Di Balik Angka 494 Prestasi MAN 1 Lotim: Ada Kepemimpinan Guru SenenG
![]() |
| M. Nurul Wathoni (dok/ist) |
![]() |
| M. Nurul Wathoni (dok/ist) |
Menjelang senja (Kamis, 20/11/2025), Repoq Literasi - Lombok Timur perlahan
berubah menjadi ruang yang lebih hangat dan hidup. Cahaya keemasan matahari
merayap melewati sela-sela pepohonan, memantulkan bayangan lembut di dinding
bambu yang sederhana. Di kejauhan, suara burung-burung yang bersiap pulang
terdengar samar, seolah menjadi musik pengantar bagi percakapan-percakapan
intelektual mengupas pengetahuan Sasak dalam konteks kekinian.
Di tengah suasana itu, tiga kandidat doktor; seorang dari bidang Bimbingan Konseling yang sedang menyusun disertasi tentang Konseling Remaja Berbasis Kebudayaan; seorang lagi dari Sosiologi, dan bidang pariwisata yang saat ini sedang belajar di Australia. Dua orang sahabat saya itu, juga kebetulan sebagai penggagas Guru Lauq Indonesia, sebuah komunitas para intelektual muda dari kawasan selatan Gumi Paer Lombok.
Datang dengan langkah yang pasti namun
tetap rendah hati. Ketiganya membawa aura akademik yang merayap perlahan,
seperti angin sore yang menyingkap lembaran-lembaran buku tua. Mereka tidak
sekadar hadir sebagai tamu, tetapi sebagai penjaga gagasan yang mencoba merawat
pengetahuan lokal agar tetap relevan.
Kehadiran kandidat doktor di Australia itu menambah
warna berbeda dari cakrawala global yang bertemu dengan akar budaya lokal.
Wawasan yang dibawa terasa seperti angin laut dari negeri jauh, memberi
perspektif segar pada diskusi tak terencana itu. Pada akhirnya saya merasakan
keadaan Repoq Literasi sore itu berbeda dari hari hari sebelumnya.
Kesederhanaan Repoq Literasi berubah menjadi
ruang ilmiah yang intim, tempat gagasan tentang budaya Sasak, bimbingan
konseling, sosiologi, dan pariwisata saling menjalin seperti anyaman
tradisional. Meski dengan tanpa aroma kopi, percakapan tumbuh dari serat-serat
kuno yang digali ulang hingga semangat kekinian yang ingin memaknai ulang
pengetahuan bangsa Sasak di tengah dunia yang terus bergerak.
Di bawah cahaya senja yang kian meredup, Repoq
Literasi menjadi pertemuan antara tradisi dan intelektualitas, antara masa lalu
dan masa depan, antara lokal dan global. Sore itu, Repoq Literasi bukan hanya
ruang diskusi—melainkan panggung kecil tempat ilmu, budaya, dan semangat
generasi pencari pengetahuan bertemu dalam keheningan yang syahdu.
Repoq Literasi dengan tanpa sengaja
menjadi sebuah forum intelektual yang
unik, lintas disiplin, dan sarat muatan kebudayaan. Kegiatan tersebut
mempertemukan dua kandidat doktor Bimbingan dan Konseling berbasis kebudayaan,
seorang kandidat doktor yang sedang menulis kearifan lokal etnis Sasak sebagai
pengutan karakter kebangsaan, serta seorang kandidat doktor bidang pariwisata dalam
satu ruang dialog bertema “Dari Serat Kuno ke Semangat Mengungkap Seperangkat
Pengetahuan Bangsa Sasak dalam Konteks Kekinian.”
Kegelisahan bersama muncul dari kesadaran bahwa serat kuno, lontar, dan manuskrip tradisional Sasak bukan hanya memuat nilai estetika atau religius, tetapi merupakan arsip pengetahuan kolektif, memotret cara berpikir, struktur sosial, sistem penyembuhan, moralitas, hingga mekanisme resolusi konflik masyarakat masa lampau. Serat-serat tersebut, seperti Serat Menak, Serat Puspa Krama, Serat Babad Lombok, Medang dan termasuk pula Anjarwali hingga teks-teks petuah lokal, menjadi pintu masuk memahami etos orang Sasak yang dengan kesabaran dan keteguhan serta penghormatan pada harmoni sosial.
Dalam diskusi tersebut, kandidat doktor Bimbingan
Konseling memaparkan bagaimana kearifan lokal itu dapat diterjemahkan menjadi
pendekatan konseling yang lebih kontekstual. Mereka menyoroti bahwa praktik
konseling modern sering kali mengabaikan bahasa simbolik yang hidup dalam
tradisi Sasak, padahal nilai-nilai dalam serat kuno dapat menjadi modal terapi
berbasis budaya. Mulai dari konsep keseimbangan batin, relasi antar individu,
hingga teknik penyembuhan tradisional yang sarat makna psikologis.
Sementara itu, kandidat yang saat ini mendalami
kearifan lokal etnis Sasak tersebut menghadirkan analisis serat kuno berfungsi
sebagai perangkat ideologi dan pengatur sosial. Ia menekankan bahwa teks-teks
tradisional tersebut telah membentuk social imaginary masyarakat Sasak,
dan di era kekinian, pemaknaan ulang terhadap serat itu dapat membantu menjawab
persoalan modern seperti perubahan nilai keluarga, urbanisasi,
dan krisis identitas generasi muda.
Kontributor lain, kandidat doktor bidang pariwisata
tersebut mengaitkan pengetahuan tradisional dalam serat kuno dengan strategi
pengembangan pariwisata berkelanjutan. Menurutnya, narasi budaya yang bersumber
dari manuskrip tua dapat diangkat menjadi bentuk interpretasi wisata budaya
yang lebih kuat, bukan sekadar atraksi permukaan. Ia menekankan pentingnya cultural
storytelling yang bersandar pada sumber otentik agar pariwisata tidak
tercerabut dari akar pengetahuannya.
Diskusi ini kemudian memunculkan gagasan bahwa
Sasak sesungguhnya memiliki “korpus pengetahuan” yang utuh—sebuah epistemic
heritage—yang dapat ditransformasikan menjadi sumber belajar, metode
penyuluhan, rekonstruksi sosial, serta penguatan sektor budaya dan pariwisata.
Sementara itu, bagi saya pribadi yang
kebetulan pernah belajar Tentang Bimbingan dan Konseling yang sangat suka dengan
segala hal yang berhubungan dengan Kebudayaan serta pernah dua kali menjadi
bagian dari Dinas Pariwisata Lombok Timur berpikir bahwa membaca serat kuno
bukanlah upaya romantik terhadap masa lalu, tetapi strategi merawat identitas,
menguatkan literasi budaya, dan menghadirkan pengetahuan lokal sebagai rujukan
dalam memecahkan persoalan modern, berpendapat bahwa hal itu menjadi medium
pengaplikasian Undang Undang No: 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan yang
bagi saya, sebuah regulasi yang merupakan bukti nyata bahwa Negara sangat telat
menyadari pentingnya kebudayaan sebagai basis perencanaan pembangunan.
"Tapi lebih baik telat dari pada tidak sama sekali."
Diskusi tanpa sengaja dan tanpa tema itu, pada
akhirnya mengerucut pada satu kalimat sederhana yang menjadi predikat pada seorang individu yang memiliki seperangkat
pengetahuan berbasis spiritual yakni “Guru Lauq”. (Bersambung....)
![]() |
| Hanapi, M.Si bersama Hasan Basri, MA (kanan) |
Guru Lauq Indonesia yang mengusung “lebur anyong saling sedok” lahir dari hasil obrolan santai sambil minum kopi di berbagai kesempatan antara anak-anak dari pelosok Paer Lauq, wilayah bagian selatan di Kabupaten Lombok Timur, NTB yang tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana.
Percakapan-percakapan penuh kehangatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi cerita, tetapi titik awal dari lahirnya sebuah gerakan yang mengusung perubahan. Sebuah gerakan yang berakar pada kolaborasi dan rasa kebersamaan.
Gagasan yang bermula dari obrolan santai tersebut tidak hanya mencakup pengetahuan, tetapi imajinasi untuk menciptakan perubahan. Dari pertemuan-pertemuan sederhana inilah, lahirlah semangat kebersamaan, memperkuat nilai ke-Sasak-an (solidaritas).
Salah seorang penggagas Guru Lauq Indonesia, Hanapi, M.Si menjelaskan gagasan ini bermula dari kebiasaan saat duduk bersama sambil menyeruput kopi, bercakap-cakap tentang kehidupan dan masa depan sehingga lahir tagline mind of tomorrow (berpikir untuk masa depan).
"Sering kali, percakapan-percakapan yang berlangsung tanpa agenda itu justru mengandung banyak inspirasi. Kami saling berbagi pandangan dan merancang langkah-langkah untuk membawa perubahan," ungkap Hanapi, Senin (17/11/2025).
Guru Lauq Indonesia bukan sekadar komunitas yang menyediakan wadah untuk berkumpul. Gerakan ini berkomitmen sebagai ruang belajar dan kolaborasi yang melibatkan multi pihak mulai dari guru, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat.
“Melalui sinergi tersebut, diharapkan dapat tercipta program-program yang lebih efektif dan relevan, serta mengatasi berbagai isu sosial pendidikan yang dihadapi masyarakat, terutama di wilayah yang kurang mendapat perhatian,” tegasnya kandidat doktor Undiksha, Singaraja itu.
Direktur Eksekutif Guru Lauq Indonesia, Hasan Basri, MA menambahkan telah merancang berbagai program yang mencakup sosial, pendidikan non formal, pelatihan, riset, dan publikasi ilmiah yang dapat diakses semua kalangan.
Salah satu kontribusi penting yang dihadirkan adalah jurnal ilmiah yang dikelola dengan sistem akses terbuka (open access), tanpa biaya publikasi, sehingga karya ilmiah dapat diakses secara gratis oleh masyarakat luas.
“Program ini sejalan dengan upaya untuk menghilangkan hambatan akses terhadap pengetahuan yang selama ini terbatas di kalangan tertentu,” urai kandidat doktor Griffith University Australia itu.
Jurnal-jurnal yang dikelola oleh Guru Lauq Indonesia, seperti Jurnal of Sasak, Journal of Qualitative Review, Guru: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan, dan Asian Journal of Religion yang mengangkat berbagai isu.
Menurutnya, Upaya ini sebagai langkah nyata memperluas cakrawala pengetahuan yang bisa diakses para peneliti, praktisi, dan masyarakat luas. Gerakan ini berpegang pada prinsip-prinsip dasar yang kokoh, seperti integritas ilmiah, kebersamaan, dan keberlanjutan.
"Kami tidak hanya ingin menyediakan akses pengetahuan, tetapi membuka jalan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak," ujar Hasan.
Guru Lauq Indonesia juga memastikan setiap program yang dijalankan relevan dengan kebutuhan dan konteks masyarakat. Sebagai contoh, program-program pelatihan yang melibatkan para guru, dosen, dan mahasisw serta masyarakat.
"Kami ingin melahirkan pengetahuan berbasis pada nilai-nilai budaya lokal, tetap terbuka terhadap perkembangan global. Semua ini bertujuan untuk memperkuat masyarakat agar mampu bertahan dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks,” tegasnya.
Komunitas ini tidak hanya ingin memberikan dampak jangka pendek, tetapi membangun kapasitas manusia yang mampu menciptakan perubahan jangka panjang, mewujudkan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan adaptif.
Seperti yang dikatakan Nelson Mandela, "Education is the most powerful weapon which you can use to change the world," Guru Lauq Indonesia percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan perubahan yang nyata.
“Dengan misi dan semangat, Guru Lauq Indonesia terus memberikan manfaat, dan menjadi kekuatan penggerak perubahan sosial melalui pendidikan yang berbasis kolaborasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan,” pungkas pria yang kerap disapa Guru Dane.
![]() |
| foto dok ist. |
![]() |
| Kepala madrasah bersama guru serta siswa-siswinya |
Dalam buku ini, penulis memaparkan kiat sukses MAN 1 Lotim dalam ikhtiar mengejar prestasi yang dilengkapi dengan rekapituliasi prestasi dari bulan Januari - September 2025 dengan jumlah prestasi 347 dari target 360 tahun tahun 2025.
Jumlah prestasi itu sangat beragam, mulai dari mulai jenjang kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. Baik bidang akademik maupun non akademik yang membacakan semua warga madrasah dan menjadi inspirasi bagi siswa lain.
Pada buku reportase ini, penulis juga melengkapinya dengan uraian program unggulan yang menjadi penopang utama MAN 1 Lotim dalam meraih prestasi. Selain itu, buku ini turut dilengkapi dengan dokumentasi liputan media atas seluruh capaian prestasi MAN 1 Lotim.
"Baik dari media cetak maupun media online, termasuk pemberitaan pada web madrasah," ungkap M. Nurul Wathoni selaku penulis buku yang didampingi tim editor penulisan, M. Zulkifli Amini dan Siti Surodiana.
Atas terbitnya buku reportase prestasi ini, M Nurul Wathoni yang Kepala MAN 1 Lotim menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Lotim Haerul Warisin dan Kakananwil Kemenag NTB Zamroni Aziz yang telah berkenan memberikan kata sambutan dan suport sehingga buku ini dapat terbit lebih awal.
Pihaknya juga menyanpaikan terima kasih pada dukungan para siswa, para pendidik dan tenaga kependidikan serta keluarga besar MAN 1 Lotim Lotim serta pengurus komite madrasah atas dukungan penuh pada lahirnya prestasi yang terus terukir setiap hari, minggu, bulan sehingga prestasi MAN 1 Lotim bisa mencapai pretestasi yang melampaui target tahun 2025.
Ucapan terima kasih juga pihak madrasah sampaikan pada support dan kerjasama liputan pada prestasi MAN 1 Lotim sehingga capaian prestasi MAN 1 Lotim bisa diketahui publik antara lain Lombok Post, Radar Lombok, KobaranNews, Okenews, Lomboksatu, Topikterkini, SuaraNurani, RagamLombok, Lombokkita, Dutarakyat, InsideLombok, NTBZone, OpsiNTB, Idtimes, NTBPost, Antara, LombokToday dan lainnya.
Peneribitan buku ini, lebih pada ikhtiar mendokumentasikan secara runut pada capaian prestasi MAN 1 Lotim selama satu tahun agar kedepannya dapat menjadi motivasi keluarga madrasah untuk terus bergerak, berproses dalam pembinaan yang maksimal.
Terutama kepada yang terus ikuti ragam kompetisi, karena prestasi tak akan lahir tanpa kompetisi dan suport total dari madrasah baik dari sisi pembiayaan maupun apresiasi. Ia berharap buku ini menjadi pijakan kedepan untuk MAN 1 Lotim bisa meraih prestasi yang semakin gemilang.
"Kami berharap madrasah ini bisa terus mendapatkan kepercayaan publik yang luas dan menjadi lingkungan pendidikan yang unggul dengan pembiayaan yang terjangkau serta menjadi pilihan siswa kurang mampu tapi berprestasi, untuk mengembangkan minat bakatnya sebgai bekal mereka meniti masa depan yang lebih baik," harap Wathoni.
![]() |
| Dewan Guru SDN 2 Rakam saat acara tasyakkuran pelepasan siswa kelas VI |
Okenews.net - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Rakam Kecamatan Selong, Lombok Timur NTB menggelar tasyakkuran pelepasan siswa kelas VI, Rabu (11/06/2025) dengan penuh khidmat.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah
tersebut menjadi momen bersejarah bagi 30 siswa yang resmi menyelesaikan
jenjang pendidikan dasar.
Acara tasyakkuran ini dihadiri Kepala Sekolah,
seluruh guru dan tenaga kependidikan, komite sekolah, wali murid, serta tokoh
masyarakat sekitar.
Kepala SDN 2 Rakam, Nuraini, S.Pd. SD dalam
sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para siswa yang
telah melewati enam tahun proses belajar dengan baik.
Berbagai prestasi yang pernah diraih siswa selama
ini telah mengharumkan nama sekolah, karena itu ia berharap ke depannya SDN 2
Rakam akan terus berupaya meningkatkannya.
Nuraini menekankan pentingnya menjaga semangat
belajar dan budaya berprestasi agar para siswa tidak hanya cerdas secara
akademik, tetapi berkarakter.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh
orang tua yang telah mempercayakan anak-anak mereka menempuh pendidikan di SDN
2 Rakam.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang
pendidikan anak-anak kita. Kami berharap ilmu yang ditanamkan di sekolah ini
menjadi bekal menapaki jenjang berikutnya,” ujar Nuraini penuh haru.
Ia juga mengapresiasi kerja keras para guru yang
tak kenal lelah dalam mendampingi dan mendidik siswa, termasuk wali murid serta
pengurus komite sekolah.
“Dukungan komite sekolah dan orang tua yang terus
berkolaborasi telah memberikan kontribusi meningkatkan mutu pendidikan di SDN 2
Rakam,” kata kepala sekolah yang belum lama ini menerima penghargaan dari
presiden atas dedikasinya.
Menurutnya, tanpa dukungan dan kontribusi semua pihak
tertutama para orang tua siswa, maka SDN 2 Rakam tidak mungkin meraih prestasi
di berbagai level.
Ketua Komite Sekolah, Drs. H Muh Thuhir, M.Pd
mengajak seluruh orang tua untuk terus mendampingi anak-anak dalam perjalanan
pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi keluarga dan
sekolah sebagai kunci keberhasilan pendidikan anak terlebih lagi di tengah
kemajuan teknologi hari ini.
“Kami bangga melihat anak-anak hari ini berdiri
penuh percaya diri. Ini adalah hasil dari kerja sama kita semua. Jangan
berhenti di sini,” ucapnya.
Sejumlah siswa turut ambil bagian memeriahkan acara
tersebut untuk tampil di panggung sebagai rangkain acara, seperti tari
tradisional, pidato perpisahan, atraksi seni bela diri, dan lainnya.
![]() |
| Pose bersama wali kelas VI, Uswatun Hasanah, S.Pd |
Nadzir mengucapkan terima kasih kepada para guru
yang telah membimbingnya selama enam tahun dengan berbagai suka duka bersama.
Menurutnya, perpisahan ini bukan akhir
dari segalanya, tapi justru awal dari petualangan baru untuk melanjutkan
pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Terima kasih ya, Bu. Terima kasih, Pak. Tanpa jasa
bapak ibu guru, kami bukan siapa-siapa,” ucap siswa yang meraih juara pertama di kelasnya itu.
Tak kalah menarik, Teguh Rois Amrozi, salah satu
siswa berprestasi di bidang olahraga pencak silat, juga tampil memukau dengan
jurus silat yang menarik perhatian para undangan.
Selain itu, penampilan seni tari tradisional yang
dibawakan oleh tim tari SDN 2 Rakam turut menambah semarak acara.
Dengan balutan busana tradisional dan gerakan yang
anggun, para penari kelas IV dan V tersebut sukses menyampaikan pesan budaya dan
keceriaan kepada para tamu yang hadir.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi
kreativitas, tetapi juga bentuk pelestarian seni dan budaya lokal yang terus
ditanamkan sejak dini.
Salah satu momen mengharukan terjadi saat siswa
kelas VI melakukan sungkeman kepada orang tua. Tampak siswa dan wali murid
menitikkan air mata penuh haru.
Okenews.net
— Wakil Bupati Lombok Timur, H Edwin Hadiwijaya menghadiri acara pisah kenang
siswa kelas XII di MAN 1 Lotim pada Sabtu (10/5/2025).
Kegiatan pisah kenang siswa kelas XII di MAN 1 Lotim
Dalam
kesempatan tersebut, ia menyerahkan penghargaan kepada 12 siswa kelas XII yang
telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan bagi madrasah tersebut.
Wakil Bupati
menyampaikan rasa kagum dan apresiasinya terhadap capaian MAN 1 Lotim dalam
beberapa tahun terakhir.
Ia
mengungkapkan bahwa selama ini sering mendengar kabar prestasi madrasah
tersebut, namun baru kali ini bisa melihatnya langsung.
"Luar
biasa, deretan piala yang memenuhi etalase prestasi adalah bukti nyata
pencapaian luar biasa dari MAN 1 Lotim,” ujarnya.
Menurutnya,
prestasi membangakan itu tidak hanya di tingkat nasional, namun prestasi siswa
madrasah ini telah menembus ajang internasional.
Lebih lanjut,
ia juga menyoroti tingginya animo masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya
di madrasah tersebut.
Pada Penerimaan
Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025, tercatat sebanyak 1.500 pendaftar yang
bersaing memperebutkan hanya 350 kursi yang tersedia.
Tak hanya itu,
sebaran alumni MAN 1 Lotim yang berhasil masuk ke berbagai Perguruan Tinggi
Negeri (PTN) ternama di Indonesia.
“Bahkan hingga
luar negeri, menjadi bukti bahwa madrasah ini layak disebut sebagai madrasah
unggulan di NTB dan menjadi kebanggaan Lombok Timur,” ucapnya.
Wakil Bupati
yang juga merupakan alumni ITS Surabaya itu mengajak sekolah lain di Lombok
Timur untuk mencontoh model pendidikan yang diterapkan di MAN 1 Lotim.
Menurutnya,
model penyelenggaraan pendidikan di sini patut dijadikan contoh. Sekolah yang mampu
mengelola anggaran secara efektif.
Madrasah ini
juga telah menciptakan layanan pendidikan yang tidak berorientasi pada
kemewahan sarana prasarana atau hal-hal material.
“Tetapi
lebih pada pencapaian prestasi dan suasana belajar yang humanis dan
menyenangkan," ujar mantan DPRD Provinsi NTB itu.
Ia juga
menegaskan bahwa pendidikan yang unggul tidak harus mahal. Terpenting komitmen
dan inovasi dalam membina siswa.
Kepala MAN 1
Lombok Timur M. Nurul Wathoni menyampaikan rasa bangga atas pencapaian siswa
MAN 1 Lotim yang setiap tahun tak kurang dari 350an prestasi mampu ditorehkan.
“Ini terbukti
dari perjuangan memaksimalkan pembinaan ekstrakurikuler yang berjumlah 42
ekskul,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap
ekskul diwajibkan untuk mengikuti 30-40
lomba setiap bulannya. Hal ini sebagai bentuk pengembangan bakat siswa dalam
bidang dan bisa meraih prestasi.
Kegiatan
ekstrakurikuler ini juga dukung penuh oleh pihak madrasah, seperti akomodasi
peserta yang mngikuti lomba tingkat nasional termasuk tingkat
internasional.
“Ini merupakan
konsistensi madrasah dalam komitmen membentuk generasi hebat yang memiliki
skill ilmu pengetahuan dan juga keterampilan,” papar Wathoni.
Saat ini, MAN 1
Lotim semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat, hal ini terlihat dari animo
pendaftaran siswa baru jalur prestasi maupun reguler yang capai ribuan lebih.
“Terakhir saya
berharap agar kesuksesan siswa siswi yang sudah menjadi alumni mampu
pertahankan prestasinya dan dikembangkan lagi ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkas
Wathoni.
![]() |
| Wabup Lotim H Edwin Hadiwijaya |
Acara yang berlangsung, Sabtu (01/02/2025) ini dihadiri Pj Bupati HM Juaini Taofik, Wakil Bupati Terpilih H Edwin Hadiwijaya, Ketua DPRD Muhammad Yusri dan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, jurnalis, aktivis, akademisi.
Deklarasi yang ditandai dengan penandatanganan bersama semua yang hadir, mulai Wakil Bupati terpilih, Ketua DPRD, dan Pj Bupati. Penandatanganan tersebut kemudian dilanjutkan sejumlah peserta diskusi.
Ketua SMSI Lombok Timur Hanapi, M.Si mengatakan deklarasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan Lotim SMART. Deklarasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah komitmen mengawal proses pembangunan.
“Deklarasi ini adalah bentuk keseriusan kita semua untuk memastikan bahwa pembangunan di Lombok Timur tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi kesejahteraan dan keadilan,” tegas Hanapi.
Ia menegaskan, peran media sangat penting dalam mengawal pembangun Lotim SMART. Media juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa informasi tentang pembangunan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
Selain itu, media harus menjadi pengontrol dan kritis terhadap kebijakan dan program pembangunan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media.
Manager Fokus Lotim Dr. Karomi menyatakan, deklarasi ini akan diikuti dengan langkah-langkah konkret, seperti memantau pelaksanaan program pemerintah, menyuarakan aspirasi masyarakat, dan memberikan masukan konstruktif untuk perbaikan kebijakan.
“Kami tidak hanya berhenti pada deklarasi, tetapi akan terus bergerak, memastikan bahwa Lombok Timur benar-benar menjadi daerah yang betul-betul SMART (sejahtera, maju, adil, religius, dan transparan),” jelasnya.
Ia menegaskan, pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua. Dengan semangat gotong royong, kita bisa memastikan bahwa setiap program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan di Lombok Timur, memastikan bahwa setiap kebijakan dan program dilaksanakan dengan prinsip akuntabilitas dan keadilan,” tutupnya.
"Prestasi ditorehkan siswa MAN 1 Lotim M. Sidiq Al Burhan siswa XII Agama yang ikuti lomba menulis untuk gubernur pada akhir Desember 2024," ungkap tim prestasi MAN 1 Lotim Hj Siti Surodiana, Selasa (31/12/2024).
Menurutnya, lomba ini bertujuan untuk menyerap ide-ide cerdas pelajar NTB serta mengasah nalar kritis para generasi Z yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan yang perlu mendapatkan atensi dari pemerintah daerah.
Dian menegaskan, peran generasi muda dalam membangun daerah telah memberikan kontribusi oleh karena itu harus melibatkan semua komponen masyarakat termasuk gagasan-gagasan cemerlang kaum pelajar NTB.
"Dan pada lomba ini, siswa MAN 1 Lotim M Sidiq sukses meraih juara yang berhak mendapatkan reward berupa sertifikat, piala dan dana pembinaan yang lumayan cukup memompa semangat para juara," sambungnya.
Surat yang dilayangkan Sidiq kepada gubernur NTB itu berisi tentang gagasan terkait aplikasi YouthWise, sebuah platform edukasi kesehatan reproduksi berbasis mobile. Ide ini telah meraih predikat Best Essay di UGM pada Oktober 2024.
YouthWise bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, mencegah pernikahan dini, dan menekan Penyakit Menular Seksual (PMS) melalui materi edukasi sesuai usia dan fitur konsultasi dengan ahli.
Berdasarkan data tahun 2020, tercatat 6.532 kasus kehamilan remaja di NTB, dan pada 2023 terdapat 393 kasus PMS. Angka ini menunjukkan minimnya edukasi seksual di kalangan generasi muda, menjadi tantangan serius dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
YouthWise hadir sebagai solusi yang sejalan dengan SDGs nomor 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) yang bertujuan memastikan kehidupan yang sehat bagi semua usia, serta nomor 4 (pendidikan berkualitas) yang menjamin akses pendidikan inklusif dan berkualitas.
Dengan aplikasi ini, generasi muda NTB dapat lebih cerdas, sehat, dan siap bersaing. "Semoga ide ini mendapat perhatian untuk mendukung generasi muda NTB tumbuh menjadi individu berkualitas yang berkontribusi pada visi NTB mendunia serta tercapainya target SDGs 2030," harap Sidiq.
![]() |
| Sumber: Tim Pemenangan Luthfi-Wahid |
Acara yang dihadiri TGB Zainul Majdi itu menjadi
puncak konsolidasi pendukung, tim, simpatisan, dan relawan dari seluruh wilayah
Lombok Timur, baik dari pedesaan maupun perkotaan.
Dalam kampanye ini, Lutfi-Wahid akan menyampaikan visi-misi
serta program unggulan mereka, yang mencakup pengembangan ekonomi lokal,
infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.
Tim Pemenangan Lutfi-Wahid mengundang seluruh pendukung, tim sukses, simpatisan, dan relawan menghadiri acara ini untuk menunjukkan semangat kebersamaan dan dukungan untuk kemenangan dengan tetao menjaga ketertiban dan keamanan.
Kampanye akbar ini diprediksi akan dihadiri oleh puluhan ribu
pendukung dari berbagai kecamatan. Tim pemenangan berharap masyarakat Lombok
Timur dapat hadir dengan antusias untuk mendukung pasangan calon ini.
Okenews.net – Hasil survei Global Nusantara Riset (GNR) terbaru
menunjukan paslon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur Syamsul Luthfi – Abd Wahid
(Luthfi-Wahid) berada di posisi teratas.
Sumber: Global Nusantara Riset
Paslon nomor urut 4 yang mengusung tagline Maju dan Harmonis
itu mengungguli empat paslon lain. "Perbedaan pasangan Luthfi-Wahid dengan
paslon lainnya itu signifikan, melebihi margin of error," kata Direktur
Eksekutif GNR Dedy Febry Rachman, Selasa (19/11/2024.
Hasil survei GNR dengan simulasi menggunakan surat suara,
mencatatkan posisi Luthfi - Wahid meraih elektabilitas 36,3%, disusul Khairul
Warisin-Edwin Hadiwijaya 26,7%, SJP–Fatihin 15%, Rumaksi-Sukisman 11,5% dan palon
TANDA 4,5%.
![]() |
| HM. Syamsul Luthfi dan H. Abd Wahid |
Menurut Dedy, popularitas pasangan Luthfi-Wahid terus
mengalami tren positif yang akan berdampak pada elektabilitas akan naik sehingga
potensi paslon ini memenangkan Pilbup cukup tinggi. "Kesempatan menangnya (Lutfi-Wahid)
besar,” ujarnya.
Survey GNR dilakukan pada periode 5-12 November 2024. Metode
pengambilan data dilakukan wawancara langsung secara tatap muka dengan
responden terpilih sebanyak 1.200 orang. Metode survei stratified multistage
random sampling dengan margin of error 2,8 persen dan tingkat
kepercayaan 95%.
![]() |
| Penemuan Buaya di keramba milik nelayan |
Menurut saksi, Rahmat dan kawan kawan, buaya tersebut hendak berjemur, namun karena kehadirannya di lokasi membuat buaya tersebut masuk ke dalam trol tambak udang
Dari kejadian tersebut, kelompok persatuan nelayan bersama saksi lain membawa trol tersebut ke pinggir pantai di Ekas.
Iptu Yudha Aditya Warman, saat di konfirmasi membernarkan penemuan buaya tersebut. Dikatakannya, setelah pihaknya dapat informasi dari warga, petugas piket Polsek Jerowaru langsung terjun ke lokasi.
"Setelah adanya laporan dari warga dan saksi kami langsung menghubungi Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Prov. NTB agar dapat diamankan, karena khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," yutur Yudha.
Selanjutnya sekitar pukul 17.30 wita buaya tersebut dinaikan di mobil patroli Polsek Jerowaru untuk dibawa ke Mako Polsek Jerowaru sampai dengan dari Pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) NTB datang untuk datang menjemput.
"Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, kami anggota bersama saksi, masyarakat mengikat seekor buaya tersebut, dan menaikkannya ke mobil patroli untuk diamankan di Polsek Jerowaru dan menunggu tim dari provinsi menjemput," ujarnya.
"Dari ditemukan buaya sampai dilakukan evakuasi tidak ada korban yang ditemukan, syukurnya buaya tersebut dapat kita amankan," sambungnya.
Yudha Kapolsek Jerowaru juga menyebut, menurut informasi yang didapatkan dari nelayan setempat masih ada buaya lainnya yang hampir setiap tahun sering muncul di Laut Gonsor Desa Ekas Buana.
"Kami turut menghimbau untuk seluruh masyarakat yang hendak berkunjung atau belayan yang mencari ikan, agar selalu berhati hati, agar tidak terjadi Hal-Hal yang tidak diinginkan," tutupnya.
okenews.net l selalu oke di hati