![]() |
| Foto: Peringatan HKN 2026 |
Okenews.net- Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam fenomena echo chamber di media sosial yang dapat mengancam persatuan dan mempersempit cara pandang terhadap keberagaman.
Pesan tersebut disampaikan Juaini saat menjadi narasumber dalam dialog Hari Kebangkitan Nasional (HKN) 2026 bertema “Peran Strategis Pemuda dalam Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital” yang digelar Komunitas Literasi dan Diskursus Politik Narasi Politik di Kedai Teduh, Kembang Sari, Selong, Jumat (29/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Juaini menyoroti besarnya potensi bonus demografi Indonesia. Saat ini sekitar 60 persen penduduk berada pada usia produktif, sementara mayoritas pengguna internet berasal dari kalangan muda.
“Ini adalah peluang besar bagi bangsa Indonesia. Pemuda harus kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif,” ujarnya di hadapan mahasiswa, komunitas pemuda, dan masyarakat umum.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas diri. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak menghabiskan masa produktif hanya untuk kesenangan sesaat.
“Jangan waktu muda hanya digunakan untuk foya-foya. Masa muda harus dimanfaatkan untuk belajar, membangun kapasitas diri, dan berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.
Juaini juga menyoroti fenomena echo chamber, yakni kondisi ketika seseorang hanya menerima informasi yang sejalan dengan pandangannya sendiri. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu fanatisme sempit, polarisasi, hingga sikap intoleran.
“Indonesia adalah negara yang majemuk. Kita membutuhkan pemuda yang terbuka, toleran, dan mampu menjaga harmoni sosial di tengah perbedaan. Anak muda tidak boleh menutup diri. Mereka harus aktif berdialog dan memperluas wawasan agar tidak mudah terjebak pada sikap intoleran,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai agen persatuan, pelopor literasi digital, penggerak perubahan sosial, sekaligus benteng dalam menghadapi radikalisme dan disinformasi di ruang digital.
Tak hanya itu, Juaini juga mendorong generasi muda untuk terlibat dalam proses perumusan kebijakan publik. Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam menentukan isu-isu prioritas pembangunan sangat penting agar kebijakan yang lahir benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Peran pemuda dalam agenda setting sangat penting. Anak muda harus berani terlibat dalam proses penyusunan kebijakan agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar tantangan menjaga persatuan bangsa, dampak media sosial, serta peran generasi muda dalam memperkuat demokrasi dan kebhinekaan.
Sementara itu, Direktur Narasi Politik, Ahmad, berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran politik, literasi digital, serta semangat kebangsaan di kalangan generasi muda Lombok Timur.
“Melalui forum seperti ini, kami berharap lahir pemuda yang kritis, cerdas bermedia, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan di tengah perkembangan era digital,” ujarnya.
.png)
