JEJAK SHANG DYAH (Episode 02)
![]() |
| Shang Dyah Ratna Ayu Dewi Anjani (foto ilustrasi AI) |
![]() |
| Shang Dyah Ratna Ayu Dewi Anjani (foto ilustrasi AI) |
![]() |
| Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan |
Okenews.net- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan bersama rakyat.
Perayaan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Timur yang juga Anggota DPRD Lombok Timur, Ahmad Amrullah. Acara turut dihadiri para pengurus, kader dan simpatisan PDI Perjuangan se-Kabupaten Lombok Timur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng bersama rakyat, di antaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan pemuda. Bertempat di Musholla Al-Kautsar, Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur pada Jumat (23/01/2026).
Kegiatan itu sebagai simbol rasa syukur atas usia dan perjuangan panjang Megawati Soekarnoputri dalam membesarkan PDI Perjuangan sekaligus mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.
Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam atas peringatan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri. Ia menegaskan bahwa perayaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali jati diri kader PDI Perjuangan sebagai pembela kepentingan rakyat.
“Kita bersyukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan umur panjang Ibu Megawati Soekarnoputri. Di usia ke-79 ini, beliau tetap menjadi simbol keteguhan ideologi dan keberpihakan pada wong cilik. Ibu Megawati selalu mengingatkan kita, seluruh kader PDI Perjuangan, untuk tidak pernah menjauh dari rakyat, membela kepentingan rakyat, dan selalu berada di tengah-tengah rakyat,” tegas Ahmad Sukro.
Usai pemotongan tumpeng, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Musholla Al-Kautsar yang berlokasi di Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Musholla tersebut dipersembahkan untuk masyarakat setempat dan bersumber dari program aspirasi Ahmad Amrullah selaku Anggota DPRD dapil II Lombok Timur.
Peresmian Musholla Al-Kautsar menjadi wujud nyata komitmen PDI Perjuangan Lombok Timur dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung sarana ibadah dan penguatan nilai-nilai sosial keagamaan.
Melalui perayaan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri ini, DPC PDI Perjuangan Lombok Timur menegaskan kembali semangat gotong royong, keberpihakan pada rakyat kecil, serta konsistensi menjalankan politik yang membumi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Perayaan ini adalah pengingat bagi kami semua bahwa PDI Perjuangan tidak boleh lelah melayani rakyat. Politik harus punya wajah kemanusiaan. Apa yang kami lakukan hari ini bersama rakyat, untuk rakyat adalah perintah ideologis partai yang selalu ditekankan oleh Ibu Megawati,” ujar Ahmad Sukro.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Timur sekaligus Anggota DPRD Lombok Timur, Ahmad Amrullah, menyampaikan bahwa Musholla Al-Kautsar tersebut merupakan bentuk penyaluran aspirasi yang dipersembahkan sepenuhnya untuk masyarakat.
Ia berharap keberadaan musholla itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga sekitar sebagai sarana ibadah dan penguatan kebersamaan sosial.
“Musholla Al-Kautsar ini kami serahkan kepada masyarakat agar benar-benar bermanfaat dan menjadi tempat ibadah yang menumbuhkan kebersamaan serta nilai-nilai kebaikan. Peresmian musholla ini juga menjadi tanda bahwa PDI Perjuangan hadir, peduli, dan akan senantiasa berada di tengah-tengah rakyat,” ujar Ahmad Amrullah.
Menurut Ahmad Amrullah, perayaan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri dan peresmian Musholla Al-Kautsar tidak dapat dipisahkan dari nilai perjuangan PDI Perjuangan yang berpihak kepada rakyat. Ia menegaskan bahwa seluruh kerja politik dan pengabdian kader partai harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.
“PDI Perjuangan tidak boleh berjarak dengan rakyat. Kami harus selalu hadir, membela kepentingan rakyat, dan memastikan setiap program yang kami perjuangkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Itulah garis perjuangan yang diajarkan oleh Ibu Megawati dan terus kami pegang,” tegas Ahmad Amrullah.
![]() |
| Institut Elkatarie |
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor Institut Elkatarie, Dr. Hasbulloh Muslim, bersama Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Elkatarie, Dr. Irfan Azim. Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen kedua institusi untuk bersinergi dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.
Melalui kerja sama ini, Institut Elkatarie dan UNISDA Lamongan sepakat mengembangkan berbagai program, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, kolaborasi riset dan publikasi ilmiah, pendampingan peningkatan mutu akademik, hingga penguatan tata kelola perguruan tinggi.
Rektor Institut Elkatarie, Dr. Hasbulloh Muslim, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan UNISDA Lamongan merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan Institut Elkatarie.
“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program nyata yang memberi manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan institusi,” ujarnya.
Sementara itu, pihak UNISDA Lamongan menyambut baik penandatanganan MoU tersebut sebagai langkah bersama dalam membangun perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, Institut Elkatarie dan UNISDA Lamongan optimistis dapat menghadirkan inovasi akademik serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi dan pemberdayaan masyarakat luas.
![]() |
| ATR/BPN Lombok Timur |
Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Timur, Darmawan Wibowo, menjelaskan kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021 yang memberikan masa transisi selama lima tahun sejak diterbitkan.
“Mulai Februari 2026, dokumen-dokumen lama itu tidak lagi berlaku sebagai bukti kepemilikan. Negara hanya mengakui sertifikat hak atas tanah, baik fisik maupun elektronik,” ujar Wibowo yang akrab disapa Wawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/01/2026).
Ia menjelaskan, surat-surat tanah tersebut sebelumnya diakui sebagai bukti penguasaan tanah dan pembayaran pajak sejak era kolonial hingga diberlakukannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Namun saat ini, dokumen tersebut hanya berfungsi sebagai petunjuk atau dasar untuk penerbitan sertifikat baru.
Meski demikian, Wawan menegaskan keenam surat tanah lama itu masih dapat digunakan sebagai persyaratan dalam proses sertifikasi, termasuk untuk keperluan jual beli atau penyelesaian sengketa, selama tidak bertentangan dengan putusan pengadilan.
“Di Lombok Timur dan NTB, pipil masih paling banyak ditemui. Sementara letter C atau kekitir relatif jarang karena berasal dari tradisi administrasi di Jawa,” jelasnya.
Wawan juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda proses konversi ke sertifikat guna menghindari potensi masalah hukum di kemudian hari. Ia sekaligus menepis isu yang menyebutkan tanah tanpa sertifikat akan diambil alih negara.
“Itu tidak benar. Negara tidak serta-merta mengambil tanah warga. Justru sertifikasi ini untuk melindungi hak masyarakat,” tegasnya.
Program sertifikasi tanah secara masif, lanjut Wawan, telah berjalan hampir di seluruh wilayah Indonesia seiring semakin lengkapnya pemetaan bidang tanah.
“Kami siap membantu masyarakat Lombok Timur yang masih memiliki girik atau pipil untuk segera disertifikatkan. Jangan menunggu sampai Februari 2026,” pungkas Wawan.
![]() |
| KKN PMD Universitas Mataram |
Okenews.net- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram menggelar sosialisasi bertema optimalisasi potensi kelapa melalui produksi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, (22/01/2026), bertempat di Aula Kantor Desa Korleko, dan diikuti oleh pemuda serta masyarakat setempat.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang besarnya potensi kelapa sebagai komoditas unggulan desa yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PMD mendorong terbentuknya kelompok UMKM baru yang mandiri, peningkatan keterampilan teknis produksi, diversifikasi usaha berbasis kelapa, serta peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat desa.
Selama ini, mayoritas petani di Desa Korleko menjual kelapa secara borongan kepada tengkulak dengan harga relatif murah. Kelapa tersebut kemudian dipasarkan keluar daerah setelah dipisahkan dari serabutnya dengan harga yang jauh lebih tinggi. Rendahnya nilai jual di tingkat petani disebabkan oleh minimnya pengolahan dan lemahnya sistem niaga. Padahal, di berbagai daerah lain, kelapa telah diolah menjadi beragam produk bernilai tambah dengan teknologi sederhana yang dapat diterapkan oleh industri kecil dan menengah.
Sebelum sosialisasi digelar, Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko telah melaksanakan pelatihan pembuatan VCO bersama perwakilan pemuda dari setiap dusun. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pemaparan program kerja yang disampaikan kepada pemerintah desa pada 29 Desember 2025.
Sekretaris Desa Korleko, Mawardi, S.Pd., menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia berharap kegiatan yang dijalankan mahasiswa KKN PMD dapat berkelanjutan.
“Jika adik-adik mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram mampu merancang program yang berkelanjutan, kami dari pihak desa siap mendukung pendanaannya. Kami juga meminta setiap dusun mengirimkan perwakilan pemuda untuk mengikuti pelatihan pembuatan VCO,” ujarnya.
Sebagai langkah keberlanjutan, Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan pemuda desa. Pelatihan produksi Virgin Coconut Oil (VCO) dilaksanakan secara intensif mulai 5 hingga 17 Januari 2026.
Anggota Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko 2025, Salju Anorawi, menyebutkan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Program ini tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha dan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal. Masyarakat Korleko kini mulai antusias memasarkan produk VCO di wilayah Labuhan Haji,” ungkapnya.
Melalui pengolahan kelapa menjadi VCO, masyarakat Desa Korleko diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari peningkatan nilai tambah produk. Selain mendongkrak pendapatan rumah tangga, program ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap fluktuasi harga kelapa mentah.
![]() |
| Kantor Pertanahan Lombok Utara |
Okenews.net- Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong modernisasi tata kelola perkantoran. Salah satunya melalui kegiatan penyerahan ID Card dan E-Money Bank Mandiri kepada seluruh pegawai yang digelar pada Rabu, (02/012026), bertempat di Kantor Pertanahan KLU.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Bank Mandiri dengan Kantor Pertanahan KLU dalam mendukung penerapan sistem identitas pegawai terpadu sekaligus mendorong penggunaan transaksi non-tunai di lingkungan kerja.
Melalui penggunaan ID Card terintegrasi dengan E-Money, diharapkan proses administrasi internal menjadi lebih tertib, akses layanan semakin mudah, serta transaksi keuangan berlangsung lebih efisien, aman, dan transparan. Inisiatif ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam percepatan digitalisasi layanan publik.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara Muhammad Shaleh Basyarah menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dengan Bank Mandiri. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Penerapan ID Card dan E-Money ini tidak hanya mendukung ketertiban administrasi, tetapi juga menjadi upaya nyata kami dalam menciptakan sistem kerja yang lebih modern, efisien, dan akuntabel. Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan kenyamanan pegawai sekaligus berdampak positif pada kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan penyerahan berlangsung tertib dan lancar, serta mendapat respon positif dari seluruh pegawai. Para pegawai menyambut baik inovasi tersebut karena dinilai memudahkan aktivitas kerja sehari-hari sekaligus mendukung ekosistem transaksi non-tunai di lingkungan perkantoran.
Dengan langkah ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan beradaptasi dalam rangka memberikan pelayanan pertanahan yang semakin prima dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
![]() |
| Silaturrahmi Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor |
Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., melakukan kunjungan silaturahmi ke Saiburi Islam Wittaya School yang berada di Saiburi, Pattani, Thailand. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat jejaring keilmuan sekaligus memperkokoh persaudaraan antarlembaga pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.
Kehadiran TGB beserta rombongan disambut hangat oleh pimpinan Saiburi Islam Wittaya School, Ustadz Abdulloh. Ia menyampaikan rasa hormat dan kebanggaan atas kunjungan tokoh ulama dari Indonesia tersebut, yang dinilai membawa semangat persatuan dan kolaborasi pendidikan lintas negara.
“Kami merasa terhormat menerima kunjungan ulama dan tokoh besar dari Indonesia. Semoga pertemuan ini menjadi awal terjalinnya persahabatan dan kerja sama yang kuat antara Saiburi Islam Wittaya School dan sivitas akademika IAIH Pancor,” ujar Ustadz Abdulloh, Selasa (21/1/2026).
Selain itu, TGB juga disambut langsung oleh pendiri Saiburi Islam Wittaya School, Dato’ Abdul Kadir, tokoh Islam berpengaruh di Thailand Selatan. Dato’ Kadir menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan tersebut yang dinilainya sebagai kehormatan besar bagi lembaga dan masyarakat sekitar.
“Kami sangat berbahagia atas kehadiran TGB di Saiburi. Ini adalah bentuk silaturahmi yang sangat kami hargai dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.
Pertemuan dua tokoh ini memiliki makna khusus mengingat TGB dan Dato’ Abdul Kadir sama-sama merupakan alumni Universitas Al-Azhar, Mesir. Kesamaan latar belakang keilmuan tersebut semakin menguatkan ikatan intelektual dan ukhuwah Islamiyah di antara keduanya.
Dalam sambutannya, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi menyampaikan penghargaan dan rasa hormat yang tinggi kepada keluarga besar Saiburi Islam Wittaya School atas dedikasi mereka dalam mengembangkan pendidikan Islam di Thailand Selatan.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar YPH PPD NWDI Pancor, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan dan jihad ta’lim yang dilakukan Saiburi Islam Wittaya School. Para pejuang pendidikan di wilayah ini adalah garda terdepan umat,” tutur TGB yang juga menjabat Ketua Umum PB NWDI dan Ketua OIA Al-Azhar Indonesia.
Ia menegaskan bahwa kemajuan umat tidak dapat dipisahkan dari penguasaan ilmu pengetahuan. Menurutnya, ilmu dan hikmah merupakan fondasi utama dalam membangun umat yang kuat dan bermartabat.
“Pintu kemajuan umat adalah ilmu. Dengan ilmu dan hikmah, umat akan menjadi baik dan berdaya. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk belajar kepada ahlinya,” tegasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan kerja sama dan persaudaraan antara lembaga pendidikan Islam Indonesia dan Thailand, sekaligus menginspirasi pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada ilmu, akhlak, dan kemajuan peradaban umat.
![]() |
| Kunjungan TGB ke Thailand Selatan |
Didampingi Wakil Rektor I IAIH Pancor Dr. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., TGB beserta rombongan terlebih dahulu menyaksikan berbagai penampilan dalam festival akademik. Kegiatan tersebut menampilkan ragam kreativitas, bakat, dan kemampuan intelektual santri dan santriwati, mulai dari bidang akademik hingga seni dan keterampilan.
Festival akademik ini menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pengembangan potensi peserta didik dalam suasana yang edukatif, inspiratif, dan penuh semangat keilmuan.
Pimpinan Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah, Ustadz Abdul Hakim, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran Rektor IAIH Pancor di lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Ia menilai kunjungan tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus motivasi besar bagi seluruh civitas sekolah.
“Kami sangat bersyukur dan berbahagia atas kehadiran Bapak TGB di Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah. Semoga silaturahmi ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi lembaga kami serta seluruh santri dan santriwati,” ujarnya.
Dalam tausiahnya, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi mengaku terkesan dengan semangat belajar dan kreativitas para santri dan santriwati yang ditampilkan dalam festival akademik tersebut. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat penting untuk membentuk generasi yang percaya diri dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Saya merasa sangat bahagia bisa bersilaturahmi sekaligus menyaksikan langsung aktivitas santri dan santriwati dalam festival akademik ini. Semangat belajar dan kreativitas yang ditunjukkan patut diapresiasi dan terus dikembangkan,” ungkap TGB yang juga menjabat Ketua Umum PB NWDI.
Ia mendorong pihak sekolah agar terus menghadirkan berbagai program pendidikan yang mampu menggali, menumbuhkan, dan mengangkat potensi santri dalam beragam disiplin ilmu.
“Sekolah perlu terus mengembangkan kegiatan yang dapat menumbuhkan bakat dan potensi santri dan santriwati di berbagai bidang keilmuan agar mereka siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Lebih lanjut, TGB menyinggung sejarah Islam pada masa Nabi Muhammad SAW., di mana para sahabat Nabi berasal dari beragam latar belakang profesi. Menurutnya, sejak awal Islam telah menempatkan seluruh bidang kehidupan sebagai ruang pengabdian umat.
“Sejak masa Nabi, para sahabat tidak hanya ulama, tetapi juga pedagang, penyair, petani, dan pengrajin. Semua ranah ilmu dan profesi harus diisi oleh umat Islam. Karena itu, generasi Islam, termasuk di Thailand Selatan, perlu dibekali dengan berbagai disiplin ilmu,” jelasnya.
Ia menutup tausiahnya dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pembentukan akhlak. Menurutnya, Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah mencerminkan model pendidikan Islam yang ideal.
“Pendidikan Islam harus dibangun di atas keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Sekolah ini menjadi contoh lembaga pendidikan Islam dengan keilmuan yang kuat dan akhlak yang nyata,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat semakin mempererat silaturahmi antar-lembaga pendidikan Islam lintas negara, sekaligus menguatkan semangat pendidikan holistik dalam mencetak generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi umat serta bangsa.
![]() |
| Rapat Koordinasi Pembangunan KDKMP |
Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai tancap gas mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembentukan tiga desk khusus untuk mengurai persoalan lahan yang hingga kini masih menjadi hambatan utama di puluhan desa.
Langkah tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pembangunan KDKMP yang digelar di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (22/01/2026).
Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mengapresiasi tingginya kehadiran kepala desa dan lurah. Menurutnya, partisipasi tersebut mencerminkan kepatuhan aparatur desa terhadap kebijakan pemerintah, yang menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025.
“Kepatuhan terhadap regulasi adalah pilar utama kebijakan, selain sumber daya, komunikasi, dan struktur birokrasi,” tegas Sekda.
Ia menjelaskan, rakor ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan fisik gerai pergudangan beserta kelengkapan KDKMP. Namun di lapangan, pemerintah masih dihadapkan pada persoalan klasik, yakni keterbatasan dan ketidaksiapan lahan.
Bahkan, berdasarkan pemetaan awal, terdapat 14 desa yang sama sekali tidak memiliki potensi lahan untuk pembangunan gerai KDKMP. Selain itu, banyak desa menghadapi kendala teknis lain yang membutuhkan penanganan lintas sektor.
“Prinsipnya, optimalkan dulu potensi lahan desa. Jangan langsung bergantung pada lahan milik kabupaten atau provinsi,” ujar Juaini.
Untuk itu, Pemkab Lombok Timur membentuk tiga desk khusus yang akan fokus menangani persoalan lahan. Desk tersebut masing-masing dipimpin oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Kepala Bidang Aset BPKAD Lombok Timur.
Data Kodim 1615 Lombok Timur mencatat, kendala pembangunan KDKMP meliputi luas lahan tidak sesuai ketentuan di 36 desa, lokasi tidak strategis (24 desa), lahan berada di wilayah desa lain (14 desa), persoalan perizinan (8 desa), tukar guling (15 desa), penimbunan (11 desa), hingga keberadaan bangunan di atas lahan (22 desa).
Komandan Kodim 1615 Lombok Timur, Letkol Inf. Eky Anderson, menekankan pentingnya verifikasi awal oleh kepala desa sebelum persoalan dibahas lebih lanjut di masing-masing desk.
“Pastikan dulu kondisi lahan di desa masing-masing. Setelah itu baru kita lanjutkan ke pembahasan teknis dan peninjauan lapangan,” ujarnya.
Dengan pembentukan desk ini, Pemkab Lombok Timur berharap seluruh hambatan dapat diurai secara sistematis, sehingga pembangunan Koperasi Merah Putih benar-benar berjalan sesuai target dan memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa.
![]() |
| Atr/BPN, Lombok Utara |
Okenews.net – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, menggelar rapat koordinasi internal guna mengevaluasi kinerja dan meningkatkan kualitas layanan pertanahan, Selasa (20/01/2026). Rapat berlangsung di Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara dan diikuti seluruh unsur pelayanan serta tim teknis.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan Tim Loket Pelayanan bersama jajaran teknis dari Seksi Survei dan Pemetaan, Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran, serta Seksi Penataan dan Pemberdayaan. Fokus utama pembahasan diarahkan pada evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan pertanahan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih kerap ditemui masyarakat di lapangan.
Dalam arahannya, Muhammad Shaleh Basyarah menegaskan pentingnya sinergi lintas seksi, komunikasi yang terbuka, serta peningkatan kompetensi aparatur. Ia menekankan bahwa pelayanan pertanahan harus dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan tuntutan publik akan layanan yang cepat dan berkepastian hukum.
“Evaluasi ini menjadi momentum untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat kerja sama internal agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan seluruh jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi teknis, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan bermuara pada meningkatnya kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pertanahan di Kabupaten Lombok Utara.
![]() |
| Menteri ATR/BPN |
Okenews.net-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan komitmen pemerintah dalam menertibkan pemanfaatan kawasan hutan dan menyelamatkan aset negara dari praktik penyalahgunaan. Sebagai anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Nusron menyampaikan bahwa negara telah berhasil menguasai kembali kawasan hutan seluas 4,09 juta hektare yang sebelumnya dimanfaatkan tidak sesuai ketentuan.
“Pemerintah telah menguasai kembali 4,09 juta hektare lahan hutan dari praktik penyalahgunaan. Selain itu, dilakukan pemulihan lingkungan melalui restorasi Taman Nasional Tesso Nilo seluas 81.793 hektare, yang merupakan habitat penting gajah, harimau sumatra, dan satwa endemik lainnya,” ujar Nusron Wahid usai konferensi pers pencabutan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/01/2026) malam.
Dari total kawasan hutan yang berhasil dikendalikan kembali, sekitar 900 ribu hektare ditetapkan sebagai kawasan hutan konservasi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati, serta sebagai bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim dan perlindungan ekosistem jangka panjang.
Tak hanya menyelamatkan kawasan hutan, Satgas PKH juga berhasil mengamankan aset negara senilai Rp6,62 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Rp4,28 triliun hasil rampasan negara dari perkara tindak pidana korupsi, serta Rp2,34 triliun dari penagihan denda administratif atas pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan.
Pasca terjadinya bencana hidrologi di sejumlah wilayah, Satgas PKH mempercepat audit di tiga provinsi. Pada Senin (19/01/2026), Presiden Republik Indonesia memimpin rapat terbatas secara daring dari London, Inggris. Dalam rapat tersebut, Satgas PKH melaporkan hasil investigasi terhadap sejumlah perusahaan yang terindikasi melakukan pelanggaran serius di kawasan hutan.
Berdasarkan laporan tersebut, Presiden memutuskan mencabut izin usaha 28 perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan. Pencabutan izin mencakup 22 perusahaan pemegang PBPH di kawasan hutan alam dan hutan tanaman dengan total luas 1.010.592 hektare, serta 6 perusahaan di sektor pertambangan, perkebunan, dan Perizinan Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (PBPHHK).
Konferensi pers ini dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait lainnya.
![]() |
| Penyaluran Bantuan Guru |
Penyaluran insentif tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (21/01/2026), dengan melibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur sebagai mitra strategis dalam pendistribusian dana umat.
Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhamad Kamli, menjelaskan bahwa para penerima manfaat berasal dari tujuh kecamatan, yakni Terara, Labuhan Haji, Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak, dan Jerowaru.
“Insentif ini bersumber dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui Baznas Lombok Timur. Amanah ini kami kembalikan kepada mereka yang berhak, khususnya guru non ASN yang selama ini berjuang di pendidikan usia dini,” ujarnya.
Menurut Kamli, guru TK dan PAUD merupakan kelompok strategis yang perlu mendapat perhatian karena berperan besar dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini, meskipun sering berada dalam keterbatasan ekonomi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya. Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan apresiasi berupa hadiah umrah kepada seorang guru PAUD yang telah mengabdi selama lebih dari dua dekade, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang dalam dunia pendidikan.
Baznas Lombok Timur berharap penyaluran insentif ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat serta mendorong sinergi berkelanjutan antara Baznas, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan di Lombok Timur.
![]() |
| Penyaluran Intensif Bagi Guru, Non (GTT) (PTT) (PPPK) |
Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru pendidikan anak usia dini. Melalui sinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Pemkab Lombok Timur menyalurkan insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) non PPPK dan non sertifikasi Tahun 2026.
Penyaluran insentif tersebut berlangsung di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (21/01/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin didampingi Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya, serta jajaran OPD terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menyampaikan penghargaan tinggi kepada para guru TK dan PAUD yang telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, guru PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi masa depan Lombok Timur.
“Guru paling teladan adalah guru TK dan PAUD. Mereka mengajar dengan sabar dan ikhlas. Jasa mereka tidak kecil, meski sering luput dari perhatian,” tegas Bupati.
Ia mengakui bahwa nilai insentif yang diberikan belum sebanding dengan pengorbanan para guru. Namun, bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban sekaligus menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas mulia di dunia pendidikan.
Pada kesempatan itu, Bupati Lombok Timur juga memberikan hadiah umrah kepada Guru Kasturi, seorang guru PAUD yang telah mengabdi selama 21 tahun di KB Tulus Ate, Dusun Kembang Kuning, Desa Banjar Sari. Penghargaan tersebut menjadi simbol perhatian pemerintah daerah terhadap dedikasi panjang tenaga pendidik non ASN.
Pemkab Lombok Timur berharap, langkah ini dapat memperkuat kolaborasi dengan Baznas dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan guru serta kualitas pendidikan usia dini di daerah.
okenews.net l selalu oke di hati