www.okenews.net

Jumat, 20 Maret 2026

Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi

Sumber:Menteri ATR BPN Nusron Wahid


Okenews.net- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mematangkan persiapan penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) di 12 provinsi. Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, meminta jajaran untuk memerhatikan penyelarasan data antar Direktorat Jenderal (Ditjen) terkait dalam proses penetapan LSD, sebelum nantinya pembahasan ini dibawa ke Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan.


“Pada 12 Maret mendatang kita akan melaksanakan Rakortas dengan Kemenko Pangan untuk penetapan 12 provinsi LSD, maka kita perlu mempersiapkan semuanya dengan matang. Saat ini LSD baru ditetapkan di delapan provinsi sehingga perlu perluasan dan penyelarasan data sebelum penetapan berikutnya,” ujar Menteri Nusron saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (10/03/2026).


Menteri Nusron menjelaskan, penetapan LSD di 12 provinsi tersebut merupakan lanjutan dari kebijakan sebelumnya yang sudah menetapkan LSD di delapan provinsi. Perluasan ini pemerintah lakukan sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap lahan sawah strategis guna menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mengendalikan alih fungsi lahan pertanian.


Pada Rapim yang juga dihadiri oleh Direktur Jenderal di Kementerian ATR/BPN ini, Menteri Nusron menginstruksikan agar dilakukan pembahasan lintas Ditjen teknis. Keterlibatan Ditjen  penting untuk memastikan kesiapan data sekaligus sinkronisasi kebijakan dari berbagai aspek, mulai dari penataan agraria, tata ruang, hingga pengendalian pemanfaatan ruang.


“Dari sisi Ditjen Penataan Agraria, pembahasan difokuskan pada kesiapan data Lahan Baku Sawah (LBS) yang menjadi dasar dalam penetapan LSD. Sementara dari aspek spasial, melalui Ditjen Tata Ruang, dilakukan penelaahan terhadap kesesuaian data dan peta agar tidak terjadi perbedaan delineasi antara berbagai kebijakan perlindungan lahan pertanian,” tutur Menteri Nusron.


Lebih lanjut, Menteri Nusron menjelaskan, pemerintah juga memastikan keselarasan antara LSD dengan kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dalam kebijakan tersebut, LSD disepakati selaras dengan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), yang mencakup LP2B, infrastruktur pendukung pertanian, serta cadangan lahan pertanian. Sinkronisasi ini dinilai penting agar tidak terjadi perbedaan batas wilayah atau delineasi antara LSD, LP2B, dan kebijakan tata ruang lainnya. 


“Dengan kesamaan data dan peta, pelaksanaan pengendalian serta perlindungan lahan sawah dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi,” ucap Menteri ATR/Kepala BPN.


Rapim perdana pada bulan Ramadan 2026 ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Turut hadir secara daring, para Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi dan Kepala Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia.

Rabu, 18 Maret 2026

Bupati Lotim Serahkan Zakat Lewat BAZNAS, Ajak ASN Perkuat Kepedulian Sosial

Bupati Lotim Beserta Wakil Bupati 

Okenews.net- Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyerahkan zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur dalam kegiatan pembayaran zakat lingkup pemerintah daerah dan masyarakat, Rabu (18/3/2026). Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Bupati dan dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah.

Penyerahan zakat tidak hanya dilakukan oleh bupati, tetapi juga diikuti Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, kepala OPD, pejabat eselon III dan IV, direksi BUMD, hingga pimpinan perusahaan swasta di Lombok Timur.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa zakat memiliki makna lebih dari sekadar kewajiban keagamaan. Ia menyebut zakat sebagai bentuk kepedulian sosial yang mendorong masyarakat untuk saling membantu, khususnya kepada mereka yang membutuhkan.

“Zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Karena itu seluruh pejabat, mulai dari struktural hingga teknis, diundang untuk menunaikannya melalui BAZNAS,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara optimal dan sesuai ketentuan sebagai salah satu upaya mempercepat pembangunan daerah. Ia mengingatkan bahwa potensi dana zakat di Lombok Timur sangat besar jika seluruh ASN menyalurkannya melalui BAZNAS.

Selain itu, BAZNAS Lombok Timur diminta menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Bupati mendorong tim audit internal untuk aktif melakukan pengawasan, serta mengingatkan agar penyaluran zakat dilakukan secara selektif dan tepat sasaran.

“Jangan sampai menerima proposal yang tidak jelas. Hindari praktik percaloan demi menjaga kepercayaan para muzakki,” tegasnya.

Ia juga berharap penyaluran zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang, seperti membantu masyarakat sakit maupun memperbaiki rumah tidak layak huni.

Melalui kegiatan ini, Bupati mengajak seluruh pejabat untuk memastikan partisipasi aktif dalam membayar zakat, termasuk melakukan pengecekan terhadap jajaran di bawahnya.

Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H.M. Juaini Taofik, yang telah melalui proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Minggu, 15 Maret 2026

Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Lapas Selong Gelar Razia Gabungan, Pastikan Lapas Bebas HP dan Narkoba

Lapas Kelas IIB Selong

Okenews.net- Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong menggelar razia gabungan di kamar hunian warga binaan pada Sabtu malam (14/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi lapas tetap aman, tertib, dan kondusif.

Razia yang dimulai sekitar pukul 21.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Selong dengan melibatkan sebanyak 36 personel. Tim gabungan terdiri dari unsur TNI dan Polri sebanyak 4 orang, 6 perwakilan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat, serta 26 petugas internal Lapas Selong.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penggeledahan secara menyeluruh di sejumlah kamar hunian warga binaan. Pemeriksaan difokuskan untuk memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan lapas.

Hasil razia menunjukkan tidak ditemukan handphone maupun narkotika di dalam kamar hunian warga binaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat kerja sama yang baik dari para warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Selong menyampaikan bahwa razia ini merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan yang biasanya diikuti dengan peningkatan aktivitas.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas, sekaligus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ia menambahkan, razia serupa akan terus dilakukan secara rutin maupun insidentil sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di dalam lapas.

Dengan langkah tersebut, diharapkan situasi keamanan di Lapas Selong tetap terjaga sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan baik.

Sabtu, 14 Maret 2026

KORPRI Lotim Salurkan Bingkisan Lebaran untuk Honorer Non-Database

Dewan Pengurus Korpa Pegawai RI (KORPRI) Lombok Timur

Okenews.net- Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Lombok Timur menyalurkan bingkisan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah kepada ratusan tenaga honorer non-database, Sabtu (14/3/2026), di Pendopo Bupati.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap tenaga honorer yang belum terakomodasi dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, yang juga menjabat sebagai Ketua KORPRI, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan amanah sekaligus pesan dari Bupati Lombok Timur selaku Ketua Dewan Pembina KORPRI.

Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya memastikan hak-hak aparatur, khususnya terkait Tunjangan Hari Raya (THR), dapat terpenuhi sesuai ketentuan. Regulasi terkait THR, kata dia, telah ditindaklanjuti melalui Peraturan Bupati dan wajib dilaksanakan oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), baik untuk PNS maupun PPPK, termasuk yang bekerja penuh waktu maupun paruh waktu.

“Pembayaran hak pegawai tidak boleh terlambat karena ini menyangkut kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Namun demikian, ia mengakui tenaga honorer non-database belum secara regulasi mendapatkan THR. Karena itu, KORPRI mengambil inisiatif untuk tetap memberikan perhatian melalui penyaluran bingkisan Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan pesan Bupati yang menaruh perhatian besar kepada para honorer. Ia pun mendorong mereka untuk tetap menjaga kinerja dan produktivitas.

Pemerintah daerah, lanjutnya, saat ini masih melakukan analisis beban kerja dan kebutuhan jabatan sebagai bagian dari upaya merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada tenaga honorer di masa mendatang.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran asisten Sekda, pimpinan OPD, anggota KORPRI, serta para tenaga honorer dari berbagai instansi lingkup Pemkab Lombok Timur.

Penyaluran bingkisan ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Ketua KORPRI kepada perwakilan tenaga honorer.

Wabup Lotim Buka Sosialisasi Stunting di Masbagik, Tekankan Perbaikan Data dan Lingkungan

Edwin Hadiwijaya

Okenews.net- Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digencarkan di Kabupaten Lombok Timur. Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, secara langsung membuka kegiatan sosialisasi pencegahan dan penurunan stunting di Desa Masbagik Utara Baru, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Anggota DPRD Lombok Timur, Lalu Hasan Rahman tersebut, juga dirangkaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Lombok Timur serta Kepala Puskesmas Masbagik Utara Baru.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa angka stunting di Lombok Timur masih tergolong tinggi, bahkan menempati posisi tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia menyebutkan terdapat tujuh desa dengan prevalensi stunting di atas 40 persen, di antaranya Sakra Selatan, Kertasari, Kabar, Teros, Sikur Selatan, Penede Gandor, dan Jantuk.

Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga harus memperhatikan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

“Intervensi seperti program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, namun faktor lingkungan juga sangat menentukan,” ujarnya.

Selain itu, Wabup juga menyoroti pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan sosial. Ia menjelaskan bahwa penentuan penerima manfaat saat ini mengacu pada sistem desil yang disusun oleh Badan Pusat Statistik dengan sejumlah kriteria tertentu.

Karena itu, ia meminta seluruh kepala wilayah dan masyarakat untuk turut aktif mengawal proses pembaruan data agar bantuan dapat tepat sasaran.

“Data ini sangat menentukan siapa yang berhak menerima bantuan. Kita harus kawal bersama agar tidak salah sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Lalu Hasan Rahman menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir dan berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik terkait pencegahan stunting.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program rutin yang menyasar langsung masyarakat, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menekan angka stunting di Lombok Timur.

“Semoga materi yang disampaikan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan membantu percepatan penurunan stunting di daerah kita,” pungkasnya.

Jumat, 13 Maret 2026

Polres Lotim Buka Penitipan Kendaraan Gratis Saat Mudik Lebaran

Kasat Lantas Polres Lombok Timur

Okenews.net- Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur melalui Satuan Lalu Lintas membuka layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang akan mudik Lebaran. Fasilitas ini disediakan untuk memberikan rasa aman kepada warga yang meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama.


Kasat Lantas Polres Lombok Timur, Abdul Rachman, pada Jumat (13/3/2026) menjelaskan bahwa masyarakat dapat menitipkan kendaraan langsung di Polres Lombok Timur melalui layanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).


“Mekanismenya masyarakat datang langsung ke Polres, menuju SPKT dan menyampaikan bahwa ingin menitipkan kendaraan karena akan mudik. Kendaraan tersebut bisa dititipkan selama mudik dan diambil kembali saat sudah pulang,” jelasnya.


Menurut Abdul rachman, layanan ini diharapkan menjadi solusi bagi warga yang hendak pulang kampung namun tidak membawa kendaraan serta khawatir dengan keamanan kendaraan yang ditinggalkan di rumah.


Ia juga menegaskan bahwa layanan penitipan kendaraan tersebut tidak dipungut biaya.


“Penitipan ini gratis,” tegasnya.


Terkait persyaratan, Rachhman menyebut tidak ada ketentuan khusus yang memberatkan masyarakat. Yang terpenting kendaraan tersebut merupakan milik pribadi dan bukan kendaraan bermasalah.

Bahkan, bagi kendaraan yang masa berlaku surat-suratnya sudah habis, tetap diperbolehkan untuk dititipkan selama kepemilikannya jelas.


“Asalkan betul kendaraan milik pribadi, tidak masalah. Namun kami tetap mengharapkan kesadaran pemilik kendaraan untuk mengaktifkan kembali surat-suratnya sebagai kewajiban,” tambahnya.


Sementara itu, untuk layanan penitipan kendaraan di tingkat Polsek,  itu kebijakan di masing-masing wilayah.


“Kalau di Polres sudah jelas ada. Untuk Polsek, itu kebijakan masing-masing,” katanya.


Dengan adanya layanan penitipan kendaraan gratis ini, Polres Lombok Timur berharap masyarakat dapat menjalani mudik Lebaran dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap keamanan kendaraan yang ditinggalkan di rumah.



Kamis, 12 Maret 2026

Kebakaran Hanguskan Belasan Bangunan Usaha di Gili Trawangan

Sumber Foto: Humas Polres Lombok Utara

Okenews.net- Kebakaran melanda kawasan wisata Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 06.00 WITA. Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah bangunan usaha yang berada di sekitar area Gili Mart.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta melalui Kapolsubsektor Gili Indah Ipda Abdullah menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui warga setelah melihat kepulan asap hitam dari salah satu bangunan di lokasi kejadian.

“Sekitar pukul 06.10 WITA saksi melihat asap hitam dari belakang Gili Mart. Tidak lama kemudian api membesar dan dengan cepat merembet ke bangunan lain di sekitarnya,” ujar Ipda Abdullah.

Sejumlah bangunan usaha yang terdampak kebakaran di antaranya Diversia Office Diving, Sama Sama Bar, Gili Mart, Semaya Office, Temporary Outlet Office BRI Cabang Mataram, Office Fast Boat dan Bar Ocean, Gudang Ocean, The Camel Fast Boat Office, Restaurant Ocean, Golden Queen Office, Ostina Office, Gili Snorkling Office, Hello Capitano Cafe, serta Manta Dive Office dan Bar.

Api dengan cepat menjalar karena sebagian besar bangunan menggunakan material kayu dan atap alang-alang. Kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian juga mempercepat penyebaran api.

Petugas pemadam kebakaran bersama personel Polsubsektor Gili Indah, Polres Lombok Utara, Pamobvit Polda NTB, masyarakat setempat, serta petugas PLN melakukan upaya pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WITA.

Ipda Abdullah memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh para pemilik bangunan yang terdampak.

Sementara itu, petugas dari Polres Lombok Utara bersama Unit Pidana Umum dan Unit Identifikasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran.

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal akibat arus pendek listrik, namun masih kami dalami untuk memastikan penyebab pastinya,” pungkasnya.

Rabu, 11 Maret 2026

BPN Lotim Gandeng Kejari Sosialisasikan PTSL 2026 di Desa Dadap

Sumber: Humas BPN Lombok Timur

Okenews.net -Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Timur terus mendorong percepatan legalitas kepemilikan tanah masyarakat melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan menggelar penyuluhan hukum PTSL Tahun Anggaran 2026 di Kantor Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri Lombok Timur, yakni Kasubsi Pertimbangan Hukum Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Rifngatul Ulfa, S.H. Kehadiran pihak kejaksaan bertujuan memberikan pemahaman hukum sekaligus pengawalan agar pelaksanaan program berjalan sesuai aturan.

Dalam pemaparannya, Rifngatul menegaskan bahwa PTSL tidak hanya berkaitan dengan proses administrasi penerbitan sertifikat tanah, tetapi juga memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat atas aset yang dimiliki.

“Kejaksaan hadir untuk memberikan pertimbangan hukum agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya. Dengan proses yang sesuai regulasi, diharapkan tidak muncul persoalan hukum di kemudian hari,” jelasnya di hadapan warga dan perangkat desa yang mengikuti kegiatan tersebut.

Selain memberikan pemahaman hukum, penyuluhan juga membahas secara rinci tahapan pendaftaran tanah, verifikasi dokumen kepemilikan, hingga ketentuan biaya yang mengacu pada SKB Tiga Menteri. Sinergi antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan ini juga dimaksudkan untuk mencegah praktik pungutan liar dalam pelaksanaan program.

Masyarakat Desa Dadap terlihat antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan itu untuk berkonsultasi langsung terkait status tanah warisan maupun lahan tempat tinggal yang belum bersertifikat.

Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran BPN Lombok Timur, Darmawan Wibowo, menyampaikan bahwa PTSL merupakan program prioritas pemerintah dalam memberikan kepastian hukum hak atas tanah masyarakat.

“Program ini memberikan sertifikat tanah secara gratis dari sisi biaya sertifikasi. Kami menggandeng Kejaksaan sebagai bentuk komitmen untuk memastikan pelayanan berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga Desa Dadap agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyiapkan dokumen kepemilikan tanah serta memasang patok batas lahan secara mandiri dengan persetujuan pemilik tanah yang berbatasan.

Dengan adanya penyuluhan hukum ini, BPN berharap pelaksanaan PTSL 2026 di wilayah Kecamatan Sambelia dapat berjalan lancar serta menghasilkan data pertanahan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selasa, 10 Maret 2026

Digitalisasi Layanan Pertanahan Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital

Sumber Foto: Humas ATR/BPN Lombok Utara

Okenews.net- Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menjadi _keynote speaker_ dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan (IMMK), Fakultas Hukum Universitas Udayana, Senin (09/03/2026). Di hadapan para penerus yang akan berkecimpung di dunia pertanahan, ia menjelaskan soal digitalisasi layanan pertanahan yang dilakukan Kementerian ATR/BPN.

“Digitalisasi bukan sekadar mengganti dokumen kertas dengan dokumen digital. Transformasi ini juga menyangkut perubahan cara kerja, perubahan proses bisnis, dan perubahan budaya organisasi,” tegas Wamen Ossy di Aula Lecture Building, Universitas Udayana, Bali.

Wamen Ossy mengatakan, transformasi pelayanan pertanahan dilakukan pada berbagai aspek. Mulai dari manajemen perubahan, penataan organisasi, penyempurnaan tata laksana, penguatan akuntabilitas kinerja, hingga pemanfaatan teknologi informasi melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Pada Seminar Nasional yang dihadiri juga oleh para praktisi profesional, Wamen Ossy mengungkapkan bahwa transformasi layanan pertanahan memerlukan dukungan dari notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Menurutnya, digitalisasi yang dilakukan pemerintah tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, namun juga menuntut kesiapan para profesional hukum.

“Dalam proses transformasi ini, profesi PPAT memiliki posisi yang sangat strategis. Karena itu, keberhasilan digitalisasi layanan pertanahan tidak hanya bergantung pada teknologi atau kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesiapan profesi hukum terutama PPAT untuk beradaptasi dengan sistem baru yang lebih modern,” jelas Wamen Ossy.

Sejalan dengan hal itu, Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, menyatakan komitmennya untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan di Udayana dengan perkembangan kebijakan dan teknologi di bidang pertanahan. Ia menyadari, sebagai institusi pendidikan, penting untuk memastikan materi pembelajaran tetap relevan.

“Kami dari Universitas Udayana sebagai institusi pendidikan tentu harus menyesuaikan kembali materi pembelajaran, terutama di Program Studi Magister Kenotariatan, agar tetap relevan dengan perkembangan yang terjadi saat ini,” tutur I Ketut Sudarsana.

Seminar Nasional dengan tema “Digitalisasi Layanan Hukum-Pertanahan: Ancaman atau Masa Depan bagi Profesi Notaris/PPAT dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” ini, diikuti oleh ratusan mahasiswa Universitas Udayana dan praktisi profesional. Sebagai Ketua IMMK Universitas Udayana, I Putu Bagus Padmanegara mengharapkan, kegiatan ini mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai arah kebijakan digitalisasi layanan pertanahan.

Pada kesempatan ini, Wamen Ossy, hadir dengan didampingi Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, Eko Priyanggodo dan sejumlah Kepala Kantor Pertanahan di Provinsi Bali beserta jajaran. Dalam sesi diskusi, Seminar ini juga menghadirkan narsumber, yaitu Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Provinsi Bali, I Made Sumadra; serta Kepala Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Bali, Eem Nurmanah. 

Anggota DPR RI F-NasDem, Fauzan Khalid Berperan Besar Kembangkan Santri Penghafal Al-Qur’an

Fauzan Khalid

Okenews.net- Di masa reses, Anggota DPR RI Fraksi NasDem dapil NTB II Pulau Lombok, H. Fauzan Khalid, berkesempatan mengunjungi Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Furqon di Desa Narmada, Lombok Barat, NTB, beberapa waktu lalu. Kedatangan, Fauzan disambut lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh anak-anak santri.

Fauzan juga berkesempatan berkeliling, meninjau langsung bangunan pesantren dan asrama, tempat menginap para santri. “Saya hadir disini, mengenang pesantren yang telah banyak menghasilkan para penghafal Al-Qur’an, pelantun ayat-ayat suci Al-Qur’an, qori’ dan qori’ah,” kata Fauzan.

Fauzan, memang punya banyak andil dalam memajukan pesantren ini. Bangunan besar, tempat mengasah ilmu menghapal Al-Qur’an ini, tak lepas dari peranan Fauzan Khalid, semasa menjadi Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024). 

Atas kebijakannya, pesantren kini menempati lahan luas dari hibah Pemkab Lombok Barat, sejak tahun 2017. Padahal, sebelumnya, pesantren menempati lahan dengan luas terbatas, saat berdiri pada tahun 1996.

“Kami berterima kasih sekali kepada Pak Haji Fauzan, karena kebijakannya saat menjabat Bupati Lombok Barat, kami semakin berkembang. Sekarang, saat duduk di DPR RI pun, kami tidak dilupakan. Kami tetap dibina dan rutin diberikan bantuan,” kata Pendiri Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Furqon, Tuan Guru Haji (TGH) M. Faizin Ya’kub.

Tuan Guru Faizin, menjelaskan, awal mula pertemuannya dengan Fauzan Khalid pada tahun 2015. Saat itu, Fauzan berkunjungan ke pesantren karena santri mewakili Kabupaten Lombok Barat dalam lomba MTQ Tingkat Provinsi NTB hingga Nasional.

Sejak saat itu, Fauzan Khalid terus memberikan perhatian untuk pengembangan pesantren. Beberapa bangunan yang kini ditempati pun, tak lepas dari andil Fauzan, Anggota DPR RI dapil NTB II Pulau Lombok ini.

“Beliau mendatangkan donatur membantu kami membangun masjid dan beberapa fasilitas pembelajaran. Alhamdulillah, santri jadi lebih nyaman dan lebih fokus mendalami ilmu Al-Qur’an,” Tuan Guru Faizin.

Tuan Guru Faizin, mengatakan, pondok pesantren saat ini terus berkembang dan memiliki ratusan santri laki dan perempuan yang ditempatkan di asrama terpisah. Pada awal mulai didirikan, pesantren hanya membina sembilan santri penduduk sekitar pondok.

“Jumlah santri terus bertambah. Santri yang belajar menghafal Qur’an, sekarang, tidak saja dari Lombok, tetapi ada yang berasal dari Jawa, Kalimantan, Bali, Sumbawa, dan daerah lainnya. Semakin banyak anak-anak yang berminat menghafal Qur’an,” katany.

Tuan Guru Faizin menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid, yang berkunjung ke pesantren. Kehadiran Fauzan, menjadi motivasi bagi para santri untuk semakin giat dalam muraja'ah dan menjaga hafalan Al-Qur’an. 

Senin, 09 Maret 2026

Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah

Sumber Foto: Humas Atr/BPN Lombok Utara

Okenews.net- Beredarnya informasi di media sosial mengenai pemutihan sertipikat tanah menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat. Narasi tersebut menyiratkan seolah ada kemudahan dalam pengurusan sertipikat tanpa perlu membayar kewajiban tertentu. Kesimpangsiuran informasi ini berpotensi menyesatkan dan merugikan masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meluruskan informasi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami menegaskan bahwa informasi mengenai adanya program pemutihan sertipikat tanah yang mengatasnamakan BPN itu tidak benar. Sampai saat ini, Kementerian ATR/BPN tidak pernah memiliki ataupun menyelenggarakan program pemutihan sertipikat,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol, Shamy Ardian, saat ditemui di Kementerian ATR/BPN Jakarta, Senin (09/03/2026).

Tak hanya program pemutihan sertipikat tanah, Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN juga menyampaikan bahwa informasi lain yang beredar mengenai penghapusan pajak tanah, serta gratis balik nama sertipikat, juga merupakan informasi yang tidak berdasar.

"Tidak ada yang namanya pemutihan atau penghapusan kewajiban di luar ketentuan, program percepatan pendaftaran tanah yang ada salah satunya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL. Program ini bertujuan memberikan kepastian hukum hak atas tanah masyarakat secara sistematis, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan" terang Shamy Ardian.

Lebih lanjut, Kepala Biro Humas dan Protokol mengingatkan bahwa berbagai informasi yang menjanjikan kemudahan berlebihan atau pembebasan biaya patut masyarakat cermati secara kritis. Bisa jadi informasi tersebut tidak benar dan merupakan bentuk penipuan yang bisa merugikan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi ATR/BPN, baik lewat situs web, media sosial yang terverifikasi, maupun dengan datang langsung ke kantor pertanahan setempat,” tegas Shamy Ardian.

Kementerian ATR/BPN menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan pertanahan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Komitmen itu juga diperkuat dengan upaya menjaga masyarakat dari paparan informasi keliru yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman atau kerugian. 

Minggu, 08 Maret 2026

Polres Lombok Utara dan Umat Buddha Bagikan 1.000 Takjil, Perkuat Toleransi di Bulan Ramadan

Sumber Foto: Humas Polres Lombok Utara

Okenews.net- Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama kembali terlihat di Kabupaten Lombok Utara. Kepolisian Resor (Polres) Lombok Utara bersama Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kabupaten Lombok Utara membagikan sekitar 1.000 paket takjil kepada masyarakat pengguna jalan di depan Mapolsek Tanjung, Minggu (8/3/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta,didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta serta Kapolsek Tanjung AKP Surya Itawan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekwil SAGIN Provinsi Bali dan NTB YM. Bhadra Wardana, Ketua MBI Kabupaten Lombok Utara Krisna Dharma, Ketua Gemabudhi NTB Oki David Gandhi, tokoh masyarakat Tri Dharma Sudiana, Ketua Magabudhi Lombok Utara Rusdianto, Ketua WBI Lombok Utara Harnawati, para ketua vihara binaan MBI se-KLU, serta umat Buddha dari enam vihara binaan MBI di Kabupaten Lombok Utara.

Dalam kegiatan itu, umat Buddha bersama jajaran Polres Lombok Utara membagikan takjil berupa kelapa muda kepada para pengendara yang melintas. Aksi berbagi tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata keharmonisan dan persaudaraan antarumat beragama di Lombok Utara.

“Momentum Ramadan menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Kehadiran saudara-saudara kita dari MBI yang turut berbagi takjil kepada masyarakat merupakan contoh nyata toleransi dan persaudaraan yang patut kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polres Lombok Utara akan terus mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang mampu mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Sementara itu, Ketua MBI Kabupaten Lombok Utara Krisna Dharma menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan bentuk kepedulian umat Buddha kepada masyarakat serta penghormatan kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kegiatan ini bagian dari semangat kebersamaan dan toleransi yang selalu kami jaga. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling berbagi dan mempererat persaudaraan,” katanya.

Kegiatan pembagian takjil berlangsung tertib dan penuh keakraban. Para pengguna jalan yang melintas pun menyambut positif aksi sosial tersebut, yang dinilai menjadi contoh nyata kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lombok Utara.

Sabtu, 07 Maret 2026

Menhut Raja Juli Antoni Serahkan 6 SK Perhutanan Sosial di Lombok Timur, Buka Akses Kelola 560 Hektar Hutan

Foto Istimewa: Sekertaris Daerah Lotim Bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni

Okenews.net- Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (7/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menteri menyerahkan enam Surat Keputusan (SK) Persetujuan Perhutanan Sosial kepada masyarakat dengan total luas lahan mencapai 560,57 hektare.

Penyerahan SK berlangsung di kawasan Hutan Lindung lokasi Wisata Edukasi Terpadu dan Camping Area Otak Aik–Loang Gali, Dusun Montor Sugia Lauk, Desa Toya, Kecamatan Aikmel.

Dari enam SK yang diserahkan, lima di antaranya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat di Kabupaten Lombok Timur, sementara satu SK diberikan kepada kelompok masyarakat di Kabupaten Lombok Barat. Program ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengentaskan kemiskinan di sekitar kawasan hutan.

Dalam arahannya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kemudahan akses legal bagi masyarakat untuk mengelola kawasan hutan merupakan amanah langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia meminta masyarakat memanfaatkan lahan tersebut secara maksimal agar lebih produktif.

“Ini adalah amanah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat. Jika dulu bapak dan ibu masuk kawasan hutan harus berhadapan dengan polisi hutan, sekarang negara memberikan akses legal untuk mengelolanya,” ujarnya.

Berdasarkan data hingga tahun 2025, program Perhutanan Sosial telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Secara nasional, akses perhutanan sosial telah mencapai sekitar tiga juta hektare yang melibatkan 1,34 juta kepala keluarga.

Sementara di NTB, pemerintah masih mengidentifikasi potensi sekitar 90 ribu hektare lahan yang dapat didistribusikan kepada masyarakat. Presiden pun telah memerintahkan agar potensi tersebut segera diproses guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Selain penyerahan SK, pemerintah juga terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan wilayah terintegrasi yang difokuskan di tiga daerah, yakni Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Skema ini diharapkan mampu mengintegrasikan kegiatan ekonomi masyarakat mulai dari produksi hingga penanganan pascapanen.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik program perhutanan sosial tersebut. Menurutnya, sekitar 13,6 persen penduduk miskin di Lombok Timur sebagian besar tinggal di kawasan pinggiran hutan.

“Dengan kebijakan ini, daerah memiliki peluang besar untuk terus menekan angka kemiskinan. Alhamdulillah, Bapak Menteri sangat berpihak kepada masyarakat sekitar hutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika sebelumnya masyarakat harus melalui proses panjang hingga ke Jakarta untuk mendapatkan izin pengelolaan hutan, kini proses tersebut jauh lebih mudah dan berpihak pada masyarakat kecil.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga tengah berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pengelolaan aset alam. Salah satu langkah yang sedang ditempuh adalah pengajuan izin pengelolaan kawasan Hutan Joben kepada pemerintah pusat.

Sekda optimistis, dengan tata kelola yang baik, potensi Hutan Joben dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah yang signifikan sekaligus mendorong pembangunan daerah di Lombok Timur.

Buka Puasa Bersama Ketua Komisi II DPR RI di Semarang, Menteri Nusron Ingatkan Prinsip Keadilan bagi Seorang Pimpinan

Sumber Foto: Humas ATR/BPN Lombok Utara

Okenews.net-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya prinsip keadilan bagi seorang pemimpin. Kepada pejabat negara yang hadir dalam acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (07/03/2026), ia mengingatkan agar selalu berlaku adil serta berpegang pada aturan dalam setiap pengambilan keputusan.

“Kalau kita sedang menjadi pemimpin maka kata kunci yang paling pertama adalah keadilan. Yang namanya adil tidak boleh prejudice, tidak boleh menggunakan perasaan,” ujar Menteri Nusron dalam tausiah menjelang azdan magrib.

Menteri Nusron menilai, tidak sedikit pejabat yang tersesat dalam mengambil keputusan karena terlalu mengedepankan sentimen perasaan. Menurutnya, sentimen tersebut sering muncul karena kedekatan organisasi atau ikatan emosional, misalnya berasal dari latar belakang organisasi kemasyarakatan maupun organisasi kemahasiswaan yang sama. Kondisi seperti itu berpotensi memengaruhi objektivitas seorang pemimpin dalam menentukan kebijakan.

“Karena itu sebisa mungkin, meskipun kita punya ikatan emosional, kadang kita harus bisa menjaga jarak. Kenapa? Karena keadilan ini sangat penting. Salah satu definisi keadilan itu adalah kehati-hatian dalam mengambil keputusan,” tutur Menteri Nusron.

Prinsip keadilan dalam pemerintahan juga tercermin dari kebijakan yang tidak menyulitkan masyarakat. Oleh karena itu, Menteri Nusron menyebut setiap kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin harus mampu memberikan kemudahan sekaligus manfaat bagi masyarakat luas.

Bukan hanya adil, Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menekankan bahwa suatu kebijakan perlu dirumuskan menjadi hal yang aplikatif, efektif, dan efisien, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia menyoroti tingginya tingkat ketergantungan fiskal pemerintah daerah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Kondisi tersebut harus menjadi refleksi untuk menghadirkan pemerintahan yang baik, efektif, dan bersih. Di sisi lain, hal itu juga harus mendorong daerah untuk membangun kekhasan dan kemandirian ekonomi masing-masing. “Sehingga, dari hulu sampai hilir kita punya kemandirian. Pada akhirnya, negara kesatuan yang berotonomi itu bisa kemudian menjadi bagian dari kekuatan bangsa kita,” ujar Ketua Komisi II DPR RI.

Acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama ini juga dihadiri oleh tuan rumah, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi; Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum, Rahmat Bagja; para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah; Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah; keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI); serta berbagai mitra kerja Komisi II DPR RI di Jawa Tengah. 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron hadir dengan didampingi oleh Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri; Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Manajemen Risiko (Ortala MR), Einstein Al Makarima Mohammad; serta Plt. Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Kartono Agustiyanto. 

Jumat, 06 Maret 2026

Brimob Lombok Timur Berbagi Takjil, Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

Sumber Foto: Humas Dangki Brimob Kompi 3 Yon B

Okenews.net- Personel Brigade Mobile (Brimob) Kompi 3 Yon B Lombok Timur menunjukkan sisi humanisnya dengan membagikan takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di Jalan Pejanggik, tepatnya di depan BTN Pesona Madani, Jumat (6/3/2026).


Kegiatan yang digelar pada bulan suci Ramadan 1447 H ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan dua kali dalam sepekan. Aksi berbagi tersebut ditujukan bagi pengendara dan masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.


Sejak pukul 16.30 WITA, puluhan personel Brimob bersama ibu-ibu Bhayangkari terlihat bersiaga di tepi jalan. Namun, bukan untuk pengamanan, melainkan membagikan paket takjil kepada pengendara sepeda motor, mobil, hingga pejalan kaki yang melintas.


Dengan ramah, para anggota Brimob menyapa masyarakat sembari menyerahkan paket berbuka puasa.


“Silakan Pak, ini untuk berbuka puasa. Hati-hati di jalan,” ujar salah seorang anggota kepada pengendara yang melintas.


Komandan Kompi (Danki) Brimob Kompi 3 Yon B Lombok Timur, AKP I Wayan Putu Susena, S.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


“Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat silaturahmi. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan berbagi,” ujarnya.


Menurutnya, pembagian takjil ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum sempat sampai di rumah saat waktu berbuka tiba.


AKP Wayan Putu Susena juga menambahkan bahwa keterlibatan Bhayangkari memberikan nuansa kekeluargaan dalam kegiatan tersebut.


“Kehadiran ibu-ibu Bhayangkari menambah suasana kebersamaan dan kehangatan, sehingga masyarakat merasa lebih dekat dengan kami,” katanya.


Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari para pengguna jalan. Salah seorang pengendara motor mengaku terbantu dengan adanya pembagian takjil tersebut, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang azan magrib.


“Awalnya saya kira ada kegiatan pengamanan, ternyata Brimob bagi-bagi takjil. Alhamdulillah, sangat membantu bagi kami yang belum sempat sampai rumah untuk berbuka,” ujarnya.


Melalui kegiatan bertajuk “Brimob Berbagi”, Kompi 3 Yon B Lombok Timur berharap dapat menumbuhkan rasa kebersamaan serta memperkuat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat selama bulan Ramadan.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi