www.okenews.net

Kamis, 07 Agustus 2025

Menuju Pelayanan Kesehatan Bermutu: Klinik LPKA Lombok Tengah Disurvei Tim LAFKESPRI

Okenews.net-Klinik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah menjalani proses survei akreditasi dari Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Primer (LAFKESPRI), Kamis, (07/08/2025). Survei ini dipimpin oleh Ketua Tim, Dr. Rohani, SST., M.Kes, bersama dr. H. Mochamad Ismail selaku anggota tim surveyor.

Kehadiran tim LAFKESPRI disambut hangat oleh Pelaksana Harian Kepala LPKA Kelas II Lombok Tengah, Jaliludin, bersama jajaran pejabat struktural dan Penanggung Jawab Klinik, dr. Ikie Anjani Wijayanti. Hadir pula Kepala Puskesmas Pringgarata yang memberikan dukungan penuh terhadap proses akreditasi ini.

Survei dilakukan secara menyeluruh, termasuk simulasi pelayanan kesehatan mulai dari proses pendaftaran hingga tindakan medis. Proses ini merupakan bagian dari upaya menilai kesiapan Klinik LPKA dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berstandar nasional.

Kegiatan ditutup dengan exit conference yang dipimpin langsung oleh Tim Surveyor. Sesi ini menjadi ruang refleksi, evaluasi, sekaligus forum penyampaian masukan dan rekomendasi demi peningkatan mutu pelayanan ke depan.

Sebagai bentuk apresiasi, H. Subari dari Dinas Kesehatan Lombok Tengah turut hadir dalam acara penutupan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghargaan atas komitmen Klinik LPKA dalam mengikuti proses akreditasi. Ia menegaskan dukungan Dinas Kesehatan terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak binaan di LPKA.

dr. Ikie Anjani Wijayanti, dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Tim LAFKESPRI dan Dinas Kesehatan. Ia berharap proses ini dapat menjadi tonggak penting dalam perjalanan Klinik LPKA menuju akreditasi yang diharapkan, serta peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Jaliludin mengungkapkan optimisme bahwa Klinik LPKA akan mampu memenuhi standar akreditasi. Ia juga menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti berbagai masukan dari tim surveyor.

"Masukan dari tim akan menjadi pedoman kami dalam melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan demi pelayanan yang lebih baik," pungkasnya.

Owner WBS: Kami Tak Lari dari Masalah

Okenews.net- Ramai dugaan kandungan bahan berbahaya dalam sejumlah produk skincare yang beredar di masyarakat, Direktur Utama PT WBS (Wira Beauty Solution), Ali Nusantara, akhirnya angkat bicara. 

Dalam konferensi pers yang digelar di Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (07/08/2025), ia menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas efek samping yang ditimbulkan produk yang didistribusikan perusahaannya.

“Kami ingin masyarakat tetap sehat, dan produk yang digunakan benar-benar bermanfaat. Jika ada yang merasa dirugikan, kami persilakan datang langsung ke kantor kami di Desa Sepit untuk penanganan lebih lanjut,” tegas Ali.

Dugaan kuat kandungan merkuri dalam tiga jenis skincare handbody, krim pagi, dan krim malam berdasarkan hasil uji dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, membuat PT WBS segera mengambil langkah cepat. 

Produk-produk tersebut saat ini sedang ditarik dari pasaran dan sebagian telah dimusnahkan, termasuk yang harus dimusnahkan di luar wilayah NTB.

“Kami hanya distributor, bukan produsen. Skincare tersebut diproduksi oleh PT Amanah di Makassar. Meski demikian, kami tidak lepas tangan dan tetap berkoordinasi intens dengan BBPOM,” jelasnya.

Kerja sama WBS dengan PT Amanah telah berlangsung sejak 2022. Ali menegaskan bahwa pihaknya membangun usaha ini dengan itikad baik dan semangat pemberdayaan. Bahkan, WBS saat ini mempekerjakan 35 karyawan dan membina sejumlah anak yatim.

“Kalau ada yang tidak nyaman, kami mohon maaf. Kami manusia biasa, dan kami siap bertanggung jawab. Jangan dulu menghakimi, karena tidak semua produk yang beredar itu kami yang distribusikan,” imbuh Ali, yang saat itu didampingi istrinya.

Ali juga mengungkapkan, sebelum temuan kandungan merkuri ini mencuat, tidak pernah ada keluhan dari konsumen, termasuk dari Makassar, tempat produk ini dibuat. 

Namun dengan adanya temuan resmi dari BBPOM Mataram, pihaknya tidak menampik kenyataan dan mengambil langkah cepat.

“Kami tidak menutup mata dan tidak lari dari masalah. Ini jadi pelajaran besar bagi kami,” pungkasnya.

Rabu, 06 Agustus 2025

Tim PkM Universitas Hamzanwadi Gelar Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis AR

Tim PkM Universitas Hamzanwadi gelar Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality bagi guru SD
Okenews.net – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Hamzanwadi bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 05 Kecamatan Terara menggelar Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) bagi guru-guru Sekolah Dasar di Kabupaten Lombok Timur, Senin 4 Agustus 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Lombok Timur, Izzudin mengatakan pentingnya peran guru terus meng-upgrade kompetensi dan pengetahuan, terutama dalam pengembangan media pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai perkembangan teknologi.

Menurutnya, media berbasis AR merupakan salah satu solusi inovatif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Media ini menghadirkan pengalaman belajar interaktif yang memadukan dunia nyata dan virtual, sehingga siswa dapat mengeksplorasi materi secara lebih mendalam.

“Guru harus terus berkembang agar mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan membangkitkan semangat belajar siswa,” tegas Izzudin saat membuka acara.

Pelatihan ini tidak berhenti pada sesi workshop saja. Ke depan, para peserta juga akan didampingi dalam implementasi langsung media pembelajaran AR di dalam kelas, sehingga manfaat pelatihan benar-benar dirasakan oleh siswa.

Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari program berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi guru di era digital. Dukungan dari berbagai pihak, baik lembaga pendidikan tinggi, pemerintah daerah, maupun komunitas guru menjadi kunci penting dalam memperluas dampak positif pelatihan semacam ini.

Panitia juga mendorong agar para peserta melakukan pengimbasan hasil pelatihan kepada rekan-rekan guru lainnya di sekolah masing-masing, sebagai upaya kolektif dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Kabupaten Lombok Timur.

Ketua Tim PkM Universitas Hamzanwadi Rasyid Hardi Wirasasmita, S.T., M.Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdikti Saintek yang telah memberikan dukungan melalui Program Hibah PkM 2025.

“Dukungan ini sangat berarti dalam mendorong peningkatan kapasitas guru serta penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan,” ujar Rasyid Hardi.

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Terara ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur, Izzudin. Hadir pula dalam pembukaan Kepala UPTD Kecamatan Terara, L. Ahmad Jaelani, S.Pd. Ketua KKG Gugus 05 kecamata terara bapak Satriadi Pratama dan para pengawas sekolah dasar di wilayah setempat.

Selasa, 05 Agustus 2025

Bupati Haerul Warisin Apresiasi Polres Lombok Timur, Tegaskan Sinergi untuk Keamanan dan Kemajuan Daerah

Okenews.net – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Resor Lombok Timur atas dedikasi dan kinerja mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ungkapan tersebut disampaikan saat menghadiri apel pemberian penghargaan kepada Polres Lombok Timur di Lapangan Mapolres, Selasa (05/08/2025), yang turut dihadiri jajaran Forkopimda.

“Saya berdiri di sini untuk mengucapkan terima kasih kepada Kapolres dan seluruh jajaran, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Lombok Timur bisa tetap kondusif dan aman berkat kerja keras bapak-bapak semua,” ujar Bupati Haerul.

Bupati menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambilnya selalu berlandaskan peraturan perundang-undangan. Ia membantah anggapan bahwa pemerintah daerah mengambil alih kewenangan yang bukan menjadi haknya.
“Ini bukan soal merebut kewenangan, tetapi soal menjalankan amanat undang-undang demi kepentingan rakyat Lombok Timur,” tegasnya.

Menyoroti maraknya kasus narkoba di daerah, Bupati mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama membahas langkah konkret penanganan. Ia menekankan bahwa memerangi narkoba membutuhkan peran aktif semua elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat.

Di penghujung sambutannya, Bupati kembali mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi, kerja sama, dan semangat gotong royong demi kemajuan daerah. “Semoga sinergi ini terus terjaga, stamina kita tetap prima, sehingga mampu membina masyarakat menjadi lebih baik dan sehat,” harapnya.

Kapolres Lombok Timur, AKBP I Komang Sarjana, dalam kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati yang menjadi motivasi besar bagi seluruh personel kepolisian.
“Keberhasilan menjaga keamanan tidak terlepas dari dedikasi semua anggota, terutama yang berada di garda terdepan. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan Lombok Timur yang aman, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

Kapolres juga menegaskan komitmennya dalam mendukung seluruh program pemerintah daerah, termasuk upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. “Fenomena penyalahgunaan narkoba masih menjadi tantangan, dan ini harus kita tangani bersama,” tandasnya.

Sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya keamanan, ketertiban, dan kemajuan Lombok Timur di masa mendatang.


Fauzan Khalid Ajak Mahasiswa Jadi Agen Narasi Positif di Era Digital

Okenews.net- Mengisi masa reses sidang ke-IV Tahun 2024–2025 yang berlangsung dari 25 Juli hingga 14 Agustus, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid, memanfaatkan momen bertemu langsung dengan mahasiswa dalam sebuah seminar nasional di Universitas Muhammadiyah Mataram, Senin (04/08/2025).

Dalam kegiatan bertajuk Seminar Nasional Jurnalistik dan Citizen Journalism: Menjadi Jurnalis Muda yang Inspiratif Membangun Narasi Positif Melalui Podcast, Fauzan hadir sebagai keynote speaker. Politisi asal Dapil NTB II Pulau Lombok ini menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif.

“Setiap orang hari ini bisa menjadi produsen sekaligus konsumen konten. Tapi sayangnya, kemajuan teknologi tidak diimbangi dengan literasi media yang baik. Ini yang harus kita benahi,” tegasnya di hadapan peserta seminar dari berbagai fakultas, termasuk mahasiswa asing yang tergabung dalam kelas internasional.

Fauzan menyoroti maraknya penyebaran hoaks di media sosial yang menurutnya terjadi karena rendahnya kesadaran literasi digital di tengah masyarakat. Ia pun mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan melalui narasi yang positif, faktual, dan inspiratif.

“Konten harus dipastikan benar, berdasarkan fakta, dan tidak mengandung fitnah. Jangan asal sebar, dan jangan mudah percaya sebelum mengecek kebenarannya,” imbaunya.

Dalam kesempatan itu, Fauzan juga menyampaikan pandangannya soal fenomena pengibaran bendera “One Piece” yang disandingkan dengan bendera merah putih. Ia menilai tindakan tersebut tidak bijak meskipun dimaksudkan sebagai bentuk kritik sosial.

“Pengibaran bendera bergambar tengkorak itu saya pahami sebagai simbol perlawanan. Tapi menyamakan posisinya dengan Sang Merah Putih sangat tidak tepat. Mari kita hormati simbol negara kita,” tegas mantan Bupati Lombok Barat dua periode ini.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan hak setiap warga, namun tetap harus dilakukan dengan cara yang santun dan bertanggung jawab.

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, dalam sambutannya mengapresiasi dukungan penuh dari H. Fauzan Khalid terhadap terselenggaranya seminar ini. Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai penggerak literasi dan demokrasi digital.

Seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Moh. Hafizni Tenaga Ahli DPR RI sekaligus eks jurnalis MetroTV dan dosen Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma, serta Yusron Saudi Dosen Universitas Muhammadiyah Mataram dan Komisioner KPID NTB.


Sabtu, 02 Agustus 2025

Dirreskrimum Polda NTB Diduga Salah Alamat Kirim Surat Panggilan

Okenews.net- Upaya Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menunjukkan ketegasan dalam menangani kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) justru menuai sorotan setelah adanya dugaan kesalahan pengiriman surat panggilan kepada warga yang tidak sesuai sasaran.

Peristiwa ini terjadi pada hari Jumat, 1 Agustus 2025 sekitar pukul 13.10 WITA. Tiga orang yang mengaku dari Polda NTB datang ke Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur. Mereka membawa surat panggilan kepada seorang warga berinisial "S" atas dugaan keterlibatan dalam kasus TPPO.

Namun, setelah ketiga petugas tersebut meninggalkan lokasi, pihak keluarga dari "S" membaca isi surat panggilan tersebut secara teliti. Kejanggalan pun ditemukan. Dalam surat tersebut tertulis bahwa panggilan ditujukan kepada seseorang yang beralamat di Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, bukan Desa Lepak, Sakra Timur, tempat tinggal “S”.

Menanggapi hal ini, Samsul Hakim, tokoh masyarakat sekaligus keluarga dari “S”, segera menghubungi salah satu dari tiga petugas yang datang, yakni Sugiarto, guna mengklarifikasi kekeliruan alamat tersebut. Menurut Samsul, kesalahan tersebut sangat disayangkan dan dapat berdampak serius jika tidak dikoreksi.

"Bagaimana mungkin sekelas Polda bisa memperoleh data yang tidak akurat? Saya khawatir nanti polisi salah tangkap," tegas Samsul kepada wartawan.

Karena itulah, Samsul menyarankan agar "S" tidak memenuhi panggilan tersebut, mengingat identitas dan alamat yang tercantum dalam surat tidak sesuai. Menurutnya, langkah tersebut bukan semata-mata bentuk penolakan terhadap proses hukum, melainkan upaya menjaga kredibilitas aparat penegak hukum.

"Saran saya itu wajar, karena surat itu ditujukan untuk warga Desa Teros, bukan Desa Lepak. Ini juga bagian dari ikhtiar saya menjaga nama baik kepolisian,” imbuhnya.

Lebih lanjut, saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp untuk mengonfirmasi kekeliruan alamat, Sugiarto disebut sempat meminta alamat yang benar dari Samsul Hakim. Namun, permintaan itu ditolak.

"Kok minta alamat yang benar kepada saya? Harusnya dia minta saja ke orang yang melapor," terang Samsul.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polda NTB terkait kasus dugaan salah alamat dalam surat panggilan tersebut, meski pihak media telah mencoba menghubungi mereka melalui aplikasi WhatsApp.

Jumat, 01 Agustus 2025

Program “Goes to School” SMSI Lotim, Sinergi Cerdas Hadapi Era Digital

Okenews.net-Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Lombok Timur kembali menunjukkan gebrakannya. Kali ini, SMSI resmi menjalin kolaborasi strategis dengan media arus utama Lombok Post, Selaparang Televisi, dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) digelar pada Jumat (01/08/2025) di Aula KCD Dikbud Lotim, sebagai tonggak dimulainya program edukatif bertajuk "SMSI Goes to School". Program ini menyasar seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Kabupaten Lombok Timur.

Kepala KCD Dikbud Lotim, H. Saiful Islam, S.Pd., M.Pd., menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai kolaborasi dengan insan media merupakan langkah visioner dalam membentengi pelajar dari ancaman era digital, seperti judi online, game berlebihan, hingga paparan konten negatif.

“Kami sangat mengapresiasi kerjasama ini. Kami percaya, peran wartawan profesional bisa memperluas wawasan literasi pelajar dan tenaga pendidik, khususnya dalam memahami prinsip-prinsip dasar jurnalistik dan etika bermedia,” tegas Saiful Islam.

Ketua SMSI Lombok Timur, Hanapi, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa program ini tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari gerakan literasi media yang konsisten diperjuangkan SMSI sejak awal 2025.

“Melalui SMSI Goes to School, kami ingin mengajarkan siswa untuk tidak hanya menjadi penikmat informasi, tapi juga mampu menjadi produsen konten yang berkualitas, kritis, dan bertanggung jawab,” ungkap Hanapi.

Lebih dari itu, ia menyebut program ini juga akan mempersiapkan pelajar menghadapi tantangan banjir informasi dan disinformasi di dunia maya. Di era media sosial yang begitu dominan, keterampilan memilah informasi menjadi penting bagi generasi digital.

“Salah satu tujuan utama program ini adalah membentengi siswa dari hoaks dan bias informasi. Dalam jangka panjang, kami bahkan merancang penyelenggaraan Jambore Jurnalis Pelajar sebagai ajang unjuk karya dan pengembangan skill jurnalistik lintas platform,” lanjutnya.

Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak sinergi antara dunia pendidikan dan media dalam membangun pelajar yang cerdas, melek informasi, dan tahan terhadap gempuran konten destruktif digital.

Kamis, 31 Juli 2025

Keren...! Tim MAN 1 Lotim Sabet Juara di Ajang Lomba Cyber Security Se-NTB

Para juara lomba Cyber Security se-NTB.
Okenews.net — Dunia teknologi kini tak hanya dikuasai anak SMK atau sekolah teknologi lainnya. Buktinya, tiga siswa madrasah dari MAN 1 Lombok Timur sukses menunjukkan taringnya di ajang lomba bergengsi Cyber Security se-NTB.

Tim ini berhasil meraih juara 3 dalam lomba Cyber Security yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi (Unham) pada Kamis, 31 Juli 2025 di Selong, Lombok Timur, setelah bersaing ketat dengan puluhan tim dari berbagai SMA/MA/SMK se-NTB.

Tim ini terdiri dari Ahmad Giroh Al Haroki, Izza Ananditya Riswandy, dan Giovani Agustiawan. Ketiganya siswa kelas XII IPS 4 itu tampil meyakinkan dalam kompetisi yang menguji pengetahuan dan keterampilan peserta di bidang keamanan digital.

Atas torehan prestasinya ini, tim siswa yang selama ini aktif di ektrakurikuler ICT MAN 1 Lotim di bawah binaan Habib Averous ini berhasil membawa pulang piala, sertifikat dan dana pembinaan.

"Prestasi yang membanggakan dan patut kita apresiasi. Anak madrasah harus dibekali dengan ragam ilmu dan keterampilan terutama yang terkait dengan teknologi," ujar Kepala MAN 1 Lotim M Nurul Wathoni, M.Pd pada wartawan.

Ia menegaskan, selain siswa dimaksimalkan pembinaan minat bakatnya di bidang teknologi melalui pembelajaran pada mapel TIK, pihak madrasah juga melakukan proses pembinaan lanjutan yang lebih mendalam melalui pembinaan ektrakurikuler ICT maupun ektra robotik.

"Semuanya kita dukung secara penuh baik dari sisi dukungan pembiayaan lomba maupun penyiapan sarana menyangkut peralatan yang mendukung siswa bisa lebih menguasai materi yang menjadi fokus pembinaan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa madrasah secara konsisten memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat siswa, baik dari sisi pendanaan lomba, penyediaan sarana pendukung, hingga pemberian reward atas capaian prestasi melalui program “Tebus Prestasi”.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di bidang teknologi yang sangat dinamis, sekaligus menunjukkan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan dan terarah dalam mencetak generasi unggul di era digital.

Rabu, 30 Juli 2025

Bupati Lotim Lantik 34 Pejabat Baru, Tekankan Semangat, Integritas, dan Kerja Tim

Rotasi Pejabat Eslon II, III, IV
Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali melakukan rotasi dan promosi jabatan dalam rangka penyegaran birokrasi. Sebanyak 34 pejabat eselon II, III, dan IV resmi dilantik dalam upacara yang berlangsung khidmat, Selasa (30/07/2025).

Pelantikan ini merupakan bagian dari strategi penyegaran birokrasi demi pelayanan publik yang lebih optimal. Beberapa nama yang mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi strategis antara lain:

1. Lalu Fathul Kasturi, SP – Kepala Dinas Pertanian
2. Mudahan, ST, MM – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
3. Yulian Ugi Lujianto, SE, MM – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Eselon III dan IV:
1. Muhammad Anwar Iqroman – Camat Sambalia
2. dr. Anjasmoro – Wakil Direktur Pelayanan RSUD Selong
3. Muhammad Arif – Wakil Direktur Keuangan RSUD Selong
4. dr. Ahmad Bardan Salim – Kabid Penyuluhan dan Penggerakan, DP3AKB
5. Lalu Haryanto Sutrisno – Kabid Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan
6. dr. Lalu Open Hendardi – Direktur UPTD RSUD Lombok Timur
7. Kamarurhuda – Direktur RSUD Patuh Karya Lotim
8. Islahul Muttaqin – Kabid Pembinaan Ketenagaan, Dinas Dikbud
9. Hairul Rozak Hanafi – Sekcam Sambalia
10. Rasyid Ridho – Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf, Dinas Pariwisata
11. Lalu Muhammad Jauhari – Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal, Dinas Dikbud
12. Anhar – Kasubbag TU UPTD DP3AKB Kecamatan Sambalia
13. Saifudin, S.Pd – Kepala UPT Kantor Dinas Dikbud Kecamatan Sembelia
14. Farhanudin, S.Pd – Kasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Rakyat, Kelurahan Suryawangi, Kecamatan Labuan Haji
15. Yusron Rohim – Kasi Kelembagaan Sarana Prasarana PAUD dan Pendidikan Nonformal, Dinas Dikbud
16. Muhammad Sofyan Nurdin – Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Kecamatan Pringgabaya
17. M. Nazri – Kasi Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Tenaga Pendidik, Dinas Dikbud
18. Muhammad Arifin Muhyin – Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Kecamatan Sakra
19. Jaya Hizwadi – Kepala UPT Kantor Dinas Dikbud Kecamatan Keruak
20. Nurul Fajariah – Kasubbag TU UPTD DP3AKB Kecamatan Keruak
21. Lalu Srigede Kandidi – Kepala UPT Kantor Dinas Dikbud Kecamatan Jerowaru
22. Turmuzi Ikrar – Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Kecamatan Sukamulia
23. Baharudin, S.Pd – Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Kecamatan Wanasaba
24. Lukmanul Hakim – Kasubbag TU UPTD DP3AKB Kecamatan Sembalun
25. Erwin Zulhadi – Kepala UPT Kantor Dinas Dikbud Kecamatan Aikmel
26. Muhammad Arif – Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Terara
27. Kamaludin – Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Kecamatan Sakra Barat
28. Mastur – Kasi Pelayanan Umum, Kecamatan Sakra Barat
29. Zainul Fahmi – Kasi Penunjang Medik, RSUD Selaparang
30. Baiq Herdina Kusmayanti – Kasubbag TU dan Kepegawaian, Bagian Umum RSUD Selong
31. Mursalin – Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Kecamatan Lenek 

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Timur H. Haitul Warisin, menegaskan bahwa mutasi ini bukan semata pergantian posisi, tetapi momentum penyegaran untuk menyalakan kembali semangat kerja.

“Kalau yang dilantik hari ini tidak menunjukkan semangat, maka bisa dipastikan kinerjanya pun akan loyo. Untuk itu, pancarkan semangat dan dedikasi dalam setiap tugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Haerul Warisin menekankan tiga prinsip utama yang wajib dijalankan oleh setiap pejabat yang baru dilantik untuk Menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika jabatan.

“Jika ada hal yang tidak kita kuasai, jangan ragu untuk berkolaborasi. Kita bukan superman. Yang kita butuhkan adalah kerja tim yang solid,” imbuhnya.

Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia juga mengingatkan bahwa kinerja masing-masing akan terus dievaluasi secara berkala.

“Bekerjalah dengan hati, karena kinerja Anda akan kami nilai secara berkelanjutan. Bulan depan akan ada evaluasi lagi,” tandasnya.

Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi para pejabat untuk membuktikan kapabilitas mereka dalam mendukung kemajuan daerah. Pemerintah berharap, dengan semangat baru, kualitas pelayanan publik di Lombok Timur semakin membaik.

Selasa, 29 Juli 2025

Dikbud Lotim Gandeng YGSI Gelar Workshop PKRS untuk Guru Sekolah


Okenews.net- Dalam upaya memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan Workshop Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual (PKRS), bekerja sama dengan Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI). 


Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada Selasa dan Rabu, 29–30 Juli 2025, bertempat di SMP Negeri 4 Selong.


Sebanyak 53 sekolah dari berbagai kecamatan di Lombok Timur ditunjuk sebagai sekolah imbas atau percontohan dalam implementasi kebijakan PKRS. Para peserta workshop terdiri dari guru dan perwakilan tenaga kependidikan dari masing-masing sekolah yang memiliki komitmen untuk mendukung edukasi kesehatan reproduksi secara menyeluruh kepada peserta didik.


Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur, Izzuddin, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran guru dalam mengawal isu-isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) di satuan pendidikan. Menurutnya, guru tidak hanya sebagai pendidik dalam ruang kelas, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun pemahaman yang benar tentang tubuh, hak-hak reproduksi, serta nilai-nilai kesetaraan gender di kalangan remaja.


“Workshop ini dirancang untuk membekali guru dengan pemahaman mendalam tentang konsep PKRS sekaligus strategi pengajaran yang tepat dan sensitif terhadap usia anak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum berbagi praktik baik antarpendidik dalam mengelola isu-isu kompleks seperti kehamilan remaja, perkawinan usia anak, dan kekerasan berbasis gender di sekolah,” jelas Izzuddin.



Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif para peserta dalam seluruh rangkaian kegiatan agar workshop ini menghasilkan rencana aksi yang konkret dan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.

Dalam sesi pemaparan materi, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari tim YGSI yang telah berpengalaman dalam mengembangkan modul PKRS yang adaptif dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan lokal di Lombok Timur.


Field Officer YGSI, Samsul Hadi, menyampaikan bahwa pendidikan PKRS di sekolah bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan bagian dari upaya pencegahan terhadap berbagai persoalan sosial yang belakangan semakin marak, seperti tingginya angka perkawinan anak, kehamilan remaja yang tidak direncanakan, serta kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan.


“Implementasi PKRS di sekolah sangat krusial. Melalui pengimbasan ke-53 sekolah ini, kami berharap muncul banyak agen perubahan di lingkungan sekolah yang mampu menciptakan ruang aman, inklusif, dan edukatif bagi para siswa dalam memahami kesehatan reproduksi mereka,” ungkap Samsul.


Ia menambahkan, selain pendekatan edukatif, kerja sama lintas sektor dan keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dalam memperkuat program ini di tingkat sekolah.

Kegiatan workshop ini juga diwarnai dengan sesi diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi pengajaran yang interaktif. Guru-guru diberi kesempatan untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis PKRS dan melakukan simulasi penyampaian materi kepada siswa.



Workshop ini merupakan langkah awal dari rangkaian program jangka panjang yang dirancang Dikbud Lombok Timur bersama YGSI dalam mewujudkan satuan pendidikan yang ramah anak dan responsif terhadap isu-isu kesehatan reproduksi dan seksual.


Ke depan, Dinas Dikbud berkomitmen untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi PKRS di sekolah imbas, serta mendorong replikasi praktik baik ke sekolah-sekolah lainnya di Lombok Timur.

Dengan program ini, diharapkan sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang remaja secara fisik, mental, dan sosial.

Senin, 28 Juli 2025

Wakili NTB, Tim Marchingband MAN 1 Lotim Raih 6 Juara Ajang Fornas VIII

Para juara Marchingband MAN 1 Lotim

Okenews.net - Dentuman drum, tiupan terompet, dan gemuruh semangat dari tim Marchingband MAN 1 Lotim sukses menggema di panggung Fornas VIII. Tak sekadar tampil, mereka pulang membawa kabar manis dengan meraih enam juara sekaligus untuk NTB.

Tim Marchingband MAN 1 Lotim di bawah binaan M Sayuti, Yuzi Riyanto, Winda Nurul Sakina dan Rois Buchori berhasil mewakili provinsi NTB dalam ajang FORNAS VIII yang berlangsung di Mataram 25 sd 27 Juli 2025.

“Alhamdulillah, tim ini sukses meraih enam prestasi juara dalam berbagai kategori yang dilombakan pada bidang Marchingband tingkat nasional,” ujar Sayuti, Senin (28/07/2025) di Selong.

Enam prestasi juara yang diraih tim marchingband pada Inorga IDCA (Marching Band/Drum Corps) FORNAS VII tahun 2025 yang diperkuat 40-an siswa MAN 1 Lotim.

  1.  The beast Costum/Concept Drumline Battle berhasil meraih medali emas.
  2. Perfom Drumline Battle berhasil mendapatkan medali penunggu.
  3. Field Commander Sound Sport/konser/display berhasil merebut medali perunggu.
  4. Perom-Sound Sport/konser/display meraih medali perunggu.
  5. Perfom-Street Parade mendapatkan medali perunggu.
  6. The beast Costum-Flag Ansambel berhasil mendapatkan medali perunggu

Atas torehan prestasi yang membanggakan dan menasional ini, Kepala MAN 1 Lotim M Nurul Wathoni mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya, serta apresiasi kepada seluruh tim yang telah berjuang maksimal.

Menurutnya, Tim marchingband ini telah sukses membawa harum daerah baik NTB, Kabupaten Lombok Timur dan juga MAN 1 Lotim ke event nasional, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berprestasi di berbagai bidang seni musik.

Ia menegaskan, atas capaian baik ini tentu menjadi penyemangat pihak madrasah, khususnya tim marchingband MAN 1 Lotim agar semakin giat mengasah kemampuan terkait marchingband dan tidak berpuas diri.

“Ilmu pengetahuan dan keterampilan terus berkembang, karena itu penting bagi tim untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas. Pihak madrasah pun berkomitmen mendukungan penuh setiap usaha dan prestasi yang diraih,” ungkap Wathoni.

Bupati Lotim Sidak Dukcapil: Genjot Penerbitan KIA dan Percepat Transisi ke KTP

Kepala Bidang pendataan dan Pendaftaran Penduduk pada Dukcapil Lotim, Maad Adnan

Okenews.net-Dalam upayameningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, khususnya dalam hal penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), Bupati Lombok Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat. Kunjungan ini disambut positif oleh jajaran Dukcapil yang menilai langkah Bupati sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas layanan.

Salah satu perhatian utama dalam sidak tersebut adalah terkait ketersediaan blangko yang kerap mengalami kekurangan. Bupati berjanji akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan blangko agar proses pelayanan masyarakat tidak terhambat.


“Syukur alhamdulillah, Bupati sudah turun langsung melakukan pengecekan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” Ujar Plt Kepala Bidang pendataan dan Pendaftaran Penduduk pada Dukcapil Lotim, Maad Adnan, Senin (28/07/2025)


Dukcapil Lombok Timur menargetkan capaian KIA sebesar 62 persen hingga akhir tahun 2025. Hingga Juli 2025, capaian tersebut telah mencapai 47 persen. Capaian ini tidak lepas dari program jemput bola dan sosialisasi yang dilakukan Dukcapil ke sejumlah sekolah dasar di berbagai kecamatan.


“Baru-baru ini kami mengunjungi SDN 2 Rakam sebagai sekolah percontohan dalam sosialisasi dan pendataan KIA. Ke depan, kami akan lanjutkan ke SMPN 1 Sukamulia,” jelas Adnan.


Dukcapil juga terus menjalin komunikasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait untuk memperluas jangkauan sosialisasi. Mereka mendorong agar setiap kepala sekolah aktif mengarahkan siswa yang belum memiliki KIA untuk segera mengurusnya melalui aplikasi Bakso milik Dukcapil Lombok Timur.


“Dengan sosialisasi ini, kami harapkan masyarakat, khususnya siswa dan orang tua, semakin sadar akan pentingnya memiliki KIA sebagai identitas resmi anak. Ini juga menjadi landasan transisi yang lebih tertib menuju KTP saat mereka cukup umur nanti,” tambahnya.


Bupati Lombok Timur juga berpesan agar Dukcapil terus meningkatkan pelayanan adminduk dan menjadikan transisi dari KIA ke KTP sebagai perhatian serius, sejalan dengan visi Lombok Timur sebagai kabupaten cerdas dan Semart.

Polairud Intensifkan Patroli, Jamin Keamanan Wisata Pesisir Lombok Timur

Polairud Lombok Timur

Okenews.net- Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan para wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai, Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Lombok Timur kembali melaksanakan patroli rutin di sepanjang garis pantai wilayah tersebut pada Senin, (28/07/2025).


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polairud, AKP Sudarman, didampingi oleh Kepala Unit Binmas Air (KBO) Polairud, IPDA Suman Yadi. Patroli dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menciptakan rasa aman di destinasi wisata pesisir yang saat ini tengah ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.


“Lombok Timur memiliki garis pantai yang indah dan menjadi magnet wisata yang luar biasa. Maka dari itu, kami terus melakukan patroli untuk memastikan seluruh aktivitas wisata berjalan aman dan tertib,” ujar IPDA Suman Yadi dalam keterangannya kepada awak media.


Ia menambahkan bahwa meskipun kondisi cuaca terpantau cerah dan mendukung kegiatan wisata bahari, potensi bahaya di laut tetap harus diwaspadai. Oleh karena itu, pihak Polairud tak henti-hentinya mengingatkan para wisatawan, nelayan, dan pelaku usaha wisata untuk senantiasa waspada terhadap dinamika alam, termasuk gelombang tinggi dan perubahan cuaca mendadak.

“Kami tidak ingin pengunjung lengah hanya karena cuaca sedang bersahabat. Laut bisa berubah sewaktu-waktu. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegasnya.


Selain patroli rutin, Polairud juga aktif menjalin koordinasi dengan dinas pariwisata, pengelola objek wisata, serta komunitas nelayan setempat. Tujuannya adalah membangun sinergi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di seluruh titik wisata bahari yang tersebar di Lombok Timur.


Langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen Polres Lombok Timur dalam mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan perekonomian daerah. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, terutama di musim liburan, kehadiran petugas di lapangan menjadi penting sebagai wujud pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Sabtu, 26 Juli 2025

Warga Empat Kelurahan Gotong Royong Renovasi Kubur Kedondong

Okenews.net- Warga dari empat kelurahan di Kecamatan Selong, yakni Sekarteja, Pancor, Selong, dan Sandubaya, bergotong royong melakukan perbaikan akses jalan dan renovasi area Pekuburan Umum Kedondong yang terletak di Lingkungan Sanggeng, Kelurahan Pancor. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (26–27 Juli 2025), sebagai tindak lanjut dari hasil rapat panitia renovasi.


Puluhan warga tampak antusias membersihkan area pemakaman dan memasang pembatas jalan sepanjang dua kilometer. Aksi kolektif ini menjadi langkah awal penataan menyeluruh terhadap kompleks pekuburan yang selama ini aksesnya terbatas.


Ketua Panitia Renovasi Kubur Kedondong, Muh. Irfan, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini telah mendapat restu dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, serta dukungan pemerintah daerah melalui Camat Selong. Proses perencanaan teknis dibantu oleh tim Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Lombok Timur.

“Perencanaan ini melibatkan tokoh-tokoh dari empat kelurahan. Ini bukti bahwa renovasi ini milik kita bersama,” ujar Irfan.


Peletakan batu pertama akan digelar Minggu depan dan dijadwalkan dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Renovasi menyeluruh akan mengacu pada master plan yang dirancang untuk jangka waktu sepuluh tahun.


Fasilitas yang akan dibangun meliputi instalasi air dan listrik, rumah jaga, kantor pengurus, serta lahan parkir yang representatif. Penataan ini juga ditujukan agar kawasan pekuburan lebih tertib dan nyaman bagi peziarah.

Saat ini, dana awal renovasi bersumber dari hasil penjualan pohon oleh tim penebangan kayu senilai Rp15 juta. Untuk mendukung kelanjutan proyek, panitia akan menggalang partisipasi warga melalui distribusi surat dan amplop donasi ke keluarga yang memiliki sanak saudara dimakamkan di lokasi tersebut.


“Kami akan kirimkan amplop yang bisa diisi seikhlasnya. Warga juga bisa langsung berdonasi melalui panitia di Lingkungan Lendang Bedurik Induk atau transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama Panitia Penataan Kubur Kedondong: 7314663474,” jelas Irfan.


Kubur Kedondong merupakan area tak bertuan yang telah lama difungsikan sebagai pemakaman umum sejak zaman dulu. “Tanah ini tidak memiliki surat kepemilikan. Dulu dimanfaatkan atas permintaan seorang tokoh masyarakat Sekarteja,” ungkap Irfan.


Ke depannya, panitia berencana menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata religi yang juga ramah bagi anak-anak. Selain sebagai tempat ziarah, area ini akan disulap menjadi ruang edukatif dan ekonomi produktif.

“Setiap jalur setapak akan difungsikan bagi pelaku UMKM agar warga sekitar juga bisa merasakan manfaat ekonomi dari penataan ini,” tambah Irfan.


Ia menyebutkan, target utama adalah menjadikan tempat ini sebagai contoh wisata religi yang bisa dikunjungi siswa-siswi sekolah dasar.


Kegiatan gotong royong ini juga melibatkan tokoh agama, ketua lingkungan, ketua RT, serta para ibu-ibu yang turut menyediakan konsumsi bagi para pekerja.

Panitia berharap dukungan semua pihak agar renovasi berjalan lancar. “Semoga ini menjadi amal jariyah kita bersama,” tutup Irfan.


Jumat, 25 Juli 2025

TGH Najamudin Bergeming, Tolak Tegas Islah terkait Dugaan Bagi Uang Siluman


Okenews.net-Ada episode baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyerahan dan pengelolaan anggaran Pokir Anggota DPRD Provinsi NTB tahun 2025. Tawaran islah “gentayangan” menyasar anggota DPRD NTB periode 2019-2024 yang mencuatkan kasus dugaan bagi-bagi uang “siluman” tersebut.

“Iya, ada semacam tawaran islah. Tapi saya tegaskan tidak mungkin islah. Tidak mungkin menyelesaikan masalah hukum di luar hukum,” ungkap TGH Najamuddin Mustafa, Kamis (24/07/2025).


Anggota DPRD NTB periode 2019-2024 yang tidak mencalonkan diri kembali dalam Pemilu 2024 tersebut adalah tokoh kunci di balik mencuatnya dugaan bagi-bagi uang siluman yang menyasar pada anggota dewan pendatang baru di DPRD NTB. Kasus dugaan korupsi ini tengah diusut Kejaksaan Tinggi NTB. Jumlah anggota DPRD NTB yang dipanggil untuk dimintai keterangan juga terus bertambah.


TGH Najamuddin menegaskan, kasus tindak pidana korupsi tidak mengenal islah. Karena itu, tidak mungkin dalam kasus yang kini sedang diusut Aparat Penegak Hukum, dirinya lalu membuat kesepakatan-kesepakatan di belakang layar.


Tokoh asal Lombok Timur ini mengingatkan agar mereka yang terlibat dan berbuat dalam kasus dugaan bagi-bagi uang siluman di DPRD NTB tersebut siap-siap untuk bertanggung jawab.


“Tidak boleh ada perundingan-perundingan. Hukum itu, kalau bersalah, ya penjara,” tandas TGH Najamuddin.


Kasus ini sendiri bermula dari pemotongan program Pokir Anggota DPRD NTB Periode 2019-2024 yang sudah menjadi Daftar Pelaksanaan Anggaran di APBD NTB tahun 2025. Program Pokir tersebut memang masih menjadi hak anggota DPRD NTB sebelumnya, karena berasal dari penjaringan aspirasi mereka dan juga disahkan dalam APBD tatkala mereka masih menjabat.


Bertali temali dengan pemotongan program Pokir tersebut, berdasarkan informasi yang diterima, ada beberapa oknum anggota dewan baru di DPRD NTB yang mengkoordinir pembagian uang kepada rekan-rekannya sesama anggota dewan baru. Uang yang dibagikan tersebut merupakan fee dari anggaran program yang akan didapatkan para anggota dewan yang bersumber dari pemotongan Pokir 39 anggota DPRD NTB periode sebelumnya yang tidak terpilih kembali.


Informasinya, masing-masing anggota dewan baru akan mendapatkan program senilai Rp 2 miliar. Namun mereka tidak diberikan dalam bentuk program, melainkan dalam bentuk uang fee sebesar 15 persen dari total anggaran program tersebut, atau setara dengan sekitar Rp 300 juta.


TGH Najamuddin menegaskan, perkara korupsi adalah delik biasa, bukan delik aduan. Sehingga, meskipun pelapor atau pihak terkait mencabut laporan atau sudah berdamai dan islah, proses hukum tetap berjalan. Dugaan tindak pidana korupsi tidak bisa dihentikan hanya karena ada perdamaian, islah, atau bahkan jika ada pengembalian kerugian negara sekalipun.


Karena itu, menurut mantan Ketua Badan Kehormatan DPRD NTB ini, tawaran islah yang kini berdatangan kepada 39 Anggota DPRD NTB Periode 2019-2024 yang tidak terlilih lagi itu, disebutnya sebagai tawaran yang sia-sia.


“Saya menghormati pilihan rekan-rekan sekiranya ada yang ingin menempuh jalan islah. Tapi saya sendiri menolak. Saya meyakini bahwa hukum memiliki caranya sendiri yang tak bisa ditawar oleh kesepakatan pribadi. Tindak pidana korupsi itu kejahatan kepada publik,” tandas TGH Najamuddin.


Soal siapa yang menawarkan islah, TGH Najamuddin belum bersedia mengungkapkannya ke publik. Yang pasti, tawaran itu berdatangan, dan masih menyasar rekan-rekannya yang lain hingga saat ini.


Di sisi lain, mantan politisi Partai Amanat Nasional ini juga menegaskan, kasus dugaan bagi-bagi uang siluman di DPRD NTB ini sudah menjadi konsumsi publik. Sudah memiliki konsekuensi hukum, dan kini sedang berproses di Kejaksaan Tinggi NTB.


Karena itu, menurut TGH Najamuddin, sungguh tidak pantas manakala ada mantan Anggota DPRD NTB yang memang masih memiliki hak atas program Pokir di APBD NTB tahun 2025, memiliki pikiran bahwa dengan islah kasus hukum akan terhenti, lalu program Pokir yang telah dipotong tersebut dikembalikan utuh seperti sudah seharusnya.


Ditegaskan TGH Najamuddin, program Pokir di APBD NTB Tahun 2025 itu bukanlah milik pribadi mereka. Namun, program usulan yang kini sudah berupa pembangunan embung rakyat, saluran irigasi, rabat jalan, dan lainnya tersebut adalah milik rakyat yang disalurkan melalui mereka tatkala mereka masih menjabat.


Oleh karenanya, kesepakatan-kesepakatan apa pun di belakang layar, justru kata TGH Najamuddin berpotensi menjadi perkara hukum baru. Dan mereka yang terlibat dalam kesepakatan-kesepakatan tersebut berpotensi diproses oleh aparat penegak hukum.


“Semangat damai yang ingin dibawa itu kita paham. Tapi kalau perkara korupsi, hukum harus dilalui sampai akhir,” kata TGH Najamuddin.


Itulah mengapa, TGH Najamuddin ingin agar kasus dugaan korupsi ini terus berproses hingga tuntas. Dengan begitu, publik akan mengetahui secara terang benderang siapa yang jahat, siapa yang bermuka dua, serta siapa yang bermain dan terlibat.


Sebab, yang terjadi saat ini, masyarakat kata TGH Najamuddin, menuding kalau merekalah yang menjadi biang kerok. Mereka dituding makan dana aspirasi. Padahal merekalah yang sebelumnya telah meminta kelompok masyarakat membuat proposal, lalu sudah disetujui, namun belakangan malah program tersebut tidak ada alias hilang.


“Kami ingin bersihkan nama di masyarakat. Bukan kita yang memotong. Bukan kita yang hilangkan. Tapi kebijakan Gubernur melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah,” tandas TGH Najamuddin.


Pada kesempatan yang sama, TGH Najamuddin juga menanggapi pandangan yang disampaikan oleh seorang praktisi hukum yang menyebut bahwa pergeseran program Pokir yang sudah di dalam bentuk DPA di APBD sebagai suatu hal yang dibolehkan.


TGH Najamuddin meminta praktisi hukum tersebut belajar kembali. Terutama mendalami Peraturan Pemerintah No 12 tahun 2019 yang mengatur lingkup keuangan daerah. TGH Najamuddin menegaskan, pergeseran DPA di APBD boleh dilakukan Pemerintah Daerah jika memang terjadi keadaan kahar atau keadaan memaksa. Dalam hal itu pun, pergeseran harus terlebih dahulu dikonsultasikan ke Menteri Dalam Negeri.


Sementara terkait pelaksanaan program Pokir di APBD tahun 2025, sama sekali tidak ada keadaan kahar atau keadaan memaksa tersebut. Satu-satunya hal yang bisa menjadi landasan adalah kebijakan efisiensi anggaran. Hanya saja, sudah ditegaskan bahwa program fisik untuk kebutuhan masyarakat dikecualikan dari kebijakan efieiensi tersebut.


“Stabilitas anggaran itu tergantung pada konsistensi. Mengutak-atik DPA di APBD tanpa dasar darurat adalah bentuk ketidakpatuhan. Itu bukan hanya pelanggaran prosedur, tapi juga pengkhianatan terhadap rakyat yang menunggu program berjalan,” tandas TGH Najamuddin.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi