Pembangunan RTLH, Perkim Lombok Timur Dinobatkan Tercepat se-Indonesia - Okenews.net | PT Bintang Mediaoke Pratama. All rights reserved

Breaking

Halaman

Senin, 07 September 2020

Pembangunan RTLH, Perkim Lombok Timur Dinobatkan Tercepat se-Indonesia

OkeNews.net - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menobatkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lombok Timur sebagai kabupaten tercepat se-Indonesia dalam menangani pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2020.



Kepala Dinas Perkim, Sahri mengatakan, akhir Agustus lalu pihaknya sudah menyelesaikan program DAK dan juga bertepatan di hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Timur ke 125. 


"Kami meraih penghargaan sebagai pelaksana terbaik pertama pada bidang perumahan dan permukiman sub bidang swadaya tahun 2020,” kata Kadis Perkim Ir. Sahri kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya Senin (07/09/2020).


Selain diundang untuk menerima penghargaan, kata dia, pihaknya diundang sebagai narasumber untuk memaparkan dan berbagi pengalaman kepada seluruh instansi kabupaten atau kota di Indonesia penyelenggara program RTLH karena begitu cepatnya menyelesaikan program RTLH meski di tengah pandemi Covid-19 .


Ia menyebutkan, ada empat kabupaten yang menerima penghargaan dari PUPR, yakni Lombok Timur menempati posisi pertama. Posisi kedua Lampung Utara, dan dua kabupaten di Provinsi Sulawesi.  da empat narasumber saat itu memaparkan pengalamannya yang mampu menyelesaikan RTLH dengan cepat yakni, Kabupaten Lotim, Lampung Utara dan dua kabupaten di Provinsi Sulawesi,” kata Sahri.


Adapun jumlah RTLH DAK tahun 2020 itu kata Sahri sebanyak 322 unit dengan anggaran Rp 5 miliar lebih. Dan semuanya itu selesai dikerjakan dalam kurun waktu 3 bulan dan tidak ada satu pun yang tidak selesai.


“Meski kita dilanda Pandemi Covid-19, namun semangat masyarakat secara swadaya untuk menyelesaikan RTLH itu sangat tinggi, sehingga dalam kurun waktu yang singkat tersebut bisa terselesaikan di semester pertama ini, meski batas waktunya sampai semester dua,” jelasnya.


Kendati sudah mendapat penghargaan dari pemerintah pusat, namun Sahri mengaku masih memiliki banyak PR terkait pekerjaan di bidang perumahan maupun di pemukiman. Oleh sebab itu, ia berharap dengan keberhasilannya memperoleh penghargaan itu, maka pemerintah pusat tidak akan segan-segan mencairkan program tambahan bagi Kabupaten Lotim, mengingat masih banyak RTLH yang masih belum tertangani.