www.okenews.net: Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juli 2026

CKG Lotim Tembus 27 Persen, Dinkes Optimistis Capai Target 46 Persen

Okenews.net Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Lombok Timur terus menunjukkan perkembangan. Hingga pekan terakhir Juni 2026, cakupan layanan tersebut telah mencapai lebih dari 27 persen dari target 46 persen yang ditetapkan untuk tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren positif. Dengan pelaksanaan program yang terus digenjot, pihaknya optimistis target yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai.

“Alhamdulillah progresnya positif. Sampai minggu kemarin kita sudah di angka 27 persen lebih dari target 46 persen tahun 2026. Kami optimistis target itu bisa tercapai,” kata Aries, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, optimisme tersebut juga berkaca pada pelaksanaan CKG tahun sebelumnya. Meski persiapannya dilakukan dalam waktu relatif singkat, capaian pada 2025 mampu mendekati 35 persen.

“Pengalaman tahun 2025, dengan persiapan yang sangat mendadak saja kita bisa mencapai hampir 35 persen. Karena itu kami yakin tahun ini target 46 persen bisa diraih,” ujarnya.

Di sisi lain, pelaksanaan CKG turut memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat di Lombok Timur. Dari hasil pemeriksaan, penyakit tidak menular masih menjadi persoalan yang cukup dominan.

Hipertensi dan diabetes melitus menjadi dua penyakit yang banyak ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan masyarakat. Temuan tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan karena pengendalian kedua penyakit itu juga masuk dalam indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Aries menegaskan, pemeriksaan melalui CKG bukan sekadar untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendeteksi faktor risiko penyakit secara lebih dini.

“Karena itu penyakit tidak menular menjadi atensi kami. Kami ingin masyarakat memahami pentingnya pencegahan dan mendeteksi faktor risiko penyakit sedini mungkin,” katanya.

Dengan deteksi lebih awal, masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan sebelum penyakit berkembang dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Dinas Kesehatan Lombok Timur pun mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG. Selain untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, pemeriksaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat sekaligus menekan risiko penyakit tidak menular di Lombok Timur.

Selasa, 30 Juni 2026

Kabar Baik! RSUD dr. R. Soedjono Selong Siapkan Layanan Bedah Laparascopy

Okenews.net – RSUD dr. R. Soedjono Selong segera menghadirkan layanan bedah Laparascopy sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Timur. 

Kesiapan layanan tersebut ditandai dengan kunjungan Tim Visitasi Bedah Digestif untuk melakukan penilaian sekaligus pendampingan terhadap kesiapan rumah sakit, Kamis (30/06/2026).

Visitasi ini menjadi bagian penting dalam menilai sekaligus mendampingi kesiapan rumah sakit, mulai dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga standar pelayanan medis sebelum layanan dioperasikan.

Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. H. Anjas Moro, menegaskan pengembangan layanan laparascopy merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Lombok Timur.

"Hari ini kami menerima kunjungan Tim Visitasi Bedah Digestif. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian sekaligus pendampingan terhadap kesiapan RSUD dr. R. Soedjono Selong dalam memberikan layanan bedah Laparascopy kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Anjas, kehadiran layanan ini tidak hanya menjadi penanda kemajuan teknologi medis di rumah sakit, tetapi membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan bedah berkualitas tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah. 

Dengan demikian, tegas dokter spesialis Radiologi itu, pasien dapat memperoleh penanganan lebih cepat, lebih dekat dengan keluarga, sekaligus mengurangi beban biaya dan waktu perjalanan.

Ia berharap proses visitasi ini menjadi pijakan untuk menghadirkan layanan Laparascopy yang memenuhi standar, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Lombok Timur.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Semoga melalui visitasi ini, layanan bedah Laparascopy di RSUD dr. R. Soedjono Selong dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.

Rangkaian visitasi ditutup dengan diskusi antara tim visitasi, manajemen rumah sakit, dan tenaga medis. Selain menjadi forum evaluasi, pertemuan tersebut juga menghasilkan sejumlah langkah strategis.

Hal itu sebagai bagian dari pengembangan layanan bedah digestif berbasis teknologi Laparascopy, sekaligus memperkuat kesiapan RSUD dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin modern dan berkualitas.

Senin, 22 Juni 2026

Klinik 24 Jam Hadir di Sembalun, Bupati Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Foto: Peresmian Pratama Nusa Medica Clinic

Okenews.net – Upaya memperkuat layanan kesehatan di kawasan wisata Sembalun terus dilakukan. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meresmikan Pratama Nusa Medica Clinic (Medica Clinic) Sembalun, Senin (22/6/2026).

Klinik rawat jalan 24 jam tersebut diharapkan menjadi penunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Sembalun, termasuk para pendaki Gunung Rinjani.

Peresmian klinik dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait, di antaranya Ketua GOW Lombok Timur, Kepala DPMPTSP Lombok Timur, Camat Sembalun, Kapolsek Sembalun, Danramil 1615-10 Sembalun, Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, Direktur RSUD Selaparang, Kepala Balai TNGR, Basarnas NTB, Kepala Puskesmas Sembalun, para kepala desa, pelaku wisata, porter, guide, serta tokoh masyarakat.

Presiden Direktur Pratama Nusa Medica, Putu Ardana, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang dinilai sangat membantu percepatan proses pendirian dan operasional klinik tersebut.

Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan itu diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan hingga akhirnya memperoleh izin operasional.

“Kami berharap kehadiran klinik ini dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat maupun wisatawan. Kami juga membuka ruang untuk masukan dan dukungan dari seluruh stakeholder agar pelayanan yang diberikan semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyambut baik hadirnya investasi di sektor kesehatan tersebut. Ia menilai keberadaan klinik sangat penting untuk melengkapi layanan kesehatan di Sembalun yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Lombok Timur.

“Ini sangat positif untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer di Sembalun. Ke depan saya berharap klinik ini dapat berkembang, tidak hanya melayani rawat jalan tetapi juga memiliki fasilitas rawat inap sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Warisin.

Bupati juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar selalu mengedepankan pelayanan yang ramah dan humanis kepada pasien.

“Melayani orang sakit harus dengan keramahan, senyum, dan pendekatan yang baik. Saya berharap klinik ini terus berkembang dengan fasilitas yang semakin lengkap dan tenaga medis yang berkualitas,” tambahnya.

Lebih jauh, Warisin menilai keberadaan fasilitas kesehatan di kawasan wisata akan menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Sembalun. Bahkan, ke depan pemerintah daerah membuka peluang penguatan regulasi pariwisata yang berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan wisatawan sebelum melakukan aktivitas pendakian.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan kemudahan perizinan bagi investor yang berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur strategis di Lombok Timur. Ia berharap Medica Clinic dapat menjalin sinergi yang kuat dengan Puskesmas Sembalun, terutama dalam sistem rujukan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sabtu, 20 Juni 2026

11 Ambulans Disiagakan Kawal Puncak Festival Muharram Lotim

Okenews.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur menyiapkan layanan kesehatan secara khusus untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung pada puncak Festival Muharram 1448 Hijriah.

Sebanyak 11 unit ambulans bersama puluhan tenaga kesehatan akan disiagakan untuk mengawal kegiatan yang menghadirkan grup musik GIGI dan sejumlah musisi lainnya tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, mengatakan persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan panitia penyelenggara. Langkah ini untuk memastikan masyarakat yang hadir tetap mendapatkan akses layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

"Tim kesehatan telah berkoordinasi dengan panitia penyelenggara dalam rangka mengawal acara puncak Festival Muharram. Kami menyiapkan 11 ambulans, masing-masing dilengkapi tiga tenaga medis dan satu pengemudi," ujar Aries.

Dengan komposisi tersebut, sebanyak 33 tenaga medis dan 11 pengemudi akan ditempatkan di lokasi kegiatan. Petugas akan disebar pada sejumlah titik yang dinilai strategis untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan kesehatan maupun kondisi yang membutuhkan evakuasi medis.

Dinkes juga menyiapkan dua pos layanan kesehatan, masing-masing berada di sisi timur dan barat area kegiatan. Penempatan tersebut diharapkan memudahkan pengunjung memperoleh pertolongan tanpa harus menempuh jarak yang jauh di tengah kepadatan massa.

Selain layanan medis dan ambulans, petugas kesehatan akan melakukan pemantauan selama acara berlangsung. Upaya tersebut menjadi bagian dari mitigasi risiko mengingat kegiatan diperkirakan menarik perhatian ribuan masyarakat.

Aries mengimbau warga yang menghadiri Festival Muharram agar menjaga kondisi tubuh, cukup mengonsumsi air dan tidak memaksakan diri jika merasa kurang sehat.

"Jika mengalami pusing, sesak napas, dehidrasi atau keluhan kesehatan lainnya, segera datangi pos kesehatan yang telah disiapkan," imbaunya.

Pemkab Lombok Timur berharap puncak Festival Muharram berlangsung aman, tertib dan lancar. Kesiapan layanan kesehatan menjadi salah satu langkah antisipasi agar masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman.

"Semoga acara puncak Festival Muharram berjalan lancar, masyarakat bahagia dan tetap sehat," pungkas Aries.

Sabtu, 13 Juni 2026

Puskesmas Sakra Timur Tinggal Tunggu Perbup untuk Beroperasi

Okenews.net – Puskesmas Sakra Timur (Sakti) di Kabupaten Lombok Timur hingga kini belum dapat melayani masyarakat. Padahal, dari sisi fasilitas, peralatan kesehatan hingga tenaga medis, puskesmas tersebut disebut telah siap beroperasi.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu H. Aries Fahrozi, mengatakan kendala yang tersisa saat ini berada pada aspek regulasi. Pemerintah daerah masih menunggu penyelesaian Peraturan Bupati (Perbup) sebagai salah satu syarat sebelum layanan kesehatan tersebut resmi dijalankan.

“Sekarang kami masih menunggu regulasi Perbup yang sedang tahap akhir,” kata Aries, Rabu (13/5).

Menurutnya, proses penyusunan regulasi tersebut sebelumnya sempat mengalami kendala karena masih berada di Kementerian Hukum. Namun, dokumen tersebut kini telah keluar dari biro hukum provinsi dan memasuki tahapan akhir untuk ditandatangani.

Setelah Perbup rampung, Dinas Kesehatan akan melanjutkan proses pengajuan Surat Izin Operasional (SIO) Puskesmas Sakti.

Aries memastikan persiapan teknis menuju pengoperasian puskesmas terus dilakukan. Bahkan, Dinas Kesehatan telah menggelar rapat khusus untuk mematangkan berbagai kebutuhan sebelum fasilitas tersebut mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami optimistis dalam waktu dekat bisa beroperasi. Kami juga baru selesai rapat persiapan PKM Sakti ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, secara teknis Puskesmas Sakti sudah memenuhi berbagai kebutuhan dasar pelayanan. Kesiapan tersebut mencakup bangunan, alat kesehatan serta sumber daya manusia.

Namun, kesiapan teknis tersebut belum cukup untuk membuat puskesmas beroperasi secara resmi. Kelengkapan regulasi tetap menjadi syarat penting agar pelayanan dapat berjalan secara administratif dan formal.

Dengan demikian, masyarakat di wilayah Sakra Timur masih harus menunggu hingga proses regulasi tersebut tuntas. Pemerintah daerah berharap Puskesmas Sakti dapat segera difungsikan sehingga akses pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut semakin mudah.

Minggu, 07 Juni 2026

RSUD Selong Berhasil Lakukan Operasi Usus Buntu Minim Sayatan

Okenews.net– RSUD dr. R. Soedjono Selong berhasil melaksanakan operasi perdana Laparoscopic Appendectomy yakni prosedur bedah minimal invasif (minim sayatan) untuk mengangkat usus buntu yang meradang atau terinfeksi.

Tindakan tersebut dilakukan terhadap pasien yang didiagnosis mengalami Apendisitis Akut dan membutuhkan penanganan darurat (cito) untuk mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.

Kepala Bagian Humas RSUD Selong, Muksan Efendy, M.Kes, mengatakan operasi tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan bedah modern di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

"Ini merupakan operasi Laparoscopic Appendectomy pertama, dan berhasil dilakukan di RSUD dr. R. Soedjono Selong,” ujar Muksan, Ahad (07/06/2026) di Selong.

Melalui metode ini, dokter bedah hanya membuat tiga lubang kecil berdiameter sekitar satu sentimeter pada perut pasien. Melalui bantuan kamera dan instrumen khusus, usus buntu yang mengalami peradangan berhasil diangkat dalam waktu sekitar 40 menit.

Menurutnya, pasien datang dengan diagnosis Apendisitis Akut yang membutuhkan tindakan operasi segera untuk mencegah terjadinya ruptur atau pecahnya usus buntu yang dapat menyebabkan infeksi luas di rongga perut (peritonitis).

Keberhasilan operasi tersebut juga didukung oleh kesiapan tim anestesi dalam menangani fase krusial sebelum pembedahan dilakukan. Karena operasi menggunakan anestesi umum (general anesthesia), pengamanan jalan napas menjadi prosedur yang sangat penting.

“Sebelum operasi dimulai, tim anestesi terlebih dahulu melakukan pengamanan jalan napas menggunakan teknik laringoskopi,” imbuh Muksan.

Menurutnya, tindakan ini sangat penting untuk mencegah risiko aspirasi paru, yaitu masuknya isi lambung ke saluran pernapasan yang dapat menimbulkan komplikasi serius selama proses anestesi. 

Ia menjelaskan teknik laparoskopi memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan operasi terbuka. Selain mengurangi rasa nyeri pascaoperasi, metode ini juga menghasilkan luka yang lebih kecil sehingga bekas operasi lebih minimal dan masa pemulihan pasien menjadi lebih cepat.

"Keunggulan utama metode ini adalah nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, luka operasi yang kecil dan minim bekas, serta waktu pemulihan yang lebih cepat. Pasien umumnya dapat pulang 24 hingga 48 jam lebih cepat dibandingkan operasi terbuka," jelasnya.

Saat ini kondisi pasien dilaporkan stabil dan terus menunjukkan perkembangan yang baik. Pasien sudah diperbolehkan berjalan secara bertahap dan direncanakan pulang lusa. 

“Ini menunjukkan teknik bedah minimal invasif memberikan manfaat nyata dalam mempercepat proses pemulihan pasien," tambah Muksan.

Ia menegaskan, keberhasilan operasi perdana tersebut menjadi bukti komitmen RSUD dr. R. Soedjono Selong dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi medis yang lebih modern dan efektif.

"Laparoscopic Appendectomy kini menjadi salah satu pilihan layanan bedah di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Teknik ini memungkinkan pasien pulih lebih cepat dengan luka operasi yang sangat kecil, bahkan hanya sebesar kancing baju," pungkasnya.

Sabtu, 06 Juni 2026

Lindungi Tenaga Kesehatan, RSUD dr. R. Soedjono Selong Laksanakan Vaksinasi MR

Okenews.net– RSUD dr. R. Soedjono Selong mulai melaksanakan kegiatan vaksinasi Measles-Rubella (MR) bagi seluruh karyawan rumah sakit. Program vaksinasi ini berlangsung mulai 6 Juni hingga 20 Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan perlindungan tenaga kesehatan dan pegawai dari risiko penularan penyakit campak dan rubella di lingkungan kerja.

Pelaksanaan vaksinasi diawali oleh Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Anjasmoro, Sp.Rad, yang menjadi penerima vaksin pertama. Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan dan komitmen pimpinan rumah sakit dalam menyukseskan program imunisasi bagi seluruh pegawai.

Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Anjasmoro, Sp.Rad, mengatakan langkah ini diharapkan dapat memberikan teladan sekaligus meningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya vaksinasi dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa tenaga kesehatan dan seluruh pegawai rumah sakit memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi menjadi hal yang sangat diperlukan.

“Vaksinasi MR ini merupakan salah satu upaya preventif untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Kami berharap seluruh karyawan dapat mengikuti program ini sehingga risiko penularan penyakit campak dan rubella dapat diminimalkan,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan vaksinasi dilaksanakan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh tim pelaksana guna memastikan seluruh karyawan mendapatkan kesempatan mengikuti vaksinasi tanpa mengganggu pelayanan kepada pasien.

Selain sebagai bentuk perlindungan individu, program ini juga mendukung upaya peningkatan keselamatan pasien dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit. RSUD dr. R. Soedjono Selong berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program kesehatan preventif guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Melalui pelaksanaan vaksinasi MR ini, diharapkan seluruh karyawan RSUD dr. R. Soedjono Selong memiliki perlindungan yang optimal sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, aman, dan berkualitas kepada masyarakat Kabupaten Lombok Timur.

Rabu, 13 Mei 2026

Kasus HIV/AIDS Meningkat, Puskesmas Kerongkong Luncurkan Aplikasi Deteksi Dini

Foto: Sosialisasi pencegahan Penularan HIV/AIDS, Oleh Puskesmas Kerongkong

Okenews.net – Puskesmas Kerongkong terus menggencarkan sosialisasi pencegahan penularan HIV/AIDS melalui deteksi dini di tengah masyarakat. Upaya tersebut diperkuat dengan peluncuran aplikasi digital berbasis web bernama AIEPE yang diperkenalkan di Puskesmas Kerongkong, Rabu (12/5).

Kepala Puskesmas Kerongkong, Muhammad Hermansyah, mengatakan aplikasi tersebut dikembangkan sebagai langkah inovatif untuk mempermudah masyarakat melakukan skrining awal HIV/AIDS secara aman dan rahasia.

Menurutnya, peluncuran aplikasi AIEPE dipicu oleh meningkatnya tren kasus HIV/AIDS di wilayah Lombok Timur dalam beberapa tahun terakhir.

“Berdasarkan data yang kami himpun, tercatat sebanyak 75 kasus HIV/AIDS di Lombok Timur selama periode 2000 hingga 2025. Sementara pada awal 2026 sudah ditemukan sembilan kasus baru,” ujar Hermansyah.

Ia menjelaskan, aplikasi AIEPE berbasis web dan dirancang dengan sistem perlindungan data yang ketat sehingga kerahasiaan identitas pasien tetap terjaga.

“Aplikasi ini berbasis web dan seluruh data pengguna dijamin kerahasiaannya. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk deteksi dini HIV/AIDS,” katanya.

Selain digunakan untuk skrining HIV/AIDS, aplikasi tersebut juga menyasar sejumlah kelompok rentan seperti ibu hamil, penderita tuberkulosis (TBC), lansia, remaja, hingga pelajar guna mencegah penularan sejak dini.

Hermansyah menegaskan HIV/AIDS bukanlah aib, melainkan penyakit menular yang harus dihadapi bersama melalui edukasi dan pemeriksaan dini.

“HIV/AIDS bukan aib. Ini penyakit yang harus kita lawan bersama. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Sementara itu, perawat sekaligus pengembang aplikasi AIEPE, Eka Mulyana Astuti, mengatakan aplikasi tersebut dibuat untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan skrining awal tanpa harus merasa takut atau khawatir.

“Masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan aplikasi ini karena identitas pasien sangat kami rahasiakan sesuai kode etik dan sumpah profesi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aplikasi AIEPE dapat diakses dengan mudah melalui pemindaian kode QR menggunakan telepon genggam. Setelah pengguna mengisi data diri, tim kesehatan akan melakukan verifikasi dan menghubungi pengguna untuk menentukan jadwal pemeriksaan.

“Caranya cukup mudah, tinggal scan kode QR, isi data diri, lalu tim kami akan melakukan verifikasi dan mengatur jadwal pemeriksaan,” jelasnya.

Meski demikian, Eka mengakui aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan agar ke depan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

“Aplikasi ini masih baru dan kami bersama tim terus melakukan perbaikan agar ke depan bisa lebih baik dan lebih maksimal,” katanya.

Ia berharap kehadiran aplikasi AIEPE dapat membantu masyarakat, khususnya warga di wilayah Kerongkong dan sekitarnya, termasuk masyarakat yang baru kembali dari perantauan.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan baik demi meningkatkan kesadaran dan kesehatan bersama,” tutupnya.

Kamis, 07 Mei 2026

RSUD R. Soedjono Selong Kampanyekan Gaya Hidup Sehat pada Hari Kesehatan Sedunia

Okenews.net- Momen Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 7 April, RSUD R. Soedjono Selong mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan melalui penerapan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.


Peringatan Hari Kesehatan Sedunia tahun ini mengusung tema “Together for health. Stand with science” yang menekankan pentingnya kebersamaan, kesadaran masyarakat, serta dukungan terhadap ilmu pengetahuan.


Kepala Bagian Humas RSUD R. Soedjono Selong Muksan Efendi, M.Kes menyampaikan kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran sangat penting dalam menunjang produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.


Menurutnya, menjaga kesehatan tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar atau biaya mahal, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dan konsisten.


“Momentum Hari Kesehatan Sedunia ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan," ujar Muksan, Rabu (07/04/2026) di Selong. 


Menurutnya, membiasakan pola hidup sehat sejak dini, masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup sekaligus mencegah berbagai penyakit yang saat ini semakin banyak dipengaruhi oleh gaya hidup


Ia menjelaskan, terdapat sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam menjaga kesehatan tubuh. Di antaranya, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.


Selain itu, memperbanyak aktivitas fisik atau olahraga ringan setiap hari, mencukupi kebutuhan air putih, mengurangi konsumsi gula berlebih dan makanan instan, serta menjaga pola istirahat yang cukup.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk mulai lebih peduli terhadap kesehatan mental dengan mengelola stres secara baik dan menjaga keseimbangan antara aktivitas kerja, keluarga, dan waktu istirahat.


“Banyak penyakit dapat dicegah apabila masyarakat memiliki kesadaran menjaga pola hidup sehat. Kebiasaan kecil seperti berjalan kaki, mengurangi makanan cepat saji, dan tidur yang cukup memiliki dampak besar terhadap kesehatan tubuh dalam jangka panjang,” tambahnya.


RSUD R. Soedjono Selong, lanjut Muksan Efendi, terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat sekaligus memperkuat edukasi kesehatan melalui berbagai kegiatan promotif dan preventif.


Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Lombok Timur, RSUD R. Soedjono Selong tidak hanya fokus pada pelayanan pengobatan, tetapi aktif mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.


“Melalui peringatan Hari Kesehatan Sedunia ini, kami berharap masyarakat semakin sadar menjaga kesehatan. RSUD siap hadir mendampingi masyarakat dalam menjaga kesehatan, hari ini dan seterusnya,” ungkapnya.


Peringatan Hari Kesehatan Sedunia diperingati secara global setiap tanggal 7 April sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap isu-isu kesehatan serta pentingnya akses layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.


Melalui momentum ini, RSUD R. Soedjono Selong berharap semangat hidup sehat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang.

Kamis, 30 April 2026

Bupati Lotim Apresiasi Perawat, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Foto: Bupati Lotim dalam Acara Rakerda Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Okenews.net-Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para perawat yang dinilainya memiliki peran vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lombok Timur tahun 2026, yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-52 PPNI dan Halal Bihalal, Kamis (30/4) di Selong.

Dalam sambutannya, Bupati menyebut usia 52 tahun sebagai fase matang dan istimewa bagi sebuah profesi. Menurutnya, usia tersebut mencerminkan kematangan perawat dalam memberikan pelayanan profesional kepada masyarakat.

Ia juga menekankan nilai kemanusiaan dalam profesi keperawatan dengan mengutip ajaran agama, bahwa merawat satu orang sama halnya dengan memberi kehidupan bagi banyak orang. Karena itu, perawat diharapkan menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan empati.

Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya sikap ramah dalam pelayanan kesehatan. Ia menilai, senyuman tulus dari perawat dapat memberikan dampak positif bagi proses penyembuhan pasien.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan melengkapi sarana, prasarana, serta sumber daya manusia di rumah sakit daerah. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat tidak perlu dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan medis.

“Cukup di rumah sakit daerah, semua kebutuhan layanan kesehatan bisa terpenuhi,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Bupati berpesan agar para perawat terus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, sejalan dengan semangat pengabdian dalam profesinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur yang juga Ketua DPD PPNI setempat, Lalu Aries Fahrozi, melaporkan jumlah anggota PPNI di daerah tersebut telah mencapai lebih dari 3.000 orang. Jumlah ini menjadikan PPNI sebagai organisasi profesi terbesar kedua setelah PGRI.

Ia menyebutkan, Rakerda kali ini menitikberatkan pada tiga hal utama, yakni peningkatan kompetensi, kesejahteraan perawat, serta penguatan pengabdian kepada masyarakat. Meski diakui masih terdapat keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan.

Ketua DPW PPNI Provinsi NTB H. Muhir juga mengapresiasi kehadiran Bupati dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program PPNI di daerah telah terintegrasi dengan program pemerintah dari pusat hingga tingkat dusun.

“PPNI siap mendukung penuh program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Pemda Lotim Dorong Sterilisasi Anjing Liar, Wabup: Bukan Eliminasi, Tapi Solusi Berkelanjutan

Foto: Wakil Bupati Lotim Saat Menerima Pihak NGO dalam Mengatasi Keresahan Masyarakat Terhadap Anjing Liar

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mengintensifkan upaya pengendalian populasi anjing liar menyusul meningkatnya keresahan masyarakat akibat sejumlah kasus gigitan dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, langkah yang ditempuh difokuskan pada program sterilisasi dan vaksinasi. Upaya tersebut dibahas dalam workshop yang digelar di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kamis (30/4), dengan melibatkan berbagai pihak termasuk tenaga kesehatan hewan, Dinas Kesehatan, hingga organisasi non-pemerintah (NGO).

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan, pendekatan eliminasi terhadap anjing liar bukan lagi menjadi pilihan utama. Selain dinilai kurang efektif, langkah tersebut juga berpotensi menimbulkan sorotan, mengingat Lombok merupakan daerah tujuan wisata.

“Penanganan harus memperhatikan kesejahteraan hewan. Eliminasi bukan solusi yang direkomendasikan, yang paling efektif adalah sterilisasi, namun harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak sporadis,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia mengakui, pelaksanaan sterilisasi menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran dan belum adanya data pasti terkait populasi anjing liar di Lombok Timur. Karena itu, keterlibatan NGO, termasuk yang berasal dari Jerman, diharapkan dapat memberikan dukungan serta alternatif solusi yang realistis untuk diterapkan.

“Melalui workshop ini, kita ingin merumuskan opsi mana yang bisa dikerjakan pemerintah daerah dan mana yang bisa didukung oleh mitra,” tambahnya.

Selain itu, Wabup juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menjadi sumber makanan bagi anjing liar. Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana yang berdampak besar dalam mengurangi populasi hewan tersebut di lingkungan permukiman.

Data tahun 2025 mencatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing liar di Lombok Timur. Sementara pada 2026, hingga pertengahan tahun, sudah terjadi sekitar 70 kasus. Meski demikian, daerah ini masih berstatus bebas rabies, yang diharapkan tetap dapat dipertahankan.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi pengendalian anjing liar yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan di Lombok Timur.

Senin, 27 April 2026

Klinik Lapas Selong Resmi Jadi Mitra BPJS, Layanan Kesehatan Makin Optimal

Foto: Kepala Lapas Kelas IIB Selong Bersama Kepala Cabang BPJS Kesehatan Lombok Timur

Okenews.net– Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Selong kini resmi menjadi mitra BPJS Kesehatan. Pengesahan tersebut ditandai dengan penyerahan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Klinik Pratama Lapas Selong dan BPJS Kesehatan Cabang Selong, yang berlangsung di Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Senin (27/04).

Dokumen kerja sama diserahkan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Elly Widiani, dan diterima oleh Kepala Lapas Selong, Sudirman, dalam rangkaian acara Tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan PKS secara elektronik (e-signature) yang telah dilakukan pada Jumat (24/04/2026). Dengan status tersebut, Klinik Pratama Lapas Selong kini memiliki dasar operasional resmi untuk memberikan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan sistem BPJS Kesehatan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan kesehatan di lingkungan lapas, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, sistem pelayanan, hingga kelengkapan sarana dan fasilitas medis. Dengan begitu, warga binaan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, layak, dan berkualitas.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Elly Widiani, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat sinergi tersebut.

“Kami berkomitmen mendukung Lapas Selong dalam memastikan layanan kesehatan bagi warga binaan berjalan optimal dan terintegrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Selong, Sudirman, mengapresiasi dukungan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di dalam lapas.

“Kesehatan adalah hak dasar yang wajib dipenuhi. Kerja sama ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menghadirkan layanan yang profesional dan berkualitas bagi warga binaan,” tegasnya.

Langkah ini sekaligus memperkuat upaya Lapas Selong dalam mewujudkan layanan PRIMA Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel serta menghadirkan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada pemenuhan hak dasar warga binaan.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi