada, kini  mulai tumbuh kembali.

“Maka, hasil survei itu jadi alarm untuk kita para kader yang jelas berideologi Pancasila, untuk melawan hal-hal yang berlawanan dengan konstitusi negara," jelas Djarot Saiful.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi