www.okenews.net: Bupati
Tampilkan postingan dengan label Bupati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bupati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Oktober 2026

Lombok Timur Kembali Raih TPAKD Award, Lotim Berkembang Jadi Andalan

Okenews.net — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Lombok Timur berhasil mempertahankan predikat terbaik untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua dalam ajang TPAKD Award 2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Capaian ini tidak terlepas dari berbagai program inovasi yang dijalankan pemerintah daerah untuk memperluas akses keuangan masyarakat, terutama melalui program Lombok Timur Berantas Rentenir melalui Kredit Tanpa Bunga atau Lotim Berkembang.

Program yang berjalan sejak 2020 tersebut telah membantu 14.564 debitur dari kalangan peternak dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Total kredit yang disalurkan mencapai lebih dari Rp170 miliar, dengan subsidi bunga yang ditanggung pemerintah sebesar Rp5,944 miliar.

Keberhasilan Lotim Berkembang turut didukung kolaborasi dengan sejumlah lembaga keuangan, di antaranya BRI, BNI, BCA, dan Pegadaian. Sinergi tersebut diperkuat melalui fasilitasi serta pendampingan kepada penerima manfaat dari tahap awal hingga pengembangan usaha.

Dari sisi kualitas pembiayaan, program ini mencatat tingkat non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah sekitar 1,03 persen. Angka tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan dan kerja sama lintas lembaga dalam menjaga keberlanjutan program pembiayaan masyarakat.

Selain Lotim Berkembang, penguatan inklusi keuangan di Lombok Timur juga dilakukan melalui Ekosistem Pondok Pesantren Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS). Program ini mendorong lembaga keuangan syariah hadir lebih dekat dengan lingkungan pesantren melalui berbagai layanan, seperti pembukaan rekening, gadai, cicilan emas, dan tabungan emas.

Upaya memperluas literasi dan akses keuangan juga menyasar kalangan pelajar melalui Program Satu Pelajar Satu Rekening atau KEJAR. Hingga kini, jumlah rekening pelajar di Lombok Timur mencapai 325.620 rekening, dengan total tabungan lebih dari Rp77 miliar.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kemudahan memperoleh pembiayaan diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi.

Dalam Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya percepatan akses keuangan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Presiden menegaskan, akses keuangan tidak sekadar berkaitan dengan ketersediaan pembiayaan, tetapi juga menyangkut kesempatan bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan keluarga di berbagai pelosok Indonesia untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan.

Pemerintah pusat turut mengapresiasi penyaluran kredit bagi masyarakat yang telah mencapai sekitar Rp53 triliun dengan dua juta penerima manfaat. Ke depan, penyaluran tersebut ditargetkan meningkat hingga Rp400 triliun untuk menjangkau sekitar 28 juta keluarga, terutama petani, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Keberhasilan mempertahankan TPAKD Award menjadi pengakuan atas upaya Lombok Timur dalam memperluas inklusi keuangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan program-program tersebut terus berkelanjutan dan semakin banyak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Senin, 19 Oktober 2026

Bupati Lotim Puji Sambelia, Alam Terjaga di Tengah Ancaman Kekeringan

Okenews.net – Di tengah ancaman kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Lombok Timur, Desa Sambelia masih dianugerahi aliran sungai yang mengalir sepanjang musim. Kondisi ini mendapat perhatian Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, saat menghadiri tradisi Gawe Adat Selametan Otak Reban, Senin (19/10/2026).

Bupati menilai, keberadaan sumber air yang tetap terjaga menjadi berkah bagi masyarakat Sambelia. Menurutnya, kondisi tersebut patut disyukuri sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam.

Ia membandingkan kondisi Sambelia dengan hampir 11 kecamatan lain di Lombok Timur yang tengah menghadapi kekeringan. Bagi Bupati, terjaganya lingkungan di Sambelia menjadi salah satu hal penting yang perlu dipertahankan, termasuk melalui kepedulian masyarakat dalam menjaga pepohonan dan tidak melakukan perusakan alam secara liar.

“Ini merupakan keberkahan yang harus kita syukuri bersama. Alam yang terjaga akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar tradisi adat, Selametan Otak Reban juga menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan harapan masyarakat kepada pemerintah daerah.

Bupati menegaskan, pemerintah harus terbuka terhadap aspirasi dan keluhan warga. Ia berharap masyarakat maupun para kepala desa tidak ragu menyampaikan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

“Pemerintah hadir bukan untuk dilayani masyarakat, melainkan untuk melayani. Karena itu, pemerintah harus menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengadu dan menyampaikan aspirasinya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sambelia yang juga Ketua Adat, H. Moh. Kahar, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bupati dalam tradisi tersebut. Ia mengatakan, Selametan Otak Reban memiliki arti penting bagi para petani karena menjadi penanda dimulainya pengelolaan lahan dan penebaran benih, khususnya untuk musim tanam padi.

Dalam kesempatan itu, Moh. Kahar turut menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, terutama terkait kebutuhan peningkatan jalan usaha tani guna menunjang aktivitas pertanian warga.

Ia juga menyoroti potensi kawasan sungai di Sambelia yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengairan sawah, tetapi mulai berkembang menjadi destinasi wisata. Kawasan tersebut bahkan menarik kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar wilayah Sambelia.

Potensi ini dinilai dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Tradisi Selametan Otak Reban pun menjadi pengingat bahwa keberkahan alam, pelestarian lingkungan, pertanian, dan pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan demi kesejahteraan masyarakat Sambelia.

Lantik 21 Pejabat, Bupati Lotim Tekankan Etika dan Pelayanan

Okenews.net – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjaga etika, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menegaskan, jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati saat pelantikan dan pengambilan sumpah 21 pejabat manajerial di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Senin (19/10/2026), di Pendopo Bupati Lombok Timur. Pelantikan dipimpin Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya.

Dari jumlah tersebut, dua orang merupakan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 19 lainnya Pejabat Pengawas.

Dalam arahannya, Haerul Warisin menekankan bahwa sumpah jabatan harus menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas, bukan hanya diucapkan saat prosesi pelantikan.

“Ada etika sebagai pejabat yang harus diingat, sesuai dengan sumpah jabatan yang telah diucapkan. Kita bekerja bukan hanya disaksikan saat dilantik, tetapi juga disaksikan oleh Allah SWT,” tegasnya.

Selain menekankan integritas, Bupati meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) membudayakan apel pagi sebelum memulai aktivitas kerja. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana bagi pimpinan untuk memberikan arahan, nasihat, dan pembinaan kepada staf.

Ia menilai, keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran atau jumlah pegawai yang dipimpin. Lebih dari itu, pemimpin harus mampu menciptakan suasana kerja yang nyaman, membangun koordinasi, serta memastikan setiap pegawai memahami tugas dan fungsinya.

“Pejabat tidak diukur dari besarnya anggaran dan jumlah karyawan, tetapi dari bagaimana memimpin instansi, menciptakan kenyamanan, meraih keberhasilan, serta memberikan arahan kepada bawahan agar pelaksanaan tugas tidak tumpang tindih,” ujarnya.

Haerul Warisin juga kembali mengingatkan bahwa seluruh aparatur pemerintah merupakan pelayan masyarakat. Karena itu, setiap pejabat dituntut menjadi teladan, bekerja sesuai aturan, dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.

“Setinggi apa pun jabatan kita, pada akhirnya kita akan mati. Namun, sebagai pimpinan, kita harus menjadi suri teladan dan bekerja sesuai pedoman,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk merehabilitasi seluruh rumah dinas camat. Ke depan, bangunan tersebut akan dioptimalkan sebagai kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta layanan pemungutan pajak.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung optimalisasi pelayanan administrasi kependudukan dan perpajakan bagi masyarakat di tingkat kecamatan.

Pelantikan 21 pejabat itu ditetapkan melalui Keputusan Bupati Lombok Timur Nomor 800.1.3.3/473/KPSDM/2026 dan Nomor 800.1.3.3/474/KPSDM/2026, keduanya tertanggal 19 Oktober 2026, tentang pengangkatan dan pemberhentian PNS dalam jabatan pimpinan tinggi pratama dan jabatan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.


Jumat, 16 Oktober 2026

Lantik 155 Pejabat, Bupati Lotim Tegaskan Pelayanan Publik Harus Dibenahi

Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik 155 pejabat administrator dan pengawas serta tiga kepala puskesmas. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Jumat (16/10).

Usai prosesi pelantikan, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan tulus, ikhlas, dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Bupati menegaskan, setiap pejabat harus menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Ia juga meminta aparatur sipil negara (ASN) lebih proaktif, membangun koordinasi, serta bekerja dengan integritas dan kejujuran.

“Jabatan itu amanah. Hakikat seorang pejabat adalah melayani, bukan untuk dilayani,” tegasnya.

Dalam arahannya, Haerul Warisin turut menyoroti keluhan masyarakat mengenai pelayanan birokrasi yang belum maksimal, termasuk persoalan pelayanan kesehatan dan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Ia menyebutkan, Pemkab Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran sedikitnya Rp143 miliar untuk menjamin kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat. Karena itu, ia menyayangkan jika masih ada warga yang mengalami kesulitan ketika hendak mendapatkan pelayanan medis, termasuk mereka yang membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa.

Menurutnya, besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah harus sejalan dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Jangan sampai warga yang membutuhkan pertolongan justru menghadapi kendala administratif.

“Tenaga kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit jangan pernah mengesampingkan pelayanan bagi pasien BPJS. Pasien yang masuk ke UGD membutuhkan pertolongan segera. Prioritaskan penanganan medis terlebih dahulu, baru kemudian urusan administrasi ditangani,” tegas Bupati.

Ia berharap, seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menghadirkan perubahan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam merespons kebutuhan dan keluhan masyarakat.

Bupati juga meminta ASN tidak hanya bekerja dengan menunggu perintah, tetapi berani mengambil inisiatif dan membangun koordinasi dalam menyelesaikan persoalan. Selama bekerja sesuai aturan dan berada di jalur yang benar, para pejabat diminta tidak ragu menjalankan tugasnya.

Melalui penyegaran birokrasi ini, Pemkab Lombok Timur berharap kinerja aparatur semakin optimal, pelayanan publik semakin berkualitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah terus meningkat.

Rabu, 14 Oktober 2026

Resmikan Kantor Lurah Tanjung, Bupati Lotim Siapkan Penataan Kota Selong

 

Okenews.net – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan penataan kawasan perkotaan. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Kantor Lurah Tanjung yang telah direhabilitasi setelah terdampak bencana angin kencang, Rabu (14/10).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengingatkan bahwa kantor pemerintahan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat pelayanan masyarakat yang harus memberikan rasa aman, nyaman, dan kemudahan bagi warga.

Ia meminta jajaran lurah dan camat memberikan pelayanan yang cepat dan berkualitas. Masyarakat juga diajak bersama-sama menjaga fasilitas kantor agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki fasilitas publik sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Lombok Timur.

Selain pelayanan publik, Haerul Warisin turut menyoroti rencana efisiensi anggaran daerah apabila pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu untuk guru dan tenaga kesehatan ditanggung pemerintah pusat melalui APBN.

Ia menyebutkan, kebijakan tersebut berpotensi menghemat anggaran daerah hingga Rp257 miliar. Dana itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan penataan ruang publik.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Sisik. Bupati meminta agar disiapkan anggaran Rp2 miliar untuk menata kawasan tersebut, termasuk mengembangkan aset tanah milik daerah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota.

Penataan itu dinilai penting karena Sisik memiliki nilai sejarah bagi Lombok Timur. Kawasan tersebut disebut sebagai pusat pemerintahan pertama pada masa penjajahan Belanda pada 1885.

Bupati juga mendorong kawasan Sisik dan Labuhan Haji kembali dihidupkan sebagai destinasi sejarah dan wisata. Menurutnya, kawasan tersebut perlu dilengkapi dengan berbagai aktivitas masyarakat yang tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal.

Di sisi lain, perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), pemerintah daerah telah memetakan sejumlah titik jalan yang membutuhkan penanganan agar pelaksanaannya lebih terarah.

Penataan Kota Selong juga menjadi perhatian, termasuk pembenahan trotoar agar lebih seragam, indah, dan nyaman bagi masyarakat.

“Sudah sekian lama Lombok Timur terkesan tidak mengalami perubahan yang signifikan,” ujar Haerul Warisin, seraya menegaskan keinginannya untuk mendorong perubahan wajah kota menjadi lebih tertata.

Sementara itu, Lurah Tanjung M. Martha Hardiyanto mengatakan, kantor yang telah direhabilitasi tersebut diharapkan menjadi simbol komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern dan responsif.

Ia menegaskan, pihaknya akan menjadikan Kantor Lurah Tanjung sebagai pusat musyawarah masyarakat sekaligus tempat pelayanan yang mengedepankan kecepatan, transparansi, dan keadilan.

Dengan pembenahan fasilitas pemerintahan dan rencana penataan kawasan perkotaan, pemerintah daerah berharap kualitas pelayanan masyarakat semakin meningkat dan ruang publik di Lombok Timur dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Pemkab Lotim Gandeng UMY, Luncurkan SIGUMI untuk Mitigasi Bencana Rinjani

Okenews.net — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggandeng Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk memperkuat mitigasi bencana melalui pemanfaatan teknologi digital. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sekaligus diseminasi hasil penelitian dan pengenalan aplikasi Sistem Informasi Gunung Merapi Inklusif (SIGUMI) Rabu,14/10

Kegiatan yang berlangsung di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur itu juga dirangkaikan dengan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana berbasis komunikasi inklusif. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung keselamatan masyarakat dan wisatawan sekaligus mendorong pariwisata berkelanjutan, khususnya di kawasan Gunung Rinjani.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, Lombok Timur memiliki kekayaan alam yang menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menyimpan potensi ancaman bencana yang perlu diantisipasi secara serius.

Ia menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung penguatan mitigasi bencana melalui kebijakan maupun regulasi, termasuk Peraturan Daerah (Perda).

“Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur sangat mendukung, tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga regulasi dalam bentuk Perda,” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi digital melalui SIGUMI sebagai salah satu upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Kami bersyukur dengan hadirnya SIGUMI untuk antisipasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Mulyadi, menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki tantangan kebencanaan yang cukup kompleks. Selain menjadi bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Gunung Rinjani, Lombok Timur juga menghadapi berbagai ancaman bencana alam.

Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025–2030, Provinsi Nusa Tenggara Barat berada di peringkat ketujuh secara nasional dalam tingkat kerawanan bencana. Adapun Lombok Timur memiliki hampir 11 jenis ancaman, mulai dari erupsi gunung berapi, gempa bumi, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga tsunami.

Mulyadi juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan di kawasan wisata Gunung Rinjani. Mengacu pada laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per 30 September 2026, Gunung Rinjani sempat berada pada Level II.

Menurutnya, perubahan status aktivitas gunung harus diikuti dengan langkah antisipasi yang cepat, terutama untuk melindungi pengunjung yang sedang beraktivitas di kawasan wisata.

Karena itu, BPBD membutuhkan dukungan teknologi dan peningkatan kapasitas personel agar koordinasi serta penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Dengan aplikasi SIGUMI, diharapkan tim akan lebih mudah menentukan titik korban atau lebih cepat mengeluarkan rekomendasi dan peringatan dini,” harap Mulyadi.

Ketua Tim Peneliti Riset Inovatif Produktif (Rispro), Adhiyanti Nurjanah, menjelaskan bahwa SIGUMI dikembangkan dengan empat pilar utama, yakni mitigasi bencana, komunikasi inklusif, kolaborasi pentahelix, dan pariwisata berkelanjutan.

Dalam penerapannya, BPBD dan Dinas Pariwisata ditunjuk sebagai administrator aplikasi. Masyarakat, khususnya para pendaki, juga diharapkan berpartisipasi aktif dengan memanfaatkan aplikasi tersebut dan berkontribusi dalam mengurangi risiko bencana.

“Kami berharap semua pihak dapat mengunduh aplikasi ini, terutama para pendaki, dan benar-benar menjadi kontributor untuk mengurangi risiko bencana di sekitar gunung berapi. Kami juga berharap adanya Perda tentang kebencanaan,” ujarnya.

SIGUMI merupakan aplikasi berbasis perangkat seluler yang dirancang untuk menyediakan informasi mitigasi bencana gunung berapi secara mudah diakses, akurat, dan relevan. Aplikasi ini mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat, wisatawan, pengelola destinasi, serta pemerintah.

Pada tahap prabencana, SIGUMI diarahkan untuk mendukung penyampaian informasi dan peringatan dini. Sementara dalam fase tanggap darurat, sistem berbasis koordinat diharapkan membantu petugas menentukan lokasi korban dan mempercepat koordinasi penanganan.

Saat ini, aplikasi SIGUMI masih dalam proses pengembangan sebelum nantinya tersedia melalui Google Play Store dan Apple App Store.

Melalui kerja sama Pemkab Lombok Timur dan UMY ini, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan serta menjamin keamanan wisatawan di kawasan Gunung Rinjani.

Senin, 12 Oktober 2026

BAZNAS Lotim Bantu 60 Pedagang Pasar Gandor, Bupati Tekankan Modal Usaha

Okenews.net — Sebanyak 60 pedagang di Pasar Tenten Gandor SMART, Lombok Timur, menerima bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur. Bantuan sebesar Rp1,5 juta per orang tersebut diharapkan mampu memperkuat usaha kecil sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pedagang.

Pendistribusian bantuan yang berlangsung Senin (19/10) itu dihadiri Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin. Kegiatan tersebut sekaligus menandai peresmian komunitas pedagang Pasar Tenten Gandor sebagai UMKM binaan BAZNAS Lombok Timur melalui program Mustahik Mandiri Sejahtera.

Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin mengapresiasi langkah BAZNAS yang menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di lingkungan pasar.

Menurutnya, pendekatan langsung seperti ini penting agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk pedagang kecil yang menjalankan usaha dengan keterbatasan modal.

Ia berpesan agar bantuan yang diterima benar-benar digunakan untuk mengembangkan usaha, bukan untuk keperluan konsumtif ataupun membayar utang.

“Dimanfaatkan dengan baik. Jika modal berkembang, jangan lupa sisihkan untuk zakat,” pesannya.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya membantu pelaku usaha kecil agar tidak terus bergantung pada pinjaman rentenir yang dapat membebani mereka. Karena itu, dukungan permodalan diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian ekonomi pedagang.

Selain persoalan ekonomi, Haerul Warisin mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasar. Ia menyoroti saluran air yang dipenuhi sampah plastik karena berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Ia meminta camat dan jajaran terkait berkoordinasi untuk memastikan kebersihan pasar terjaga setiap hari. Pemerintah daerah, katanya, telah menyiapkan tambahan anggaran untuk penanganan sampah sehingga perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus menjalankan berbagai program bantuan sosial sejak 2025, termasuk bantuan bagi warga yang sakit, bantuan perumahan, serta dukungan bagi kelompok masyarakat lainnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Lombok Timur, Hamidi, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program unggulan bidang ekonomi bertajuk Mustahik Mandiri Sejahtera.

Ia menyebutkan, 60 pedagang yang beraktivitas di Pasar Tenten Gandor menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Dana bantuan bersumber dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS.

Hamidi berharap bantuan itu tidak hanya meringankan kebutuhan permodalan, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk mengembangkan usaha hingga mampu meningkatkan taraf hidup secara mandiri.

“Sesuai dengan programnya, diharapkan yang sekarang menerima, ke depan dapat menjadi pemberi. Itulah tujuan disyariatkannya zakat dalam Islam,” ujarnya.

Melalui program tersebut, BAZNAS Lombok Timur berharap para pedagang dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan pada waktunya turut berkontribusi membantu masyarakat lain melalui zakat, infak, dan sedekah.

Kamis, 08 Oktober 2026

Salat Istisqo di Kantor Bupati, Pemkab Lotim Mohon Hujan dan Ajak Warga Jaga Alam

Okenews.net- Menghadapi kondisi kekeringan dan keterbatasan air, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar salat Istisqo di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (8/10/2026).

Salat memohon hujan tersebut menjadi ikhtiar bersama pemerintah daerah dan jajaran aparatur untuk memohon rahmat serta pertolongan Allah SWT agar Lombok Timur segera mendapatkan curah hujan yang cukup.

Salat Istisqo diikuti Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran karyawan Pemkab Lombok Timur. TGH. Muhayyan bertindak sebagai imam, sementara khutbah disampaikan TGH. Khusyairi.

Bupati Haerul Warisin mengatakan, salat Istisqo menjadi momentum untuk menyadari keterbatasan manusia di hadapan Allah SWT. Menurutnya, hujan bukan sekadar kebutuhan, melainkan bagian dari rahmat Allah yang menopang kehidupan masyarakat.

“Hari ini kita sujud bukan dengan kesombongan, tetapi dengan ketundukan; bukan dengan kekuatan, tetapi dengan mengakui kelemahan di hadapan Allah SWT. Salah satu bagian utama dari hujan adalah rahmat dari Allah,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan kondisi kekeringan sebagai momentum untuk melakukan muhasabah. Selain memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, masyarakat juga diminta mempererat hubungan dengan sesama serta menjaga hubungan dengan alam.

Menurutnya, pesan tersebut sejalan dengan kandungan Surah Nuh ayat 10–11 yang mengajarkan pentingnya memohon ampun kepada Allah SWT sebagai salah satu jalan menghadapi kesulitan.

“Salat Istisqo ini mari kita jadikan momentum memohon dengan hati yang bersih, penuh ketundukan, dan mengakui kelemahan kepada Allah agar hujan segera diturunkan sesuai yang kita harapkan,” katanya.

Haerul juga menegaskan bahwa persoalan air berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Ketersediaan air sangat dibutuhkan, terutama oleh para petani yang menggantungkan kehidupan dan aktivitas ekonominya dari sektor pertanian.

Karena itu, pemerintah daerah, kata dia, akan terus berupaya mengambil langkah untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air.

Di sisi lain, Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kelestarian lingkungan. Ia meminta warga tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak hutan maupun sumber mata air, serta menggunakan air secara bijak.

“Menjaga alam adalah bagian dari amanah,” tegasnya.

Sementara itu, TGH. Khusyairi dalam khutbahnya mengajak jamaah memperbanyak istighfar dan bersabar dalam menghadapi kondisi kekeringan. Ia mengingatkan agar kesulitan yang terjadi menjadi bahan evaluasi dan muhasabah untuk memperbaiki diri serta meningkatkan ketakwaan.

Salat Istisqo tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk memperbanyak amal kebaikan, bersedekah, menjaga lingkungan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Dengan ikhtiar lahir dan batin tersebut, Pemkab Lombok Timur berharap hujan segera turun dan ketersediaan air kembali mencukupi kebutuhan masyarakat.

Rabu, 07 Oktober 2026

Bupati Lotim Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Lawan Kejahatan Siber

Okenews.net- Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengajak mahasiswa berperan aktif meningkatkan literasi digital masyarakat guna mencegah maraknya kejahatan siber, mulai dari judi online, penipuan digital hingga pencurian data pribadi.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Lombok Timur Cyber Security Seminar 2026 di Pendopo Bupati Lombok Timur, Rabu (7/10). Seminar yang mengusung tema “Membangun Kepercayaan Digital melalui Budaya Keamanan Siber” itu melibatkan mahasiswa program studi informatika dari sejumlah perguruan tinggi di Lombok Timur.

Bupati menegaskan, perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian penting dalam berbagai sektor kehidupan, baik pemerintahan, pendidikan, ekonomi maupun aktivitas sosial masyarakat. Namun, kemudahan yang ditawarkan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan dan kesadaran dalam menjaga keamanan digital.

Menurutnya, rendahnya literasi digital dapat membuka peluang terjadinya berbagai penyalahgunaan teknologi. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah maraknya judi online di tengah masyarakat, selain penipuan melalui transaksi jual beli daring dan penyebaran file APK palsu yang berpotensi mencuri data pengguna.

Bupati juga menyinggung proyeksi Bank Indonesia mengenai potensi kerugian akibat serangan siber secara nasional yang mencapai sekitar Rp111 triliun pada 2026. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa keamanan siber bukan hanya persoalan teknis, melainkan tanggung jawab bersama.

Ia mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan sekaligus penggerak literasi digital, terutama ketika menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Pengetahuan yang diperoleh melalui seminar ini hendaknya tidak berhenti di lingkungan kampus. Mahasiswa diharapkan dapat membagikannya kepada keluarga dan masyarakat, khususnya di lokasi KKN,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi NTB Ahsanul Khaliq menekankan pentingnya pemahaman dan etika dalam menggunakan teknologi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila masyarakat tidak memahami cara menggunakannya secara bijak dan aman.

Ia mengingatkan mahasiswa agar membiasakan diri menjaga keamanan informasi pribadi, tidak mudah mempercayai pesan yang masuk, serta menghindari tautan mencurigakan yang berpotensi mencuri data.

Ahsanul juga meminta jajaran Dinas Kominfo Lombok Timur meningkatkan peran aktif dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan siber, termasuk praktik judi online yang semakin meresahkan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Lombok Timur H. Fauzan berharap seminar tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta dan memperluas pemahaman masyarakat tentang keamanan digital.

Ia menilai perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan infrastruktur keamanan sistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memahami perlindungan informasi.

Seminar ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari keamanan siber, perlindungan data pribadi, identitas digital hingga keamanan dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap kesadaran masyarakat dalam menggunakan teknologi secara aman semakin meningkat, sekaligus mendorong terbentuknya budaya digital yang bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Selasa, 01 September 2026

Resmikan Puskesmas Rp12 Miliar, Bupati Lotim: Layani Dulu, Administrasi Belakangan

Okenews.net – Gedung baru Puskesmas Sakra Timur akhirnya resmi digunakan. Fasilitas kesehatan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp12 miliar itu diresmikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Selasa (1/9/2026).

Di balik bangunan baru tersebut, Bupati meminta agar peningkatan fasilitas benar-benar diikuti perubahan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, gedung yang megah tidak akan berarti jika masyarakat masih mendapatkan pelayanan yang lambat dan kaku.

Haerul secara khusus mengingatkan tenaga kesehatan agar mengutamakan kondisi pasien ketika memberikan pelayanan. Dokter, bidan maupun perawat diminta tidak menjadikan urusan administrasi sebagai hal pertama yang harus dihadapi pasien.

“Jika ada seorang ibu datang membawa anaknya kemari, ia tidak sekadar mencari obat, tetapi butuh teguran, sapaan ramah, dan perhatian cepat dari kita. Layani dulu, jangan langsung menanyakan mana kartu BPJS-nya. Soal administrasi itu belakangan,” tegasnya.

Ia menilai sikap ramah dan respons cepat tenaga kesehatan merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Karena itu, keberadaan gedung baru Puskesmas Sakra Timur diharapkan menjadi momentum meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.

Bupati juga mengajak masyarakat dan seluruh tenaga kesehatan ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran daerah tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Komitmen pemerintah daerah di sektor kesehatan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan sarana dan prasarana. Dukungan terhadap jaminan kesehatan masyarakat juga terus ditingkatkan melalui alokasi anggaran BPJS Kesehatan.

Anggaran tersebut tercatat meningkat dari sekitar Rp25 miliar pada 2021 menjadi Rp28,7 miliar pada 2023. Kemudian naik menjadi Rp87 miliar pada 2024, Rp88 miliar pada 2025, dan mencapai Rp125 miliar pada 2026.

Peningkatan anggaran hingga sekitar lima kali lipat dibandingkan 2021 itu menjadi salah satu bentuk keberpihakan Pemkab Lombok Timur dalam memperluas akses masyarakat terhadap jaminan kesehatan.

Selain BPJS Kesehatan, Pemda Lombok Timur juga tengah menyiapkan skema perluasan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat rentan. Program tersebut diarahkan untuk memberikan perlindungan terhadap risiko kerja maupun jaminan kematian.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur H. Aris Fahrurozy mengatakan, operasional Puskesmas Sakra Timur telah memiliki dasar perizinan. Surat Izin Operasional (SIO) telah ditandatangani Dinas Perizinan pada 28 Agustus 2026.

“Alhamdulillah, keberadaan Puskesmas Sakra Timur ini merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Dengan telah terbitnya SIO, Dinas Kesehatan menargetkan Puskesmas Sakra Timur dapat segera menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan paling lambat awal 2027.

Tahapan selanjutnya, kata Aris, akan diarahkan pada persiapan akreditasi yang ditargetkan mulai dilakukan dalam tiga bulan mendatang.

Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Perizinan, Kepala Dinas Pertanian, Direktur Utama RSUD dr. R. Soedjono Selong, para direktur rumah sakit daerah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Kepala Puskesmas Lepak dan Puskesmas Sakra Timur, Forkopimcam, kepala desa, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

Kamis, 06 Agustus 2026

Desak Polisi Bertindak, Massa Beri Ultimatum 3x24 Jam untuk Tangkap Terduga Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Bupati Lotim

Foto: Penerimaan Masa Aksi di Polres Lombok Timur
Okenews.net– Sejumlah massa yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat dari 21 kecamatan di Lombok Fimur menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Lombok Timur, Kamis (6/8/2026). Dalam aksi tersebut, mereka mendesak Polres Lombok Timur segera menangkap terduga pelaku ujaran kebencian yang ditujukan kepada Bupati Lombok Timur.


Massa memberikan ultimatum kepada aparat kepolisian agar pelaku ditangkap dalam waktu 3x24 jam. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.


Koordinator lapangan aksi, Subhan, menilai unggahan yang dilaporkan telah melampaui batas karena tidak hanya mengandung ujaran kebencian, tetapi juga telah menyerang ranah pribadi Bupati Lombok Timur.


"Kami meminta Polres Lombok Timur bekerja secara profesional. Tidak ada pihak lain yang berwenang menangkap terduga pelaku selain kepolisian. Kami percaya proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu," tegas Subhan di hadapan peserta aksi.


Menurutnya, laporan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) telah dilayangkan ke Polres Lombok Timur sejak 17 Juli 2026. Namun, hingga kini masyarakat belum melihat adanya perkembangan yang jelas terhadap penanganan perkara tersebut.


Massa juga meminta kepolisian memaksimalkan kemampuan Tim Siber Polres Lombok Timur untuk mengusut identitas dan keberadaan terduga pelaku.


Selain menyampaikan tuntutan, Subhan mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Lombok Timur yang telah menerima dan mengamankan jalannya aksi dengan baik. Ia menegaskan demonstrasi tersebut tidak ditunggangi kepentingan politik maupun kelompok tertentu.


"Aksi ini murni lahir dari kepedulian terhadap kemanusiaan dan harga diri masyarakat. Jangan sampai ujaran kebencian seperti ini dibiarkan dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," ujarnya.


Sementara, salah seorang peserta aksi Wiranata berharap kepolisian dapat segera menyelesaikan perkara tersebut. Menurutnya, apabila dugaan penghinaan terhadap seorang kepala daerah saja tidak ditangani secara serius, maka masyarakat dapat kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum.


Ia juga mengingatkan agar citra Polres Lombok Timur tetap dijaga melalui penanganan perkara yang cepat, profesional, dan sesuai ketentuan hukum.


Dalam kesempatan itu, perwakilan Polres Lombok Timur menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan masyarakat. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf karena Kapolres Lombok Timur tidak dapat hadir menemui massa akibat agenda kedinasan yang telah dijadwalkan.


Pihak Polres Lombok Timur juga menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan telah dicatat dan akan diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.


Sebagai bentuk komitmen, Polres Lombok Timur juga membacakan nota kesepahaman yang menegaskan komitmen institusi untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi integritas, objektivitas, dan solidaritas dalam penegakan hukum.


Rabu, 20 Mei 2026

Lotim Target Tiga Besar di MTQ NTB, Wabup Minta Persiapan Non Teknis Dimatangkan

Foto: Wakil Bupati Lotim Edwin Hadiwijaya

Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Provinsi NTB tahun 2026. Hal itu ditandai dengan dibukanya Training Center (TC) bagi kafilah Lombok Timur di Tete Batu, Rabu (20/5).

Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, meminta seluruh jajaran pendamping dan pengurus lebih serius mengawal kesiapan peserta, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga faktor non teknis yang dinilai dapat memengaruhi performa kafilah selama perlombaan.

Menurutnya, perhatian terhadap kenyamanan peserta dan pelatih harus dipersiapkan sejak awal agar para kafilah dapat tampil maksimal pada MTQ XXXI mendatang di Lombok Tengah.

“Kadang kita terlalu fokus pada materi yang dinilai dewan hakim, tetapi hal-hal non teknis justru sering terabaikan. Ini juga penting untuk diperhatikan,” ujarnya saat membuka TC tersebut.

Ia juga meminta Ketua Harian LPTQ menunjuk pengurus khusus yang bertugas memantau berbagai kebutuhan di luar aspek perlombaan agar tidak menjadi kendala saat pelaksanaan MTQ.

Dalam kesempatan itu, Wabup optimistis Lombok Timur mampu menembus target tiga besar di ajang MTQ tingkat Provinsi NTB tahun ini. Optimisme tersebut didasari peningkatan pola pembinaan yang dinilai lebih serius dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Dengan dukungan pelatih yang juga berasal dari jajaran dewan hakim tingkat provinsi, Insyaallah kemampuan peserta kita semakin baik. Sekarang persiapannya jauh lebih matang,” katanya.

Training Center tahap lanjutan ini berlangsung mulai 20 hingga 25 Mei 2026. Sebelumnya, TC tahap pertama telah digelar dan disebut menunjukkan perkembangan positif terhadap kualitas peserta.

Pada MTQ XXXI nanti, Lombok Timur direncanakan mengirim sebanyak 54 peserta yang didampingi 18 pelatih serta sejumlah ofisial. LPTQ bersama Pemerintah Daerah menargetkan posisi tiga besar setelah pada MTQ sebelumnya Lombok Timur berada di peringkat ketujuh. Sementara pada ajang STQ tahun lalu, Lombok Timur berhasil masuk jajaran tiga besar.

Selasa, 19 Mei 2026

Lotim Raih Penghargaan Creative Financing, Bupati Iron Apresiasi Kinerja Daerah

Foto: Bupati Lotom asaat Menerima Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Bupati Haerul Warisin menerima penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kategori creative financing pada ajang regional Nusa Tenggara dan Maluku yang berlangsung di Senggigi, Selasa (19/5).

Dalam kategori tersebut, Lombok Timur berhasil meraih posisi kedua dan unggul dari Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Sementara posisi pertama diraih Kabupaten Lombok Barat.

Atas capaian itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga memperoleh dana insentif fiskal sebesar Rp 2 miliar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Kategori creative financing sendiri menilai kemampuan pemerintah daerah dalam menciptakan inovasi pembiayaan pembangunan dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah. Penilaian mencakup inovasi pajak dan retribusi, pengelolaan BUMD, pemanfaatan CSR, hingga efektivitas pengelolaan barang milik daerah dan BLUD.

Selain itu, aspek kerja sama dengan badan usaha melalui skema KPDBU, digitalisasi layanan, tata kelola keuangan, serta konsistensi opini LKPD juga menjadi indikator utama dalam penilaian.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap kinerja daerah sekaligus dukungan tambahan fiskal.

“Tujuan kita adalah memberikan apresiasi prestasi sekaligus tambahan insentif fiskal. Dana itu digunakan untuk APBD dan bisa dimanfaatkan kepala daerah untuk berbagai kebutuhan, termasuk belanja tidak terduga,” ujarnya.

Penghargaan tersebut diharapkan mampu memacu pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi dalam pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah.

Selain kategori creative financing, pemerintah pusat juga memberikan apresiasi kepada daerah berprestasi dalam pengendalian inflasi, penurunan angka pengangguran, penanggulangan kemiskinan, serta percepatan penurunan stunting.

Senin, 18 Mei 2026

Bupati Lotim Dorong Penyelesaian Tanah Ulayat dan Konflik Agraria

Foto: Bupati Lotim saat saat sosialisasi Pengadministrasian Tanah Ulayat

Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memberikan perhatian serius terhadap persoalan tanah ulayat dan konflik agraria yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Hal itu ditegaskan Bupati Lombok Timur Haerul Warisin saat membuka Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat di NTB yang dipusatkan di Lombok Timur, Senin (18/5), di Rupatama I Kantor Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati menyebut masih terdapat persoalan agraria di beberapa kawasan seperti Kecamatan Sembalun dan Sambelia yang kini tengah diupayakan penyelesaiannya melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

“Persoalan tanah di Lombok Timur memang masih ada, terutama yang melibatkan perusahaan pemegang hak guna usaha dengan masyarakat yang sudah lama mengelola lahan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, penyelesaian konflik agraria harus menjadi prioritas agar masyarakat memperoleh kepastian hukum atas lahan yang dikelola. Ia bahkan menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan pada masa kepemimpinannya.

“Semua persoalan ini harus selesai di era saya, karena saya ingin masyarakat mendapatkan kepastian dan rasa aman,” tegasnya.

Bupati juga menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami aturan dan mekanisme terkait tanah adat maupun tanah ulayat. Karena itu, ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut mampu memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat adat agar konflik serupa tidak terus berulang.

Ia turut mengingatkan pentingnya legalitas lahan sebagai bentuk perlindungan hukum bagi masyarakat, termasuk terhadap keberadaan tanah ulayat yang memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat adat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB Stanley mengatakan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen negara dalam memberikan kepastian administrasi pertanahan kepada masyarakat.

“Negara hadir untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat, namun perlu dukungan dan kolaborasi semua pihak agar tercipta tertib penguasaan tanah demi kesejahteraan rakyat,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Staf Ahli Bidang Hukum Agraria dan Masyarakat Adat Kementerian ATR/BPN Slameto Dwi Martono sebagai narasumber.

Pada kesempatan itu turut diserahkan sejumlah sertifikat, di antaranya sertifikat Hak Pakai Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, sertifikat hak milik Persyarikatan Muhammadiyah, sertifikat wakaf, hingga sertifikat Barang Milik Negara (BMN).

Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda Lombok Timur, para camat, masyarakat adat, serta jajaran Kanwil ATR/BPN NTB.

Selasa, 07 April 2026

DPRD Lotim Setujui LKPJ 2025, Bupati Siap Tindaklanjuti 14 Rekomendasi

Laporan keterangan pertanggunh jawaban Bupati Tahun Anggaran 2025

Okenews.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur resmi menyetujui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna X Masa Sidang II, Selasa (7/4/2026), yang digelar di Ruang Rapat Utama DPRD setempat.

Persetujuan tersebut disertai dengan 14 poin rekomendasi yang disampaikan DPRD melalui laporan gabungan komisi. Rekomendasi itu mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, hingga pembenahan administrasi perpajakan daerah.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, khususnya Panitia Khusus (Pansus) LKPJ, atas masukan dan saran yang diberikan. Ia menegaskan bahwa rekomendasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan ke depan.

“Masukan DPRD menjadi pijakan penting dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

DPRD juga menekankan pentingnya mempertahankan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola PAD, sekaligus mendorong penggalian sumber-sumber pendapatan baru. Selain itu, pemerintah daerah diminta memperkuat basis data perpajakan guna mendukung optimalisasi penerimaan daerah.

Dalam sektor pembangunan, DPRD berharap realisasi program, baik fisik maupun nonfisik, dapat dipercepat pada tahun 2026 agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Sektor pertanian turut menjadi perhatian utama. DPRD mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga stabilitas harga dan memberikan nilai tambah bagi petani. Isu pupuk bersubsidi juga disorot, dengan harapan pemerintah daerah mampu mengambil langkah adaptif terhadap perubahan kebijakan pusat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Haerul Warisin menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang telah disampaikan, dengan tetap membuka ruang pengawasan dari DPRD dan masyarakat.

“Pengawasan dan partisipasi publik sangat penting agar setiap kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Kamis, 26 Maret 2026

Bupati Lotim Perkuat Sinergi ke KSP, Dorong Kunjungan Presiden dan Proyek Strategis

Kunjungan Bupati Lotim Kr Deputi II Bidang Perekonomian

Okenews.net- Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan Kantor Staf Presiden (KSP), Popy Rufaidah, pada Kamis (26/3/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong efektivitas program pembangunan, khususnya di sektor ekonomi.

Dalam audiensi itu, Pemkab Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk memastikan berbagai program nasional dapat berjalan optimal di daerah. Sinergi ini dinilai penting guna mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah rencana kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Lombok Timur. Bupati berharap kunjungan tersebut dapat segera terealisasi, sekaligus menjadi momentum peresmian sejumlah proyek strategis.

Adapun proyek yang diusulkan untuk diresmikan antara lain Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) di Ekas, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. KNMP di Ekas bahkan diproyeksikan menjadi model percontohan bagi koperasi serupa di wilayah lain.

Selain itu, pertemuan juga membahas perkembangan program Makan Bergizi (MBG) yang dinilai memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi menekan angka pengangguran. Lombok Timur sendiri tercatat memiliki jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) terbanyak di Nusa Tenggara Barat.

Melalui audiensi ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, sehingga berbagai program prioritas dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rabu, 18 Maret 2026

Bupati Lotim Serahkan Zakat Lewat BAZNAS, Ajak ASN Perkuat Kepedulian Sosial

Bupati Lotim Beserta Wakil Bupati 

Okenews.net- Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyerahkan zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur dalam kegiatan pembayaran zakat lingkup pemerintah daerah dan masyarakat, Rabu (18/3/2026). Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Bupati dan dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah.

Penyerahan zakat tidak hanya dilakukan oleh bupati, tetapi juga diikuti Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, kepala OPD, pejabat eselon III dan IV, direksi BUMD, hingga pimpinan perusahaan swasta di Lombok Timur.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa zakat memiliki makna lebih dari sekadar kewajiban keagamaan. Ia menyebut zakat sebagai bentuk kepedulian sosial yang mendorong masyarakat untuk saling membantu, khususnya kepada mereka yang membutuhkan.

“Zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Karena itu seluruh pejabat, mulai dari struktural hingga teknis, diundang untuk menunaikannya melalui BAZNAS,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara optimal dan sesuai ketentuan sebagai salah satu upaya mempercepat pembangunan daerah. Ia mengingatkan bahwa potensi dana zakat di Lombok Timur sangat besar jika seluruh ASN menyalurkannya melalui BAZNAS.

Selain itu, BAZNAS Lombok Timur diminta menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Bupati mendorong tim audit internal untuk aktif melakukan pengawasan, serta mengingatkan agar penyaluran zakat dilakukan secara selektif dan tepat sasaran.

“Jangan sampai menerima proposal yang tidak jelas. Hindari praktik percaloan demi menjaga kepercayaan para muzakki,” tegasnya.

Ia juga berharap penyaluran zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang, seperti membantu masyarakat sakit maupun memperbaiki rumah tidak layak huni.

Melalui kegiatan ini, Bupati mengajak seluruh pejabat untuk memastikan partisipasi aktif dalam membayar zakat, termasuk melakukan pengecekan terhadap jajaran di bawahnya.

Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H.M. Juaini Taofik, yang telah melalui proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Selasa, 03 Maret 2026

Bupati Lotim Soroti Kredit Macet PT Selaparang Finansial, Minta Laba Ditingkatkan

Bupati Lombok Timur H. Hairul Warisin

Okenews.net- Haerul Warisin menyoroti kinerja PT Selaparang Finansial dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar Selasa (3/3/2026) di Labuhan Haji. Dalam arahannya, Bupati menegaskan perlunya perbaikan strategi manajemen untuk menekan angka kredit macet dan meningkatkan keuntungan perusahaan daerah tersebut.

Didampingi Wakil Bupati Moh. Edwin Hadiwijaya, Bupati menyebut rasio keuntungan dan kredit macet PT Selaparang Finansial belum ideal. Ia mengungkapkan, laba perusahaan masih di bawah 5 persen, sementara kredit macet berada di atas 10 persen.

“Yang saya lihat ini keuntungan di bawah 5 persen tapi kredit macet di atas 10 persen. Apakah itu bagus? Tidak,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan lembaga keuangan sangat ditentukan oleh ketepatan strategi dan kemampuan manajemen dalam menyelesaikan persoalan. Karena itu, ia meminta jajaran direksi dan karyawan lebih fokus pada penagihan piutang, dengan terlebih dahulu dibekali pelatihan yang memadai.

Bupati juga mengingatkan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial menjaga kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan agar seluruh kebijakan perusahaan diambil secara kolektif dan berbasis kajian, bukan keputusan sepihak.

“BUMD ini bekerja untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Setiap kebijakan harus mempertimbangkan efektivitas bisnis dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta manajemen melakukan pemetaan ulang terhadap potensi pasar dan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Dana yang tersedia, menurutnya, harus lebih produktif dan tidak sekadar mengendap di perbankan.

“Saya ingin melihat perubahan nyata pada RUPS tahun depan. Kredit macet harus turun dan keuntungan harus naik,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Selaparang Finansial, Muhammad Isra'I, mengakui kinerja perusahaan sepanjang 2025 belum maksimal meski terdapat pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya. Ia menyebut kondisi ekonomi nasional dan keterbatasan anggaran daerah turut memengaruhi performa perusahaan.

Ia menegaskan, masa ini merupakan fase transisi kepemimpinan yang krusial sehingga harus dikelola secara akuntabel untuk memastikan perbaikan berkelanjutan.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, PT Selaparang Finansial melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya restrukturisasi piutang, penataan penyertaan modal, penguatan prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan, efisiensi biaya operasional, serta perbaikan sistem pengendalian internal dan tata kelola perusahaan.

Direktur Utama PT Selaparang Finansial, Iva Nuril Solihani, dalam laporannya menyebut perusahaan ini merupakan satu-satunya perusahaan modal daerah yang seluruh sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan tetap bertahan di tengah penurunan jumlah perusahaan modal ventura secara nasional.

Dengan dukungan 25 karyawan, perusahaan ini menempatkan SDM sebagai aset utama, termasuk dengan memberikan fasilitas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Selain itu, PT Selaparang Finansial juga aktif mendukung program sosial daerah, seperti safari Ramadan, santunan anak yatim, rehabilitasi masjid, hingga pembagian paket sembako bagi masyarakat kurang mampu dan petugas kebersihan.

Jumat, 27 Februari 2026

Safari Ramadan di Suralaga, Gubernur NTB dan Bupati Lotim Perkuat Kebersamaan dengan Warga

Safari Ramadhan Bupati Lotim Bersama Gubernur NTB

Okenews.net- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar Safari Ramadan di Masjid Al-Muttaqin, Kecamatan Suralaga, Jumat malam (27/2/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Lalu Muhamad Iqbal, Indah Dhamayanti Putri, serta Haerul Warisin.

Kehadiran tiga pimpinan daerah tersebut disambut antusias masyarakat Suralaga yang telah berkumpul sejak sore untuk mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari buka puasa bersama hingga tausiah Ramadan.

Safari Ramadan hari ke-9 ini menjadi momen istimewa. Pasalnya, untuk pertama kalinya Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menghadiri kegiatan buka puasa bersama dalam satu masjid secara bersamaan, sekaligus didampingi Bupati Lombok Timur.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa kebersamaan tersebut merupakan simbol sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam melayani masyarakat.

“Ini menjadi momen kebersamaan. Kehadiran kami bersama di sini menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menegaskan bahwa hubungan antara pimpinan daerah tidak hanya bersifat formal dalam struktur pemerintahan, tetapi juga didasari rasa kepedulian terhadap masyarakat.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan perhatian kepada warga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pemerintahan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan tidak lagi terjebak pada perbedaan pilihan politik yang terjadi pada masa lalu.

“Kontestasi politik telah selesai. Saat ini yang terpenting adalah menjaga persaudaraan dan kebersamaan demi kemajuan daerah,” tegasnya.

Selain tausiah keagamaan, kegiatan Safari Ramadan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam menjaga stabilitas serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Selasa, 10 Februari 2026

Wabup Lotim Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP NTB, Gubernur Tekankan Pentingnya Pengawasan Tata Kelola

Edwin Hadiwijaya

Okenews.net- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mewakili Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang baru, Adrian Puspawijaya.

Prosesi pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muhammad Iqbal, di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Selasa (10/2/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya peran BPKP dalam mendampingi pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, BPKP memiliki posisi strategis sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara maupun daerah, serta pelaksanaan pembangunan nasional.

“Tugas Kepala BPKP adalah memberikan pemantauan, pengawasan, dan pendampingan agar tata kelola pemerintahan berjalan dengan benar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengawasan tidak semata-mata bertujuan mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya pencegahan agar pejabat publik tidak terjerat persoalan hukum akibat kelemahan sistem tata kelola.

Pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten/kota, lanjutnya, berkomitmen terus memperbaiki sistem pemerintahan dari waktu ke waktu. Karena itu, kolaborasi dengan BPKP menjadi sangat penting dalam mendorong tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Kami menyambut hangat kehadiran Kepala BPKP yang baru. Mohon dukungannya agar semangat pembenahan tata kelola ini dapat terus berjalan. Kapan lagi kita memperbaiki sistem kalau bukan sekarang,” tegasnya.

Adrian Puspawijaya sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala BPKP NTB. Pada tahun 2026 ini, BPKP memfokuskan pengawasan pada penguatan manajemen sumber daya manusia, pengelolaan anggaran, serta audit terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk Bank NTB Syariah.

Dalam menjalankan tugasnya, BPKP berperan sebagai mitra konsultatif pemerintah sekaligus pengawas yang mengedepankan langkah-langkah pencegahan dalam tata kelola pemerintahan.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi