Ketua Permas Duling: Program 10 Juta Sapi Harus Disyukuri - Okenews.net | PT Bintang Mediaoke Pratama. All rights reserved

Breaking

Halaman

Selasa, 03 November 2020

Ketua Permas Duling: Program 10 Juta Sapi Harus Disyukuri

OkeNews Lotim - Program 10 juta sapi brahman yang akan digelontorkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTB dan pendaftarannya sudah dibuka mendapatkan apresiasi dari Ketua Pergerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Permas Duling), Apipudin. Ia menyebutkan, program tersebut sangat bagus untuk kemaslahatan umat dengan akses dan ketentuan yang mudah telah dibuat oleh HKTI.


"Program HKTI ini, salah satu program yang harus ditiru oleh kita semua. Pasalnya program ini adalah salah satu program yang mensejahterakan masyarakat Lombok Timur khususnya," Apipuddin Adnan pada wartawan di Selong, Selasa (03/11/2020).


Adapun terkait pertanyaan dan keraguan sejumlah pihak tentang program 10 juta sapi yang selama ini terjadi, menurut pria kelahiran Montong Baan itu merupakan hal wajar. Hal itu menjadi cambuk bagi HKTI lebih serius dalam berprogram.


"Wajar oknum-oknum aktivis ribut, toh juga mereka bukan pengarat kok. HKTI dalam hal ini harus tetap semangat demi kesejahteraan masyarakat banyak," ujar Apipuddin.


Ia juga menegaskan, program sapi brahman dari HKTI ini bisa menutupi kesenjangan sosial masyarakat khususnya di Kabupaten Lombok Timur. Antusias masyarakat terhadap adanya program ini sangat luar biasa, banyak masyarakat yang menanti kedatangan sapi tersebut.


"Program sapi brahman ini bisa menutupi kesenjangan sosial kedepannya, khususnya di Lotim ini. Dan perlu diketahui juga yang suka ribut-ribut itu belum tentu mampu mendatangkan program seperti ini," tukasnya.


Semestinya, masyarakat harus berterima kasih. "Kita harus syukuri program ini dan kita doakan sesegera mungkin cair sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terealisasikan dengan baik. Dan teman teman HKTI jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas yang bertujuan mematahkan semangat perjuangan," harapnya.