www.okenews.net: Hamzanwadi
Tampilkan postingan dengan label Hamzanwadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamzanwadi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2026

IAIH Pancor Dampingi Guru PAUD Perkuat Pemahaman Gizi dan PMT Anak Usia Dini

IAIH Hamzanwadi Pancor

Okenews.net- Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan guru PAUD yang difokuskan pada penguatan kompetensi gizi dan praktik penyajian Pemberian Makan Tambahan (PMT).


Kegiatan bertajuk “Pendampingan Guru PIAUD: Meningkatkan Kompetensi Konseptual dan Praktik Penyajian Makan Tambahan (PMT) untuk Anak Usia Dini” tersebut digelar di Aula IAIH Pancor dan diikuti oleh guru dari berbagai satuan PAUD, TK, RA, dan SPS yang tersebar di Pulau Lombok hingga Sumbawa.


Sejumlah lembaga pendidikan turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya TK Bumi Gora Lombok Timur, TK Negeri 2 Masbagik, PAUD IT Qurrota A’yun Mataram, TK Mulajati Lombok Utara, RA Batu Rakit Bayan, TK Insan Qur’ani Sembalun, hingga TK Doremi Kecamatan Buer, Sumbawa Besar.


Kaprodi PIAUD IAIH Pancor, Baiq Halimatuzzuhrotulaini, M.Pd., mengatakan bahwa pendampingan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman guru PAUD terhadap pentingnya pemenuhan gizi sebagai bagian dari layanan pendidikan anak usia dini.


Menurutnya, PMT tidak dapat dipandang sekadar sebagai pelengkap kegiatan belajar, melainkan memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan guru PAUD memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun serta menyajikan makanan tambahan yang sehat, aman, dan bergizi,” ujarnya, Jumat (31/1/2026).


Ia menambahkan, guru PAUD merupakan pihak yang paling dekat dengan anak di lingkungan pendidikan, sehingga memiliki peran penting dalam memastikan kualitas asupan makanan tambahan yang diberikan.

Program pendampingan ini menargetkan peningkatan kapasitas guru dalam memahami gizi anak usia dini, merancang menu PMT yang sehat, serta mengelola program PMT secara terencana dan berkelanjutan di satuan PAUD.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan dikemas dengan metode terpadu yang mengombinasikan pemaparan materi, diskusi interaktif, simulasi, hingga praktik langsung penyusunan dan penyajian PMT. Pendekatan ini dilakukan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung di lembaga masing-masing.

Ke depan, Prodi PIAUD IAIH Pancor menargetkan kegiatan serupa menjadi agenda rutin pengabdian kepada masyarakat.


“Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi ruang kolaborasi antara kampus dan lembaga PAUD dalam meningkatkan kualitas guru serta layanan pendidikan anak usia dini, khususnya di wilayah NTB,” pungkasnya.


Mahasiswa PIAUD IAIH Pancor Tampilkan Kreativitas Lewat Pentas Seni Akhir Semester

Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)

Okenews.net- Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menggelar Pentas Seni Mahasiswa bertema “Berkarya, Berbudaya, dan Berkreasi” di Aula IAIH Pancor, Kamis (30/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi akhir semester sekaligus wadah pengembangan bakat seni mahasiswa.


Beragam penampilan seni musik dan tari disuguhkan mahasiswa PIAUD, dengan memadukan unsur budaya nusantara dan sentuhan modern. Pentas seni tersebut tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga mencerminkan hasil pembelajaran yang telah ditempuh mahasiswa selama satu semester.


Kaprodi PIAUD IAIH Pancor, Baiq Halimatuzzuhrotulaini, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran terintegrasi, bukan sekadar hiburan semata.

Menurutnya, mahasiswa dilibatkan secara langsung mulai dari perencanaan konsep pertunjukan, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi, sehingga mampu melatih kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan manajerial.


“Pentas seni ini menjadi sarana mahasiswa untuk mengaktualisasikan kemampuan akademik dan non-akademik yang telah diperoleh selama perkuliahan,” ujarnya di sela kegiatan.


Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan capaian pembelajaran Prodi PIAUD, khususnya dalam membekali mahasiswa agar mampu merancang dan mengimplementasikan pembelajaran anak usia dini yang kreatif dan inovatif.


Selain aspek keterampilan seni, pentas seni ini juga menekankan penguatan pendidikan karakter dan kecintaan terhadap budaya lokal. Nilai-nilai seperti kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, serta apresiasi terhadap budaya nusantara ditanamkan melalui setiap penampilan.


“Mahasiswa tidak hanya tampil di atas panggung, tetapi juga memahami makna budaya dari karya yang dibawakan,” tambahnya.


Ia menegaskan, kemampuan seni dan kreativitas menjadi bekal penting bagi calon guru PAUD dalam menciptakan proses pembelajaran yang menarik, komunikatif, dan menyenangkan bagi anak.


Ke depan, Prodi PIAUD IAIH Pancor menargetkan pentas seni mahasiswa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan kampus sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lulusan.


Kamis, 22 Januari 2026

Silaturahmi Ulama Nusantara–Thailand: Rektor IAIH Pancor Kunjungi Saiburi Islam Wittaya School

Silaturrahmi Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., melakukan kunjungan silaturahmi ke Saiburi Islam Wittaya School yang berada di Saiburi, Pattani, Thailand. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat jejaring keilmuan sekaligus memperkokoh persaudaraan antarlembaga pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Kehadiran TGB beserta rombongan disambut hangat oleh pimpinan Saiburi Islam Wittaya School, Ustadz Abdulloh. Ia menyampaikan rasa hormat dan kebanggaan atas kunjungan tokoh ulama dari Indonesia tersebut, yang dinilai membawa semangat persatuan dan kolaborasi pendidikan lintas negara.

“Kami merasa terhormat menerima kunjungan ulama dan tokoh besar dari Indonesia. Semoga pertemuan ini menjadi awal terjalinnya persahabatan dan kerja sama yang kuat antara Saiburi Islam Wittaya School dan sivitas akademika IAIH Pancor,” ujar Ustadz Abdulloh, Selasa (21/1/2026).

Selain itu, TGB juga disambut langsung oleh pendiri Saiburi Islam Wittaya School, Dato’ Abdul Kadir, tokoh Islam berpengaruh di Thailand Selatan. Dato’ Kadir menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan tersebut yang dinilainya sebagai kehormatan besar bagi lembaga dan masyarakat sekitar.

“Kami sangat berbahagia atas kehadiran TGB di Saiburi. Ini adalah bentuk silaturahmi yang sangat kami hargai dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.

Pertemuan dua tokoh ini memiliki makna khusus mengingat TGB dan Dato’ Abdul Kadir sama-sama merupakan alumni Universitas Al-Azhar, Mesir. Kesamaan latar belakang keilmuan tersebut semakin menguatkan ikatan intelektual dan ukhuwah Islamiyah di antara keduanya.

Dalam sambutannya, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi menyampaikan penghargaan dan rasa hormat yang tinggi kepada keluarga besar Saiburi Islam Wittaya School atas dedikasi mereka dalam mengembangkan pendidikan Islam di Thailand Selatan.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar YPH PPD NWDI Pancor, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan dan jihad ta’lim yang dilakukan Saiburi Islam Wittaya School. Para pejuang pendidikan di wilayah ini adalah garda terdepan umat,” tutur TGB yang juga menjabat Ketua Umum PB NWDI dan Ketua OIA Al-Azhar Indonesia.

Ia menegaskan bahwa kemajuan umat tidak dapat dipisahkan dari penguasaan ilmu pengetahuan. Menurutnya, ilmu dan hikmah merupakan fondasi utama dalam membangun umat yang kuat dan bermartabat.

“Pintu kemajuan umat adalah ilmu. Dengan ilmu dan hikmah, umat akan menjadi baik dan berdaya. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk belajar kepada ahlinya,” tegasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan kerja sama dan persaudaraan antara lembaga pendidikan Islam Indonesia dan Thailand, sekaligus menginspirasi pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada ilmu, akhlak, dan kemajuan peradaban umat.

Selasa, 20 Januari 2026

TGB Zainul Majdi Gaungkan Persatuan Umat, Akhlak, dan Hakikat Ilmu di Forum Internasional Thailand

TGH Muhammad Zainul Majdi, MA. Rektor IAIH Hamzanwadi Pancor

Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA, menyampaikan gagasan mendalam tentang persatuan umat, akhlak Islam, dan hakikat ilmu pengetahuan dalam sebuah seminar ilmiah internasional yang digelar di Dawood Conference Room, Attarkiah Islamiah Institute, Thailand, Senin (19/01/2026).


Seminar tersebut diawali dengan sambutan penuh kehangatan dari TGB yang mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT serta penghormatan kepada para ulama, akademisi, dan pemimpin yang hadir. Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menyebut Sheikh Babu Hussien sebagai bentuk penghormatan, sekaligus mengenang Dr. Faisal sebagai sosok guru yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan intelektualnya.


Dalam pemaparannya, TGB menegaskan bahwa kedekatan antarmanusia tidak semata ditentukan oleh jarak geografis, melainkan oleh keselarasan hati, pemikiran, dan visi.


“Saya memiliki pengalaman bersama Dr. Faisal dan sejumlah tokoh lain yang meskipun baru bertemu, namun telah merasakan ikatan batin yang kuat. Inilah yang sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang persatuan hati di antara manusia,” ujar TGB yang juga menjabat Ketua Umum PB NWDI.


Ia menekankan pentingnya persatuan umat Islam lintas negara, seraya menyatakan bahwa perbedaan budaya dan wilayah tidak seharusnya menjadi penghalang kebersamaan.


“Persamaan iman dan tujuan jauh lebih besar. Orang-orang beriman adalah bersaudara dan saling menguatkan, baik di Indonesia, Thailand, maupun di belahan dunia lainnya,” tegasnya.


Lebih lanjut, TGB menyoroti nilai ta’awun (saling menolong) sebagai fondasi utama peradaban Islam. Menurutnya, kejayaan Islam di masa lalu tidak terlepas dari semangat kolaborasi, pelayanan, dan kesediaan untuk saling melengkapi dalam ilmu dan amal.


“Nilai ta’awun sebagai fondasi peradaban Islam tetap relevan untuk terus dihidupkan dalam konteks masyarakat modern,” ujarnya.


Dalam salah satu refleksi penting, ia mengulas makna etika Islam dalam penghormatan kepada tamu, yang disimbolkan melalui pemutaran lagu kebangsaan Indonesia sebelum lagu kebangsaan Thailand.


“Itu merupakan perwujudan ajaran Islam yang menempatkan adab dan perbuatan nyata di atas sekadar retorika. Kebaikan yang diwujudkan melalui tindakan mampu diterima secara universal, melampaui sekat agama dan budaya,” jelasnya.


TGB juga menegaskan bahwa dakwah Nabi Muhammad SAW lebih banyak ditunjukkan melalui keteladanan akhlak daripada ceramah verbal semata.


“Sebagian besar kehidupan Nabi diisi dengan praktik akhlak mulia yang konsisten, sementara penyampaian lisan dilakukan secara bijak agar pesan tetap membekas,” katanya.


Ia kemudian mengulas metode dakwah Rasulullah SAW di Madinah yang sederhana namun efektif, seperti membiasakan salam, berbagi makanan dengan tetangga, menjaga silaturahmi, serta menghidupkan ibadah malam.


“Nilai-nilai ini mampu membangun masyarakat yang harmonis dan penuh kepedulian sosial,” paparnya.


Dalam konteks keilmuan, TGB menjelaskan bahwa ilmu dalam Islam tidak berhenti pada penguasaan teori, melainkan harus melalui tiga tahapan utama, yakni ad-dhilawatu (membaca dan mencari pengetahuan), ad-tazkiyatu (penyucian dan penghayatan diri), serta ad-takliyatu (pengamalan ilmu).


“Ilmu yang tidak diamalkan dan tidak membentuk akhlak hanya akan menjadi pengetahuan yang kosong,” tegasnya.


Mengakhiri pemaparannya, TGB mengutip firman Allah SWT, “Innama yakhsyallaha min ‘ibadihil ‘ulama”, seraya menegaskan bahwa ilmu sejati melahirkan khashyah, yakni rasa takut yang dilandasi cinta dan penghormatan kepada Allah.


“Ukuran ilmu bukanlah gelar akademik, melainkan perilaku dan akhlak yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.


Minggu, 18 Januari 2026

Rektor IAIH Pancor Sambut Ulama Al-Azhar, Tegaskan Pentingnya Pendidikan Generasi Islam Berakhlak

IAIH Hamzanwadi NWDI Pancor
Okenews.net-Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, M.A., secara resmi menyambut kehadiran ulama muda terkemuka Universitas Al-Azhar Kairo, Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na’imah, dalam Seminar Internasional yang digelar di Aula IAIH Pancor, Jumat (17/01/2026). Seminar tersebut mengangkat tema strategis tentang pendidikan generasi Islam yang berlandaskan hikmah, ilmu, dan akhlak.

Mengawali sambutannya dengan selawat serta doa bagi kemaslahatan umat Nabi Muhammad SAW, TGB menegaskan adanya kedekatan emosional dan intelektual antara Universitas Al-Azhar dan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Ia menyampaikan bahwa Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na’imah bukan sekadar tamu kehormatan, melainkan bagian dari keluarga besar organisasi sebagai anggota Dewan Pakar Pengurus Besar NWDI.

“Kehadiran beliau menjadi bukti kecintaan dan kepercayaan Al-Azhar terhadap institusi kita. Beliau hadir sebagai representasi Al-Azhar yang selama lebih dari seribu tahun dikenal sebagai menara ilmu dan benteng Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar TGB.

Lebih lanjut, TGB menjelaskan bahwa seminar internasional ini berfokus pada tema Tansyi’atul Ajyal atau pendidikan generasi muda. Ia merujuk keteladanan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali melalui karya monumentalnya Ayyuhal Walad (Wahai Anakku), yang sarat dengan pesan dan wasiat mendalam bagi pemuda dalam menata masa depan.

“Tema ini telah menjadi perhatian utama para ulama sejak dahulu. Generasi muda harus membekali diri dengan nilai-nilai dasar berupa hikmah, ilmu, dan akhlak agar mampu menjadi bagian dari umat terbaik (khairu ummah),” tegasnya.

Sebelum mengisi Seminar Internasional di IAIH Pancor, Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na’imah juga menyampaikan kuliah umum di Madrasah Diniyah Quranul Hakim (MDQH) NWDI Pancor. Dalam kesempatan tersebut, ia mengulas kitab karyanya tentang Qawaidul Fiqhiyyah (Kaidah-Kaidah Fiqh), yang membahas lima kaidah asasi dalam syariat Islam.

TGB berharap kehadiran ulama Al-Azhar di lingkungan NWDI dan IAIH Pancor dapat membuka cakrawala keilmuan santri dan mahasiswa, sekaligus memperkuat misi dakwah Islam yang moderat, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin.

Sabtu, 20 Desember 2025

TGB Zainul Majdi: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian Nyata Alumni IAIH Pancor

Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. M. Zainul Majdi, MA., menyampaikan pesan kebangsaan dan keilmuan dalam acara Wisuda ke-35 IAIH Pancor yang berlangsung khidmat di GOR Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur, Sabtu (20/12/2025).


Dalam sambutannya, TGB menegaskan bahwa wisuda bukanlah titik akhir dari proses pendidikan, melainkan awal pengabdian nyata para alumni di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesiapan lulusan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh secara bertanggung jawab dan berorientasi pada kemaslahatan.


“Wisuda bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari pengabdian. Tantangan zaman menuntut integrasi antara kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, dan kepekaan sosial,” ungkap TGB di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.


Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan tidak boleh menjauhkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaan dan akhlak. Oleh karena itu, lulusan IAIH Pancor diharapkan mampu bersikap adaptif terhadap perubahan, tanpa kehilangan identitas keislaman dan tradisi kepesantrenan.


“Ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan akhlak. Gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi amanah untuk memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.


Lebih lanjut, TGB mengingatkan para wisudawan agar tetap memegang teguh nilai moderasi beragama (wasathiyah) serta menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Ia juga menekankan pentingnya semangat khidmah dan pengabdian, sebagaimana nilai perjuangan yang diwariskan oleh pendiri Nahdlatul Wathan sekaligus pendiri IAIH Pancor, Al-Magfurulah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.


Selain itu, TGB mendorong sivitas akademika IAIH Pancor untuk terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi Islam yang mampu menjawab tantangan global, sekaligus berakar kuat pada tradisi keilmuan dan nilai-nilai lokal.


“Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas secara global, tetapi kokoh secara moral dan spiritual-generasi yang berotak maju, berhati lurus, dan berpihak pada kemaslahatan,” ujarnya.


Wisuda ke-35 IAIH Pancor diikuti oleh 549 wisudawan dari berbagai program studi dan jenjang pendidikan. Momentum wisuda ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya alumni yang berintegritas, berdaya saing, serta siap berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.


Sabtu, 29 November 2025

Universitas Hamzanwadi Wisuda 1.287 Lulusan, Rektor Soroti Transformasi dan Daya Saing

Universitas Hamzanwadi

Okenews.net- Universitas Hamzanwadi menggelar Wisuda ke-10. Prosesi pengukuhan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri ribuan orang tua dan tamu undangan. Sebanyak 1.287 lulusan dari berbagai fakultas resmi dilepas untuk memasuki dunia kerja.Sabtu (29/11/2025).

Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, menyebut pelaksanaan wisuda tahun ini beriringan dengan momentum peringatan Hari Guru. Ia menjelaskan bahwa kampus tersebut memiliki akar sejarah panjang sebagai STKIP yang berperan besar dalam mencetak pendidik di NTB selama puluhan tahun.

“Kita baru memperingati Hari Guru, dan kampus ini berdiri dari tradisi mencetak tenaga pendidik,” ujar wanita yang akrab disapa ummi Rohmi ini.

Ia mengatakan alumni Hamzanwadi telah tersebar di banyak wilayah dan lama mengabdi dalam dunia pendidikan. Rektor menilai hal ini menjadi pengingat penting bagi seluruh civitas akademika agar tetap menjaga mutu lulusan di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga profesional.

“Banyak guru yang bekerja di NTB maupun luar daerah merupakan lulusan kampus ini. Itu menjadi tanggung jawab besar bagi kita semua,” katanya.

Selain itu, Rohmi memaparkan beberapa capaian universitas dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut pembukaan fakultas kedokteran serta program studi pendidikan khusus bagi penyandang disabilitas sebagai langkah strategis yang jarang dimiliki perguruan tinggi di Indonesia, terutama di kawasan Bali Nusra.

“Prodi seperti pendidikan khusus jumlahnya sangat sedikit, dan Hamzanwadi menjadi salah satu yang menyediakannya,” ucapnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada sekadar kebanggaan institusi. Ia menekankan bahwa seluruh kemajuan harus diikuti peningkatan kualitas layanan akademik dan non-akademik agar kampus tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Segala pencapaian ini harus memotivasi kita untuk bekerja lebih serius dan lebih berkualitas,” tegasnya.

Rohmi juga menyoroti dinamika pasar kerja yang berubah cepat akibat perkembangan teknologi. Ia menyampaikan bahwa Hamzanwadi kini sedang melakukan penataan struktur internal untuk memperkuat orientasi riset dan inovasi.

“Kami mulai bergerak dari teaching university menuju research university,” katanya.

Transformasi itu diperkuat melalui pembentukan tiga center of excellent yang berfokus pada literasi digital, bahasa asing, dan kewirausahaan. Rektor menilai ketiga aspek tersebut menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki lulusan agar dapat bersaing secara global.

“Mahasiswa harus melek digital, kuat berbahasa asing, dan berjiwa entrepreneur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan adaptasi menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan lulusan di dunia kerja. Menurutnya, banyak pekerjaan saat ini tidak lagi berpatokan pada kesesuaian antara jurusan dan profesi, melainkan pada kelincahan lulusan membaca peluang.

“Banyak lulusan bekerja tidak sesuai jurusan, tapi mereka sukses karena adaptif,” katanya.

Untuk mendukung kesiapan lulusan, kampus juga memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui perkuliahan dan inkubator bisnis. Program tersebut digulirkan untuk mendorong mahasiswa menciptakan peluang usaha sejak masih kuliah.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan, tapi mampu menciptakan pekerjaan,” jelasnya.

Selain itu, Universitas Hamzanwadi membentuk Halal Center untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan sertifikasi halal. Rektor menilai upaya itu penting agar produk daerah memiliki kesempatan masuk ke pasar internasional.

“Sertifikasi halal adalah kebutuhan untuk pengakuan global, dan kami ingin UMKM dipermudah,” tutupnya.

Minggu, 31 Agustus 2025

BEM Universitas Hamzanwadi Imbau Mahasiswa Baru Tidak Ikut Aksi 1 September

Izul Efendi, Presiden Mahasiswa Universitas Hamzanwadi

Okenews.net – Menjelang aksi demonstrasi serentak di berbagai wilayah pada 1 September 2025, Presiden Mahasiswa BEM Universitas Hamzanwadi, Izul Efendi, mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh mahasiswa baru agar tidak ikut serta dalam aksi tersebut.

Izul menegaskan bahwa BEM Universitas Hamzanwadi tidak mengeluarkan sikap kelembagaan untuk turun aksi pada momentum itu. Sikap ini sejalan dengan arahan Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH-PPD) NWDI Pancor, yang menekankan pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan mahasiswa, khususnya mahasiswa baru.

“Mahasiswa baru diharapkan fokus pada proses awal perkuliahan, mengenal lingkungan kampus, serta mempersiapkan diri menapaki perjalanan akademik. Keselamatan dan kenyamanan mereka harus menjadi prioritas utama,” ujar Izul Efendi, Minggu (31/08/2025).

Imbauan ini, lanjutnya, merupakan langkah preventif agar mahasiswa baru tidak terseret dalam dinamika yang berpotensi mengganggu proses adaptasi di kampus. Ia menekankan bahwa aksi demonstrasi adalah bagian dari dinamika demokrasi, namun mahasiswa baru diminta menahan diri demi keamanan dan keselamatan bersama.

Selain itu, pihak universitas bersama yayasan juga melakukan langkah antisipatif dengan menyesuaikan sejumlah agenda kampus demi terciptanya suasana kondusif. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga atmosfer akademik yang aman dan nyaman bagi mahasiswa baru.

Melalui imbauan tersebut, BEM Universitas Hamzanwadi berharap mahasiswa baru tetap bisa memahami situasi nasional secara proporsional, tetap waspada, namun tidak kehilangan fokus pada peran utama mereka sebagai mahasiswa yang baru memulai perjalanan akademik.

Kamis, 21 Agustus 2025

Universitas Hamzanwadi Bersama BTPN Syariah Gelar Rekrutmen Pegawai

Puluhan peserta ikuti rekrutmen dari berbagai daerah di NTB 
Okenews.net - Universitas Hamzanwadi terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan rekrutmen pegawai bersama BTPN Syariah, Kamis, 21 Agustus 2025.

Kegiatan rekrutmen ini diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini dibuka untuk lulusan SMA/sederajat, D3, dan S1 dengan posisi Community Officer, yakni tenaga profesional yang berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui layanan perbankan syariah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I BidangAkademik Universitas Hamzanwadi, Dr. Abdullah Muzakkar, M.Si, Kepala Pusat Karir dan Kerjasama Alumni Dr. Muhamad Ali, M.Si. Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan dukungan penuh kampus dalam memperluas akses karier bagi mahasiswa dan alumni.

Wakil Rektor Dr. Abdullah Muzakkar, M.Si menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi universitas dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja yang sekarang ini relatif sulit bagi lulusan perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Hamzanwadi tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjembatani peluang kerja bagi lulusan serta masyarakat luas, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.

“Universitas Hamzanwadi tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pemberian akses yang luas terhadap peluang kerja, sebagai bentuk nyata dukungan bagi kemandirian, karier, dan masa depan mahasiswa maupun alumni.” Jelasnya.

Menurutnya, rekrutmen bersama BTPN Syariah ini menjadi bukti nyata bagaimana kampus berperan dalam mengimplementasikan tagline ‘Kampus Berdampak’ yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek.

Sementara itu, Kepala Pusat Karir dan Kerjasama Alumni Universitas Hamzanwadi Dr. Muhamad Ali, M.Si menegaskan, pihak kampus aktif menghadirkan berbagai program yang memberi manfaat langsung bagi mahasiswa dan alumni.

“Inilah bentuk nyata kehadiran kampus yang berdampak. Alumni tidak hanya diberi bekal pengetahuan, tetapi juga didukung dalam menemukan jalan karier terbaik melalui kolaborasi strategis, jaringan kemitraan, serta akses rekrutmen kerja yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menegaskan, BTPN Syariah menawarkan berbagai fasilitas dan benefit menarik bagi pegawai yang lolos seleksi, mulai dari pendapatan tetap, insentif, tunjangan hari raya (THR) dua kali gaji, jaminan kesehatan.

“Termasuk kesempatan beasiswa S1, perjalanan ke luar negeri, dan ibadah umroh. Seluruh proses seleksi ini dilaksanakan secara gratis tanpa pungutan biaya dan berlangsung dengan tertib,” sambungnya.

 

 

Sabtu, 09 Agustus 2025

ASURANSI PENDIDIKAN UNTUK ASN, TNI, DAN POLRI “Strategi Reformasi Kesejahteraan Aparatur dan Investasi SDM Nasional”

foto dok/ist

Oleh: Dr. Muhamad Ali, M.Si_
Dosen Pascasarjana Universitas Hamzanwadi

Latar Belakang dan Jastifikasi Akademik


Biaya pendidikan tinggi di Indonesia terus mengalami kenaikan signifikan, rata-rata 7– 10 persen per tahun (BPS, 2024), melampaui inflasi umum. Uang pangkal di perguruan tinggi negeri jalur mandiri bisa mencapai Rp25–100 juta, sedangkan di perguruan tinggi swasta favorit lebih tinggi lagi. Tanpa instrumen perlindungan yang memadai, tekanan finansial ini akan terus membebani aparatur negara. Kajian Bank Dunia (2019) menegaskan bahwa kesejahteraan yang memadai berkorelasi positif dengan rendahnya risiko penyalahgunaan wewenang. 

Ide dan gagasan ini lahir dari rangkaian pengalaman dan pengamatan langsung. Diskusi rutin dengan seorang sahabat yang merupakan anggota Polri membuka mata bahwa banyak aparatur negara baik ASN, TNI, maupun Polri menghadapi kesulitan besar membiayai pendidikan anak, khususnya di tingkat perguruan tinggi. Apalagi paska lahirnya UU yang mengatur tentang PTN-BH, BLU yang memungkinkan pemberian otonomi yang lebih besar kepada Lembaga Pendidikan khususnya Perguruan Tinggi untuk mengelola sumber pembiayaanya secara mandiri. Meski tujuannya untuk memberikan kemungkinan terjadinya subsidi silang, tetapi praktik dilapangan justru sebaliknya, beberapa kasus di PT tertentu dijadikan sebagai ruang untuk menarik Uang pangkal (IPI) dan UKT yang sangat tinggi dan cendrung tidak masuk akal. 

Biaya pangkal yang tinggi dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terus merangkak naik menjadi beban berat, apalagi bagi mereka yang memiliki lebih dari satu orang anak yang  kuliah bersamaan. Tekanan ini tidak hanya memengaruhi kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu fokus kerja dan, dalam kasus tertentu, menjadi pemicu perilaku koruptif.

Meski ada opsi lain dengan adanya tawaran produk asuransi pendidikan dari beberapa BUMN dan perusahaan asuransi swasta, sering kali tidak sejalan antara promosi awal dengan realisasi manfaatnya. Tidak jarang proses pencairan klaim atau pembayaran manfaat pendidikan berjalan lambat atau rumit, sehingga mengurangi rasa percaya masyarakat terhadap skema perlindungan yang ada. Hal ini menunjukkan perlunya sebuah model asuransi pendidikan yang lebih transparan, konsisten, dan benar-benar berpihak pada peserta.

Apalagi setelah menonton Vidio yang dibagikan oleh, Bro Pahrudin di satu WAG Internal Prodi Link Podccast “Akbar Faizal Uncensored” yang membahas alokasi 20 persen anggaran pendidikan nasional.  Judulnya menarik “Menggugat Sri Mulyani “Belokan” Anggaran Pendidikan. Kita Akhirnya Menjadi Bangsa Terbelakang”. Saya semakin terkejut, dan makin tergerak untuk menjadikan ini sebuah tulisan untuk kemudian saya bagikan supaya bisa dibaca oleh banyak orang, paling tidak sebagai bagian dari proses sharing dan edukasi Bersama.

Berdasarkan tayangan perbandingan data peserta didik/mahasiswa yang bersekolah pada sekolah formal yang dikelola di dua Kementerian (Kementrian Dikdasmen dengan jumlah siswa 53,17 juta siswa mendapatkan alokasi 33,5 Triliun, sementara Kemendiktisaintek dengan 8,9 juta mahasiwa mendapatkan alokasi anggaran sebesar 57,7 triliun. Sehingga kalau di jumlahkan secara keseluruhan Total Jumlah alokasi Anggaran untuk membiayai sektor Pendidikan formal di dua kementerian dengan total jumlah siswa dan mahasiswa 62,07 juta orang adalah Rp. 91,2 Triliun. 

Kalau di rata-ratakan per siswa/mahasisa mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,47 juta per orang per tahun. Angka ini kalau dibandingkan dengan jumlah alokasi anggaran untuk membiayai sekolah kedinasan yang di kelola oleh beberapa Lembaga dan Kementerian lain di luar Kementerian Pendidikan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 104, 5 Triliun hanya untuk membiayai siswa/mahasiswa sebesar 13.000 orang, sehingga jumlah rata-rata biaya yang diberikan kepada mereka setiap tahun sebesar Rp.8,03 Milyar.

Ketimpangan ini menimbulkan pertanyaan serius, seberapa besar dampak Pendidikan Kedinasan terhadap kinerja pemerintahan? Hingga saat ini, sulit menemukan bukti bahwa output pendidikan kedinasan benar-benar memberikan pengaruh signifikan pada kualitas birokrasi atau pelayanan publik. Justru sebaliknya, model pendidikan ini bersifat eksklusif, hanya dapat diakses oleh segelintir orang, dan berpotensi memperlebar jurang kesenjangan sosial. Proses seleksi yang seharusnya murni berdasarkan kompetensi pun kerap dikaburkan oleh praktik budaya koruptif, mulai dari “titipan” hingga pungutan liar yang merusak prinsip meritokrasi.

Sebagai solusi, Asuransi Pendidikan Aparatur diusulkan sebagai skema perlindungan sosial berbasis gotong royong. Konsep dimana, peserta menyisihkan 1–3 persen gaji pokok dan tunjangan kinerja setiap bulan, untuk di potong dan dikelola secara profesional oleh badan khusus. Dengan estimasi 5,3 juta peserta aktif dan iuran rata-rata Rp150 ribu, dana tahunan dapat mencapai Rp9,54 triliun, yang bisa diinvestasikan di instrumen aman seperti obligasi negara untuk menghasilkan tambahan imbal hasil.

Program ini bukan sekadar tunjangan tambahan, melainkan investasi strategis negara pada sumber daya manusianya sendiri, untuk menjamin pendidikan anak Aparatur Negara (ASN, TNI dan POLRI) tanpa beban finansial yang mencekik, sekaligus memperkuat integritas, loyalitas, dan produktivitas birokrasi. Selain itu, konsep ini paling tidak secara akademik bisa dijastifikasi melalui tiga hal: (1) Keadilan distribusi anggaran, mengoreksi ketimpangan alokasi antara mayoritas peserta didik dengan kelompok eksklusif pendidikan kedinasan; (2) Pembangunan SDM aparatur, menjamin masa depan anak-anak aparatur negara demi terciptanya generasi penerus yang berpendidikan dan berintegritas; (3) Pencegahan risiko sosial dan moral hazard, mengurangi tekanan finansial yang berpotensi memicu perilaku koruptif di lingkungan birokrasi. Baca lebih lanjut...? klik DOWNLOAD 

Sabtu, 05 Juli 2025

Perkuat Manajemen Organisasi, HMPS Pendidikan Sosiologi Universitas Hamzanwadi Gelar MOK

Pose bersama usai kegiatan MOK di ruang laboratorium 
Okenews.net — HMPS Pendidikan Sosiologi FISE Universitas Hamzanwadi menggelar kegiatan Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan (MOK), Sabtu (05/07/2025) di Laboratorium Pendidikan Sosiologi guna menguatkan pemahamam dalam menjalankan organiasi. 

Dengan mengangkat tema “Kepemimpinan dan Manajemen Sosial: Menggerakkan Organisasi dengan Lensa Sosiologi”, kegiatan ini tak sekadar menjadi pelatihan, melainkan ruang pembacaan ulang atas praktik kepemimpinan mahasiswa yang kerap kehilangan orientasi sosialnya.

Kegiatan ini diikuti pengurus HMPS dan mahasiswa aktif lainnya. Diharapkan, melalui MOK ini menjadi forum penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar kepemimpinan sosiologis, serta memperkuat manajemen organisasi berbasis kolaborasi, empati, dan kesadaran sosial.

Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi, M Zainul Asror, MA mengatakan, mahasiswa hari ini tidak cukup hanya belajar tentang struktur dan strategi organisasi, tetapi juga perlu membongkar ulang motivasi dan visi sosial mereka.

“Organisasi mahasiswa idealnya menjadi cermin dari dinamika masyarakat. Jika hanya berputar pada agenda formalitas tanpa kepekaan sosial, maka yang tercipta hanyalah manajemen kosong tanpa ruh,” tegasnya dalam sambutan pembukaan.

Menurutnya, MOK menjadi upaya kolektif HMPS untuk menguatkan kembali ruh sosiologis ke dalam jantung organisasi mahasiswa. Melalui rangkaian diskusi kritis, refleksi nilai, studi kasus, dan pembacaan realitas sosial.

"Konteks ini, peserta diajak memahami bahwa menjadi pemimpin berarti juga menjadi pembaca kondisi, penggerak perubahan, dan perawat solidaritas sosial.di tengah tantangan global," tegas Asror.

Kegiatan berlangsung dinamis dan menarik. Para pemateri memaparkan kepemimpinan yang tidak hanya berbasis pada kemampuan teknis, tetapi juga pada pemahaman struktural dan nilai-nilai sosial yang hidup dalam masyarakat.

Dengan merujuk pada teori-teori sosiologi klasik dan kontemporer, pemateri menyoroti bagaimana relasi kuasa, norma sosial, dan struktur budaya membentuk karakter seorang pemimpin, terutama mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

Korprodi M Zainul Astor, MA (kiri)  memberikan sambutan dan membuka acara bersama pengurus HMPS Wahyudi Saputra (kanan)
Kegiatan ini menghadirkan pemateri M. Marzuki, M. Pd dan Hanapi, M.Si menekankan pentingnya kepemimpinan masa depan yang menuntut keberanian untuk mengambil sikap di tengah ketidakpastian, dan kemampuan untuk bersikap inklusif di tengah masyarakat yang semakin majemuk.

Hanapi juga menegaskan perubahan dunia dari VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambigous) yang bergeser ke BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) yang menuntut pemimpin untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi tangguh secara emosional, adaptif secara sosial, dan bijak secara kultural.

Di tengah ketidakpastian dan kompleksitas sistem sosial yang terus bergerak, pemimpin tidak bisa lagi mengandalkan pola pikir linier dan solusi satu arah. Pemimpin dituntut untuk mampu membaca konteks, mengelola keragaman, serta menavigasi perubahan dengan nilai-nilai yang kuat sebagai kompas moral.

“Dalam dunia yang 'rapuh' dan penuh kecemasan ini, pemimpin harus menjadi jangkar, bukan hanya untuk yang dipimpinnya, tetapi bagi komunitas yang lebih luas. Itu artinya, kita harus berpijak pada nilai-nilai yang ada,” ujar kandidat doktor di Undiksha itu.

Ia menambahkan, menghadapi era BANI bukan berarti menjadi pemimpin yang kaku dan reaksioner, tetapi justru menjadi pemimpin yang reflektif dan resilien. Nilai-nilai lokal bukan hambatan modernitas, tetapi justru sumber daya etis dan kultural untuk menumbuhkan kepemimpinan yang berakar dan berdaya tahan tinggi.

Ketua Umum HMPS, Wahyu Saputra menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak dibentuk untuk melatih “pemimpin dadakan,” tapi justru untuk membongkar cara berpikir lama yang kerap menjadikan organisasi sekadar alat pengumpul poin prestasi.

Menurutnya, salah satu tujuan MOK tahun ini adalah menumbuhkan kesadaran kolektif, bahwa menjadi pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus memiliki akar kultural dan daya sosial.

“Kami berharap lahirnya pemimpin yang sadar struktur ketimpangan, budaya kolektivitas, dan nilai keadilan sosial. Membangun karakter pemimpin yang bisa menggerakkan bukan dengan perintah, tetapi dengan teladan. Inilah esensi sosiologi dalam organisasi,” ujarnya.

Rabu, 04 Juni 2025

Selamatkan Gawah, Mahasiswa Hamzanwadi Hijaukan Lereng Rinjani


Gawah tilah masyarakat molah, aiq limpah selapuk cigah
(hutan terjaga, masyarakat enak, air melimpah untuk semua kehidupan). Sebuah tagline yang digaungkan saat pelaksanaan penghijuaan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni.

Tagline ini menjadi menarik karena mencerminkan filosofi hidup masyarakat Sasak yang sangat menghargai alam. Bagi mereka, menjaga alam bukan sekadar melakukan penghijauan, tapi kebersamaan menjaga warisan, dan masa depan. 

Di sinilah semangat itu hidup kembali—dalam aksi nyata anak-anak muda dari Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Hamzanwadi yang menanam 1.500 pohon di lereng Rinjani, Sabtu (31/05/2025) dan Selasa (03/06/2025) di Joben Montong Gading. 

Kegiatan ini bukan sekadar "tanam-tanam lalu pulang". Lebih dari itu, ini bentuk cinta pada bumi, pada air, pada kehidupan. Mereka datang bukan sekadar bibit, tapi dengan harapan semoga anak cucu nanti masih bisa melihat Rinjani hijau, merasakan sejuknya hutan, dan mendengar gemericik air dari mata air yang tak pernah kering.

Di tengah isu perubahan iklim yang makin terasa dampaknya, langkah kecil seperti ini justru punya makna besar. Soalnya, siapa lagi yang bisa jaga alam kalau bukan kita sendiri? Jadi, kalau hari ini bisa menanam pohon, kenapa kita enggak bisa ikut menyiram dan mendukungan? Atau syukur-syukur, ikut tanam di sekitar rumah, sekolah, atau kampus, karena bumi tidak butuh omongan, tapi butuh tindakan.

Terkait dengan itu, Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Hamzanwadi melaksanakan aksi nyata melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa penanaman pohon di hutan (gawah) kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Mengusung tema “Joben Betaletan, Joben Lestari”, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kelestarian ekosistem hutan dan mata air, serta merespons krisis iklim yang kian mengkhawatirkan di tengah ancaman iklim global. 

Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan penuh terhadap keberlanjutan Program Kampung Iklim (Proklim), sebagai wujud komitmen dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi perubahan iklim. Komitmen ini sejalan dengan pesan Menteri LHK saat memberikan penghargaan kepada Universitas Hamzanwadi dalam acara Festival LIKE 2 Tahun 2024 di Jakarta.

"Aksi kolaboratif ini melibatkan banyak pihak, antara lain: Kelompok Proklim Joben Lestari, Balai TNGR, BPDLH, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Mataram, Prodi Teknik Lingkungan Universitas Hamzanwadi," ungkap Korprodi Teknik Lingkungan Agus Muliadi.

Acara pembukaan kegiatan dihadiri oleh sejumlah tokoh dan lembaga penting, seperti: Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB, Perwakilan BTNGR, dan DLH Kabupaten Lombok Timur, Kapolsek Montong Gading, Tokoh agama, LSM, Manggala Agni, dan Pusdal Bali Nusra, Direksi Bank NTB Syariah, mahasiswa, pelajar, petani dan masyarakat sekitar

Pada hari pertama, sebanyak 300 pohon berhasil ditanam. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat yang telah berjasa dalam menjaga dan melestarikan kawasan TNGR, termasuk para petani dan pekebun setempat. Kegiatan hari pertama ditutup dengan peresmian Proklim Mart oleh Sekda Kabupaten Lombok Timur.

"Sementara pada hari kedua, kegiatan berlanjut dengan penanaman 1.200 pohon, sehingga total pohon yang berhasil ditanam dalam dua hari tersebut mencapai 1.500 pohon. Sekitar 65 mahasiswa dan dosen Prodi Teknik Lingkungan ikut terlibat langsung dalam kegiatan ini," tuturnya. 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa juga mendapat edukasi konservasi dari Balai TNGR yang menekankan pentingnya menjaga hutan demi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup saat ini dan generasi mendatang. 

"Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kampus dan masyarakat luas untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam gumi paer Sasak-Lombok," harapnya. 

Senin, 02 Juni 2025

Perkuat Literasi, Mahasiswa Sosiologi Hamzanwadi Gelar Seminar dan Launching Buku


Okenews.net
 - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sosiologi FISE Universitas Hamzanwadi menggelar Seminar Kepenulisan dan Launching Buku, Sabtu 31 Mei 2025.

“Kegiatan ini bertujuan membangkitkan semangat literasi mahasiswa dan pelajar melalui dialog inspiratif bersama para penulis buku,” ujar Korprodi Pendidikan Sosiologi M Zainul Asro, MA.

Dijelaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni peluncuran buku, melainkan menjadi bagian dari gerakan literasi yang ingin terus digelorakan oleh mahasiswa.

"Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi lebih dari itu. Buku adalah alat perjuangan, dan menulis adalah salah satu bentuk pengabdian intelektual," ujarnya.

Asror menambahkan, mahasiswa sebagai generasi muda harus berani tampil sebagai produsen gagasan, bukan sekadar konsumen informasi.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi motivasi untuk aktif menulis, berbagi ide, dan menghasilkan karya-karya orisinal yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Kami berharap HMPS bisa terus menghadirkan forum-forum literasi yang lebih luas. Dengan literasi yang kuat, kita bisa menciptakan generasi kritis, cerdas, dan berkarakter," tutupnya.

Ketua HMPS Pendidikan Sosiologi, Wahyudi Saputra menyampaikan terima kasih atas dukungan terselenggaranya kegiatan Seminar Kepenulisan dan Launching Buku.

Menurutnya, melalui buku yang berkualitas, tidak hanya menyebarkan pengetahuan, tetapi menanamkan nilai, membentuk karakter, dan mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa untuk terus menulis, membaca, dan berpikir kritis,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan ini, HMPS Pendidikan Sosiologi menerima penghargaan dari para narasumber berupa sertifikat dan buku.

Penghargaan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap peran mahasiswa dalam pengembangan budaya literasi di lingkungan kampus dan masyarakat luas.

Beberapa buku yang dilaunching yakni Meraih Cinta-Nya: Menikah untuk Taat Bukan untuk Maksiat, Mozaik al-Qur’an: Kajian Berbagai Topik Perspektif al-Qur’an.

Selain itu, buku berjudul Bersegeralah Kembali Kepada-Nya: Karena Mendekat Kepada-Nya adalah Sumber Kebahagiaan Sesungguhnya, dan Pena dan Kita: Klaimat-kalimat yang Dipungut Kembali agar Aksaraku tak Hilang.

Sabtu, 24 Mei 2025

Siap Go International, Universitas Hamzanwadi Bidik Skema Beasiswa Joint Degree

Penandatangan PKS Univeristas Hamzanwadi dengan PPAPT Kemendiktisaintek
Okenews.net -- Universitas Hamzanwadi resmi melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada Kamis, 23 Mei 2025.

“Kerja sama ini terkait program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang menjadi salah satu skema pendanaan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi di tanah air,” ujar Wakil Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. H Musifuddn, Sabtu (24/05/2025).

Penandatanganan ini merupakan pembaruan dari kerja sama yang telah dijalin sejak 2023, seiring dengan perubahan nomenklatur lembaga pengelola dari Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT) menjadi PPAPT.

Musifuddin memaparkan penanda tanganan PKS ini dimaksudkan untuk memperkuat pengelolaan beasiswa BPI di Universitas Hamzanwadi karena terdapat tujuh 17 mahasiswa penerima beasiswa di program studi pariwisata.

“Pembaruan penandatangan PKS kemarin karena adanya perubahan nomenklatur dari kementiran menutut perguruan tinggi pengelola untuk dapat melakukan penyesuaian,” tegas Ketua ABKIN NTB itu.

Lebih lanjut ia menegaskan informasi saat penandatangan kemarin, PPAPT mengelola empat jenis beasiswa utama, yakni KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Asrama Mahasiswa Nusantara, dan Afirmasi Pendidikan.

“BPI mengalami perubahan alokasi, beasiswa ini tidak lagi diberikan kepada mahasiswa jenjang sarjana (S1), melainkan akan difokuskan pembiayaan pendidikan dosen yang melanjutkan studi program doktor (S3) di perguruan tinggi dalam negeri,” jelasnya.

Bahkan ada bocoran rencana peluncuran skema beasiswa baru Kemendiktisaintek, beasiswa dirancang dalam bentuk joint degree, yakni program studi lanjutan mahasiswa menempuh perkuliahan di dua institusi berbeda, perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri.

“Skema ini akan mendorong kolaborasi internasional antaruniversitas, membuka peluang mobilitas akademik, dan memperkuat kompetensi lulusan dalam menghadapi tantangan global,” jelasnya.

Musifuddin menilai kebijakan ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perguruan tinggi swasta untuk terus mendorong dosennya mengembangkan kompetensi akademik secara berkelanjutan.

“Kami siap berikhtiar dan menjemput peluang kolaborasi dengan beberapa universitas mitra perguruan tinggi luar negeri. Harapannya, kami bisa menjadi bagian dari implementasi awal program beasiswa joint degree ini,” ucapnya.

Musif menambahkan, minggu lalu pihaknya bekerja sama dengan dengan luar negeri dan mendapat penawaran beasiswa melalui INTACT Base Program dari Kementrian Pendidikan Taiwan.

“Itu artinya kita telah memulai dan mendapatkan peluang untuk mahasiswa Universitas Hamzanwadi menempuh sebagian studi di luar negeri dan memperoleh dua gelar sekaligus,” ucapnya.

Pihaknya berharap program beasiswa joint degree yang sedang dirancang kementerian juga dapat diakses oleh Universitas Hamzanwadi, sehingga kampus ini bisa terlibat dalam skema kolaboratif antarperguruan tinggi dalam dan luar negeri.

“Dengan begitu, mahasiswa dan dosen di lingkungan Universitas Hamzanwadi memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kompetensi, go international serta memperkuat daya saing institusi di kancah global,” pungkasnya.

Jumat, 23 Mei 2025

IAIH Pancor Gagas Gerakan Bersih Masjid Setiap Jumat: Bangun Cinta dan Kepedulian Mahasiswa pada Rumah Ibadah

Okenewa.net– Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk Gerakan Bersih Masjid, yang resmi dimulai pada Jumat, (23/05/2025).


Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sivitas akademika IAIH Pancor terhadap kebersihan dan kenyamanan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.


Gerakan ini direncanakan akan menjadi agenda rutin setiap Jumat pagi, dengan melibatkan mahasiswa dan mahasiswi sebagai aktor utama. Pada pelaksanaan perdana hari ini, IAIH Pancor memilih empat lokasi masjid sebagai titik aksi, yaitu Masjid Ihsan Ali di Gunung Siup Denggen, Masjid Attaqwa Pancor, Masjid Darul Muttaqin Kelayu, dan Masjid Sukarteja.


Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Humas IAIH Pancor, Dr. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd, menyampaikan bahwa gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian generasi muda terhadap masjid.


 “Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa lebih dekat dengan masjid, merasakan tanggung jawab memelihara kebersihannya, serta menjadikannya tempat yang nyaman dan layak untuk ibadah,” jelasnya.


Sasaran pembersihan meliputi seluruh area masjid seperti lantai, kaca pintu, tempat wudu, kamar mandi, dan halaman. Mahasiswa datang lengkap dengan peralatan kebersihan seperti sapu, sikat lantai, pembersih kaca, sabun lantai, dan alat pemotong rumput.


Salah satu remaja masjid, Saher, yang ikut serta dalam pembersihan Masjid Ihsan Ali, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya kebersihan masjid kurang mendapat perhatian, bahkan beberapa jamaah sempat terpeleset di area wudu. 


“Dengan adanya gerakan ini, kondisi masjid jauh lebih bersih dan nyaman. Semoga masyarakat makin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan masjid,” harapnya.

Nea Uskaira, salah satu mahasiswi peserta kegiatan, juga menyampaikan rasa bangganya karena dapat ikut berkontribusi.


“Saya senang sekali bisa membersihkan masjid di desa saya sendiri. Semoga ke depannya makin banyak anak muda yang peduli dan aktif menjaga kebersihan serta keindahan masjid,” tuturnya.


Melalui program ini, IAIH Pancor berharap mampu mendorong lahirnya generasi muda yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosial dan nilai-nilai keislaman.

Senin, 19 Mei 2025

Penguatan Materi, Mahasiswa Prodi Geografi Universitas Hamzanwadi Lakukan Kuliah Lapangan

Okenews.net - Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Universitas Hamzanwadi melaksanakan kegiatan kuliah lapangan yang berlangsung Desa Suela dan Sapit Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. 

"Kegiatan ini merupakan upaya penguatan materi dua mata kuliah, yaitu mata kuliah Erosi dan Konservasi Tanah, dan mata kuliah Metode Penelitian Kuantitatif," jelas Korprodi Pendidikan Geografi Baiq Ahda Razula Apriyeni, M.Si, Senin (19/05/2025). 

Baiq Ahda menegaskan lokasi kegiatan kuliah lapangan dipusatkan di 4 lokasi (stop site), yaitu di Kawasan Pertanian Terasering dan Bendungan Kembar yang berlokasi di Desa Suela, serta Kawasan Hutan Kemasyarakatan Blok Pidana dan Blok Pesusa yang berada di Desa Sapit. 

Dalam kegiatannya, mahasiswa diminta mengobservasi lokasi yang dikunjungi untuk mengumpulkan data guna menganalisis potensi bahaya erosi dan dampak erosi terhadap kualitas tanah guna menemukan metode konservasi yang tepat untuk diterapkan. 

Baiq Ahda juga menekankan pentingnya pelatihan metode kuantitatif di lapangan. Menurutnya, mahasiswa dilatih untuk melakukan pengambilan sampel, pengukuran variabel lingkungan, serta pengolahan data dasar sebagai bekal dalam penelitian ilmiah.

Selain itu penguatan materi juga dilakukan oleh masing-masing dosen agar pemahaman mahasiswa lebih mendalam terkait topik yang kaji. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini disambut antusias oleh para mahasiswa. Mereka terlihat aktif berdiskusi dan mencatat berbagai temuan di lapangan. 

"Melalui pengamatan langsung ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi melihat langsung kondisi geologi dan vegetasi yang berperan dalam pengendalian erosi. Ini penting untuk menumbuhkan kepekaan lingkungan dan tanggung jawab ilmiah mahasiswa sebagai calon pendidik dan peneliti,” ujarnya.

Selain itu, melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan ilmiah, tetapi juga belajar bekerja sama dalam tim, berinteraksi dengan masyarakat, serta meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan lokal.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa akan menyusun laporan hasil observasi dan analisis data untuk kemudian dipresentasikan dalam seminar kelas. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi utuh dari teori, praktik, hingga refleksi hasil.

"Dari kegiatan kuliah lapangan ini diharapkan dapat menambah pengalaman belajar mahasiswa sehingga ilmu yang didapatkan tidak hanya sebatas teori semata, namun juga memahami konteks data, informasi dan realita," pungkasnya.

Hadir sebagai dosen pembimbing lapangan, Hasrul Hadi, M.Pd selaku pengampu mata kuliah Erosi dan Konservasi Tanah, dan Baiq Ahda Razula Apriyeni, M.Si. selaku pengampu mata kuliah Metode Penelitian Kuantitatif.


Selasa, 29 April 2025

Kolaborasi Internasional, Univertas Hamzanwadi Promosikan Budaya Lombok

Rektor Universitas Hamzanwadi bersama Direktur RPLAY Company Group bersama rombongan
Okenews.net – Universitas Hamzanwadi menjalin kerja sama strategis dengan RPLAY Company Group dalam bidang seni, pariwisata, dan pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). 

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) ini berlangsung Selasa (29/04/2025) di Ruang Rapat Universitas Hamzanwadi, disaksikan oleh sivitas akademika, mahasiswa, serta perwakilan dari RPLAY Company Group Korea Selatan.

Acara ini diawali dengan penyambutan tamu menggunakan tarian tradisional Sasak, presean, dan pakaian adat oleh mahasiswa. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi berbagi tentang pengenalan musik tradisional Indonesia dan Korea yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP).

Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd menyampaikan kerja sama ini merupakan wujud konkret dari komitmen universitas untuk membangun jejaring internasional yang produktif dan relevan dengan kebutuhan zaman. 

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kapasitas institusi dalam bidang seni dan pariwisata, tetapi juga memberikan kontribusi positif dalam promosi Bahasa Indonesia di tingkat global,” ujar beliau.

Direktur RPLAY Company Group, Mr. Ryu Eun Hyo menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari civitas akademika Universitas Hamzanwadi. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini dilandasi oleh semangat berbagi dan saling belajar antara dua budaya yang berbeda. 

“Kami melihat potensi besar di Lombok, khususnya dalam kekayaan seni dan budaya lokal yang autentik. Melalui kerja sama ini, kami ingin berkontribusi dalam pertukaran budaya dan pengembangan industri kreatif yang inklusif,” ujar Mr. Ryu.

Senada dengan hal tersebut Dekan Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora Universitas Hamzanwadi Dr. H. Mohzana, M.Pd menyampaikan kerja sama ini akan menjadi katalis penting dalam pengembangan akademik dan praktik seni mahasiswa. 

“Kegiatan ini memberikan ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami budaya lokal, tetapi memperluas wawasan terhadap seni dan budaya internasional, khususnya dari Korea Selatan," ujarnya. 

Menurutnya, program BIPA yang akan dikembangkan juga menjadi salah satu kontribusi strategis fakultas dalam memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada dunia global yang saat ini terus mengalami kemajuan dan ruang komunikasi semakin tak terbatas. 

Melalui kolaborasi ini, Universitas Hamzanwadi dan RPLAY Company Group sepakat untuk mengembangkan berbagai program bersama, seperti pelatihan seni dan pariwisata, produksi konten budaya, pengembangan kurikulum BIPA, serta praktik lapangan bagi mahasiswa. 


Kamis, 24 April 2025

Mahasiswa Hamzanwadi Raih Medali Emas di Singapore Open Track and Field Championship 2025

Yad Hapizudin
Okenews.net - Mahasiswa Universitas Hamzanwadi, Yad Hapizudin meraih medali emas pada nomor lari 1500 meter dalam ajang bergengsi 85th Singapore Open Track and Field Championship 2025, yang digelar pada Kamis (24/4/2025).

Mahasiswa semester 2 Prodi Penjaskes itu mencatatkan waktu impresif 3 menit 53 detik, mengungguli para pesaingnya dari berbagai negara di Asia-Pasifik. Kemenangan itu menjadikan namanya sebagai salah satu atlet muda berbakat yang mengharumkan Indonesia.

Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan kompetisi tingkat Asia - Pasifik itu juga berhasil mengibarkan Merah Putih di negeri yang dijuluki negeri singa tersebut menjadi simbol kebanggaan generasi Indonesia khususnya Universitas Hamzanwadi. 

Ia menekankan, keberhasilan ini bukanlah hasil dari proses yang instan, melainkan buah dari latihan yang konsisten, dukungan keluarga, pembinaan, serta semangat pantang menyerah yang dimiliki oleh Yad. 

"Torehan prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar terus berani bermimpi besar dan berusaha keras untuk mewujudkannya," ujar Wagub NTB periode 2018-2023 itu.

Umi Rohmi juga menyampaikan apresiasi kepada pelatih yang telah membimbing Yad hingga mampu tampil di panggung internasional. Ia berharap pencapaian ini menjadi pemantik semangat untuk terus mencetak atlet-atlet muda potensia yang mampu bersaing di kancah global.

Tak hanya itu, kemenangan ini juga membuka peluang lebih luas bagi Yad untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan lain di level yang lebih tinggi. Yad masih baru mulai kuliah, sehingga pihaknya berharap kedepan mendapatkan bimbingan yang lebih maksimal sehingga bisa tampil gemilang di masa mendatang. 

Sementara itu, Korprodi Penjas, Herman Afrian mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas pencapaian tersebut. Ia mengaku perolehan medali emas dalam kompetisi sekelas Singapore Open Track and Field Championship merupakan hal yang sangat luar biasa. 

Menurutnya, Yad telah mendedikasikan kemenangan ini untuk keluarga, pelatih, serta almamater tercinta Universitas Hamzanwadi. Ia juga menyampaikan terima kasih atas segala bentuk dukungan semua pihak, baik moral maupun material, selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.

"Keberhasilan Yad menjadi bukti nyata bahwa potensi anak daerah, jika diasah dan didukung dengan sistem pembinaan yang baik, mampu bersaing di level internasional," ucap mahasiswa S3 Undiksha itu. 

Prestasi ini diharapkan mampu mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pengembangan bakat-bakat muda dalam berbagai bidang, termasuk olahraga. 

"Universitas Hamzanwadi sendiri berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan dan pembinaan olahraga yang berkualitas demi melahirkan generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan berkontribusi bagi bangsa," tutupnya.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi