www.okenews.net

Sabtu, 10 Mei 2025

Pentas Seni, Apresiasi, dan Harapan: MAN 1 Lombok Timur Dapat Pujian dari Wakil Bupati

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya

Okenews.net- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, memberikan apresiasi tinggi kepada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Timur atas dedikasi dan komitmen luar biasa para pendidiknya. 


Dalam sambutannya pada acara Pentas Seni dan Pisah Kenang Siswa Kelas XII, Sabtu (10/05/2025), Wabup menyoroti keunggulan MAN 1 tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada dukungan penuh terhadap kegiatan ekstrakurikuler.


“Jumlah mata pelajaran yang lebih banyak dibanding sekolah umum tidak menjadi penghalang bagi MAN 1 untuk tetap mengembangkan potensi siswa di luar kelas. Ekstrakurikuler adalah bekal penting ketika mereka terjun ke tengah masyarakat,” ujar Wabup Edwin. 


Ia berharap, model pendidikan holistik seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya, guna memperkuat kualitas sumber daya manusia Lombok Timur, apalagi dengan adanya potensi bonus demografi.


Senada dengan Wabup, Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Timur, H. Shulhi, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik yang telah sukses mengantarkan siswa lulus dengan membanggakan. Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan wali murid atas dukungan mereka, serta mengajak untuk terus mendampingi anak-anak dalam meraih cita-citanya.


Pada tahun ajaran 2024/2025, MAN 1 Lombok Timur berhasil menamatkan 354 siswa. Dalam acara bertema “Satu Kisah, Sejuta Kenangan”, para siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, turut diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan dedikasi mereka.

Jumat, 09 Mei 2025

Ponpes Dayama Jerowaru Gelar Silaturahmi Alumni: Merajut Kembali Kebersamaan, Menyongsong Masa Depan

TGH. Saiful Islam, Pembina Yayasan Darul Yatama Wal Masakin Jerowaru

Okenews.net-Yayasan Pondok Pesantren Darul Yatama Wal Masakin (Dayama) Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, akan menggelar acara silaturahmi alumni pada 12 Mei 2025 mendatang. Kegiatan ini akan berlangsung di komplek pesantren dan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara para alumni dan Yayasan.


Pembina Yayasan, TGH. Saiful Islam, mengungkapkan harapannya agar para alumni hadir dalam acara tersebut. Selain sebagai ajang memperkuat silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi alumni untuk melihat perkembangan pesantren yang telah lama mereka tinggalkan.


"Kehadiran para alumni adalah bentuk kontribusi nyata terhadap Yayasan. Kami berharap, melalui silaturahmi ini, para alumni bisa kembali terlibat dan berkontribusi dalam memajukan Ponpes Dayama," ujar TGH. Saiful Islam, Kamis (8/5/2025).


TGH. Saiful Islam, yang juga merupakan penerus dari Almagfurulahu TGH. Muh. Sibawaihi Mutawalli, menekankan pentingnya menjaga ikatan emosional dan spiritual dengan almamater.


 Jangan putuskan tali silaturahmi. Ini bukan sekadar reuni, tapi panggilan untuk kembali menyatu dalam misi besar Yayasan,” pesannya.


Sementara itu, Ketua Panitia Silaturahmi Alumni, Suandi Yusuf, menyampaikan bahwa persiapan terus dimatangkan meski dengan keterbatasan yang ada. Mulai dari administrasi hingga sarana dan prasarana penunjang acara sedang dalam proses penyelesaian.


"Kami terus berupaya memberikan yang terbaik. Harapan kami, acara ini bisa berjalan lancar dan menjadi tonggak awal terbentuknya kepengurusan resmi Ikatan Alumni," jelas Suandi.


Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa silaturahmi ini diinisiasi oleh Yayasan sebagai wadah penghimpun alumni, yang ke depan diharapkan rutin diadakan setiap tahun. Pada akhir acara nanti, panitia juga menyiapkan sesi khusus untuk pembentukan tim formatur yang akan mempersiapkan Kongres Alumni.


"Jika kongres berhasil digelar dan kepengurusan terbentuk, maka reuni mendatang akan langsung dikoordinasikan oleh Ikatan Alumni resmi yang mendapat mandat dari Yayasan," pungkasnya.

Kamis, 08 Mei 2025

Pemda Lotim Resmi Luncurkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Miskin


Okenews.net– Kabar menggembirakan datang dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Terhitung mulai 2 Mei 2025, Pemda Lotim resmi meluncurkan kebijakan baru yang menjamin akses pelayanan kesehatan gratis bagi warga yang sangat membutuhkan, khususnya mereka yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem.


Program ini secara khusus menyasar kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu melahirkan, bayi dan balita, penyandang disabilitas, serta orang terlantar. Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak atas layanan kesehatan yang layak dan terjangkau.


Bupati Lombok Timur menyampaikan bahwa warga yang masuk dalam kategori tersebut, namun belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, tetap dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus khawatir.


Saat mengalami sakit dan membutuhkan perawatan, baik di Puskesmas maupun di tiga rumah sakit umum daerah RSUD dr. Soedjono Selong, RSUD Keruak, dan RSUD Labuhan Haji warga cukup menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) online.


Setelah mendapatkan pelayanan, pihak keluarga diberi waktu untuk mengurus pendaftaran BPJS Kesehatan di Mall Pelayanan Publik yang berada di depan Kantor Bupati Lombok Timur. Adapun batas waktu pengurusan yang ditentukan adalah 3 x 24 jam untuk pasien rawat inap di RSUD 1 x 24 jam untuk pasien rawat inap di Puskesmas Agar proses pelayanan berjalan dengan lancar, Pemda Lotim mengimbau seluruh warga untuk segera memperbarui KTP menjadi KTP online dan memastikan KK yang dimiliki masih aktif. Hal ini menjadi syarat penting agar akses terhadap layanan kesehatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.


“Ini adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang terkendala mengakses layanan kesehatan karena persoalan biaya,” ujar Bupati.


Meski belum memiliki kartu BPJS Kesehatan, warga tetap dijamin mendapatkan pelayanan kesehatan gratis selama bisa menunjukkan KTP online dan KK. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas cakupan jaminan kesehatan di daerah dan memberikan kemudahan serta perlindungan bagi warga Lombok Timur, terutama mereka yang paling membutuhkan.

Rabu, 07 Mei 2025

Bupati Lombok Timur Geser Kepala BKPSDM, Tegaskan Penyesuaian Jabatan Demi Efektivitas Kinerja

Rotasi jabatan Eselon II
Okenews.net- Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin resmi melakukan pergeseran jabatan Dr. Mugni, S.Pd, M.Pd dari posisi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ke jabatan baru sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Lombok Timur.


Pelantikan tersebut berlangsung pada Rabu (07/05/2024). di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, dan turut dihadiri oleh Wakil Bupati HM. Edwin Hadiwijaya, Sekda HM. Juaini Taofik, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa mutasi jabatan ini merupakan bagian dari upaya penyesuaian antara pejabat dan lingkungan kerja. Ia menyampaikan bahwa rotasi seperti ini penting untuk memastikan efektivitas kinerja birokrasi di daerah.


"Mutasi atau pergeseran ini untuk mengetahui sejauh mana kecocokan pejabat dengan tempat kerja barunya," ujar Haerul Warisin.


Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan job fit dan assessment terhadap sejumlah pejabat daerah, terutama untuk mengantisipasi kekosongan jabatan akibat masa purna tugas beberapa kepala OPD. Dengan demikian, proses pengisian jabatan dapat dilakukan secara definitif tanpa harus menunjuk pelaksana tugas (Plt).


Haerul Warisin juga menegaskan bahwa seluruh penempatan pejabat akan dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku. Ia mengingatkan agar seluruh pejabat yang baru dilantik maupun yang akan dilantik nantinya, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab di mana pun mereka ditempatkan.


Sementara itu, untuk mengisi kekosongan posisi Kepala BKPSDM Lombok Timur, Bupati menunjuk Yulian Ugi Lisianto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) hingga ditetapkannya pejabat definitif.

AMS NTB Desak Pemprov Serius jadi Tuan Rumah PON 2028

Okenews.net- Aliansi Masyarakat Sipil (AMS) NTB mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXII di NTB dan NTT tahun 2028 mendatang, tetap berlangsung di wilayah setempat. 

AMS yang terdiri dari sebanyak 22 OKP dan kelompok masyarakat tersebut mendesak Pemprov NTB untuk serius menyelenggaran PON ke XXII di NTB.

Pasalnya, akan banyak sejumlah keuntungan yang diperoleh daerah dalam penyelenggaraan event olahraga terbesar di Indonesia tersebut. 

"Yang utama, manfaat adanya tuan rumah PON ke XXII 2028 adalah menggerakkan ekonomi rakyat. Ini karena puluhan ribu orang akan datang berbondong-bondong ke NTB untuk berbelanja," tegas Inisiator Aliansi Masyarakat Sipil (AMS) NTB Karman BM saat menyampaikan keterangannya, di Mataram, Selasa 6 Mei 2025. 

Ketua HIMALO ini mengaku bahwa puluhan OKP di NTB ini tergerak secara swadaya untuk tetap mendukung PON ke XXII di NTB-NTT, lantaran berpeluang dibatalkan. 

Padahal, dampak dari PON sangat besar untuk menyejahterakan rakyat. 

"Saya kira adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran itu bukan hal yang harus ditakuti. Tapi itu, menjadi triger dan penguat untuk kita bersatu padu mendukung PON 2028," kata Karman. 

Ia menegaskan bahwa penunjukan tuan rumah PON 2028 di Provinsi NTB oleh KONI Pusat, adalah momentum yang harus disambut dengan riang gembira oleh semua pihak. 

Mengingat, hal tersebut tidak ujug-ujug dilakukan tanpa adanya kerja keras dari KONI dan pemangku olahraga di provinsi NTB.

"PON ini bentuk kepercayaan nasional. Kita harus sambut itu karena akan mendorong aktifitas ekonomi. Utamanya, bagaimana miliaran rupiah perputaran uang akan bisa dinikmati secara langsung oleh rakyat. Mulai hotel, restoran, UMKM hingga pedagang asongan," jelas Karman menegaskan.

Senada Karman. Ketua KNPI NTB Taupik Hidayat mengaku bahwa keuntungan jika Provinsi NTB menjadi tuan rumah adalah para atlet tidak lagi harus melakukan seleksi yang panjang dan berjenjang mulai dari bawah. Salah satunya Pra-PON. 

"Yang utama, jika jadi tuan rumah PON itu, maka atlet-atlet kita bisa banyak masuk. Ini karena seleksi atlet hanya dilakukan secara internal didalam daerah," ungkapnya. 

Sebab, dampak dari PON adalah dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Utamanya, infrastruktur pendukung mulai stadion, jalan raya dan venue pertandingan akan dibangun oleh pemerintah pusat. 

"Jika venue kita berstandar internasional, maka kita akan bisa menggelar pertandingan internasional sehingga mendukung program sport tourism," tandas Taupik.

Diakhir acara , peserta AMS yang hadir dalam jumpa media  membubuhkan tanda tangan di atas spanduk putih yang bertuliskan : Mendukung PON 2028 di NTB

Selasa, 06 Mei 2025

MAN 1 Lotim Latih 80 Siswa Sebagai Master of Ceremony

Pelatihan MC di Aula MAN 1 Lotim
Okenews.net - Program pengembangan minat bakatnya siswa di MAN 1 Lotim terus menerus dilaksanakan, kali ini dalam meningkatkan kemampuan siswa sebagai Master of Ceremony (MC) atau sebagai pembawa acara.

Pelatihan selama dua hari (Senin 5 sd 6 Mei 2025) berlangsung di Aula MAN 1 Lotim dengan peserta sekitar 80 siswa yang berasal dari perwakilan kelas X dan XI dengan pembimbing dari tim Protokoler Pemda Lombok Timur dan tim dari Forum MC Lombok Timur.

Pada sesi pertama pada hari Senin 4 Mei 2025, materi yang diajarkan kepada peserta berupa materi sebagai MC pada acara non formal yang disajikan secara menarik oleh dua MC dari Forum MC Lombok Timur yakni Mbak Salmi dan Kholida Ibrahim.

Dalam penyajian materinya, Salmi dan Kholida menyampaikan teori dan praktik sembari mengajak peserta praktik sebagai MC dalam berbagai acara non formal seperti acara pernikahan/resepsi, acara pentas kreasi, acara ulang tahun dan berbagai acara non formal lainnya. 

Selanjutnya pada sesi kedua yang dilaksanakan pada Selasa 6 Mei 2025, pemateri berasal dari Tim Protokoler Pemda Lotim yakni Mbak Uly dan Mbak Ros yang menyampaikan teori MC formal selama dua jam baru dilanjutkan dengan praktik sebagi MC pada acara-acara resmi seperti upacara bendera, pelantikan pejabat dan lainnya, papat tim prestasi MAN 1 Lotim yang secara rutin mendampingi para pemateri Siti Surodiana.

Atas suksesnya acara pelatihan MC ini, Kepala MAN 1 Lotim M Nurul Wathoni menyampaikan bahwa pelatihan ini bagian dari ikhtiar MAN 1 Lotim dalam upaya memberikan bekal dan meningkatkan kemampuan siswa agar mampu menjadi MC yang baik dan hebat. 

Profesi MC sangat dibutuhkan dalam kesuksesan acara karena itu pihaknya bekali siswa melalui pelatihan MC agar memahami teori dan praktiknya secara benar dan baik yang diajarkan dari para praktisi MC baik MC Non Formal maupun MC formal yang berasal dari Protokoler Pemda Lotim. 

Pelatihan ini dibiayai sepenuhnya oleh pihak madrasah baik konsumsi peserta maupun insentif pemateri. "Harapan besar saya selaku kepala MAN 1 Lotim bahwa siswa saat ini harus memiliki bekal yang banyak agar mereka bisa mengambil peran yang penting ditengah-tengah masyarakat," ujar Wathoni. 

Jadi tugas sekolah bukan hanya sekedar memberikan bekal akademik saja tapi juga harus ada bekal yang sifatnya non akademik yang tentu juga harus dapat dikembangkan di sekolah melalui pembinaan minat bakat siswa dalam kegiatan ektrakurikuler maupun bimbngan lainnya. 

"Besar harapan kami agar siswa peserta mampu tampil sebagai MC di moment-moment atau acara yang ada ditempat mereka masing-masing," harap Wathoni.

Senin, 05 Mei 2025

Mahasiswa Hamzanwadi Koborasi Seniman Korea Selatan Lagukan Cilokaq

Kolaborasi yanyikan lagu cilokaq 
Okenews.net - Guna melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya daerah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) Universitas Hamzanwadi berkolaborasi dengan Park Seung Hoon, salah satu seniman yang berasal dari Korea Selatan. 

Kolaborasi ini menghadirkan karya musik inovatif yang memadukan tradisi Sasak dengan nuansa modern. Kolaborasi ini menampilkan lagu cilokaq (musik tradisional Sasak) yang dibawakan dengan sentuhan kontemporer, menjembatani budaya lokal dengan dunia internasional.

Acara yang digelar di Galeri RPLAY berlangsung tanggal 4 Mei 2025  ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara RPLAY Companion yang bergerak pada bidang pariwisata dan seni dengan universitas hamzanwadi. 

Korprodi PSP Alwan Hafiz mengatakan proyek pertukaran budaya antara kedua belah pihak tersebut bertujuan memperkenalkan seni tradisional ke kancah global. Lagu cilokaq merupakan salah satu khazanah musik Sasak yang sarat makna.

"Kami sangat bangga bisa memperkenalkan Cilokaq melalui kolaborasi. Ini merupakan langkah kecil untuk melestarikan warisan budaya sekaligus menunjukkan bahwa musik tradisi bisa tetap relevan di era modern," ujar Alwan Hafiz. 

Wafik, salah satu mahasiswa PSP sekaligus pemain biloa dalam group music cilokak ini  mengatakan kolaborasi menjadi pembelajaran yang baik sekaligus memperkenalkan seni yang menjadi warisan generasi sebelumnya. 

"Kami sangt bangga dan ini merupakan momen yang sangat istimewa bagi kami, sebab bisa memperkenalkan secara langsung music tradisional cilokaq di hadapan para wisatawan mancanegara,” ucapnya.

Park Seung Hoon, salah satu Seniman Korea Selatan yang berpartisipasi juga menyampaikan antusiasnya yang telah membawakan lagu tradisional Sasak yang memberikan nuanasa baru dalam pengalaman hidupnya. 

Menurutnya, berkolaborasi dengan  mahasiswa PSP Universitas Hamzanwadi memberi kami perspektif baru tentang kekayaan musik Indonesia. Kolaborasi ini adalah bukti bahwa seni dapat menjadi bahasa universal yang menyatukan berbagai budaya. 

Diharapkan melalui momen kolaborasi ini menjadi inisiatif untuk dapat membuka peluang lebih besar bagi pengenalan musik tradisional Sasak di panggung dunia seiring kemajuan teknologi yang telah membawa perubahan besar bagi kehidupan. 


DPRD Lombok Timur Sahkan Awal RPJMD 2025–2029

Okenews.net- Lombok Timur mulai menapaki langkah strategis menuju masa depan yang lebih terarah dan inklusif dengan disepakatinya Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029. 


Kesepakatan ini dicapai dalam Rapat Paripurna XI Masa Sidang II DPRD Kabupaten Lombok Timur yang digelar Senin (05/05/2025).


Dokumen Ranwal RPJMD yang disetujui bersama antara DPRD dan Pemerintah Daerah bukan sekadar produk perencanaan administratif. Ia merupakan hasil kristalisasi visi dan misi kepala daerah terpilih yang diterjemahkan ke dalam delapan misi pembangunan utama bertajuk “Lombok Timur Smart”: Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan.


Keterlibatan berbagai unsur seperti Forkopimda, pimpinan OPD, hingga Wakil Bupati Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, M.M., menunjukkan pendekatan kolaboratif dalam merancang arah pembangunan lima tahun ke depan. Rapat paripurna juga mencatat kehadiran 33 dari 50 anggota dewan, memenuhi kuorum pengambilan keputusan.


Ranwal RPJMD disusun melalui pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, serta gabungan pendekatan top-down dan bottom-up. Beberapa catatan penting dari hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menjadi penguat arah kebijakan, di antaranya, Penguatan data dasar dan target yang realistis, Penentuan skala prioritas berbasis isu aktual, Pemerataan kawasan strategis, Konsultasi lintas pemangku kepentingan,

Dan pengembangan program unggulan seperti pendidikan, kesehatan, digitalisasi layanan, perlindungan sosial, hingga pariwisata berbasis komunitas.


Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dan diterbitkannya Keputusan Dewan Nomor 5 Tahun 2025. Selanjutnya, dokumen Ranwal RPJMD akan dikonsultasikan ke Gubernur NTB untuk kemudian dibahas sebagai Raperda di DPRD.


Pimpinan DPRD menutup rapat dengan harapan agar dokumen ini menjadi panduan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, menciptakan tata kelola pemerintahan yang partisipatif, dan membawa kemajuan berkelanjutan bagi Lombok Timur.

Minggu, 04 Mei 2025

Mukernas PB NW 2025 Cetuskan Asta Cita NW, Berikut Penjelasannya

Mukernas PB NW 2025

Okenews.net- Perayaan Hari Jadi (Hadi) ke-72 Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) 2025 resmi dibuka. 



Pembukaan digelar bertempat di Lombok Raya Hotel Mataram pada Kamis (1/5/2025). Acara tersebut berlangsung sakral dan meriah.



Dalam acara bertajuk Tasyakkur Hadi NW ke 72 dan Mukernas PBNW tahun 2025 hadir sejumlah tokoh penting. Di antaranya, Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, bersama puluhan pejabat publik lain. Baik pejabat nasional maupun lokal (daerah).



Tak lupa pula, hadir Ketua Umum PBNW TGKH Zainuddin Atsani, beserta jajaran. Hadir pula putri pendiri Nahdlatul Wathan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yakni Ummuna Hj Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid bersama seluruh zurriyat Maulana Syaikh. Acara tersebut juga dihadiri ribuan pengurus NW dari seluruh Indonesia.



Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNW TGKH Zainuddin Atsani menyampaikan pesan-pesan persatuan. Termasuk istiqamah meneladani pendiri NW, Sang Pahlawan Nasional TGKH Zainuddin Abdul Madjid. 



"Beliau selalu mengajarkan kita banyak kebaikan, bagaimana berorganisasi, seperti pesan beliau, mari kita jadi orang yang bermanfaat untuk Nahdlatul Wathan, jangan kita jadi orang-orang yang merusak perjuangan Nahdlatul Wathan. Mari kita jaga kekompakan. Kompak, utuh, bersatu," kata TGKH Zainuddin Atsani.



TGKH Zainuddin Atsani menyebut Trilogi perjuangan NW yakni yakin, ikhlas, istiqamah. Trilogi perjuangan itulah yang menjadi nadi dan pedoman dalam berorganisasi. Saat ini, NW telah tersebar di 38 provinsi di nusantara. NW juga sudah berada di 6 negara.



"Ke depan akan terus bertambah negara-negara yang menginginkan NW hadir di tengah mereka. Salah satu yang menunggu kehadiran NW juga adalah Tiongkok," tuturnya.



TGKH Zainuddin Atsani juga menyebut tiga aspek perjuangan NW yaitu pendidikan, sosial, dan dakwah. Dari aspsk pendidikan, saat ini telah ada tidak kurang dari 2.400 madrasah dan majelis taklim yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Hizib-hizib NW mulai dibaca di pelosok negeri. 



"NW dari zaman pendirinya sampai sekarang tetap taat kepada pemerintah. Itu wasiat pendirinya. Yang penting kita bersinergi untuk NKRI," jelasnya.



TGKH Zainuddin Atsani berharap, perayaan Hadi NW ke 72 dan Mukernas PBNW tahun 2025 itu bisa menghasilkan risalah yang konstruktif untuk pembangunan ummat, bangsa, dan negara.



"Mudah-mudahan Mukernas NW menghasilkan sebuah keputusan, agenda yang baik, baik untuk NW dan NKRI dalam segala hal. Semoga kebarokahan terus hadir," tegasnya.



TGKH Zainuddin Atsani meminta seluruh jamaah NW untuk tetap merapatkan barisan. Menbangun organisasi tidak bisa sendiri-sendiri. Melainkan harus bersama dan bersinergi.



"Saya minta semua jamaah NW berjuang bersama, tidak bisa ketua umum berjalan sendiri, berjuang sendiri tanpa kita kompak, utuh, bersatu," bebernya.



"Apa yang kita dapat hari ini bukan karena kehebatan dari jajaran PBNW, tetapi karena karomah pendirinya Ninikda Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid. Apapun capaiannya karena karomah itu," imbuhnya.



TGKH Zainuddin Atsani mengajak seluruh jamaah NW untuk ikhlas dalam berjuang membesarkan dan menerapkan nilai-nilai perjuangan NW.



"Yang terpenting di NW adalah pengabdian kita untuk ibadah, kita ngiring pendirinya, guru kita. Mari kita buang kesombongan kita, buang ego kita, kita bersatu untuk NW," ujarnya.



Gubernur NTB Ajak NW Berkolaborasi Membangun Daerah



Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berharap NW dapat terus eksis dan mewarnai seluruh aspek pembangunan. Baik di daerah maupun dalam skala nasional.



"Ke depan, Nahdlatul Wathan akan menjadi bagian yang integral dari pembangunan NTB. Bahwa NW bukan hanya ikut mendirikan provinsi NTB tetapi juga ikut mengisi provinsi yang sudah kita dirikan bersama," ujar Iqbal.



Politikus Partai Gerindra itu mengaku, dengan sinergitas pembangunan bersama NW, banyak kemajuan yang akan dapat digesa di NTB. 



"NTB adalah rumah kita bersama, perahu kita bersama. Kita harus sama-sama mangerahkan layar perahu ini, agar berlayar ke arah yang tepat serta berlabuh di titik yang tepat," tegas Iqbal di hadapan ribuan jamaah.



Gubernur Iqbal yakin, NW akan tetap membersamai, tetap berkomitmen mendukung dirinya dalam mewujudkan cita-cita 'NTB Makmur Mendunia'. "Saya punya keyakinan, saya haqqul yakin NW akan selalu bersama pemerintah untuk membangun NTB ke depan," ujarnya.



Iqbal mengutip salah satu Qaul Almagfurlah Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid yakni "barang siapa tidak memahami sejarah, dia tidak ada bedanya dengan orang mati atau bodoh".



"Pelajaran yang kami ambil sebagai gubernur dari beliau. Bahwa kalau kita ingin NTB maju ke depan, maka gerakan yang harus kita bangun adalah gerakan sosial termasuk gerakan ekonominya," terangnya.



"Saya mengajak seluruh jamaah NW untuk mari kita bersama membangun NTB dengan melalukan gerakan sosial. Pilihan PBNW yang mendorong ketahanan pangan sangat saya hargai. Bukan hanya sejalan dengan visi Presiden Prabowo, tetapi sejalan dengan kebutuhan kita di NTB," sambungnya.



Menteri Nusron Wahid Sebut Belajar dan Mengabdi kepada NW adalah Pilihan Tepat



Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sekaligus Petinggi Ormas Nahdlatul Ulama (NU) turut memberikan sambutan dalam acara sakral tersebut.

Pertama, Nusron menyampaikan salam Presiden Prabowo Subianto.

 


"Salam dari Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada keluarga besar NW wabil khusus kepada Ketua Umum TGKH Zainuddin Atsani. Beliau minta maaf tidak bisa hadir, kami diminta mewakili," kata Nusron.



Politisi Partai Golkar itu mengucapkan selamat atas hari jadi NW yang ke 72. Ia meyakini, eksistensi NW yang masih bertahan hingga kini lantaran organisasi tersebut membawa banyak kemanfataan untuk ummat.



Secara eksplisit, Nusron mengaku takzim terhadap keilmuan dan sepak terjang pendiri NW yakni TGKH Zainuddin Abdul Madjid.



"Selamat Hari Jadi NW ke 72. Saya yakin NW bisa bertahan, bisa hidup sampai sekarang ini, jamiyah ini, organisasi ini memberikan kemanfaatan untuk ummat manusia," ujarnya.



"Kalau tidak memberikan kemanfaatan bagi ummat, saya yakin organisasi ini sudah bubar. Tetapi ini bisa bertahan dan istiqamah karena ada barokah dan manfaat yang diberikan Allah SWT melalui wasilah kepada muassis-nya yakni TGKH Zainuddin Abdul Madjid. Kita doakan, NW di bawah penerusnya, tetap memberikan kemanfaatan," imbuhnya.



Nusron menuturkan, pelajaran yang disampaikan di NW tersambung langsung sanad keilmuannya kepada Nabi Muhammad SAW.



"Bersyukurlah dan berbahagialahn kita semua masuk dalam organisasi, belajar kepada seorang guru, masuk ke organisasi yang dipimpin oleh orang berilmu. Dan ilmunya punya sanad kepada Rasulullah SAW. Saya yakin keluarga besar NW ikut jamiyah ini senantiasa memgambil ilmu dan berkah," jelasnya.



Di era perkembangan teknologi, urgensi belajar ilmu yang bersanad menjadi sangat penting. Terutama untuk memetik banyak kebarokahan. 



"Belajar ilmu saat ini harus pakai sanad. Salah satu ciri NW, dan penganut ahlussunnah waljamaah adalah kalau belajar ilmu harus ada rujukan dan sanad kepada Rasulullah SAW. Jangan sampai belajar tidak pakai sanad. Karena itu, ikut NW sudah tepat, sudah benar," ujarnya.



"Karena kalau gak pakai sanad, pernah disindir oleh salah seorang ulama lewat baitnya yang menggambarkan santri modern hari ini," sambung Nusron.



Saat ini, kata Nusron, ada fenomena yang belakangan banyak muncul. Para santri atau generasi muda, banyak belajar kepada guru yang tidak bersanad. Dalam hal ini, youtube.



"Alangkah bodohnya seorang santri hari ini, yang hidupnya tidak pernah baca kitab tetapi hanya lihat youtube. Krtika ditanya fatwa, dia menjawab tidak pernah menjawab dengan rujukan kitab. Ngambilnya darimana? Dari google," jelasnya.



Rekomendasi Mukernas PBNW Tahun 2025



Agenda tahunan Mukernas PBNW tahun 2025 secara resmi telah ditutup pada Sabtu (3/5/2025) yang lalu. Mukernas itu dihadiri oleh seluruh pengurus dan pimpinan elemen perjuangan Organisasi Nahdlatul Wathan.



Ketua Panitia Mukernas PBNW 2025 

Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan menuturkan bahwa agenda strategis tersebut berlangsung guyub dan penuh kekeluargaan.



"Semua unsur-unsur tersebut secara guyub, penuh keakraban dan kekeluargaan yang diikat oleh ukhuwwah islamiyyah, ukhuwwah wathaniyyah, ukhuwwah basyariyyah dan ukhuwwah nahdhiyyah )ikatan ke-nw-an)," ujarnya.



Guru Besar UIN Mataram itu menuturkan, Mukernas PBNW tahun 2025 menghasilkan sejumlah rekomendasi konstruktif dan visioner.



Tujuan organisasi secara global: meninggikan kalimat Allah dan mengangkat harkat martabat Islam dan pemeluknya menuju kejayaan. Visi utama inilah yang kemudian diracik dan direvitalisasi dalam program kerja lima tahunan yang digodok dalam 7 (tujuh) komisi. 



Komisi A: Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi 



Di mana komisi ini menelurkan, menghasilkan 11 (sebelas) program kerja yang produktif, tersistematis dan terukur, dan terevaluatif. 



Komisi B: Pendidikan dan Kebudayaan



Para musyawirin asik ma'syuq dalam melontarkan beberapa program kerja yang akan menopang mutu pendidikan yang berkualitas, ramah dan penuh cinta kasih. Komisi ini menghasilkan 15 program kerja yang dibuat dalam target skala pendek, menengah dan panjang. 



Komisi C: Bidang Sosial, Ekonomi, dan Keuangan



Sidang komisi ini, menghasilkan 9 (sembilan) program kerja yang berorientasi pada kemandirian ekonomi keummatan dan kerakyatan, kemandirian ekonomi kepesantrenan, ekonomi kesejahteraan berkeadilan. 



Komisi D: Bidang Dakwah dan Penerangan



Sidang komisi ini menghasilkan 6 (enam) program kerja yang bermuara pada pelatihan kader dai profesional, moderat, humanis dan terlembaga, juga program digitalisasi dakwah dan transformasi informasi dan komunikasi yang berdampak untuk semua umat. 



Komisi E: Bidang Penelitian dan Pengembangan



Sidang komisi ini menghasilkan 5 (lima) rumusan utama, terutama terkait tentang lembaga riset Nahdlatul Wathan yang menghasilkan karya-karya ilmiah yang dibaca dunia. Mengumpulkan data-data sejarah NW dari asal muasal madrasah NWDI, NBDI yang menjadi tonggak sejarah berdirinya organisasi NW setelah 8 tahun Indonesia merdeka.



Komisi F: Bidang Hubungan Internasional



Sidang komisi ini telah merumuskan 3 (tiga) program kerja yang menyangkut tentang kerjasama dengan berbagai pihak dalam berbagai disiplin bidang yang berorientasi pada kemajuan bangsa dan agama. 



Komisi G: Bidang Rekomendasi



Sidang ini menghasilkan 5 (lima) rekomendasi tentang,  pemberdayaan SDM NW di semua jenjang, baik eksekutif, legislatif, yudikatif sebagai wujud peran kebermanfaatan kepada agama, nusa dan bangsa. Juga penguatan kelembagaan pendidikan, sosial, dakwah, ekononi dan budaya. Juga merekomendasikan tentang haji dan pelayanan haji yang memabrurkan jamaah.



"Dari kesemua program kerja yang dihasilkan dalam Musyawarah Kerja Nasional XV NW dapat dirumuskan dan dicetuskan dalam delapan asa, cita, harapan, dan obsesi NW yang kemudian disebut dengan istilah Asta Cita Nahdlatul Wathan," jelasnya.



Al-Maqáshid al-Tsamániyyah atau Asta Cita NW itu terumuskan sebagai berikut:



1) Penguatan pendidikan yang unggul, ramah dan terintegrasi.


2). Penguatan dan pemberdayaan kelembagaan pesantren.


3). Penguatan layanan keagamaan yang berdampak.


4). Penguatan ekonomi keummatan.


5). Penguatan kerukunan umat beragama dan cinta kemanusiaan.


6). Penguatan konservasi lingkungan hidup dalam eko-teologis. 


7). Penguatan kaderasi dan sdm yang progresif. 


8). Penguatan digitalisasi tata kelola organisasi secara tertib dan profesional.

Wabup Edwin Hadiwijaya Hadiri Pengukuhan Relawan Bersatu (RESTU) di Pringgabaya


Okenews.net -Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Edwin Hadiwijaya, menghadiri acara pengukuhan Relawan Bersatu (RESTU), sebuah wadah gabungan berbagai organisasi relawan yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, penanggulangan bencana alam, dan pelestarian lingkungan hidup. Acara berlangsung pada Sabtu, 3 Mei 2025, di Kecamatan Pringgabaya.


Dalam sambutannya, Wabup Edwin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para relawan yang terus menunjukkan kiprah nyata di tengah masyarakat. Ia menuturkan bahwa dalam sepekan terakhir dirinya banyak bersilaturahmi dengan organisasi relawan seperti Migran Care, Yatim Care Foundation, dan Relawan Nusantara.


“Teman-teman relawan saat ini sedang bergerak menghimpun hewan kurban. Alhamdulillah, sudah terkumpul sekitar 15 ekor sapi dan puluhan ekor kambing berkat kerja keras dan semangat gotong royong mereka,” ujar Edwin.


Pemerintah daerah, lanjutnya, juga turut membantu dari sisi advokasi agar program kawan-kawan relawan ini bisa terhubung dan mendapat dukungan dari lembaga-lembaga seperti Bank Indonesia (BI).


Wabup Edwin juga mengungkapkan keinginannya untuk menyatukan seluruh relawan se-Kabupaten Lombok Timur dalam satu forum bersama. “Saya melihat para relawan ini punya spesialisasi dan kekuatan masing-masing dalam advokasi. Untuk itu, saya sudah instruksikan Kadis Sosial untuk mulai menjadwalkan waktu dan tempat kegiatan tersebut,” ucapnya.


Selain itu, Wabup juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tetap berpegang pada politik anggaran daerah yang tertuang dalam RPJMD. Ia menegaskan bahwa penganggaran harus disesuaikan dengan kegiatan dan target capaian yang ada di masing-masing dinas.


Sebagai bentuk penghargaan, Wabup Edwin Hadiwijaya dikukuhkan sebagai Pembina Kehormatan Relawan Bersatu (RESTU). Acara kemudian ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan bibit dan obat-obatan pertanian kepada para petani setempat.

Sabtu, 03 Mei 2025

Fenomena “Walid” dan Rapuhnya Karakter dI "Kerajaan Tuhan"

Foto ilustari AI
BERBAGAI persoalan di tengah masyarakat menunjukkan moral bangsa saat ini cukup memprihatinkan. Hal itu tercermin dari ketimpangan sosial yang terjadi ditengah masyarakat. Masih terjadi ketidakadilan hukum, kekerasan, kerusuhan, korupsi, pergaulan bebas, pornografi dan pornoaksi yang terjadi di kalangan remaja, banyak pula dijumpai tindakan anarkis, konflik sosial, bahasa yang tidak santun, dan ketidakpatuhan berlalu lintas. Hegemoni kelompok-kelompok yang saling mengalahkan dan berperilaku tidak jujur. Semua itu menegaskan bahwa jati diri bangsa yang ditandai memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai agama dan budaya bangsa sudah sangat menghawatirakan. 

Masalah yang menjadi atensi sebagian masyarakat saat ini adalah tindak pidana pelecehan seksual yang dilakukan oknum tokoh agama. Tindak pidana yang dilakukan oknum kiyai di pesantrennya tidak bisa dibaca sebagai kasus kriminal biasa. Kita tahu pondok pesantren ibarat "kerajaan Tuhan" dimana kiyai-nya/tuan guru didalamnya dianggap sebagai "wakil Tuhan". Tidak berlebihan jika diibaratkan sebagai raja kecil di kerajaan Tuhan. Mereka tentu saja memperoleh privilege yang luar biasa sebagai tokoh kharismatik dihormati dan disegani sehingga seolah keinginannya adalah perintah. Itulah gambaran Walid dalam film Bidaah. Film ini sempat dianggap mencederai repotasi agama islam namun uniknya mampu menginspirasi  santri membongkar kedok "walid-walid" lain di dunia nyata. 

Kepatuhan terhadap kiayi sejatinya sesuatu yang baik, karena begitulah seharusnya akhlak santri. Tapi setelah kasus ini merebak, konsep kepatuhan pada guru yang dulu menjadi kritik kaum liberalis seakan mendapatkan panggung. Sebab tindak pidana pelecehan yang terjadi memanfaatkan doktrin kepatuhan terhadap guru. Kiranya disini perlu disampaikan sedikit tentang batasan kepatuhan terhadap guru. Kepatuhan pada guru maknanya mengikuti semua petunjuk guru bagaimana menjadi pembelajar yang baik, melakukan kegiatan yang memiliki nilai edukasi. samikna wa,atho'na maksudnya melaksanakan perintah guru untuk  memperkokoh ketaatan pada perintah Allah dan Rasul. 

Seorang guru menyuruh kita  mentaatinya, maknanya supaya mengamalkan nilai ajaran yg diajarkan. Memahami akhlak patuh pada kiayi/tuan guru sebenarnya bisa di qiyas dari petujuk Rasulullah tentang ketaatan terhadap orang tua. Kepatuhan pada orang tua tdk boleh melanggar perintah Allah Rasulnya. Dalam kitab taklimul mutaallim adab pada guru diberikan penjelasan yg begitu rinci namun tetap dalam keridor syara'. Pengkhianatan oknum kiayi/tuan guru terhadap  kepatuhan santri telah mencederai  kepercayaan publik terhadap peran pesantren dalam membina moral karakater generasi masa depan. 

Banyak pemberitaan berseliweran di media sosial/media maestream yang memberitakan berbagai kasus pelecehan seksual yang menyimpang dari nilai moral dan karakter seperti Jawa Barat: Pada tahun 2020, seorang oknum ulama di Jawa Barat ditangkap oleh polisi karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang santriwati (Sumber: CNN Indonesia). Selanjutnya kasus pelecehan seksual oleh pendeta di Jakarta: Pada tahun 2019, seorang pendeta di Jakarta dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang jemaat (sumber: Kompas). selanjutnya kasus pelecehan seksual oleh oknum kiai di Jawa Tengah: Pada tahun 2018, seorang oknum kiai di Jawa Tengah ditangkap oleh polisi karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang santriwati (sumber: DetikNews) terbaru di NTB, terbongkar kasus pelecehan seksual puluhan santri yang dilakukan oknum pimpinan pondok pesantren di Gunung Sari Lombok Barat.  

Fakta di atas cukup mengejutkan, meskipun jumlah pelaku pelecehan seksual yang dilakukan oknum penggiat karakter seperti (akdemisi, kiya/tuan guru) presentasinya sangat sedikit jika dibandingkan pelaku tindak pidana kekerasan seksual yang berasal dari dari profesi lain yaitu sekitar 244 kasus. Sementara jumlah kasus tindak pidana pelecehan yang dilakukan oleh profesi lain sekitar 3197 kasus dalam rentang waktu 2018 sampai 2025. 

Sedang Komnas Perempuan mencatat tahun 2023 mencatat 401.975 kasus kekerasan terhadap Perempuan turun 12,2% dibanding 2022. Meskipun data ini tidak mencerminkan jumlah kasus yang sesungguhnya, sebab tidak semua kasus terekam dalam catatan Komnas Perempuan dengan berbagai alasan. Tindak pidana kekerasan seksual yang terlapor di Komnas Perempuan tidak semua kekerasan seksual berupa sentuhan fisik atau hubungan badan tapi lebih banyak berupa kekerasan psikis. 

Meskipun demikian, pelecehan yang dilakukan oleh oknum kiyai-nya/tuan guru merupakan garis merah dalam kajian pendidikan karakter. Sebabnya prilaku tersebut berdampak besar pada trust umat terhadap tokoh agama dan pesantren secara keseluruhan. Kasus seperti ini secara tdk langsung melonggarkan control sosial terhadap prilaku amoral. Sebab mereka menjadikan itu menjadi dalil mengentengtkan  perbuatan amoral. 

Kiayi merupakan benteng sekaligus pejuang moral karakter yang menjadi tauladan bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. kiyai/tuan guru adalah penerus misi kenabian, untuk memperbaik akhlak umat manusia. Jika agen karakter yang menjadi tumpuan utama pembinaan karakter umat mengalami degradasi moral, tentu memantik pertanyaan besar, Apa yang salah dengan nilai dan moral? Bagaimana situasi nilai moral bangsa saat ini? Adakah agen moral-karakter yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari? Apakah kriteria agen moral yang layak diteladani?

Menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas harus berangkat dari realitas sosial yang terjadi saat ini. Salah satu noda hitam peradaban modern adalah munculnya degradasi moral karakter yang berdampak pada tergerusnya norma kesopanan, keramah-tamahan dan norma agama. Perkembangan teknologi informasi dengan berbagai flatform media sebagai piranti utamanya, berimplikasi pada tatanan kehidupan umat manusia dalam berbagai dimensinya, baik dalam dimensi politik, ekonomi, sosial budaya, maupun agama. Transformasi sosial budaya yang begitu massiv hampir tidak terkendali. Sebab meransek ke sendi-sendi kemanusiaan. Aspek moral menjadi yang paling parah. 

Pergeseran nilai dan upaya revitalisasi perlu mendapat perhatian semua pihak. Nilai memang permanen tetapi internalisasi maupun implementasi di setiap zaman terus tumbuh dan berkembang. Sosok kiayi yang terjebak dengan kasus pelecehan bisa jadi karena kegagalan melakukan reinterpretasi nilai dan gagal mengadaptasikan implementasinya dalam kontek kehidupan modern. Sehingga mereka berhalusinasi seolah dirinya adalah moral itu sendiri. Sehingga buta dengan batasan antara akhlak dan maksiat. 

Pendidikan karakter secara teoritik memiliki tiga fungsi.pertama: pembentukan dan penguatan potensi diri. Maksudnya, pendidikan karakter membentuk potensi peserta didik agar berpikiran baik, berhati baik, dan berprilaku baik. Kedua: fungsi perbaikan dan penguatan. Maksudnya, memperkuat peran keluarga, sekolah, masyarakat,pemerintah agar bertanggungjawab terhadap perbaikan dan penguatan karakter bangsa. Ketiga: fungsi penyaring. Maksdnya, berfungsi menyeleksi nilai-nilai yg bertentangan  dg pandangan hidup beragama, berbangsa dan bernegara.(Dr. Zubaidi,  Kencana, 71: 2015) sehingga mengerti pengetahuan (moral knowing) bertujuan agar  penalaran moral bisa memperjelas garis pembatas antara akhlak dan maksiat. membelajarkan moral tidak cukup dengan latihan atau pendisiplinan semata tapi disesuaikan dengan perkembangan kognitif peserta didik.

Ada empat tahapan yang dalam pengembangan karakter pertama; tahap usia dini disebut tahap pembentukan karakater, kedua tahap remaja, disebut tahap pengembangan karakater, ketiga, tahap dewasa disebut sebagai tahap pemantapan karakter dan ke lima; tahap usia tua disebut sebagai tahap pembijaksanaan (Dr. Zubaidi,  Kencana, 109: 2015). Konsep internalisasi maupun revitalisasi sampai pada implementasi  menjadi tantangan bagaimana melakukan adaptasi di semua sistem kehidupan kita. Tatanan moral harus direkonstruksi Kembali tidak hanya dalam kehidupan nyata tetapi juga moral karakter yang di praktikan di dunia virtual. Sehingga masyarkat memiliki kemampuan memverifikasi dan memvalidasi nilai berdasarkan sumber utama pelajaran moral. Proses pembiasan moral karakter yang dilakukan di dunia nyata, harus balance dengan di dunia virtual untuk memberikan pencerahan agar masyarakat terbiasa melakukan, merasakan dan membiasakan perilaku yang benar bukan membenarkan kebiasaaan yang salah. 

Ahirnya, sebagai kesimpulan manusia pada hakikatnya memiliki daya cipta, rasa dan karsa dalam kehidupannya untuk mengetahui kebaikan (knowing the good) demikian juga untuk merasakan hal-hal yg baik (moral feeling) tetapi untuk sampai pada tindakan moral (moral action) memerlukan latihanlatihan dan pembiasan. Sejalan dengan perkembangan masyarakat, berkembang pula pola-pola perilaku baru yang seringkali bertentangan dengan nilai-nilai normatif, atau bisa juga karena arus utama pembelajaran moral sudah bergeser ke paradigma kaum liberal sehingga alat ukur moral knowing, moral feeling dan moral action menjadi tdk ketemu. 

Pada tahap inilah diperlukan rambu-rambu yang mengatur pola interaksi guru, santri di tingkat sekolah maupun pesantren sehingga bisa meminimalisir penyimpangan prilaku yg bertameng doktrin kepatuhan pada guru agar keihlasan santri yang berebut berkah pada gurunya tidak disalah gunakan oknum-oknum "Walid" yang bisa merusak pondasi akhlak santri pada gurunya. Memperhatikan hal tersebut, proses sosialisasi, internalisasi terkait pembangunan karakter bangsa beserta semua tantangannya menjadi sangat penting. Tanpa sosialisasi, proses penyadaran akan terabaikan dan selanjutnya dapat berujung pada hilangnya tradisi dan kebiasaan baik, yakni hilangnya nilai-nilai agama, sosial budaya dan lunturnya karakter dari sebuah bangsa.

#Penulis: Dr. Lalu Parhanuddin, M.Pd (Dosen Pascasarjana Univeritas Hamzanwadi)


Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi