![]() |
| IAIH Hamzanwadi Pancor |
Okenews.net- Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026. Ratusan mahasiswa resmi dilepas untuk terjun langsung ke tengah masyarakat dalam program pengabdian yang akan berlangsung selama dua bulan.
Kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan KKN tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke berbagai daerah, baik di dalam maupun luar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tahun ini, jangkauan lokasi KKN IAIH Pancor diperluas hingga skala nasional, mencakup wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, hingga Bali.
Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan tinggi. Menurutnya, KKN bukan sekadar formalitas akademik, melainkan sarana pembelajaran sosial yang memiliki nilai historis dan edukatif yang kuat.
“Kuliah Kerja Nyata adalah kewajiban akademik yang tidak bisa digantikan dengan aktivitas lain. Ini bukan soal administrasi kelulusan, tetapi proses pembelajaran nyata yang telah menjadi tradisi pendidikan tinggi sejak 1951,” ujarnya, Selasa (28/01/2026).
Ia menekankan bahwa capaian akademik setinggi apa pun, termasuk IPK, tidak dapat menghapus kewajiban mahasiswa untuk mengikuti KKN. Bahkan, ia menyebut KKN sebagai pengalaman unik yang hanya bisa dirasakan sekali selama masa studi.
“KKN hanya sekali seumur hidup bagi mahasiswa. Ini adalah pengalaman belajar yang sangat berharga dan tidak tergantikan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hayyi juga berpesan agar mahasiswa membawa dua semangat utama selama menjalankan pengabdian, yakni semangat belajar dan semangat mengajar. Mahasiswa diharapkan mampu membaca realitas sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat, sekaligus hadir sebagai agen perubahan yang memberi manfaat nyata.
“Mahasiswa tidak cukup hanya hadir dan menjalankan program. Mereka harus mau belajar dari masyarakat dan, di saat yang sama, mengabdi dengan penuh tanggung jawab agar kehadirannya memberikan dampak positif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Tak kalah penting, ia mengingatkan seluruh peserta KKN untuk menjaga sikap, etika, serta nama baik diri, keluarga, dan almamater selama berada di lokasi pengabdian.
“Di mana pun kalian berada, kalian adalah duta kampus. Jaga nama baik institusi dan jadikan KKN sebagai bagian dari perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.
.png)
