Jenazah PMI Asal Lombok Tiba di Kampungnya - Okenews.net | PT Bintang Mediaoke Pratama. All rights reserved

Breaking

Halaman

Kamis, 27 Agustus 2020

Jenazah PMI Asal Lombok Tiba di Kampungnya

OkeNews.net - Setelah 16 hari jenazah Nurudin bin Amaq Hanifah (38 tahun) dinanti-nanti keluarganya, akhirnya hari ini (27/08/20202) sampai di kampung halamannya.  


Jenazah almarhum yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia langsung dimakamkan di Pekuburan Umum Desa Suralaga Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.


Dituturkan, meninggalnya Nurudin di tempat kerja tidak diketahui secara pasti, karena keterangan semua teman-temanya di salahsatu ladang kelapa sawit di Miri Kuching Malaysia keluar bekerja semuanya. Sepulangnya tiba-tiba Nurudin ditemukan sudah tidak bernyawa.


Sitiaminah selaku istri dari almarhum Nurudin mengaku sangat bersyukur dan menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, seperti SBMI Lombok Timur, Dewan Pengurus Luar Negeri Serikat Buruh Migran Indonesia (DPL SBMI) di  Malaysia  dan Disnaker dan pihak-pihak yang terlibat yang telah membantu memulangkan suaminya. 


Ketua Dewan Pimpinan Cabang Sarikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lombok Timur, Usman menyampaikan dalam kesempatan itu mengenai bagaimana menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) yang baik. Jangan menjadi PMI yang tidak memiliki dokumen.


"Kita berharap, bagi masyarakat yang berkeinginan menjadi PMI harus melalui jalur yang benar yakni dengan mengikuti arahan-arahan pemerintah sebagaimana yang sering di sosialisasikan melalui desa maupun secara langsung oleh pemerintah terkait," harap Usman.


BACA: PMI Asal Lombok Meninggal


Sementara itu, Kais Penempatan PMI pada Dinas Tenaga Kerja Lombok Timur, Bambang Minardi juga berharap, kesadaran masyarakat agar tidak melalui jalur ilegal hingga mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri dan keluarga.


"Kalau mau bekerja keluar negeri sebaiknya mengikuti langkah langkah yang benar, mengikuti proses yang baik, memiliki dokumen yang riil seperti pasport dan surat-surat lainnya," harapnya.


Kasus yang dialami Nurudin hari ini kata Bambang, adalah sebagai pembelajaran yang sangat berharga untuk semua sebagai tolok ukur sebelum melangkahkan kaki menjadi buruh migran.


Jurnalis: ABDURAHMAN | Editor: AM. ALIYA