www.okenews.net

Selasa, 15 Agustus 2023

Terima Mandat Bara Perindo, Herman Saputra Siap Berjuang

Herman Saputra, SH., MH
Okenews.net - Guna melakukan advokasi pada rakyat di Nusa Tenggara Barat (NTB), Badan Advokasi Rakyat (BARA) Partai Perindo telah memberikan mandat pembentukan pengurus BARA NTB kepada Herman Saputra, SH., MH. guna berkhidmat memperjuangkan lewat advokasi. 

Herman Saputra, MH yang telah menerima mandat dari pengurus pusat untuk membentuk pengurus mengatakan siap melakukan gerakan dan segera membentuk jajaran pengurus di NTB dengan melibatkan personal yang kompeten guna melakukan advokasi kerakyatan. 

"Upaya ini bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan dan hak-hak masyarakat melalui berbagai cara, termasuk melalui proses penyekesaian hukum, penyuluhan, dan advokasi yang berdampak positif bagi masyarakat," ujar Herman Saputra, Selasa (15/08/2023) di Selong. 

Selain itu, Herman Saputra juga menegaskan BARA akan fokus pada isu-isu sosial, ekonomi, dan politik. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran kolektif dan memperkuat partisipasi aktif dalam permasalahan yang dihadapi masyarakat. 

Ia yakin, dukungan dari Partai Perindo akan memungkinkan BARA untuk melakukan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk memajukan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui langkah-langkah ini, Herman Saputra dan tim BARA berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan dan kemajuan NTB.

Selain fokus pada isu-isu lokal, Herman Saputra berencana untuk menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini akan memungkinkan sinergi yang lebih kuat dalam mengatasi berbagai tantangan dan mengadvokasi solusi yang komprehensif. 

"Dengan memanfaatkan berbagai platform komunikasi dan partisipasi publik, kami berharap dapat mendengarkan aspirasi masyarakat dengan lebih baik dan mengakomodasi kebutuhan yang diutarakan masyarakat," ujar pengacara muda itu. 

Ia menegaakan, upaya advokasi yang dilakukan oleh BARA dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan dekat dengan masyarakat, mendapatkan pemahaman mendalam tentang isu-isu yang relevan, dan memanfaatkan momentum tersebut untuk meraih dukungan publik. 

Lebih lanjut Herman menegaskan, dalam memperkuat BARA akan melibatkan orang-orang yang memiliki kompetensi dan keahlian di berbagai bidang. Langkah ini bertujuan untuk memastikan advokasi yang dilakukan memiliki dasar yang kuat dan solusi yang efektif dalam mengatasi berbagai permasalahan masyarakat.

"Kami akan merangkul para ahli hukum, ekonomi, sosial, dan bidang terkait lainnya sebagai anggota atau konsultan BARA dapat memberikan pandangan yang beragam dan mendalam terhadap isu-isu yang dihadapi," pungkas Herman Saputra. 

Senin, 14 Agustus 2023

Dua Siswa MAN 1 Lotim Raih Juara Pidato Bahasa di Ajang Lomba Hultah NWDI Pancor

Dua orang siswa MAN 1 Lotim bersama Pembina Study Club Bahasa Arab Munawir Alwi, MA (kanan)
Okenews.net - Dua siswa MAN 1 Lotim kembali menyabet juara pidato Bahasa Arab. Sebelumnya (Sabtu, 12/08/2023), dua siswa juga menyabet juara lomba pidato Bahasa Inggris pada ajang lomba memeriahkan HUT RI dan  hultah NWDI Ke 88 di Pancor.

Diketahui, Panitia Hultah menggelar lomba pidato 3 bahasa yakni pidato Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan pidato Bahasa Arab bertempat di kompleks Ponpes NWDI Pancor dengan mengusung tema "Semangat Juang Hamzanwadi".

“Pada lomba pidato Bahasa Arab se-NTB ini berlangsung Senin, 14  Agustus 2023 yang diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah dan madrasah di NTB dan hasilnya dua siswa MAN 1 Lotim sukses meraih prestasi juara,” ujar Pembina Study Club Bahasa Arab MAN 1 Lotim Munawir Alwi, MA

Dua siswa itu yakni, Azqia Rosliana meraih juara 2 pidato Bahasa Arab putri tingkat SLTA dan Irham Jayadi sukses merebut juara 4 pidato Bahasa Arab putra. Dan kedua peraih juara ini mendapatkan penghargaan dari panitia berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan.

Atas torehan prestasi ini, M Nurul Wathoni selaku kepala MAN 1 Lotim menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pembina dan siswa sudah berikhtiar maksimal menyiapkan diri dan hasilnya berupa 2 prestasi juara.

“Torehan prestasi yang membanggakan ini, tentu akan kita berikan apresiasi berupa reward dari pihak madrasah melalui program tebus prestasi sebagai bentuk kepihakan pihak madrasah pada setiap jengkal ikhtiar siswa meraih prestasi,” ungkap Wathoni.

MAN 1 Lotim Borong Juara Lomba Adhyaksa Got Integrity Kejari Lombok Timur


Okenews.net - Dalam rangka HUT Adhyaksa Ke 63 Tahun 2023, Kejaksaan Negeri Selong menggelar event lomba bertajuk Adhyaksa Got Integrity. 

Beberapa lomba yang diadakan yakni lomba essai, lomba pantun dan lomba baca puisi pelajar SLTA Se NTB yang berlangsung minggu pertama agustus 2023 dengan tujuan untuk mencari bibit siswa yang memiliki mental juara, ungkap kepala Kejaksaan Negeri Selong Efi Laila Kholis, SH., MH saat penyerahan reward pada para juara Senin, 14 Agustus 2023. 

Pada lomba ini, tim siswa MAN 1 Lotim berhasil melakukan borong juara yakni meraih empat prestasi juara yakni juara 2 essai, juara 3 essai, juara 1 pantun dan juara 2 baca puisi, dan kepada para pemenang diberikan reward berupa piala, sertifikat, uang tunai dan bingkisan ungkap Hj Siti Surodiana sebagai tim prestasi MAN 1 Lotim.

Capaian prestasi yang membanggakan dan harus diberikan apresiasi, karena tanpa persiapan dan proses  pembinaan yang telaten yang disertai komitmen siswa, mustahil prestasi bisa diraih, ungkap M Nurul Wathoni selaku kepala MAN 1 Lotim.

Lebih jauh lagi, Wathoni menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya pada semangat pembina dalam mempersiapkan siswa binaannya dan tentu juga perlu diberikan apresiasi pada siswa berupa pemberian reward pada para juara melalui program tebus prestasi. 

"Meskipun mereka sudah mendapatkan reward dari panitia berupa piala, sertifikat juara, uang tunai dan bingkisan tapi pihak madrasah tetap komitmen berikan reward juga sebagai bentuk suport dan motivasi bagi siswa agar terus semangat menggembleng diri pada pembinaan ektrakurikuler," ujarnya. 

Adapun daftar peraih juara sebagai berikut ;

  1. Dinda Rahma Ayu meraih juara 2 lomba essai hukum dan korupsi
  2. Fadila safarina juara 3 lomba essai hukum dan korupsi
  3. Putri Hajar Aswad meraih juara  pantun 
  4. Martaey Wardani juara 2 Baca Puisi 

"Terima kasih kepada pihak kejaksaan negeri selong yang rutin menggelar lomba sebagai sarana mengembangkan potensi siswa. Semoga berkah manfaat. Amin," harapnya. 

Evaluasi PAD, Sekda Lombok Timur Dorong Perbaikan Sistem SPPT

Okenews.net -  Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik mendorong pemerintah kecamatan dan pemerintah desa bersama-sama dengan OPD terkait seperti Bapenda dan BPMPD berupaya melakukan perbaikan sistem pembayaran surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT). 

Hal itu disampaikan Sekda saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2023, Senin (14/08/2023) di Ruang Rapat Bupati.

Sekda mendorong perbaikan data SPPT tersebut menilik kondisi saat ini, berdasarkan data BPS, terdapat 352.340 unit rumah di daerah ini. Akan tetapi yang tercatat pada SPPT hanya 140.731.  Data tersebut sudah termasuk ruko, tower, rumah sakit, pertokoan, tambak udang, dan lainnya. 

Bappenda mencatat hanya sekitar 25% rumah  di Lombok Timur yang tercatat dalam SPPT atau sebagian besar masih tercatat sebagai lahan saja. Sekda menyadari hal tersebut tidak lepas dari peran aktif masyarakat sebagai wajib pajak, namun di sisi lain juga menjadi bagian dari penilaian kinerja petugas.

Karena itu, melalui bulan bakti perbaikan data PBB tersebut diharapkan dapat memberikan data riil, termasuk sebagai bagian dari pemetaan potensi dan upaya peningkatan realisasi PBB-P2.

Terkait realisasi PBB-P2 hingga mendekati tenggat akhir pembayaran pada 31 Agustus, Sekda pada rapat yang berlangsung secara virtual itu meminta para Camat dan kepala desa untuk menggencarkan pemungutan pajak, dengan mengoptimlakan SDM yang ada di wilayah masing-masing. 

Hal itu ditekankannya kendati mengakui umumnya wajib pajak lebih banyak yang memilih melunasi pajaknya mendekati batas akhir pembayaran. Dengan upaya tersebut ia berharap seluruh SPPT yang telah diterbitkan dapat tertagih.

Tahun 2023 ini terdapat 433.986 SPPT yang diterbitkan dengan persentase yang terbayarkan masih di angka 25,37%. Tahun sebelumnya jumlah SPPT yang diterbitkan adalah 409.787 dan terealisasi 68,45%.

Persekusi Kader PDIP di Sekotong: Belajar dari Peristiwa Tragis 37 Tahun Silam di Lotim

 


Okenews.net - Sebuah peristiwa mengenaskan menimpa kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Lombok Timur bernama Amaq Nurita pada tahun 1986. Dia ditembak di batang lehernya hingga gigi dan lidahnya rontok. Tubuhnya lalu dibuang di parit, namun Tuhan berkehendak lain. Nyawanya selamat. Peristiwa persekusi yang menimpa kader PDIP di Sekotong, Lombok Barat, membuat Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat mengenang kembali peristiwa tragis di Lombok Timur tersebut. Rachmat ingin, semua pihak menjadikan peristiwa tiga dekade silam itu sebagai pembelajaran. Termasuk bagi aparat penegak hukum.

---------------------         

RACHMAT tak akan pernah lupa. Waktu itu, bulan Ramadan baru separo jalan. Dua hari menjelang peringatan Nuzulul Quran. Usai santap sahur, Rachmat yang kala itu menjabat Ketua DPD PDI Lombok Timur kedatangan tamu. Enam orang jumlahnya. Mereka adalah tokoh masyarakat dan para tetua dari Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.

Jika bukan karena ada hal yang sangat mendesak, tak mungkin mereka bertamu pada dinihari begitu. Rachmat tergopoh menyongsong para tetamu itu. Dengan takzim, dipersilakannya masuk. Dan benar. Tanpa banyak basa-basi, enam tokoh itu segera menyampaikan laporan.

”Kawule pelungguh ditangkap polisi dan dibawa ke Polsek Keruak,” kata Amaq Rasine, memulai laporan. 

Rachmat menyebut, usia Amaq Rasine kala itu sudah 70 tahun, dan merupakan salah seorang tokoh yang sangat dihormati di Desa Beleka.

Hanya butuh sekejap, cerita dari enam tokoh dan tetua Desa Beleka itu pun tumpah. Ahad (13/8), Rachmat menuturkan cerita itu kembali dengan begitu detail. Yang dilaporkan ditangkap itu adalah warga Desa Beleka bernama Amaq Nurita. Pekerjaannya penggembala kerbau. Kader PDI tulen.

Pada masa itu, kader-kader militan PDI, sebelum kini menjadi PDI Perjuangan, memang banyak bermukim di daerah-daerah seperti di Beleka, Janapria, Saba, Jagawana, yang secara administratif merupakan desa-desa di wilayah Lombok Tengah. Akan tetapi, kata Rachmat, mereka memiliki KTA sebagai Anggota PDI Lombok Timur.

Ihwal penangkapan Amaq Nurita pun dituturkan Anggota Komisi VIII DPR RI ini dengan lengkap. Semua bermula dari kegiatan Amaq Nurita menggembala puluhan kerbau di kawasan Gawah Sekaroh, wilayah yang kini merupakan ujung bagian selatan dari Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Kawasan hutan ini berada dekat pantai. Sekarang, beberapa di antara pantai itu sudah menjadi destinasi wisata dengan nama yang sangat kesohor.

Dahulu, sebelum ada jalan aspal mulus seperti saat ini, Gawah Sekaroh adalah tempat yang sangat terpencil. Karena itu, Amaq Nurita bisa menginap berhari-hari di sana untuk menggembala kerbau. Biasanya pula, setelah waktu tertentu, dia akan berpindah menggiring kerbaunya ke lokasi lain yang memiliki rumput lebih hijau, dan akan menginap lagi di sana hingga beberapa hari. Begitu seterusnya.

Pada sebuah malam, Amaq Nurita terjaga dari lelap. Kira-kira pukul tiga dini hari. Sebuah perahu besar merapat ke bibir pantai. Perahu itu sarat muatan ternak. Sapi-sapi dalam bobot besar. Entah dari mana. Entah pula terkait ternak apa. Beberapa orang juga dilihatnya turun dari perahu menjejak pantai. Meski memerhatikan, Amaq Nurita memilih tidak berinteraksi dengan mereka. Dirinya hanya fokus dan awas pada kerbau-kerbaunya.

Dua hari setelah itu, Amaq Nurita ternyata ditangkap aparat kepolisian. Tak ada yang tahu bagaimana persisnya. Keluarganya di Beleka, tiba-tiba saja mendapati kabar kalau Amaq Nurita ditangkap dan dibawa ke Polsek Keruak. Hal yang kemudian membuat keluarga berembuk bersama para tokoh dan tetua di desa itu, dan mereka bersepakat melaporkan hal tersebut secara langsung kepada Rachmat Hidayat.

”Saya sampaikan kepada beliau-beliau waktu itu, kalau saya akan menindaklanjuti laporan itu begitu hari sudah terang,” kata Rachmat.

Para tetamu itu pun lega. Mereka lalu pamit. Saat matahari belum sepenggalah, Rachmat kemudian sudah memacu motor trail miliknya menuju Polsek Keruak. Di sana, Rachmat yang kala itu sudah menjabat sebagai Anggota DPRD Lombok Timur bertemu dengan Sersan Subari yang dikenalnya sangat baik. Dari Sersan Subari, Rachmat mendapat kabar, bahwa Amaq Nurita sudah tidak di Polsek Keruak, tapi dibawa ke Polsek Sakra.

Rachmat balik badan. Kendaraan trailnya kembali dipacu menuju ke Polsek Sakra. Namun, di sana, dia juga tidak mendapatkan informasi yang detail. Petugas kepolsian di polsek itu hanya menyampaikan bahwa Amaq Nurita telah dibawa ke Polres Lombok Timur di Selong.

Atas informasi itu, Rachmat mulai sedikit lega. Selepas agenda kedinasan, dia bakal mengurus kembali hal tersebut. Namun, malam harinya, tokoh dan tetua dari Beleka kembali datang ke rumahnya. Kali ini, mereka mengenakan pakaian adat lengkap. Mereka datang menyampaikan informasi yang membuat Rachmat terperanjat.

”Amaq Nurita ditembak,” kata tetamu itu.

”Siapa yang menembak?” tanya Rachmat.

Tetamu kompak menggeleng. Tak seorang pun dari mereka tahu para penembak. Yang jelas, tubuh Amaq Nurita ditemukan di parit. Lima belas kilometer dari Desa Beleka. Kondisinya bersimbah darah. Amaq Nurita ditembak di batang lehernya. Gigi dan lidahnya rontok.

”Tapi dia masih hidup,” kata tetamu melanjutkan.

Dalam kondisi masih terperanjat, Rachmat berkemas. Dia memerintahkan langsung agar Amaq Nurite malam itu langsung dibawa ke Rumah Sakit di Kota Mataram. Kendaraan disiapkan. Rachmat menyebut, dirinya juga akan langsung berangkat ke Mataram dan menunggu di rumah sakit di ibu kota provinsi NTB itu.

Seiring waktu, sedikit-demi sedikit informasi kian semakin jelas. Diketahui, bahwa Amaq Nurita ditembak oknum personel kepolisian. Informasi itu dipastikan sendiri oleh Rachmat. Qadarullah, Rachmat yang tiba lebih dulu di Rumah Sakit Provinsi NTB di Mataram malam itu, bertemu dengan Anggota POM ABRI yang merupakan sahabatnya bernama Rawitah. Saat itu, Rawitah sedang menunggu keluarganya yang sedang rawat inap di rumah sakit. Mendapati Rachmat di sana, Rawitah menghampiri.

“Ada apa Dik…?” kata Rawitah yang langsung menyapa Rachmat.

Cerita tentang apa yang menimpa Amaq Nurita pun meluncur deras. Tak ada yang ditutup-tutupi. Tak ada pula yang dilebih-lebihkan. Persis seperti yang diketahui langsung Rachmat.

Mendapati cerita tersebut, Rawitah kemudian meminjam telepon rumah sakit. Dia menghubungi instansinya. Tak berselang lama, satu truk personel POM ABRI datang ke rumah sakit. Sesuai perintah Rawitah, ruang perawatan yang akan ditempati Amaq Nurita harus disterilkan dan dijaga oleh personel POM ABRI secara ketat.

Tak lama kemudian, kendaraan yang membawa Amaq Nurita tiba dan langsung menjalani perawatan intensif di bagian gawat darurat. Dan selama proses perawatan tersebut, personel POM ABRI berjaga. Berkat kesigapan dokter, Amaq Nurite tertolong.

“Beliau juga masih hidup sampai hari ini,” kata Rachmat.

Malam itu, Rachmat turut bermalam di rumah sakit. Esok harinya, dia kemudian bergegas menemui Lalu Fatrhurrahman yang merupakan Ketua Fraksi PDI di DPRD NTB. Rachmat melaporkan apa yang telah terjadi. Menerima laporan tersebut, Fathurrhaman kemudian bergegas ke RSUD Mataram utuk memastikan langsung hal tersebut. Meminjam telepon rumah sakit, Lalu Fathurrhaman kemudian menghubungi jajaran Muspida Pemprov NTB. Mulai dari Kepala Polisi Wilayah, dimana waktu itu, NTB masih berada di bawah wilayah hukum Polda Bali dan Nusa Tenggara. Komandan Korem juga ditelepon. Termasuk Gubernur NTB kala itu, H Gatot Suherman.

Hari itu juga, sejumlah anggota Polsek dan Polres di Lombok Timur diamankan oleh tim POM ABRI. Kasus ini pun diusut dan sampai persidangan di Mahkamah Militer di Surabaya. Mahkamah Militer menyatakan tiga orang terbukti bersalah. Yang pertama AKBP Djais, yang menjabat Kapolres Lombok Timur kala itu. Dihukum enam tahun penjara dan dipecat dari kepolisian. Yang kedua, Lalu Lukman Ris, Kapolsek Keruak kala itu. Mendapat hukuman yang sama dengan Kapolres. Satu personel lagi yakni Mahdi, yang disebut dalam persidangan sebagai yang menembak Amaq Nurita. Divonis tiga tahun penjara dan dipecat dengan tidak hormat dari anggota kepolisian. Dari ketiganya, hanya Lalu Lukman Ris yang saat ini masih hidup. Lalu Lukman sendiri masih memiliki hubungan keluarga dengan Rachmat.

"Lalu Lukman Ris sepupu saya. Ibunya adalah bibi saya," kata Rachmat.

*Ada Kemiripan*

Rachmat menegaskan, dirinya mengungkap peristiwa 37 tahun silam tersebut ke publik, lantaran politisi lintas zaman Bumi Gora ini melihat ada kemiripan dengan tindakan persekusi terhadap kader PDI Perjuangan di Sekotong, Lombok Barat, yang dihakimi massa dan rumahnya dirusak, lantaran dituding melakukan tindakan rudapaksa terhadap anak kandungnya. Hal yang belakangan tidak terbukti, dan kasusnya dihentikan oleh aparat kepolisian.

Rachmat menegaskan, semua orang harus bisa belajar terhadap apa yang terjadi pada kader PDI di Lombok Timur tiga dekade silam tersebut. Termasuk aparat penegak hukum.

”Jangan sampai kejadian 37 tahun lalu ini terulang lagi. Kejadian itu harus jadi pembelajaran agar jangan sampai ada yang begini,” ucapnya.

Sudah menjadi komitmen PDI Perjuangan untuk membela dengan teguh kadernya yang tidak bersalah. Kasus yang menimpa Amaq Nurita menjadi contoh. Bahkan, pembelaan itu dilakukan saat Indonesia masih dibawah pemerintahan Orde Baru yang dicatat sejarah sebagai pemerintahan yang represif dan tidak ramah pada lawan politik pemerintah.

”Apalagi zaman reformasi saat ini. PDI Perjuangan akan berada di garis depan, membela kadernya yang tidak bersalah,” kata Rachmat.

Karena itu, dia ingin kasus persekusi kader PDI Perjuangan di Sekotong diusut tuntas. Dibuka pula dengan terang benderang. Sebab, kata Rachmat, dirinya mendapat informasi yang disertai bukti foto, bahwa sebelum tindakan persekusi terhadap kader PDI Perjuangan, sempat ada rapat warga di rumah salah seorang tokoh di Sekotong. Dari bukti foto tersebut, kata Rachmat, terlihat Kapolsek Sekotong ada di sana.

”Begitu pula saat persekusi terjadi. Hingga perusakan rumah kader kami. Ada aparat kepolisian di lokasi. Namun, keberadaan mereka justru tidak signifikan bertindak untuk menghentikan tindakan persekusi tersebut. Ada bukti terkait ini dan bukti-bukti itu juga sudah kami serahkan ke Komisi III DPR RI,” tandas Rachmat.

Politisi kharismatik Bumi Gora ini menegaskan, dirinya dan PDI Perjuangan sangat mencintai kepolisian. Apalagi dirinya, terlahir dan besar dari keluarga polisi. Hanya saja, Rachmat menegaskan, dirinya tak ingin ada oknum di kepolisian yang lalai atau justru melakukan pembiaran terhadap tindakan yang melawan hukum. Karena itu, dia ingin kasus persekusi di Sekotong diusut tuntas.

”Kalau memang benar ada kelalaian, atau ada yang terlibat, atau ada pembiaran, kita tahu bahwa itu adalah perbuatan oknum. Dan kalau benar ada oknum seperti ini terhadap kasus persekusi ini. Oooooo… nggak ada cerita!” tandas Rachmat.

Dalam hal ini, hukum kata Anggota DPR RI tiga periode ini, harus menjadi panglima. Tidak boleh pula ada kegaduhan baru. Apalagi kegaduhan akibat statement aparat penegak hukum yang prematur seperti yang telah terjadi sebelumnya. Sekali lagi, tragedi yang menimpa Amaq Nurita harus menjadi contoh. Bagaimana penegakan hukum dilakukan tanpa ada kegaduhan.

Rachmat pun yakin seyakinnya, meski saat ini belum ada perkembangan signifikan, kasus persekusi kader PDI Perjuangan di Sekotong akan selesai dan ditangani hingga tuntas. Sebagai muslim yang taat, Rachmat menegaskan tentang pentingnya berlaku adil seperti dalam Ayat Suci Alquran, Surat al-Madidah Ayat 8.

”Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, membuatmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa,” kata Rachmat menyitir sebagian terjemahan Surat al-Maidah Ayat 8 tersebut.

Rachmat menegaskan, hukum Tuhan pasti akan berlaku. Cepat atau lambat.


”Saya memiliki keyakinan. Dan keyakinan saya itu seperti makna dalam Surat al-Maidah ayat delapan. Inilah modal kami menjaga harkat dan martabat partai. Menjaga harkat dan martabat hukum, harkat dan martabat negara, juga harkat dan martabat kemanusiaan dan pergaulan berkehidupan,” tandasnya.

Minggu, 13 Agustus 2023

Masyarakat Lotim Diajak Perangi Rokok Ilegal

Okenws.net - Kawasan industri hasil tembakau (KIHT) yang dibangun Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditargetkan dapat mengoptimalkan pendapatan cukai hasil tembakau Lombok Timur. 

Hal itu mengingat KIHT akan menghimpun produsen rokok ilegal. Tidak saja menguntungkan daerah keberadaannya juga akan menguntungkan para pekerja dengan penghasilan yang memadai.

Hal tersebut diungkap Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy sebelum membuka senam masal sebagai bagian dari upaya sosialiasi gempur rokok ilegal di Arena CFD, Ahad (13/8/2023).

la pun mengajak para produsen rokok yang saat ini masih belum berizin atau ilegal, mengurusp erizinan agar usaha yang dijalankanm endapatkan keberkahan.

"Saya imbau para produsen rokok ilegal supaya usahanya itu halalan thayyiban, mari kita berhimpun bersama-sama di KIHT, daftarkan diri, daftarkan usaha masing-masing," pesannya.

Bupati juga mengingatkan agar tidak membeli dan menghisap rokok ilegal. la pun mengajak masyarakat yang hadir di lokasi tersebut memerangi rokok ilegal untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor cukai, mengingat penghasilan tersebut nantinya akan kembali ke daerah dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan. 

Plt. Kepala Kantor Bea Cukai Mataram Agustyan Umardani juga menyampaikan hal serupa. Ia menyebut Lombok Timur dari pendapatan cukai hanya menyumbang Rp.3 miliar pada tahun 2022 lalu. 

Namun demikian Lombok Timur mendapatkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) mencapai Rp.78 miliar atau yang terbesar di NTB. Hal tersebut, jelasnya, mengingat Lombok Timur juga merupakan daerah penghasil tembakau.

la percaya dengan memerangi rokok ilegal, pendapatan cukai akan semakin meningkat dan DBHCHT yang diperoleh semakin besar yang dapat dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat melalui pembangunan.

la juga berpesan untuk bijak dalam merokok yaitu yang tidak ilegal dan tidak sembarang tempat. Senam masal ini diikuti berbagai unsur, mulai dari pimpinan OPD, organisasi perempuan, dan masyarakat Kota Selong dan sekitarnya.

Ribuan Masyarakat Sekaroh Terima Bantuan Air Bersih dari RSUD Raden Soedjono

Okenews.net - Momentum hari ulang tahun (HUT) ke-40, RSUD Raden Soedjono salurkan bantuan air bersih kepada masyarakat selatan yang setiap musim kemarau mengalami kekeringan, tepatnya si wilayah Kecamatan Jerowaru. 

"Di momentum HUT RSUD Raden Soedjono Selong yang ke 40 ini, kami mengadakan kegiatan penyaluran air bersih di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru," ujar Wadir Pelayanan H Lalu Harianto SutrisnoSutrisno, Minggu (13/08/2023).

Bantuan air yang dibawa pakai mobil tangki untuk masyarakat Desa Sekaroh disebarkan di 11 Dusun ini sebagai respons terhadap kekeringan yang biasa terjadi setiap musim kemarau di wilayah tersebut. 

Disebutkan, penyebaran air bersih di Desa Sekaroh dan 11 Dusun dengan jumlah penduduk sebanyak 8 ribu lebih ini juga menjadi salah satu cara RSUD merayakan HUT ke-40 mereka dengan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkannya. 

"Dengan adanya bantuan air bersih ini bisa mengurangi beban hidup masyarakat. Mudahan saja air yang kita berikan ini digunakan dengan baik," tutupnya.

Mewakili masyarakat, Kades Sekaroh Mansur menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang sebanyak 25 tanki dari RSUD Raden Soedjono Selong.

Air tersebut langsung disalurkan ke masyarakat yang datang berbondong-bondong membawa bak penampungan air untuk mereka bawa ke rumah masing-masing.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan oleh pihak RSUD Raden Soedjono Selong," katanya.

Meski bantuan air ini tidak terlalu banyak namun ribuan warga dapat menikmati bantuan ini dan diyakini bisa mengurangi beban masyarakat di Desa Sekaroh. "Apalagi saat ini kami mengalami kekeringan," terangnya.

Ia menegaskan, dari 25 tangki air bersih bantuan dari RSUD Raden Soedjono ini, pemerintah desa membaginya ke masing-masing dusun mendapatkan 2 tangki air bersih.

"Semoga di HUT yang ke 40 RSUD Raden Soedjono tetap maju dan memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan baik," tutupnya.

Sabtu, 12 Agustus 2023

Satuan Resnarkoba Polres Lombok Tengah Tangkap Penyalah Gunaan Narkoba

 

Okenews.net-Satres Narkoba Polres Lombok Tengah menangkap terduga pelaku penyalah gunaan narkoba jenis sabu di Dusun Mong II Desa Kuta Kecamatan Pujut pada Jumat, 12 /08/2023

Melalui Kasat Res Narkoba IPTU Derpin Hutabarat, SH, M.Hum mengatakan bahwa penangkapan terhadap terduga pelaku di Dusun Mong II Desa Kuta Kecamatan Pujut berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di TKP tersebut sering digunakan untuk transaksi jual beli narkotika Gol.I  bukan tanaman jenis sabu.

"Setelah mendapatan informasi dari masyarakat sekitar, kami dan tim melakukan pengintaian dan menyelidiki area dusun tersebut, dan melakukan penangkapan," katanya.

Ia juga mengatakan, dari penangkapan tersebut pihaknya berhasil mengamankan beberpa barang bukti berupa, 2 (dua) buah klip transparan yang berisikan kristal bening, 5 (lima) poket transparan yang berisikan kristal bening,

Kemudian 19 (sembilan belas) buah poket kosong, 2 (dua) bendel klip kosong transparan, 1 (satu) buah rangkean alat isap, 1 (satu) buah korek api gas, 1 (satu) buah sekop pelastik, 1 (satu)

Dan pada penangkapan pihaknya turut menyita satu unit HP warna hitam OPPO, dan 1 (satu) buah dompet warna hitam, (satu) buah box warna coklat

Turut juga di amankan Uang sejumlah Rp:300,000 (tiga ratus ribu tupiah) yang di duga akan di lakukan untuk transaksi,

Pada penangkapan tersebut Narkotika yang di amankan seberat kurang lebih 3,30 gram.

"Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di  polresta Lombok Tengah guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Polresta Lombok Tengah mengimbau masyarakat setempat senantiasa menjaga ketentraman dan keamanan, mengingat Lombok Tengah merupakan salah satu destinasi wiasata mendunia yang Ikonik di indonesa, dan sangat terkenal di mancanegara.

IPTU Derpin Hutabarat, SH, M.Hum Berharap agar tidak ada lagi masyrakat yang menggunkan atau mengedarkan barang haram tersebut, tutupnya.

Jumat, 11 Agustus 2023

Rannya Kristiono Siap Berkhidmad untuk Masyarakat NTB

Okenews.net-Mewarisi visi politik sang ayah, Rannya Agustyra Kristiono menghadirkan harapan dan inspirasi baru bagi warga Pulau Lombok. Rannya adalah generasi milenial. Tapi visi, komitmen, dan kualitasnya, bisa mewujudkan harapan di usianya saat ini. Pada Rannya, 2,1 juta generasi milenial Bumi Gora, layak menambatkan harapan di masa yg akan datang. 

Rannya sudah membulatkan tekad. Dara cantik jebolan Brunnel University London, Inggris, ini, siap meneruskan kiprah ayahandanya, Almarhum H Bambang Kristiono, SE (HBK), untuk berkhidmat melayani masyarakat NTB khususnya Pulau Lombok.

”Bismillah. Saya mewakafkan diri untuk ikut menjadi bagian di Pileg DPR RI Dapil NTB II Pulau Lombok. Ini bentuk dedikasi saya kepada perjuangan yang telah dilakukan Ayah saya, kepada masyarakat Pulau Lombok,” ucap Rannya dengan teguh, Jumat 11 Agustus 2023.

Di bimbing dan dididik langsung oleh ayahandanya, telah membuat Rannya menjadi pribadi yang matang dan kuat. Ia mewarisi visi politik ayahnya yang merupakan salah satu tokoh sentral di DPP Partai Gerindra. Tak mengherankan, jika Rannya tumbuh menjadi politisi milenial dengan visi segar dan komitmen besar untuk melayani masyarakat.

”Apa yang telah dimulai dan dilakukan oleh Ayah saya, tidak boleh berhenti karena alasan apa pun,” tandasnya.

Rannya hadir mewakili perspektif yang berbeda dan lebih inklusif dalam dunia perpolitikan Bumi Gora. Sebagai generasi milenial yang tumbuh dalam era teknologi dan informasi, Rannya adalah potret figur muda yang lebih terbuka terhadap perbedaan. Ia begitu progresif dalam pandangan sosial, sebuah hal yang amat dibutuhkan untuk membawa kemajuan bagi masyarakat yang lebih inklusif dan adil di Bumi Gora.

Rannya memang ingin berbuat lebih bagi kepentingan generasi milenial di Pulau Seribu Masjid. Seiring bonus demografi yang kini melanda Indonesia, jumlah generasi milenial di NTB memang begitu dominan. Berdasarkan data KPU NTB, dalam Pemilu tahun 2024 nanti, jumlah pemilih yang masuk kategori generasi milenial akan mencapai 2,1 juta. Dan itu setara dengan 54 persen total pemilih di NTB. Banyak pihak meyakini, keberadaan para generasi milenial yang dominan ini, akan mampu memengaruhi hasil pemilihan dan keputusan politik dengan cara yang signifikan.

Sebagai generasi milenial, Rannya akan melakukan yg terbaik Dan tahu apa yang dibutuhkan oleh mereka. Rannya juga tahu bagaimana memperjuangkan dan mewujudkannya manakala menerima amanah dari mereka untuk duduk sebagai wakil rakyat di Gedung DPR kelak. Aktif mendampingi dan mengorkestrasi banyak kegiatan bersama Almarhum Ayahandanya, Rannya tumbuh menjadi figur yang terbiasa menemukan solusi kreatif atas banyak masalah yang dihadapi masyarakat.

Rannya menegaskan, dirinya memahami sepenuhnya, bahwa generasi milenial memberi perhatian besar terhadap pekerjaan dan kesempatan Kerja. Karena itu, dirinya ikut menjadi bagian dalam Pileg 2024 untuk mendapatkan kursi di DPR RI dari Pulau Lombok lewat Partai Gerindra, demi terus bisa membuka ruang untuk menciptakan peluang kerja dan mengurangi tingkat pengangguran di kalangan pemuda dan milenial.

”Dalam konteks ini, mendorong investasi dalam sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi menjadi salah satu prioritas,” ucap Rannya.

Di sisi lain, Rannya juga mengetahui jika generasi milenial juga butuh dengan perumahan yang terjangkau. Untuk mengatasi masalah perumahan yang mahal dan tidak terjangkau bagi pemuda dan milenial, Rannya ingin hadir untuk mendorong program perumahan yang terjangkau tersebut dan kebijakan peningkatan akses kepemilikan rumah.

Pun begitu dalam hal akses internet dan teknologi. Meningkatkan akses ke internet dan teknologi di daerah pedesaan dan kota untuk mengurangi kesenjangan digital dan memfasilitasi partisipasi aktif dalam masyarakat generasi muda berbasis digital, adalah concern Rannya.

Hal tersebut bahkan sudah dilakukan Rannya dari  jauh-jauh hari. Melalui lembaga filantropi HBK PEDULI dimana Rannya menjadi pemimpin lembaga ini, telah membantu perangkat layanan internet gratis bagi masyarakat di pedesaan. Perangkat jaringan internet tersebut pun telah menjadi ujung tombak bagi keberlangsungan pembelajaran jarak jauh bagi para siswa sekolah semasa Pandemi Covid-19 mewabah.

Sebagai politisi perempuan, Rannya juga concern pada pemberdayaan perempuan. Dia tahu persis betapa pentingnya mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui kebijakan dan program yang mendukung perempuan di berbagai bidang.

”Termasuk dalam bidang politik, pendidikan, dan ekonomi dan budaya” tandasnya.

Komitmen-komitmen kuat Rannya pada isu-isu yang terkait erat dengan generasi milenial tersebut, menjadikan Rannya begitu dekat dengan mereka. Karena itu, jangan heran, jika menemukan Rannya selalu hadir dalam berbagai upaya untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi masyarakat di Pulau Lombok.

Soal kehadirannya di tengah masyarakat tersebut, Rannya berujar, jika dirinya ingin menunjukkan kepada sesama generasi milenial, bahwa mereka juga bisa berkontribusi untuk turut memperkaya kepemimpinan dan representasi dalam dunia politik.

”Keterlibatan generasi yang beragam secara demografis dan pengalaman dalam politik, akan dapat menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan mewakili kepentingan seluruh masyarakat,” tandas Rannya.

Dia menegaskan, kehadiran dirinya di pentas politik Bumi Gora, semata untuk inovasi dan pembaharuan. Hal tersebut kata Rannya akan mewujud dengan hadirnya gagasan-gagasan baru dan metode yang lebih modern dalam menghadapi masalah politik dan sosial yang dihadapi masyarakat.

Begitulah Rannya. Di usianya yang muda, berusaha melakukan yang terbaik menghadapi tantangan politik yang kompleks dan beradaptasi cepat dengan perubahan zaman. Rannya berada di garis depan untuk berkhidmat melayani masyarakat.

”Semoga pengabdian ini berkenan dan diterima oleh saudara-saudara kami di Pulau Lombok,” imbuh Rannya.

Berbenah, RSUD dr Raden Soedjono Selong Persiapkan Akreditasi

Okenews.net - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong siap menjalani akreditasi. Hal itu dilakukan guna menjamin standar pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

"Akreditasi adalah suatu kewajiban setiap fasilitas kesehatan setiap tiga tahun sekali," kata Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. HM. Hasbi Santoso, M.Kes, Jumat (11/08/2023). 

Meski RSUD Soedjono bakal menjalani akreditasi pada bulan Oktober nanti namun sejauh ini pihaknya telah menyiapkan dengan maksimal dan terus menata rumah sakit sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih berkualitas. 

Untuk mempersiapkan jalannya akreditasi dengan hasil paripurna, pihaknya melakukan persiapan maksimal. Salah satunya dengan dilakukan simulasi surveyor akreditasi oleh lembaga yang independen. 

"Saat ini kita tengah melaksanakan simulasi survei akreditasi oleh tiga surveyor dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan nanti hasilnya, kita akan diberikan rekomendasi untuk kita lengkapi dalam menghadapi akreditasi sesungguhnya," ujarnya. 

Surveyor itu terbagi dalam tiga kelompok kerja (Pokja) yakni Pokja Manajemen, Pokja Medik, dan Pokja Keperawatan. Dari tiga Pokja itu ada 117 elemen, dan Pokja Manajemen memiliki elemen paling banyak. 

"Tapi kita tetap akan melakukan pembenahan di semua Pokja. Karena semua Pokja itu prinsipnya satu kesatuan, yang berujung pada output standar pelayanan rumah sakit," bebernya. 

Lebih jauh disampaikan Hasbi, substansi akreditasi adalah untuk menyeragamkan standar pelayanan kesehatan rumah sakit di seluruh Indonesia agar setiap warga negara mendapatkan standar pelayanan yang sama antara rumah sakit yang satu dengan lainnya. 

Misalnya si Fulan didiagnosa demam tipoid di RSUD Soedjono, ketika dia dirawat di Jayapura atau Aceh maka pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit setempat adalah tindakan medis demam tipoid. Artinya akreditasi itu untuk menyeragamkan standar pelayanan. 

Dirinya pun optimis dalam kurun waktu 1,5 bulan menjelang akreditasi. Pihaknya akan mampu melakukan pembenahan dan hasil akreditasi yang diraih memuaskan. 

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi