www.okenews.net: Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Oktober 2026

LK2T Dukung Langkah Tegas Bupati Lotim, Desak Pembenahan Total Layanan Kesehatan

Okenews.net — Lembaga Kajian Kebijakan dan Transparansi (LK2T) Lombok Timur mengapresiasi langkah tegas Bupati Lombok Timur yang mengganti direktur rumah sakit di tengah sorotan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk membenahi tata kelola dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.


Direktur LK2T Lombok Timur, Karomi, menegaskan bahwa pergantian pimpinan rumah sakit harus diikuti langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan. Menurutnya, pembenahan tidak cukup dilakukan melalui pergantian pejabat, tetapi harus menyentuh akar permasalahan dalam sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh.


“Kami mengapresiasi langkah tegas Bupati Lombok Timur. Namun, pergantian direktur rumah sakit harus menjadi pintu masuk bagi pembenahan yang lebih mendasar. Evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari rumah sakit, Dinas Kesehatan, puskesmas, hingga fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,” tegas Karomi.


Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari tata kelola manajemen, ketersediaan tenaga kesehatan dan obat-obatan, kelengkapan sarana prasarana, mekanisme rujukan, administrasi pelayanan, hingga koordinasi antarinstansi.


LK2T berpandangan bahwa langkah evaluasi harus dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis data. Dengan demikian, kebijakan yang diambil pemerintah daerah tidak sekadar merespons polemik yang berkembang, tetapi mampu menghadirkan solusi jangka panjang bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan.


Di sisi lain, LK2T juga mendorong adanya klarifikasi terbuka mengenai kebijakan dan mekanisme pelayanan BPJS Kesehatan yang berkaitan dengan persoalan di lapangan. Hal ini dinilai penting untuk memastikan apakah terdapat perubahan regulasi, persyaratan administrasi, mekanisme rujukan, atau ketentuan penjaminan yang berdampak terhadap akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.


Karomi menilai, seluruh pihak perlu melihat persoalan secara proporsional dan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa permasalahan sepenuhnya bersumber dari satu institusi.


“Kita harus objektif melihat persoalan ini. Jangan sampai seluruh kesalahan langsung diarahkan kepada Dinas Kesehatan atau manajemen rumah sakit, sementara kemungkinan adanya persoalan regulasi maupun mekanisme pelayanan BPJS Kesehatan belum diklarifikasi secara terbuka. Semua pihak perlu duduk bersama, membuka data, dan menjelaskan persoalan sesuai kewenangannya masing-masing,” ujarnya.


Ia menegaskan, dorongan klarifikasi tersebut bukan untuk mengalihkan tanggung jawab pemerintah daerah maupun membenarkan kekurangan dalam pelayanan rumah sakit. Sebaliknya, penelusuran secara menyeluruh diperlukan agar setiap persoalan dapat diselesaikan berdasarkan fakta, dokumen, dan ketentuan yang berlaku.


Menurut LK2T, masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang utuh mengenai persoalan pelayanan kesehatan, termasuk kejelasan prosedur dan pihak yang bertanggung jawab. Transparansi juga diperlukan agar tidak berkembang saling menyalahkan antarinstansi yang justru berpotensi memperkeruh keadaan.


Untuk itu, LK2T mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengambil sejumlah langkah strategis. Pertama, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rumah sakit daerah, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya dengan indikator kinerja yang jelas dan terukur.


Kedua, memfasilitasi koordinasi antara Dinas Kesehatan, manajemen rumah sakit, dan BPJS Kesehatan untuk mengklarifikasi berbagai ketentuan serta mekanisme pelayanan yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk memastikan ada atau tidaknya perubahan regulasi yang memengaruhi pelayanan pasien.


Ketiga, membuka ruang pengaduan masyarakat yang mudah diakses serta menyampaikan hasil evaluasi secara transparan, dengan tetap melindungi kerahasiaan data pribadi pasien.


Keempat, menetapkan target perbaikan bagi manajemen rumah sakit, mulai dari kecepatan pelayanan, kepastian prosedur, ketersediaan fasilitas dan obat-obatan, hingga efektivitas penanganan keluhan pasien.


Kelima, memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya agar pelaksanaan kebijakan berjalan selaras dan tidak menimbulkan hambatan bagi masyarakat.


LK2T menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar sekaligus hak masyarakat yang harus dipenuhi secara layak. Karena itu, persoalan birokrasi, lemahnya koordinasi, maupun ketidakjelasan pelaksanaan regulasi tidak boleh menjadi penghambat masyarakat dalam memperoleh pelayanan.


Karomi berharap Bupati Lombok Timur tidak hanya menunjukkan ketegasan melalui pergantian pejabat, tetapi juga memastikan adanya reformasi pelayanan kesehatan yang menyentuh persoalan mendasar. Keberhasilan kebijakan, menurutnya, harus diukur dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.


“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan siapa yang diganti atau siapa yang disalahkan, melainkan sejauh mana masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, mudah diakses, transparan, dan manusiawi. Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan justru menjadi korban persoalan birokrasi dan ketidakjelasan koordinasi kebijakan,” tutup Karomi.


LK2T berharap momentum pergantian direktur rumah sakit tersebut menjadi awal pembenahan menyeluruh sektor kesehatan di Lombok Timur. Dengan evaluasi yang objektif, keterbukaan informasi, dan koordinasi lintas lembaga, pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, adil, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Rabu, 14 Oktober 2026

RSUD Soedjono Selong Siap Hadirkan Layanan Cathlab

Okenews.net- RSUD dr. R. Soedjono Selong menegaskan kesiapannya dalam menghadirkan layanan Catheterization Laboratory (Cathlab) sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan jantung bagi masyarakat Kabupaten Lombok Timur dan sekitarnya. Kesiapan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam visitasi jajaran BPJS Kesehatan Wilayah Bali Nusra ke RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Penanggung jawab layanan Cathlab RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Hesti Wulandari, Sp.JP., menyampaikan bahwa rumah sakit telah siap untuk mendukung penyelenggaraan layanan Cathlab. Kesiapan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan jantung yang lebih komprehensif.

“Pada prinsipnya, rumah sakit sudah siap untuk menghadirkan layanan Cathlab. Kami berharap melalui visitasi ini, kesiapan yang telah dibangun dapat ditindaklanjuti sehingga layanan ini dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah,” ujar dr. Hesti Wulandari, Sp.JP, Rabu (14/10/2026).

Visitasi tersebut dilakukan oleh jajaran BPJS Kesehatan Wilayah Bali Nusra untuk meninjau kesiapan layanan Cathlab di RSUD dr. R. Soedjono Selong sebagai bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan rujukan, termasuk aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan layanan dan pembiayaan melalui BPJS Kesehatan.

Rombongan visitasi dihadiri oleh Asisten Deputi Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) dr. Ario Trisaksono, M.H, Analis JPK dr. Ni Made Adhe Sugi Windariani, serta staf JPK apt. Andika Purnama Devi, S.Farm., M.Sc dan I Gede Yudhi Martahadi, S.KM., M.M.

Turut hadir Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong Adrika Wendi, S.Si., Apt., M.M serta Ketua Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) Provinsi dr. Bayu Setia, M.Biomed., Sp.JP., FIHA.

Layanan Cathlab merupakan fasilitas medis penting dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah. 

"Dengan dukungan teknologi dan tenaga medis yang kompeten, layanan ini dapat digunakan untuk pemeriksaan diagnostik maupun tindakan intervensi jantung sesuai indikasi medis pasien," jelasnya.

Pengembangan layanan Cathlab di RSUD dr. R. Soedjono Selong diharapkan mampu memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien dengan kebutuhan pelayanan jantung lanjutan. 

Kehadiran layanan ini juga menjadi langkah strategis untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat Lombok Timur sehingga pasien memiliki alternatif layanan rujukan yang lebih dekat.

Visitasi BPJS Kesehatan Wilayah Bali Nusra menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kesiapan rumah sakit dengan persyaratan penyelenggaraan pelayanan dan ketentuan pembiayaan JKN yang berlaku.

Dengan kesiapan yang telah dibangun, RSUD dr. R. Soedjono Selong berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan layanan Cathlab agar dapat beroperasi sesuai ketentuan, mengutamakan keselamatan pasien, serta memberikan pelayanan jantung yang profesional dan bermutu bagi masyarakat.

Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong dr. H. Anjasmoro, Sp.Rad menyampaikan kunjungan Deputi BPJS dan BPJS Cabang selong bertujuan untuk memastikan kesiapan layanan Intervensi Jantung dengan pemanfaatan tehnologi Cathlab, pelayanan Cathlab akan dimulai minggu depan tanggal 23 dan 24 Oktober 2026 dengan pasien yang ditangani sebanyak 6 Orang.

"Pelaksanaan layanan intervensi jantung kita akan mulai tanggal 23 Oktober 2026 dengan didampingi oleh Rumah Sakit Pengampu RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat," ujar spesialis radiologi itu.

Setelah itu layanan Cathlab akan terus berjalan di RSUD dr. R. Soedjono Selong, pelayanan ini sudah tercover BPJS sehingga untuk pembiayaan tidak menjdi kendala bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan Cathlab. 

"Tidak saja layanan Chatlab yang akan kita buka saat ini tapi ada juga pelayanan deteksi dini kangker payudara dengan alat canggih (mamografi) yang sedang proses ijin dari BPJS. Setelah ijin keluar maka layanan mamografi segera kita runingkan," ujar Anjasmoro.

Pelayanan lain yang sedang berproses adalah pelayanan kemoterapi untuk penderitaan kangker yang akan running akhir tahun ini. Penguatan layanan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya RSUD dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Jumat, 28 Agustus 2026

Semarak HUT ke-43, RSUD Soedjono Selong Perkuat Pengabdian Lewat Aksi Sosial dan Lomba

Okenews.net- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43, RSUD dr. R. Soedjono Selong tidak hanya merayakannya dengan kemeriahan perlombaan internal, tetapi juga mengisinya dengan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Rangkaian kegiatan yang digelar pada Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar RSUD dr. R. Soedjono Selong untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Kabag Humas RSUD dr. R. Soedjono Selong, Mukasan Efendi, mengatakan peringatan HUT ke-43 menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan rumah sakit sekaligus meningkatkan semangat seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik.


“HUT ke-43 ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat,” ujar Mukasan Efendi, Sabtu (15/8/2026).


Salah satu kegiatan sosial yang menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT tahun ini adalah bakti sosial operasi bibir sumbing yang dilaksanakan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga.


Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian RSUD dr. R. Soedjono Selong terhadap masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan itu, rumah sakit tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan kesehatan, tetapi juga hadir memberikan manfaat sosial secara langsung.


Kepedulian terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui penyaluran air bersih ke Desa Sekaroh dan Desa Seriwe. Bantuan air bersih tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sebagai bentuk perhatian rumah sakit terhadap masyarakat yang membutuhkan akses air bersih.


“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan di dalam rumah sakit. Kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung,” kata Mukasan.


Selain kegiatan sosial, suasana HUT ke-43 RSUD dr. R. Soedjono Selong juga berlangsung semarak dengan berbagai perlombaan yang melibatkan pegawai dan unit kerja di lingkungan rumah sakit.


Sejumlah lomba yang digelar di antaranya Mini Soccer Dangdut, Karaoke, Dance Cuci Tangan, Masukkan Paku dalam Botol, Bakiak, Lari Karung, Tarik Tambang, hingga Lomba Kebersihan Ruangan.


Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan energi positif dalam lingkungan kerja sehingga berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien.


Mukasan menegaskan, semangat kebersamaan menjadi bagian penting dalam perjalanan RSUD dr. R. Soedjono Selong ke depan.


“Ketika kebersamaan dan kekompakan terjaga, tentu akan semakin mudah bagi kita untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.


43 Tahun Mengabdi, Terus Berbenah

Memasuki usia ke-43 tahun, RSUD dr. R. Soedjono Selong berkomitmen untuk terus tumbuh dan melakukan pembenahan, baik dari sisi pelayanan, sumber daya manusia maupun inovasi.


Peringatan HUT tahun ini pun diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar rumah sakit bahwa tugas utama yang diemban bukan sekadar memberikan pelayanan medis, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang aman, bermutu, profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Mengusung semangat “43 Tahun Mengabdi, Bersama Memberikan Pelayanan Terbaik”, RSUD dr. R. Soedjono Selong menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Timur dan sekitarnya.


Semangat tersebut diperkuat dengan tagline “KAMI MELAYANI DENGAN SMART”, sebagai bagian dari komitmen rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, inovatif, bermutu dan aman.


“Harapan kami, di usia yang ke-43 ini RSUD dr. R. Soedjono Selong semakin maju, terus berbenah dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi seluruh masyarakat,” pungkas Mukasan.

Selasa, 07 Juli 2026

CKG Lotim Tembus 27 Persen, Dinkes Optimistis Capai Target 46 Persen

Okenews.net– Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Lombok Timur terus menunjukkan perkembangan. Hingga pekan terakhir Juni 2026, cakupan layanan tersebut telah mencapai lebih dari 27 persen dari target 46 persen yang ditetapkan untuk tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren positif. Dengan pelaksanaan program yang terus digenjot, pihaknya optimistis target yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai.

“Alhamdulillah progresnya positif. Sampai minggu kemarin kita sudah di angka 27 persen lebih dari target 46 persen tahun 2026. Kami optimistis target itu bisa tercapai,” kata Aries, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, optimisme tersebut juga berkaca pada pelaksanaan CKG tahun sebelumnya. Meski persiapannya dilakukan dalam waktu relatif singkat, capaian pada 2025 mampu mendekati 35 persen.

“Pengalaman tahun 2025, dengan persiapan yang sangat mendadak saja kita bisa mencapai hampir 35 persen. Karena itu kami yakin tahun ini target 46 persen bisa diraih,” ujarnya.

Di sisi lain, pelaksanaan CKG turut memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat di Lombok Timur. Dari hasil pemeriksaan, penyakit tidak menular masih menjadi persoalan yang cukup dominan.

Hipertensi dan diabetes melitus menjadi dua penyakit yang banyak ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan masyarakat. Temuan tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan karena pengendalian kedua penyakit itu juga masuk dalam indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Aries menegaskan, pemeriksaan melalui CKG bukan sekadar untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendeteksi faktor risiko penyakit secara lebih dini.

“Karena itu penyakit tidak menular menjadi atensi kami. Kami ingin masyarakat memahami pentingnya pencegahan dan mendeteksi faktor risiko penyakit sedini mungkin,” katanya.

Dengan deteksi lebih awal, masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan sebelum penyakit berkembang dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Dinas Kesehatan Lombok Timur pun mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG. Selain untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, pemeriksaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat sekaligus menekan risiko penyakit tidak menular di Lombok Timur.

Selasa, 30 Juni 2026

Kabar Baik! RSUD dr. R. Soedjono Selong Siapkan Layanan Bedah Laparascopy

Okenews.net – RSUD dr. R. Soedjono Selong segera menghadirkan layanan bedah Laparascopy sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Timur. 

Kesiapan layanan tersebut ditandai dengan kunjungan Tim Visitasi Bedah Digestif untuk melakukan penilaian sekaligus pendampingan terhadap kesiapan rumah sakit, Kamis (30/06/2026).

Visitasi ini menjadi bagian penting dalam menilai sekaligus mendampingi kesiapan rumah sakit, mulai dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga standar pelayanan medis sebelum layanan dioperasikan.

Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. H. Anjas Moro, menegaskan pengembangan layanan laparascopy merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Lombok Timur.

"Hari ini kami menerima kunjungan Tim Visitasi Bedah Digestif. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian sekaligus pendampingan terhadap kesiapan RSUD dr. R. Soedjono Selong dalam memberikan layanan bedah Laparascopy kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Anjas, kehadiran layanan ini tidak hanya menjadi penanda kemajuan teknologi medis di rumah sakit, tetapi membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan bedah berkualitas tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah. 

Dengan demikian, tegas dokter spesialis Radiologi itu, pasien dapat memperoleh penanganan lebih cepat, lebih dekat dengan keluarga, sekaligus mengurangi beban biaya dan waktu perjalanan.

Ia berharap proses visitasi ini menjadi pijakan untuk menghadirkan layanan Laparascopy yang memenuhi standar, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Lombok Timur.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Semoga melalui visitasi ini, layanan bedah Laparascopy di RSUD dr. R. Soedjono Selong dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.

Rangkaian visitasi ditutup dengan diskusi antara tim visitasi, manajemen rumah sakit, dan tenaga medis. Selain menjadi forum evaluasi, pertemuan tersebut juga menghasilkan sejumlah langkah strategis.

Hal itu sebagai bagian dari pengembangan layanan bedah digestif berbasis teknologi Laparascopy, sekaligus memperkuat kesiapan RSUD dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin modern dan berkualitas.

Senin, 22 Juni 2026

Klinik 24 Jam Hadir di Sembalun, Bupati Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Foto: Peresmian Pratama Nusa Medica Clinic

Okenews.net – Upaya memperkuat layanan kesehatan di kawasan wisata Sembalun terus dilakukan. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meresmikan Pratama Nusa Medica Clinic (Medica Clinic) Sembalun, Senin (22/6/2026).

Klinik rawat jalan 24 jam tersebut diharapkan menjadi penunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Sembalun, termasuk para pendaki Gunung Rinjani.

Peresmian klinik dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait, di antaranya Ketua GOW Lombok Timur, Kepala DPMPTSP Lombok Timur, Camat Sembalun, Kapolsek Sembalun, Danramil 1615-10 Sembalun, Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, Direktur RSUD Selaparang, Kepala Balai TNGR, Basarnas NTB, Kepala Puskesmas Sembalun, para kepala desa, pelaku wisata, porter, guide, serta tokoh masyarakat.

Presiden Direktur Pratama Nusa Medica, Putu Ardana, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang dinilai sangat membantu percepatan proses pendirian dan operasional klinik tersebut.

Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan itu diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan hingga akhirnya memperoleh izin operasional.

“Kami berharap kehadiran klinik ini dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat maupun wisatawan. Kami juga membuka ruang untuk masukan dan dukungan dari seluruh stakeholder agar pelayanan yang diberikan semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyambut baik hadirnya investasi di sektor kesehatan tersebut. Ia menilai keberadaan klinik sangat penting untuk melengkapi layanan kesehatan di Sembalun yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Lombok Timur.

“Ini sangat positif untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer di Sembalun. Ke depan saya berharap klinik ini dapat berkembang, tidak hanya melayani rawat jalan tetapi juga memiliki fasilitas rawat inap sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Warisin.

Bupati juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar selalu mengedepankan pelayanan yang ramah dan humanis kepada pasien.

“Melayani orang sakit harus dengan keramahan, senyum, dan pendekatan yang baik. Saya berharap klinik ini terus berkembang dengan fasilitas yang semakin lengkap dan tenaga medis yang berkualitas,” tambahnya.

Lebih jauh, Warisin menilai keberadaan fasilitas kesehatan di kawasan wisata akan menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Sembalun. Bahkan, ke depan pemerintah daerah membuka peluang penguatan regulasi pariwisata yang berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan wisatawan sebelum melakukan aktivitas pendakian.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan kemudahan perizinan bagi investor yang berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur strategis di Lombok Timur. Ia berharap Medica Clinic dapat menjalin sinergi yang kuat dengan Puskesmas Sembalun, terutama dalam sistem rujukan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sabtu, 20 Juni 2026

11 Ambulans Disiagakan Kawal Puncak Festival Muharram Lotim

Okenews.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur menyiapkan layanan kesehatan secara khusus untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung pada puncak Festival Muharram 1448 Hijriah.

Sebanyak 11 unit ambulans bersama puluhan tenaga kesehatan akan disiagakan untuk mengawal kegiatan yang menghadirkan grup musik GIGI dan sejumlah musisi lainnya tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, mengatakan persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan panitia penyelenggara. Langkah ini untuk memastikan masyarakat yang hadir tetap mendapatkan akses layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

"Tim kesehatan telah berkoordinasi dengan panitia penyelenggara dalam rangka mengawal acara puncak Festival Muharram. Kami menyiapkan 11 ambulans, masing-masing dilengkapi tiga tenaga medis dan satu pengemudi," ujar Aries.

Dengan komposisi tersebut, sebanyak 33 tenaga medis dan 11 pengemudi akan ditempatkan di lokasi kegiatan. Petugas akan disebar pada sejumlah titik yang dinilai strategis untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan kesehatan maupun kondisi yang membutuhkan evakuasi medis.

Dinkes juga menyiapkan dua pos layanan kesehatan, masing-masing berada di sisi timur dan barat area kegiatan. Penempatan tersebut diharapkan memudahkan pengunjung memperoleh pertolongan tanpa harus menempuh jarak yang jauh di tengah kepadatan massa.

Selain layanan medis dan ambulans, petugas kesehatan akan melakukan pemantauan selama acara berlangsung. Upaya tersebut menjadi bagian dari mitigasi risiko mengingat kegiatan diperkirakan menarik perhatian ribuan masyarakat.

Aries mengimbau warga yang menghadiri Festival Muharram agar menjaga kondisi tubuh, cukup mengonsumsi air dan tidak memaksakan diri jika merasa kurang sehat.

"Jika mengalami pusing, sesak napas, dehidrasi atau keluhan kesehatan lainnya, segera datangi pos kesehatan yang telah disiapkan," imbaunya.

Pemkab Lombok Timur berharap puncak Festival Muharram berlangsung aman, tertib dan lancar. Kesiapan layanan kesehatan menjadi salah satu langkah antisipasi agar masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman.

"Semoga acara puncak Festival Muharram berjalan lancar, masyarakat bahagia dan tetap sehat," pungkas Aries.

Sabtu, 13 Juni 2026

Puskesmas Sakra Timur Tinggal Tunggu Perbup untuk Beroperasi

Okenews.net – Puskesmas Sakra Timur (Sakti) di Kabupaten Lombok Timur hingga kini belum dapat melayani masyarakat. Padahal, dari sisi fasilitas, peralatan kesehatan hingga tenaga medis, puskesmas tersebut disebut telah siap beroperasi.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu H. Aries Fahrozi, mengatakan kendala yang tersisa saat ini berada pada aspek regulasi. Pemerintah daerah masih menunggu penyelesaian Peraturan Bupati (Perbup) sebagai salah satu syarat sebelum layanan kesehatan tersebut resmi dijalankan.

“Sekarang kami masih menunggu regulasi Perbup yang sedang tahap akhir,” kata Aries, Rabu (13/5).

Menurutnya, proses penyusunan regulasi tersebut sebelumnya sempat mengalami kendala karena masih berada di Kementerian Hukum. Namun, dokumen tersebut kini telah keluar dari biro hukum provinsi dan memasuki tahapan akhir untuk ditandatangani.

Setelah Perbup rampung, Dinas Kesehatan akan melanjutkan proses pengajuan Surat Izin Operasional (SIO) Puskesmas Sakti.

Aries memastikan persiapan teknis menuju pengoperasian puskesmas terus dilakukan. Bahkan, Dinas Kesehatan telah menggelar rapat khusus untuk mematangkan berbagai kebutuhan sebelum fasilitas tersebut mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami optimistis dalam waktu dekat bisa beroperasi. Kami juga baru selesai rapat persiapan PKM Sakti ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, secara teknis Puskesmas Sakti sudah memenuhi berbagai kebutuhan dasar pelayanan. Kesiapan tersebut mencakup bangunan, alat kesehatan serta sumber daya manusia.

Namun, kesiapan teknis tersebut belum cukup untuk membuat puskesmas beroperasi secara resmi. Kelengkapan regulasi tetap menjadi syarat penting agar pelayanan dapat berjalan secara administratif dan formal.

Dengan demikian, masyarakat di wilayah Sakra Timur masih harus menunggu hingga proses regulasi tersebut tuntas. Pemerintah daerah berharap Puskesmas Sakti dapat segera difungsikan sehingga akses pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut semakin mudah.

Minggu, 07 Juni 2026

RSUD Selong Berhasil Lakukan Operasi Usus Buntu Minim Sayatan

Okenews.net– RSUD dr. R. Soedjono Selong berhasil melaksanakan operasi perdana Laparoscopic Appendectomy yakni prosedur bedah minimal invasif (minim sayatan) untuk mengangkat usus buntu yang meradang atau terinfeksi.

Tindakan tersebut dilakukan terhadap pasien yang didiagnosis mengalami Apendisitis Akut dan membutuhkan penanganan darurat (cito) untuk mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.

Kepala Bagian Humas RSUD Selong, Muksan Efendy, M.Kes, mengatakan operasi tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan bedah modern di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

"Ini merupakan operasi Laparoscopic Appendectomy pertama, dan berhasil dilakukan di RSUD dr. R. Soedjono Selong,” ujar Muksan, Ahad (07/06/2026) di Selong.

Melalui metode ini, dokter bedah hanya membuat tiga lubang kecil berdiameter sekitar satu sentimeter pada perut pasien. Melalui bantuan kamera dan instrumen khusus, usus buntu yang mengalami peradangan berhasil diangkat dalam waktu sekitar 40 menit.

Menurutnya, pasien datang dengan diagnosis Apendisitis Akut yang membutuhkan tindakan operasi segera untuk mencegah terjadinya ruptur atau pecahnya usus buntu yang dapat menyebabkan infeksi luas di rongga perut (peritonitis).

Keberhasilan operasi tersebut juga didukung oleh kesiapan tim anestesi dalam menangani fase krusial sebelum pembedahan dilakukan. Karena operasi menggunakan anestesi umum (general anesthesia), pengamanan jalan napas menjadi prosedur yang sangat penting.

“Sebelum operasi dimulai, tim anestesi terlebih dahulu melakukan pengamanan jalan napas menggunakan teknik laringoskopi,” imbuh Muksan.

Menurutnya, tindakan ini sangat penting untuk mencegah risiko aspirasi paru, yaitu masuknya isi lambung ke saluran pernapasan yang dapat menimbulkan komplikasi serius selama proses anestesi. 

Ia menjelaskan teknik laparoskopi memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan operasi terbuka. Selain mengurangi rasa nyeri pascaoperasi, metode ini juga menghasilkan luka yang lebih kecil sehingga bekas operasi lebih minimal dan masa pemulihan pasien menjadi lebih cepat.

"Keunggulan utama metode ini adalah nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, luka operasi yang kecil dan minim bekas, serta waktu pemulihan yang lebih cepat. Pasien umumnya dapat pulang 24 hingga 48 jam lebih cepat dibandingkan operasi terbuka," jelasnya.

Saat ini kondisi pasien dilaporkan stabil dan terus menunjukkan perkembangan yang baik. Pasien sudah diperbolehkan berjalan secara bertahap dan direncanakan pulang lusa. 

“Ini menunjukkan teknik bedah minimal invasif memberikan manfaat nyata dalam mempercepat proses pemulihan pasien," tambah Muksan.

Ia menegaskan, keberhasilan operasi perdana tersebut menjadi bukti komitmen RSUD dr. R. Soedjono Selong dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi medis yang lebih modern dan efektif.

"Laparoscopic Appendectomy kini menjadi salah satu pilihan layanan bedah di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Teknik ini memungkinkan pasien pulih lebih cepat dengan luka operasi yang sangat kecil, bahkan hanya sebesar kancing baju," pungkasnya.

Sabtu, 06 Juni 2026

Lindungi Tenaga Kesehatan, RSUD dr. R. Soedjono Selong Laksanakan Vaksinasi MR

Okenews.net– RSUD dr. R. Soedjono Selong mulai melaksanakan kegiatan vaksinasi Measles-Rubella (MR) bagi seluruh karyawan rumah sakit. Program vaksinasi ini berlangsung mulai 6 Juni hingga 20 Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan perlindungan tenaga kesehatan dan pegawai dari risiko penularan penyakit campak dan rubella di lingkungan kerja.

Pelaksanaan vaksinasi diawali oleh Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Anjasmoro, Sp.Rad, yang menjadi penerima vaksin pertama. Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan dan komitmen pimpinan rumah sakit dalam menyukseskan program imunisasi bagi seluruh pegawai.

Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Anjasmoro, Sp.Rad, mengatakan langkah ini diharapkan dapat memberikan teladan sekaligus meningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya vaksinasi dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa tenaga kesehatan dan seluruh pegawai rumah sakit memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi menjadi hal yang sangat diperlukan.

“Vaksinasi MR ini merupakan salah satu upaya preventif untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Kami berharap seluruh karyawan dapat mengikuti program ini sehingga risiko penularan penyakit campak dan rubella dapat diminimalkan,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan vaksinasi dilaksanakan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh tim pelaksana guna memastikan seluruh karyawan mendapatkan kesempatan mengikuti vaksinasi tanpa mengganggu pelayanan kepada pasien.

Selain sebagai bentuk perlindungan individu, program ini juga mendukung upaya peningkatan keselamatan pasien dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit. RSUD dr. R. Soedjono Selong berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program kesehatan preventif guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Melalui pelaksanaan vaksinasi MR ini, diharapkan seluruh karyawan RSUD dr. R. Soedjono Selong memiliki perlindungan yang optimal sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, aman, dan berkualitas kepada masyarakat Kabupaten Lombok Timur.

Rabu, 13 Mei 2026

Kasus HIV/AIDS Meningkat, Puskesmas Kerongkong Luncurkan Aplikasi Deteksi Dini

Foto: Sosialisasi pencegahan Penularan HIV/AIDS, Oleh Puskesmas Kerongkong

Okenews.net – Puskesmas Kerongkong terus menggencarkan sosialisasi pencegahan penularan HIV/AIDS melalui deteksi dini di tengah masyarakat. Upaya tersebut diperkuat dengan peluncuran aplikasi digital berbasis web bernama AIEPE yang diperkenalkan di Puskesmas Kerongkong, Rabu (12/5).

Kepala Puskesmas Kerongkong, Muhammad Hermansyah, mengatakan aplikasi tersebut dikembangkan sebagai langkah inovatif untuk mempermudah masyarakat melakukan skrining awal HIV/AIDS secara aman dan rahasia.

Menurutnya, peluncuran aplikasi AIEPE dipicu oleh meningkatnya tren kasus HIV/AIDS di wilayah Lombok Timur dalam beberapa tahun terakhir.

“Berdasarkan data yang kami himpun, tercatat sebanyak 75 kasus HIV/AIDS di Lombok Timur selama periode 2000 hingga 2025. Sementara pada awal 2026 sudah ditemukan sembilan kasus baru,” ujar Hermansyah.

Ia menjelaskan, aplikasi AIEPE berbasis web dan dirancang dengan sistem perlindungan data yang ketat sehingga kerahasiaan identitas pasien tetap terjaga.

“Aplikasi ini berbasis web dan seluruh data pengguna dijamin kerahasiaannya. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk deteksi dini HIV/AIDS,” katanya.

Selain digunakan untuk skrining HIV/AIDS, aplikasi tersebut juga menyasar sejumlah kelompok rentan seperti ibu hamil, penderita tuberkulosis (TBC), lansia, remaja, hingga pelajar guna mencegah penularan sejak dini.

Hermansyah menegaskan HIV/AIDS bukanlah aib, melainkan penyakit menular yang harus dihadapi bersama melalui edukasi dan pemeriksaan dini.

“HIV/AIDS bukan aib. Ini penyakit yang harus kita lawan bersama. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Sementara itu, perawat sekaligus pengembang aplikasi AIEPE, Eka Mulyana Astuti, mengatakan aplikasi tersebut dibuat untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan skrining awal tanpa harus merasa takut atau khawatir.

“Masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan aplikasi ini karena identitas pasien sangat kami rahasiakan sesuai kode etik dan sumpah profesi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aplikasi AIEPE dapat diakses dengan mudah melalui pemindaian kode QR menggunakan telepon genggam. Setelah pengguna mengisi data diri, tim kesehatan akan melakukan verifikasi dan menghubungi pengguna untuk menentukan jadwal pemeriksaan.

“Caranya cukup mudah, tinggal scan kode QR, isi data diri, lalu tim kami akan melakukan verifikasi dan mengatur jadwal pemeriksaan,” jelasnya.

Meski demikian, Eka mengakui aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan agar ke depan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

“Aplikasi ini masih baru dan kami bersama tim terus melakukan perbaikan agar ke depan bisa lebih baik dan lebih maksimal,” katanya.

Ia berharap kehadiran aplikasi AIEPE dapat membantu masyarakat, khususnya warga di wilayah Kerongkong dan sekitarnya, termasuk masyarakat yang baru kembali dari perantauan.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan baik demi meningkatkan kesadaran dan kesehatan bersama,” tutupnya.

Kamis, 07 Mei 2026

RSUD R. Soedjono Selong Kampanyekan Gaya Hidup Sehat pada Hari Kesehatan Sedunia

Okenews.net- Momen Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 7 April, RSUD R. Soedjono Selong mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan melalui penerapan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.


Peringatan Hari Kesehatan Sedunia tahun ini mengusung tema “Together for health. Stand with science” yang menekankan pentingnya kebersamaan, kesadaran masyarakat, serta dukungan terhadap ilmu pengetahuan.


Kepala Bagian Humas RSUD R. Soedjono Selong Muksan Efendi, M.Kes menyampaikan kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran sangat penting dalam menunjang produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.


Menurutnya, menjaga kesehatan tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar atau biaya mahal, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dan konsisten.


“Momentum Hari Kesehatan Sedunia ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan," ujar Muksan, Rabu (07/04/2026) di Selong. 


Menurutnya, membiasakan pola hidup sehat sejak dini, masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup sekaligus mencegah berbagai penyakit yang saat ini semakin banyak dipengaruhi oleh gaya hidup


Ia menjelaskan, terdapat sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam menjaga kesehatan tubuh. Di antaranya, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.


Selain itu, memperbanyak aktivitas fisik atau olahraga ringan setiap hari, mencukupi kebutuhan air putih, mengurangi konsumsi gula berlebih dan makanan instan, serta menjaga pola istirahat yang cukup.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk mulai lebih peduli terhadap kesehatan mental dengan mengelola stres secara baik dan menjaga keseimbangan antara aktivitas kerja, keluarga, dan waktu istirahat.


“Banyak penyakit dapat dicegah apabila masyarakat memiliki kesadaran menjaga pola hidup sehat. Kebiasaan kecil seperti berjalan kaki, mengurangi makanan cepat saji, dan tidur yang cukup memiliki dampak besar terhadap kesehatan tubuh dalam jangka panjang,” tambahnya.


RSUD R. Soedjono Selong, lanjut Muksan Efendi, terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat sekaligus memperkuat edukasi kesehatan melalui berbagai kegiatan promotif dan preventif.


Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Lombok Timur, RSUD R. Soedjono Selong tidak hanya fokus pada pelayanan pengobatan, tetapi aktif mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.


“Melalui peringatan Hari Kesehatan Sedunia ini, kami berharap masyarakat semakin sadar menjaga kesehatan. RSUD siap hadir mendampingi masyarakat dalam menjaga kesehatan, hari ini dan seterusnya,” ungkapnya.


Peringatan Hari Kesehatan Sedunia diperingati secara global setiap tanggal 7 April sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap isu-isu kesehatan serta pentingnya akses layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.


Melalui momentum ini, RSUD R. Soedjono Selong berharap semangat hidup sehat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi