Okenews.net- Anggota
DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid minta Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat. Peningkatan pelayanan ini agar kepercayaan publik teradap lembaga
semakin meningkat.
“Mari kita sama-sama melakukan evaluasi pelayanan
masyarakat. Kita benahi kalau ada yang kurang dan tindak tegas staf nakal yang
merugikan masyarakat,” kata Fauzan, dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II
DPR RI dengan Sekjen Kementerian ATR/ BPN di Kompleks Parlemen, Senayan,
Jakarta, Rabu (01/07/2026).
Fauzan, yang terpilih dari dapil NTB II
Pulau Lombok ini menginginkan agar pelayanan masyarakat terus semakin baik.
Bahkan, lanjutnya, pelayanan jajaran Kementerian ATR/ BPN kepada masyarakat
bisa masuk pada urutan lima besar nasional.
“Kita evaluasi ke dalam dulu, tapi saya
yakin dengan semangat Pak Menteri, pelayanan masyarakat akan lebih baik dan
bisa masuk urutan lima besar,” jelas Fauzan, Bupati Lombok Barat, dua periode
(2016-2024) ini.
Lebih lanjut, Fauzan menyatakan, untuk
dapat meningkatkan pelayanan masyarakat, setiap aduan terkait pelayanan, harus
segera direspon. Selain itu, harus benar-benar ditindaklanjuti dengan baik,
sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terus meningkat.
“Setiap ada persoalan, perlu menjadi bahan
evaluasi untuk memperbaiki layanan secara menyeluruh. Jangan dilihat sebagai
kasus terpisah dan berdiri-sendiri. Mari kita sama-sama perbaiki sIstem secara
komprehensif,” ujar Fauzan lagi.
Fauzan, Ketua KPU NTB periode 2008-2013 ini
tidak menampik ada staf ATR/ BPN yang “nakal” dan terlibat kasus mafia tanah,
hingga membuat citra ATR/ BPN buruk di mata masyarakat. Namun jumlah staf “nakal” hanya segelintir dan
masih banyak sumber daya manusia (SDM) yang betul-betul bekerja dengan baik
melayanai kepentingan masyarakat.
Jika ditemukan ada staf yang “nakal”,
Fauzan minta yang bersangkutan diberikan sanksi tegas hingga membuat efek jera.
Oleh karena itu, perlu kontrol dan pengawasan ketat, agar tidak ada staf
“nakal” yang merusak citra lembaga.
“Jangan sampai nila setitik, rusak susu
sebelanga, karena tindakan satu orang yang kurang terpuji, merusak nama lembaga
dan staf lain yang bekerja baik. Karena itu, mari sama-sama kita benahi jika
ditemukan pelanggaran,” tandasnya.
Lebih lanjut, Fauzan menyatakan, untuk
dapat meningkatkan pelayanan masyarakat, setiap aduan, harus segera direspon.
Selain itu harus ditindaklanjuti, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat
terhadap lembaga semakin meningkat.
Ia berharap segera dilakukan pembenahan pelayanan agar kepercayaan masyarakat terhadap ATR/ BPN meningkat. “Layani masyarakat secara efisien, cepat, dan ramah,” kata tegas Fauzan, Anggota Komisi II DPR RI ini.
.png)
