www.okenews.net: Berita Utama
Tampilkan postingan dengan label Berita Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Utama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Januari 2026

Di Balik Angka 494 Prestasi MAN 1 Lotim: Ada Kepemimpinan Guru SenenG

M. Nurul Wathoni (dok/ist)
Ditulis oleh: Hanapi (Penggagas Guru Lauq Indonesia) 

Angka 494 prestasi yang ditorehkan MAN 1 Lombok Timur (Lotim) sepanjang 2025 sekilas tampak seperti statistik keberhasilan yang menakjubkan bahkan fantastis. Namun, jika prestasi hanya dibaca sebagai angka, maka kita sedang menyederhanakan sebuah kerja intelektual, kultural, dan kepemimpinan panjang menjadi sekadar deret numerik. Dalam dunia pendidikan, angka tidak pernah berdiri sendiri. Ia merupakan jejak dari proses berpikir, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi dalam memimpin.

Tulisan ini berangkat saat penulis membaca pemberitaan media online yang mengangkat capaian prestasi MAN 1 Lombok Timur sepanjang tahun 2025 sebagai sebuah fenomena yang luar biasa. Media menarasikan capaian ini dengan diksi fantastis dan melampaui ekspektasi, seraya menyebutkan madrasah sebelumnya menetapkan target 360 prestasi, sebuah target yang disusun melalui kalkulasi simbolik satu hari satu prestasi sebagai representasi komitmen institusional terhadap budaya unggul dan produktivitas akademik. Target tersebut pada mulanya diposisikan sebagai standar ambisius namun realistis, yang mencerminkan keseriusan lembaga dalam merancang orientasi prestasi secara terukur.

Namun demikian, fakta empirik menunjukkan bahwa realisasi prestasi MAN 1 Lombok Timur jauh melampaui proyeksi perencanaan awal. Hingga akhir tahun 2025, jumlah prestasi yang berhasil dikoleksi mencapai 494 capaian, sebuah angka yang tidak sekadar menembus batas target, tetapi mengindikasikan adanya daya dorong sistemik yang bekerja melampaui kalkulasi teknokratis. Pada titik ini, angka prestasi tidak lagi dapat dipahami sebagai hasil penjumlahan keberhasilan individual, melainkan sebagai refleksi dari dinamika kelembagaan yang lebih dalam meliputi kepemimpinan, tata kelola, budaya akademik, serta internalisasi nilai kompetitif yang berkelanjutan.

Kondisi inilah yang mendorong penulis untuk menempatkan capaian prestasi tersebut bukan hanya sebagai objek kekaguman publik, sebagaimana direpresentasikan dalam narasi media massa, tetapi sebagai fenomena pendidikan yang layak dibaca secara analitis dan kritis. Media online merekam dan menyebarluaskan hasil akhirnya, tulisan ini berupaya menganalisis lapisan permukaan tersebut dengan menginterpretasi angka 494 sebagai teks sosial dan institusional, penanda bekerja dan matangnya sistem pendidikan yang telah berhasil mentransformasikan prestasi dari sekadar target kuantitatif menjadi bagian dari peradaban akademik yang terlembagakan.

Prestasi memang lahir dari kerja keras siswa. Bakat, disiplin latihan, dan daya juang peserta didik adalah fondasi utama. Namun, sejarah pendidikan menunjukkan bahwa prestasi kolektif yang berulang dan berkelanjutan hampir selalu berakar pada kepemimpinan yang kuat. Di titik inilah sosok Kepala Madrasah MAN 1 Lotim M. Nurul Wathoni (Guru SenenG, sembek/julukan) menjadi variabel kunci yang tidak dapat diabaikan.

Konteks ini, prestasi sebagai produk pemikiran, bukan kebetulan. Dalam literatur kepemimpinan pendidikan, sekolah atau madrasah berprestasi jarang lahir dari kebetulan. Hallinger (2011) menegaskan kepala sekolah adalah instructional leader yang menentukan arah mutu pembelajaran dan budaya prestasi. Artinya, prestasi bukan sekadar hasil kompetisi, melainkan produk dari cara berpikir dan cara memimpin.

Guru SenenG dapat diposisikan sebagai sosok pemikir pendidikan, bukan sekadar pelaksana administrasi. Ia membaca prestasi bukan sebagai tujuan sesaat, melainkan sebagai indikator sehatnya proses pendidikan. Cara pandang ini penting, sebab seperti ditegaskan Michael Fullan (2014), Perbaikan berkelanjutan bergantung pada kepemimpinan yang bijaksana, konsisten, dan berlandaskan moral. Keberlanjutan prestasi MAN 1 Lotim dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya kepemimpinan yang tidak reaktif, tetapi reflektif dan terencana.

Sekali lagi, angka 494 menjadi masuk akal ketika dilihat sebagai hasil dari kepemimpinan yang menggerakkan sistem, bukan individu. Guru SenenG membangun madrasah sebagai ekosistem, guru diberi ruang berinovasi, siswa difasilitasi untuk menemukan dan mengasah bakat, serta prestasi dijadikan budaya, bukan proyek sesaat.

Bass dan Riggio (2006) menyebut tipe kepemimpinan semacam ini sebagai transformational leadership, yakni kepemimpinan yang mampu mengubah potensi laten menjadi energi kolektif. Dalam konteks MAN 1 Lotim, energi itu menjelma dalam prestasi yang lahir terus-menerus, lintas bidang dan lintas level kompetisi.

Lebih dari itu, Guru SenenG memperlihatkan apa disebut oleh Sergiovanni (2007) sebagai moral leadership. Ia memimpin dengan nilai, bukan semata instruksi. Ketika nilai keunggulan, disiplin, dan konsistensi hidup dalam diri pemimpin, nilai itu menjalar menjadi etos bersama. Prestasi pun tidak dipaksakan, tetapi tumbuh sebagai kesadaran institusional.

Angka 494 Sebagai Penanda “Peradaban” Akademik

Angka 494 juga tidak dapat direduksi sebagai sekadar agregasi numerik prestasi, melainkan harus dipahami sebagai penanda kematangan "peradaban" akademik MAN 1 Lombok Timur. Pada level ini, prestasi tidak lagi bersifat kontingen atau incidental, bergantung pada talenta individual atau momentum kompetisi, melainkan telah bertransformasi menjadi hasil sistemik dari ekosistem pendidikan yang terinstitusionalisasi secara kokoh. Dengan demikian, MAN 1 Lotim telah melampaui paradigma achievement-oriented institution menuju culture-driven academic institution, di mana prestasi merupakan konsekuensi inheren dari tata kelola, nilai, dan habitus kelembagaan yang mapan.

Dalam perspektif sosiologi pendidikan Pierre Bourdieu, capaian tersebut merepresentasikan akumulasi institutionalized cultural capital yang berfungsi sebagai modal simbolik kolektif (Bourdieu, 1986). Modal ini tidak hanya memberikan legitimasi akademik dan sosial terhadap posisi madrasah dalam medan pendidikan, tetapi memiliki daya reproduksi struktural. Ketika modal simbolik telah terlembagakan, maka prestasi tidak lagi bergantung pada aktor individual tertentu. Siswa dapat berganti, arena kompetisi dapat berubah, namun sistem simbolik dan kultural yang telah terbentuk akan terus memproduksi keberhasilan secara berkelanjutan.

Lebih jauh, angka 494 mengindikasikan terbentuknya habitus akademik yang stabil dan produktif, sebuah disposisi kolektif yang menormalisasi kerja keras intelektual, disiplin belajar, etos kompetitif yang sehat, serta orientasi pada keunggulan (excellence orientation). Habitus ini bukanlah produk kebijakan jangka pendek, melainkan hasil dari proses panjang internalisasi nilai, pembiasaan praksis, dan konsistensi kepemimpinan. Ketika habitus telah mengakar, prestasi tidak lagi dipersepsikan sebagai capaian luar biasa, tetapi sebagai konsekuensi logis dari praktik pendidikan sehari-hari.

Di sinilah pososi signifikansi kepemimpinan reflektif dan transformatif, kepemimpinan yang tidak berhenti pada fungsi administratif atau teknokratis, tetapi bekerja pada level epistemik dan kultural. Kepemimpinan semacam ini berorientasi pada pembangunan sistem, bukan sekadar pengelolaan program, pembentukan makna, dan bukan sekadar pencapaian target. Pemimpin tidak harus hadir dalam setiap detail operasional, karena sistem telah bekerja secara otonom melalui mekanisme kelembagaan yang tertata, adaptif, dan berkelanjutan.

Pada sisi yang lain, membaca 494 prestasi semata-mata sebagai manifestasi keunggulan individual siswa merupakan pendekatan yang bersifat reduksionistik dan mengabaikan dimensi struktural pendidikan. Prestasi tersebut adalah hasil dari kepemimpinan intelektual Guru SenenG yang secara sadar dan sistematis menjadikan prestasi sebagai tradisi institusional, bukan sebagai anomali statistik. Dalam kerangka ini, prestasi diposisikan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai indikator proses pendidikan dijalankan secara konsisten, reflektif, dan berorientasi pada keberlanjutan mutu.

Sejalan dengan pemikiran John Dewey (1938), pendidikan tidak dapat direduksi menjadi mekanisme persiapan menuju masa depan, melainkan merupakan praktik kehidupan sosial itu sendiri, ruang nilai, pengalaman, dan makna dibentuk secara dialektis dan berkesinambungan. Prestasi MAN 1 Lotim merupakan ekspresi dari kehidupan pendidikan yang dinamis, sebuah proses yang dirancang secara sadar, dipandu oleh visi intelektual, dan dijaga kesinambungannya melalui kebijakan kelembagaan yang konsisten.

Kepemimpinan Sasak sebagai Fondasi Kultural Prestasi

Ditelisik lebih dalam, capaian 494 prestasi MAN 1 Lombok Timur tidak hanya dapat dijelaskan melalui kerangka manajemen modern atau teori kepemimpinan pendidikan kontemporer. Namun penulis juga menilai hal ini berakar kuat pada etos kepemimpinan Sasak yang hidup dan dipraktikkan secara kontekstual. Nilai-nilai seperti wanen (keberanian), terpi (disiplin), teguq (tanggung jawab), beriuk tinjal (gotong royong), dan kupuq (kesetaraan) membentuk fondasi kultural yang memberi makna dan arah bagi praktik kepemimpinan di MAN 1 Lotim. 

Nilai wanen tercermin dalam keberanian kepemimpinan Guru SenenG menetapkan target yang tidak lazim, 360 prestasi dalam satu tahun di tengah realitas madrasah yang sering kali dibebani keterbatasan sumber daya. Keberanian ini bukan bentuk spekulasi, melainkan moral courage dalam istilah kepemimpinan pendidikan yakni keberanian mengambil keputusan strategis berbasis keyakinan bahwa potensi siswa dan guru dapat ditumbuhkan jika difasilitasi secara tepat. Dalam konteks Sasak, wanen tidak identik dengan nekat, tetapi dengan keberanian yang disertai perhitungan dan tanggung jawab sosial. Fakta bahwa capaian akhirnya justru mencapai 494 prestasi menunjukkan bahwa keberanian tersebut bekerja sebagai pemicu energi kolektif, bukan tekanan struktural.

Nilai terpi berperan sebagai penopang keberlanjutan prestasi. Disiplin dalam budaya Sasak bukan semata soal ke-patoh-an (taat), tetapi tentang keteraturan hidup dan konsistensi sikap. Dalam konteks madrasah, terpi menjelma menjadi tata kelola yang rapi, ritme pembinaan yang terjaga, serta standar mutu yang ditegakkan secara konsisten. Tanpa disiplin kolektif semacam ini, prestasi mudah menjadi peristiwa sesaat, bukan tradisi yang berulang.

Lebih dari itu, kepemimpinan Guru SenenG menunjukkan nilai teguq (tanggung jawab) moral dan institusional dalam memaknai prestasi. Prestasi tidak dibiarkan tumbuh tanpa arah, melainkan dikelola sebagai amanah pendidikan. Teguq tercermin dalam kesediaan pemimpin untuk memastikan setiap capaian berakar pada proses yang sehat, pembinaan yang adil, kompetisi yang bermartabat, serta keseimbangan antara prestasi dan pembentukan karakter. Tanggung jawab ini pula yang menjaga agar prestasi tidak menjadi tekanan psikologis bagi siswa, tetapi ruang aktualisasi diri yang manusiawi.

Nilai beriuk tinjal menghidupkan dimensi kolektif prestasi. beriuk tinjal tidak hanya hadir dalam bentuk kerja bersama, tetapi dalam pembagian peran yang saling melengkapi antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa, temasuk pembina dan pelatih. Prestasi MAN 1 Lotim bukan milik individu tertentu, melainkan milik komunitas madrasah secara keseluruhan. Dalam kerangka kepemimpinan modern, nilai ini sejalan dengan konsep distribute leadership, yakni kepemimpinan dipraktikkan sebagai kerja kolaboratif. 

Sementara itu, nilai kupuq (kesetaraan) menjadi prinsip etis yang memastikan bahwa ekosistem prestasi bersifat inklusif. Kesempatan berprestasi tidak dimonopoli oleh segelintir siswa unggulan, tetapi dibuka seluas-luasnya bagi seluruh peserta didik sesuai potensi masing-masing. Kupuq juga tercermin dalam relasi yang egaliter antara pemimpin dan warga madrasah, di mana ide, inisiatif, dan kontribusi dihargai tanpa sekat hierarkis yang kaku. Kesetaraan inilah yang memperluas basis prestasi dan memperkuat rasa memiliki terhadap madrasah.

Dengan demikian, kepemimpinan Guru SenenG dapat dibaca sebagai artikulasinya kearifan lokal Sasak dalam praktik kepemimpinan pendidikan modern. Wanen memberi arah visi, terpi menjaga konsistensi, teguq menegaskan tanggung jawab moral, beriuk tinjal menguatkan solidaritas, dan kupuq memastikan keadilan serta inklusivitas. Perpaduan nilai-nilai inilah yang menjelaskan mengapa prestasi MAN 1 Lombok Timur tidak berhenti sebagai lonjakan sesaat, melainkan tumbuh menjadi tradisi akademik yang berkelanjutan. 

Dalam konteks ini, angka 494 tidak sekadar merepresentasikan keberhasilan kuantitatif, tetapi menjadi penanda hidupnya kepemimpinan berbasis kearifan lokal dalam institusi pendidikan formal, sebuah bukti bahwa nilai-nilai budaya Sasak tetap relevan, bahkan strategis, dalam membangun peradaban akademik yang unggul dan berkeadilan.

#Penulis saat ini sedang menyelesaikan Program Doktoral di Universitas Pendidikan Ganesha-Singaraja

 

 


Jumat, 21 November 2025

Dari Repoq Literasi: Dialog Intelektual Generasi Sasak


Oleh: Amaq Pupu
- Founder Repoq Literasi

Menjelang senja (Kamis, 20/11/2025), Repoq Literasi - Lombok Timur perlahan berubah menjadi ruang yang lebih hangat dan hidup. Cahaya keemasan matahari merayap melewati sela-sela pepohonan, memantulkan bayangan lembut di dinding bambu yang sederhana. Di kejauhan, suara burung-burung yang bersiap pulang terdengar samar, seolah menjadi musik pengantar bagi percakapan-percakapan intelektual mengupas pengetahuan Sasak dalam konteks kekinian.

Di tengah suasana itu, tiga kandidat doktor; seorang dari bidang Bimbingan Konseling yang sedang menyusun disertasi tentang Konseling Remaja Berbasis Kebudayaan; seorang lagi dari Sosiologi, dan bidang pariwisata yang saat ini sedang belajar di Australia. Dua orang sahabat saya itu, juga kebetulan sebagai penggagas Guru Lauq Indonesia, sebuah komunitas para intelektual muda dari kawasan selatan Gumi Paer Lombok. 

Datang dengan langkah yang pasti namun tetap rendah hati. Ketiganya membawa aura akademik yang merayap perlahan, seperti angin sore yang menyingkap lembaran-lembaran buku tua. Mereka tidak sekadar hadir sebagai tamu, tetapi sebagai penjaga gagasan yang mencoba merawat pengetahuan lokal agar tetap relevan.

Kehadiran kandidat doktor di Australia itu menambah warna berbeda dari cakrawala global yang bertemu dengan akar budaya lokal. Wawasan yang dibawa terasa seperti angin laut dari negeri jauh, memberi perspektif segar pada diskusi tak terencana itu. Pada akhirnya saya merasakan keadaan Repoq Literasi sore itu berbeda dari hari hari sebelumnya. 

Kesederhanaan Repoq Literasi berubah menjadi ruang ilmiah yang intim, tempat gagasan tentang budaya Sasak, bimbingan konseling, sosiologi, dan pariwisata saling menjalin seperti anyaman tradisional. Meski dengan tanpa aroma kopi, percakapan tumbuh dari serat-serat kuno yang digali ulang hingga semangat kekinian yang ingin memaknai ulang pengetahuan bangsa Sasak di tengah dunia yang terus bergerak.

Di bawah cahaya senja yang kian meredup, Repoq Literasi menjadi pertemuan antara tradisi dan intelektualitas, antara masa lalu dan masa depan, antara lokal dan global. Sore itu, Repoq Literasi bukan hanya ruang diskusi—melainkan panggung kecil tempat ilmu, budaya, dan semangat generasi pencari pengetahuan bertemu dalam keheningan yang syahdu.

Repoq Literasi dengan tanpa sengaja menjadi  sebuah forum intelektual yang unik, lintas disiplin, dan sarat muatan kebudayaan. Kegiatan tersebut mempertemukan dua kandidat doktor Bimbingan dan Konseling berbasis kebudayaan, seorang kandidat doktor yang sedang menulis kearifan lokal etnis Sasak sebagai pengutan karakter kebangsaan, serta seorang kandidat doktor bidang pariwisata dalam satu ruang dialog bertema “Dari Serat Kuno ke Semangat Mengungkap Seperangkat Pengetahuan Bangsa Sasak dalam Konteks Kekinian.”

Kegelisahan bersama muncul dari kesadaran bahwa serat kuno, lontar, dan manuskrip tradisional Sasak bukan hanya memuat nilai estetika atau religius, tetapi merupakan arsip pengetahuan kolektif, memotret cara berpikir, struktur sosial, sistem penyembuhan, moralitas, hingga mekanisme resolusi konflik masyarakat masa lampau. Serat-serat tersebut, seperti Serat Menak, Serat Puspa Krama, Serat Babad Lombok, Medang dan termasuk pula Anjarwali hingga teks-teks petuah lokal, menjadi pintu masuk memahami etos orang Sasak yang dengan kesabaran dan keteguhan serta penghormatan pada harmoni sosial.

Dalam diskusi tersebut, kandidat doktor Bimbingan Konseling memaparkan bagaimana kearifan lokal itu dapat diterjemahkan menjadi pendekatan konseling yang lebih kontekstual. Mereka menyoroti bahwa praktik konseling modern sering kali mengabaikan bahasa simbolik yang hidup dalam tradisi Sasak, padahal nilai-nilai dalam serat kuno dapat menjadi modal terapi berbasis budaya. Mulai dari konsep keseimbangan batin, relasi antar individu, hingga teknik penyembuhan tradisional yang sarat makna psikologis.

Sementara itu, kandidat yang saat ini mendalami kearifan lokal etnis Sasak tersebut menghadirkan analisis serat kuno berfungsi sebagai perangkat ideologi dan pengatur sosial. Ia menekankan bahwa teks-teks tradisional tersebut telah membentuk social imaginary masyarakat Sasak, dan di era kekinian, pemaknaan ulang terhadap serat itu dapat membantu menjawab persoalan modern seperti perubahan nilai keluarga, urbanisasi, dan krisis identitas generasi muda.

Kontributor lain, kandidat doktor bidang pariwisata tersebut mengaitkan pengetahuan tradisional dalam serat kuno dengan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Menurutnya, narasi budaya yang bersumber dari manuskrip tua dapat diangkat menjadi bentuk interpretasi wisata budaya yang lebih kuat, bukan sekadar atraksi permukaan. Ia menekankan pentingnya cultural storytelling yang bersandar pada sumber otentik agar pariwisata tidak tercerabut dari akar pengetahuannya.

Diskusi ini kemudian memunculkan gagasan bahwa Sasak sesungguhnya memiliki “korpus pengetahuan” yang utuh—sebuah epistemic heritage—yang dapat ditransformasikan menjadi sumber belajar, metode penyuluhan, rekonstruksi sosial, serta penguatan sektor budaya dan pariwisata.

Sementara itu, bagi saya pribadi yang kebetulan pernah belajar Tentang Bimbingan dan Konseling yang sangat suka dengan segala hal yang berhubungan dengan Kebudayaan serta pernah dua kali menjadi bagian dari Dinas Pariwisata Lombok Timur berpikir bahwa membaca serat kuno bukanlah upaya romantik terhadap masa lalu, tetapi strategi merawat identitas, menguatkan literasi budaya, dan menghadirkan pengetahuan lokal sebagai rujukan dalam memecahkan persoalan modern, berpendapat bahwa hal itu menjadi medium pengaplikasian Undang Undang No: 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan yang bagi saya, sebuah regulasi yang merupakan bukti nyata bahwa Negara sangat telat menyadari pentingnya kebudayaan sebagai basis perencanaan pembangunan. "Tapi lebih baik telat dari pada tidak sama sekali."

Diskusi tanpa sengaja dan tanpa tema itu, pada akhirnya mengerucut pada satu kalimat sederhana yang menjadi predikat pada  seorang individu yang memiliki seperangkat pengetahuan berbasis spiritual yakni “Guru Lauq”. (Bersambung....) 

Senin, 17 November 2025

Mengenal Guru Lauq Indonesia: Lahir dari Obrolan Santai Sembari Nyeruput Kopi

Hanapi, M.Si bersama Hasan Basri, MA (kanan)
"Education does not change the world. Education changes people. People change the world" (Paulo Freire). Kutipan ini mencerminkan semangat yang terkandung dalam perjalanan Guru Lauq Indonesia.

Guru Lauq Indonesia yang mengusung “lebur anyong saling sedok” lahir dari hasil obrolan santai sambil minum kopi di berbagai kesempatan antara anak-anak dari pelosok Paer Lauq, wilayah bagian selatan di Kabupaten Lombok Timur, NTB yang tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana.


Percakapan-percakapan penuh kehangatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi cerita, tetapi titik awal dari lahirnya sebuah gerakan yang mengusung perubahan. Sebuah gerakan yang berakar pada kolaborasi dan rasa kebersamaan.


Gagasan yang bermula dari obrolan santai tersebut tidak hanya mencakup pengetahuan, tetapi imajinasi untuk menciptakan perubahan. Dari pertemuan-pertemuan sederhana inilah, lahirlah semangat kebersamaan, memperkuat nilai ke-Sasak-an (solidaritas).


Salah seorang penggagas Guru Lauq Indonesia, Hanapi, M.Si menjelaskan gagasan ini bermula dari kebiasaan saat duduk bersama sambil menyeruput kopi, bercakap-cakap tentang kehidupan dan masa depan sehingga lahir tagline mind of tomorrow (berpikir untuk masa depan).


"Sering kali, percakapan-percakapan yang berlangsung tanpa agenda itu justru mengandung banyak inspirasi. Kami saling berbagi pandangan dan merancang langkah-langkah untuk membawa perubahan," ungkap Hanapi, Senin (17/11/2025).


Guru Lauq Indonesia bukan sekadar komunitas yang menyediakan wadah untuk berkumpul. Gerakan ini berkomitmen sebagai ruang belajar dan kolaborasi yang melibatkan multi pihak mulai dari guru, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat.


“Melalui sinergi tersebut, diharapkan dapat tercipta program-program yang lebih efektif dan relevan, serta mengatasi berbagai isu sosial pendidikan yang dihadapi masyarakat, terutama di wilayah yang kurang mendapat perhatian,” tegasnya kandidat doktor Undiksha, Singaraja itu.


Direktur Eksekutif Guru Lauq Indonesia, Hasan Basri, MA menambahkan telah merancang berbagai program yang mencakup sosial, pendidikan non formal, pelatihan, riset, dan publikasi ilmiah yang dapat diakses semua kalangan.


Salah satu kontribusi penting yang dihadirkan adalah jurnal ilmiah yang dikelola dengan sistem akses terbuka (open access), tanpa biaya publikasi, sehingga karya ilmiah dapat diakses secara gratis oleh masyarakat luas.


“Program ini sejalan dengan upaya untuk menghilangkan hambatan akses terhadap pengetahuan yang selama ini terbatas di kalangan tertentu,” urai kandidat doktor Griffith University Australia itu.


Jurnal-jurnal yang dikelola oleh Guru Lauq Indonesia, seperti Jurnal of Sasak, Journal of Qualitative Review, Guru: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan, dan Asian Journal of Religion yang mengangkat berbagai isu.


Menurutnya, Upaya ini sebagai langkah nyata memperluas cakrawala pengetahuan yang bisa diakses para peneliti, praktisi, dan masyarakat luas. Gerakan ini berpegang pada prinsip-prinsip dasar yang kokoh, seperti integritas ilmiah, kebersamaan, dan keberlanjutan.


"Kami tidak hanya ingin menyediakan akses pengetahuan, tetapi membuka jalan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak," ujar Hasan.


Guru Lauq Indonesia juga memastikan setiap program yang dijalankan relevan dengan kebutuhan dan konteks masyarakat. Sebagai contoh, program-program pelatihan yang melibatkan para guru, dosen, dan mahasisw serta masyarakat.


"Kami ingin melahirkan pengetahuan berbasis pada nilai-nilai budaya lokal, tetap terbuka terhadap perkembangan global. Semua ini bertujuan untuk memperkuat masyarakat agar mampu bertahan dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks,” tegasnya.


Komunitas ini tidak hanya ingin memberikan dampak jangka pendek, tetapi membangun kapasitas manusia yang mampu menciptakan perubahan jangka panjang, mewujudkan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan adaptif.


Seperti yang dikatakan Nelson Mandela, "Education is the most powerful weapon which you can use to change the world," Guru Lauq Indonesia percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan perubahan yang nyata.


“Dengan misi dan semangat, Guru Lauq Indonesia terus memberikan manfaat, dan menjadi kekuatan penggerak perubahan sosial melalui pendidikan yang berbasis kolaborasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan,” pungkas pria yang kerap disapa Guru Dane.

Selasa, 04 November 2025

Guru Lauq Indonesia Santuni Lansia dan Anak Yatim

foto dok ist.
Okenews.net – Sejumlah lansia dan anak yatim di Dusun Telona Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru dan Dusun Sukareme Desa Sukareme Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur menerima santunan dari organisasi sosial Guru Lauq Indonesia.

Direktur Eksekutif Guru Lauq Indonesia, Hasan Basri, MA menyatakan jumlah santunan masih sangat kecil, namun pemberian dilaksanakan setiap bulan di lokasi berbeda sebagai wujud komitmen organisasi terhadap kesejahteraan masyarakat rentan.

“Kami menyadari ini bukan dalam angka besar, namun yang penting adalah konsistensi agar para lansia dan anak-yatim merasakan perhatian secara berkelanjutan,” ujar Hasan Basri kepada wartawan, Senin (03/11/2025).

Menurut Hasan, kegiatan santunan bulanan ini bukan sebatas bantuan materi, melainkan bentuk nyata dari gerakan sosial guna menumbuhkan semangat empati, solidaritas, dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kami ingin menumbuhkan kesadaran berbagi dan saling peduli, serta kami berharap masyarakat dapat merasakan kehadiran komunitas secara nyata di lapangan,” ujar kandidat doktor di Griffith University Australia itu.

Selain memberikan bantuan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan komunikasi sosial antara relawan Guru Lauq Indonesia dengan masyarakat di berbagai desa yang dapat dijangkau melalui program santuan tersebut.

Diketahui, Guru Lauq Indonesia merupakan komunitas nirlaba (non-profit organization) yang bergerak di bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan aktif dalam gerakan kemanusiaan untuk dapat berbagai meskipun dalam jumlah yang kecil.

Lebih lanjut, Hasan Basri menegaskan komunitas ini lahir dari semangat untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berdaya saing global, tanpa kehilangan akar nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas bangsa.

Kedepan, selain kegiatan sosial dan kemanusiaan, Guru Lauq Indonesia menyediakan berbagai layanan pendidikan, pelatihan, dan publikasi ilmiah yang dirancang untuk memperkuat kapasitas generasi muda.

“Langkah ini sebagai wujud komitmen dalam memperkuat literasi akademik generasi muda, sehingga mereka dapat bersaing di tingkat global namun tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal,” pungkas pria yang akrab disapa Guru Dane itu.

 

Senin, 06 Oktober 2025

Buku Rekam Jejak Prestasi MANSA Lotim: Sebuah Reportase Menuju Madrasah Mendunia Dilaunching

Kepala madrasah bersama guru serta siswa-siswinya

Okenews.net
- Dalam mendokumentasikan capaian prestasi selama tahun 2025, MAN 1 Lotim menerbitkan buku berjudul Rekam Jejak Prestasi Mansalotim, Sebuah Reportase Menuju Madrasah Maju, Bermutu Mendunia setebal 578 halaman.


Dalam buku ini, penulis memaparkan kiat sukses MAN 1 Lotim dalam ikhtiar mengejar prestasi yang dilengkapi dengan rekapituliasi prestasi dari bulan Januari - September 2025 dengan jumlah prestasi 347 dari target 360 tahun tahun 2025.

Jumlah prestasi itu sangat beragam, mulai dari mulai jenjang kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. Baik bidang akademik maupun non akademik yang membacakan semua warga madrasah dan menjadi inspirasi bagi siswa lain.

Pada buku reportase ini, penulis juga melengkapinya dengan uraian program unggulan yang menjadi penopang utama MAN 1 Lotim dalam meraih prestasi. Selain itu, buku ini turut dilengkapi dengan dokumentasi liputan media atas seluruh capaian prestasi MAN 1 Lotim.

"Baik dari media cetak maupun media online, termasuk pemberitaan pada web madrasah," ungkap M. Nurul Wathoni selaku penulis buku yang didampingi tim editor penulisan, M. Zulkifli Amini dan Siti Surodiana.

Atas terbitnya buku reportase prestasi ini, M Nurul Wathoni yang Kepala MAN 1 Lotim menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Lotim Haerul Warisin dan Kakananwil Kemenag NTB Zamroni Aziz yang telah berkenan memberikan kata sambutan dan suport sehingga buku ini dapat terbit lebih awal.

Pihaknya juga menyanpaikan terima kasih pada dukungan para siswa, para pendidik dan tenaga kependidikan serta keluarga besar MAN 1 Lotim Lotim serta pengurus komite madrasah atas dukungan penuh pada lahirnya prestasi yang terus terukir setiap hari, minggu, bulan sehingga prestasi MAN 1 Lotim bisa mencapai pretestasi yang melampaui target tahun 2025.

Ucapan terima kasih juga pihak madrasah sampaikan pada support dan kerjasama liputan pada prestasi MAN 1 Lotim sehingga capaian prestasi MAN 1 Lotim bisa diketahui publik antara lain Lombok Post, Radar Lombok, KobaranNews, Okenews, Lomboksatu, Topikterkini, SuaraNurani, RagamLombok, Lombokkita, Dutarakyat, InsideLombok, NTBZone, OpsiNTB, Idtimes, NTBPost, Antara, LombokToday dan lainnya.

Peneribitan buku ini, lebih pada ikhtiar mendokumentasikan secara runut pada capaian prestasi MAN 1 Lotim selama satu tahun agar kedepannya dapat menjadi motivasi keluarga madrasah untuk terus bergerak, berproses dalam pembinaan yang maksimal.

Terutama kepada yang terus ikuti ragam kompetisi, karena prestasi tak akan lahir tanpa kompetisi dan suport total dari madrasah baik dari sisi pembiayaan maupun apresiasi. Ia berharap buku ini menjadi pijakan kedepan untuk MAN 1 Lotim bisa meraih prestasi yang semakin gemilang.

"Kami berharap madrasah ini bisa terus mendapatkan kepercayaan publik yang luas dan menjadi lingkungan pendidikan yang unggul dengan pembiayaan yang terjangkau serta menjadi pilihan siswa kurang mampu tapi berprestasi, untuk mengembangkan minat bakatnya sebgai bekal mereka meniti masa depan yang lebih baik," harap Wathoni.

Kamis, 12 Juni 2025

Lepas 30 Siswa, SDN 2 Rakam Gelar Tasyakkuran

Dewan Guru SDN 2 Rakam saat acara tasyakkuran pelepasan siswa kelas VI 

Okenews.net Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Rakam Kecamatan Selong, Lombok Timur NTB menggelar tasyakkuran pelepasan siswa kelas VI, Rabu (11/06/2025) dengan penuh khidmat.

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut menjadi momen bersejarah bagi 30 siswa yang resmi menyelesaikan jenjang pendidikan dasar.

Acara tasyakkuran ini dihadiri Kepala Sekolah, seluruh guru dan tenaga kependidikan, komite sekolah, wali murid, serta tokoh masyarakat sekitar.

Kepala SDN 2 Rakam, Nuraini, S.Pd. SD dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para siswa yang telah melewati enam tahun proses belajar dengan baik.

Berbagai prestasi yang pernah diraih siswa selama ini telah mengharumkan nama sekolah, karena itu ia berharap ke depannya SDN 2 Rakam akan terus berupaya meningkatkannya. 

Nuraini menekankan pentingnya menjaga semangat belajar dan budaya berprestasi agar para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi berkarakter.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan anak-anak mereka menempuh pendidikan di SDN 2 Rakam.

“Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang pendidikan anak-anak kita. Kami berharap ilmu yang ditanamkan di sekolah ini menjadi bekal menapaki jenjang berikutnya,” ujar Nuraini penuh haru.

Ia juga mengapresiasi kerja keras para guru yang tak kenal lelah dalam mendampingi dan mendidik siswa, termasuk wali murid serta pengurus komite sekolah.

“Dukungan komite sekolah dan orang tua yang terus berkolaborasi telah memberikan kontribusi meningkatkan mutu pendidikan di SDN 2 Rakam,” kata kepala sekolah yang belum lama ini menerima penghargaan dari presiden atas dedikasinya.

Menurutnya, tanpa dukungan dan kontribusi semua pihak tertutama para orang tua siswa, maka SDN 2 Rakam tidak mungkin meraih prestasi di berbagai level.

Ketua Komite Sekolah, Drs. H Muh Thuhir, M.Pd mengajak seluruh orang tua untuk terus mendampingi anak-anak dalam perjalanan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi keluarga dan sekolah sebagai kunci keberhasilan pendidikan anak terlebih lagi di tengah kemajuan teknologi hari ini.

“Kami bangga melihat anak-anak hari ini berdiri penuh percaya diri. Ini adalah hasil dari kerja sama kita semua. Jangan berhenti di sini,” ucapnya.

Sejumlah siswa turut ambil bagian memeriahkan acara tersebut untuk tampil di panggung sebagai rangkain acara, seperti tari tradisional, pidato perpisahan, atraksi seni bela diri, dan lainnya.

Pose bersama wali kelas VI, Uswatun Hasanah, S.Pd
Salah satunya Nadzir Asyrofi Hanafi, siswa kelas VI yang dengan lantang dan penuh percaya diri menyampaikan pidato perpisahan mewakili kelasnya.

Nadzir mengucapkan terima kasih kepada para guru yang telah membimbingnya selama enam tahun dengan berbagai suka duka bersama.

Menurutnya, perpisahan ini bukan akhir dari segalanya, tapi justru awal dari petualangan baru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Terima kasih ya, Bu. Terima kasih, Pak. Tanpa jasa bapak ibu guru, kami bukan siapa-siapa,” ucap siswa yang meraih juara pertama di kelasnya itu.

Tak kalah menarik, Teguh Rois Amrozi, salah satu siswa berprestasi di bidang olahraga pencak silat, juga tampil memukau dengan jurus silat yang menarik perhatian para undangan.

Selain itu, penampilan seni tari tradisional yang dibawakan oleh tim tari SDN 2 Rakam turut menambah semarak acara.

Dengan balutan busana tradisional dan gerakan yang anggun, para penari kelas IV dan V tersebut sukses menyampaikan pesan budaya dan keceriaan kepada para tamu yang hadir.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi kreativitas, tetapi juga bentuk pelestarian seni dan budaya lokal yang terus ditanamkan sejak dini.

Salah satu momen mengharukan terjadi saat siswa kelas VI melakukan sungkeman kepada orang tua. Tampak siswa dan wali murid menitikkan air mata penuh haru.

Usai acara, ramah tamah antara guru dan wali murid serta poto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan dengan penuh haru dan bahagia.

Senin, 12 Mei 2025

Tembus Internasional, Wabup Edwin Sebut Prestasi MAN 1 Lotim Luar Biasa

Kegiatan pisah kenang siswa kelas XII di MAN 1 Lotim 
Okenews.net — Wakil Bupati Lombok Timur, H Edwin Hadiwijaya menghadiri acara pisah kenang siswa kelas XII di MAN 1 Lotim pada Sabtu (10/5/2025).

Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan penghargaan kepada 12 siswa kelas XII yang telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan bagi madrasah tersebut.

Wakil Bupati menyampaikan rasa kagum dan apresiasinya terhadap capaian MAN 1 Lotim dalam beberapa tahun terakhir.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini sering mendengar kabar prestasi madrasah tersebut, namun baru kali ini bisa melihatnya langsung.

"Luar biasa, deretan piala yang memenuhi etalase prestasi adalah bukti nyata pencapaian luar biasa dari MAN 1 Lotim,” ujarnya.

Menurutnya, prestasi membangakan itu tidak hanya di tingkat nasional, namun prestasi siswa madrasah ini telah menembus ajang internasional.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti tingginya animo masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut.

Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025, tercatat sebanyak 1.500 pendaftar yang bersaing memperebutkan hanya 350 kursi yang tersedia.

Tak hanya itu, sebaran alumni MAN 1 Lotim yang berhasil masuk ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Indonesia.

“Bahkan hingga luar negeri, menjadi bukti bahwa madrasah ini layak disebut sebagai madrasah unggulan di NTB dan menjadi kebanggaan Lombok Timur,” ucapnya.

Wakil Bupati yang juga merupakan alumni ITS Surabaya itu mengajak sekolah lain di Lombok Timur untuk mencontoh model pendidikan yang diterapkan di MAN 1 Lotim.

Menurutnya, model penyelenggaraan pendidikan di sini patut dijadikan contoh. Sekolah yang mampu mengelola anggaran secara efektif.

Madrasah ini juga telah menciptakan layanan pendidikan yang tidak berorientasi pada kemewahan sarana prasarana atau hal-hal material.

“Tetapi lebih pada pencapaian prestasi dan suasana belajar yang humanis dan menyenangkan," ujar mantan DPRD Provinsi NTB itu.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan yang unggul tidak harus mahal. Terpenting komitmen dan inovasi dalam membina siswa.

Kepala MAN 1 Lombok Timur M. Nurul Wathoni menyampaikan rasa bangga atas pencapaian siswa MAN 1 Lotim yang setiap tahun tak kurang dari 350an prestasi mampu ditorehkan.

“Ini terbukti dari perjuangan memaksimalkan pembinaan ekstrakurikuler yang berjumlah 42 ekskul,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap ekskul diwajibkan untuk mengikuti  30-40 lomba setiap bulannya. Hal ini sebagai bentuk pengembangan bakat siswa dalam bidang dan bisa meraih prestasi.

Kegiatan ekstrakurikuler ini juga dukung penuh oleh pihak madrasah, seperti akomodasi peserta yang mngikuti lomba tingkat nasional termasuk tingkat internasional. 

“Ini merupakan konsistensi madrasah dalam komitmen membentuk generasi hebat yang memiliki skill ilmu pengetahuan dan juga keterampilan,” papar Wathoni.

Saat ini, MAN 1 Lotim semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat, hal ini terlihat dari animo pendaftaran siswa baru jalur prestasi maupun reguler yang capai ribuan lebih.

“Terakhir saya berharap agar kesuksesan siswa siswi yang sudah menjadi alumni mampu pertahankan prestasinya dan dikembangkan lagi ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Wathoni.

Minggu, 02 Februari 2025

Kopdar, Fokus Lotim Bersama SMSI Deklarasikan Komitmen Kawal Pembangunan Lotim SMART

Wabup Lotim H Edwin Hadiwijaya
Okenew.net – Fokus Lotim bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lombok Timur menggelar acara Kopi Darat (Kopdar) sekaligus mendeklarasikan komitmen bersama untuk mengawal terwujudnya Lotim SMART merupakan visi bupati terpilih (2024-2029). 

Acara yang berlangsung, Sabtu (01/02/2025) ini dihadiri Pj Bupati HM Juaini Taofik, Wakil Bupati Terpilih H Edwin Hadiwijaya, Ketua DPRD Muhammad Yusri dan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, jurnalis, aktivis, akademisi.

Deklarasi yang ditandai dengan penandatanganan bersama semua yang hadir, mulai Wakil Bupati terpilih, Ketua DPRD, dan Pj Bupati. Penandatanganan tersebut kemudian dilanjutkan sejumlah peserta diskusi.

Ketua SMSI Lombok Timur Hanapi, M.Si mengatakan deklarasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan Lotim SMART. Deklarasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah komitmen mengawal proses pembangunan.

“Deklarasi ini adalah bentuk keseriusan kita semua untuk memastikan bahwa pembangunan di Lombok Timur tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi kesejahteraan dan keadilan,” tegas Hanapi.

Ia menegaskan, peran media sangat penting dalam mengawal pembangun Lotim SMART. Media  juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa informasi tentang pembangunan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. 

Selain itu, media harus menjadi pengontrol dan kritis terhadap kebijakan dan program pembangunan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media. 

Manager Fokus Lotim Dr. Karomi menyatakan, deklarasi ini akan diikuti dengan langkah-langkah konkret, seperti memantau pelaksanaan program pemerintah, menyuarakan aspirasi masyarakat, dan memberikan masukan konstruktif untuk perbaikan kebijakan. 

“Kami tidak hanya berhenti pada deklarasi, tetapi akan terus bergerak, memastikan bahwa Lombok Timur benar-benar menjadi daerah yang betul-betul SMART (sejahtera, maju, adil, religius, dan transparan),” jelasnya.

Ia menegaskan, pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua. Dengan semangat gotong royong, kita bisa memastikan bahwa setiap program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan di Lombok Timur, memastikan bahwa setiap kebijakan dan program dilaksanakan dengan prinsip akuntabilitas dan keadilan,” tutupnya.

Selasa, 31 Desember 2024

Siswa MAN 1 Lotim Raih Juara Lomba Menulis Surat untuk Gubernur


Okenews.net
- Siswa MAN 1 Lotim meraih juara menulis surat untuk gubernur. Lomba ini digelar oleh Pemprov NTB dan PT Pos Indonesia cabang Mataram dengan diikuti oleh pelajar SLTA dari berbagai sekolah.

"Prestasi ditorehkan siswa MAN 1 Lotim M. Sidiq Al Burhan siswa XII Agama yang ikuti lomba menulis untuk gubernur pada akhir Desember 2024," ungkap tim prestasi MAN 1 Lotim Hj Siti Surodiana, Selasa (31/12/2024).

Menurutnya, lomba ini bertujuan untuk menyerap ide-ide cerdas pelajar NTB serta mengasah nalar kritis para generasi Z yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan yang perlu mendapatkan atensi dari pemerintah daerah. 

Dian menegaskan, peran generasi muda dalam membangun daerah telah memberikan kontribusi oleh karena itu harus melibatkan semua komponen masyarakat termasuk gagasan-gagasan cemerlang kaum pelajar NTB. 

"Dan pada lomba ini, siswa MAN 1 Lotim M Sidiq sukses meraih juara yang berhak mendapatkan reward berupa sertifikat, piala dan dana pembinaan yang lumayan cukup memompa semangat para juara," sambungnya.

Surat yang dilayangkan Sidiq kepada gubernur NTB itu berisi tentang gagasan terkait aplikasi YouthWise, sebuah platform edukasi kesehatan reproduksi berbasis mobile. Ide ini telah meraih predikat Best Essay di UGM pada Oktober 2024.

YouthWise bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, mencegah pernikahan dini, dan menekan Penyakit Menular Seksual (PMS) melalui materi edukasi sesuai usia dan fitur konsultasi dengan ahli. 

Berdasarkan data tahun 2020, tercatat 6.532 kasus kehamilan remaja di NTB, dan pada 2023 terdapat 393 kasus PMS. Angka ini menunjukkan minimnya edukasi seksual di kalangan generasi muda, menjadi tantangan serius dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

YouthWise hadir sebagai solusi yang sejalan dengan SDGs nomor 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) yang bertujuan memastikan kehidupan yang sehat bagi semua usia, serta nomor 4 (pendidikan berkualitas) yang menjamin akses pendidikan inklusif dan berkualitas. 

Dengan aplikasi ini, generasi muda NTB dapat lebih cerdas, sehat, dan siap bersaing. "Semoga ide ini mendapat perhatian untuk mendukung generasi muda NTB tumbuh menjadi individu berkualitas yang berkontribusi pada visi NTB mendunia serta tercapainya target SDGs 2030," harap Sidiq.

Jumat, 22 November 2024

Ayo… Hadiri Kampanye Akbar Luthfi-Wahid Bersama TGB

Sumber: Tim Pemenangan Luthfi-Wahid
Okenews.net – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, Syamsul Luthfi – Abd Wahid akan menggelar kampanye akbar yang dipusatkan di Lapangan Masbagik, Sabtu (23/11/2024) pukul 14.00 Wita.

Acara yang dihadiri TGB Zainul Majdi itu menjadi puncak konsolidasi pendukung, tim, simpatisan, dan relawan dari seluruh wilayah Lombok Timur, baik dari pedesaan maupun perkotaan.

Dalam kampanye ini, Lutfi-Wahid akan menyampaikan visi-misi serta program unggulan mereka, yang mencakup pengembangan ekonomi lokal, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Tim Pemenangan Lutfi-Wahid mengundang seluruh pendukung, tim sukses, simpatisan, dan relawan menghadiri acara ini untuk menunjukkan semangat kebersamaan dan dukungan untuk kemenangan dengan tetao menjaga ketertiban dan keamanan.

Kampanye akbar ini diprediksi akan dihadiri oleh puluhan ribu pendukung dari berbagai kecamatan. Tim pemenangan berharap masyarakat Lombok Timur dapat hadir dengan antusias untuk mendukung pasangan calon ini.


Selasa, 19 November 2024

Survei Terbaru, Paslon Luthfi Wahid Unggul di Pilkada Lombok Timur 2024

Sumber: Global Nusantara Riset 
Okenews.net – Hasil survei Global Nusantara Riset (GNR) terbaru menunjukan paslon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur Syamsul Luthfi – Abd Wahid (Luthfi-Wahid) berada di posisi teratas.

Paslon nomor urut 4 yang mengusung tagline Maju dan Harmonis itu mengungguli empat paslon lain. "Perbedaan pasangan Luthfi-Wahid dengan paslon lainnya itu signifikan, melebihi margin of error," kata Direktur Eksekutif GNR Dedy Febry Rachman, Selasa (19/11/2024.

Hasil survei GNR dengan simulasi menggunakan surat suara, mencatatkan posisi Luthfi - Wahid meraih elektabilitas 36,3%, disusul Khairul Warisin-Edwin Hadiwijaya 26,7%, SJP–Fatihin 15%, Rumaksi-Sukisman 11,5% dan palon TANDA 4,5%.

HM. Syamsul Luthfi dan H. Abd Wahid
Dedy menegaskan peluang pasangan Luthfi-Wahid memenangkan pilkada sangat besar. Sebab pasangan calon Luthfi-Wahid memiliki tingkat kesukaan yang tinggi dan diprediksi akan terus meningkat di sisa satu minggu sebelum hari pencoblosan.

Menurut Dedy, popularitas pasangan Luthfi-Wahid terus mengalami tren positif yang akan berdampak pada elektabilitas akan naik sehingga potensi paslon ini memenangkan Pilbup cukup tinggi. "Kesempatan menangnya (Lutfi-Wahid) besar,” ujarnya.

Survey GNR dilakukan pada periode 5-12 November 2024. Metode pengambilan data dilakukan wawancara langsung secara tatap muka dengan responden terpilih sebanyak 1.200 orang. Metode survei stratified multistage random sampling dengan margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95%.

Selasa, 12 November 2024

Warga Desa Ekas Buana Temukan Buaya di Kerambe

Penemuan Buaya di keramba milik nelayan
Okenews.net- Sekor buaya ditemukan berjemur di keramba salah seorang nelayan di Laug Gonsor Ekas Buana kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, NTB, Selasa (12/11/2024).

Awalnya buaya tersebut hendak berjemur di salah satu keramba Udang milik nelayan di pantai. Namun setelah menyadari ada yang melihat, buaya tersebut berpindah masuk ke trol tambak udang untuk mengamankan diri.

Menurut saksi, Rahmat dan kawan kawan, buaya tersebut hendak berjemur, namun karena kehadirannya di lokasi membuat buaya tersebut masuk ke dalam trol tambak udang

Dari kejadian tersebut, kelompok persatuan nelayan bersama saksi lain membawa trol tersebut ke pinggir pantai di Ekas.

Iptu Yudha Aditya Warman, saat di konfirmasi membernarkan penemuan buaya tersebut. Dikatakannya, setelah pihaknya dapat informasi dari warga, petugas piket Polsek Jerowaru langsung terjun ke lokasi.

"Setelah adanya laporan dari warga dan saksi kami langsung menghubungi Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Prov. NTB agar dapat diamankan, karena khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," yutur Yudha.

Selanjutnya sekitar pukul 17.30 wita buaya tersebut dinaikan di mobil patroli Polsek Jerowaru untuk dibawa ke Mako Polsek Jerowaru sampai dengan dari Pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) NTB datang untuk datang menjemput.

"Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, kami anggota bersama saksi, masyarakat mengikat seekor buaya tersebut, dan menaikkannya ke mobil patroli untuk diamankan di Polsek Jerowaru dan menunggu tim dari provinsi menjemput," ujarnya.

"Dari ditemukan buaya sampai dilakukan evakuasi tidak ada korban yang ditemukan, syukurnya buaya tersebut dapat kita amankan," sambungnya.

Yudha Kapolsek Jerowaru juga menyebut, menurut informasi yang didapatkan dari nelayan setempat masih ada buaya lainnya yang hampir setiap tahun sering muncul di Laut Gonsor Desa Ekas Buana.

"Kami turut menghimbau untuk seluruh masyarakat yang hendak berkunjung atau belayan yang mencari ikan, agar selalu berhati hati, agar tidak terjadi Hal-Hal yang tidak diinginkan," tutupnya.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi