www.okenews.net: Kampus
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2026

Hamzanwadi Go Global: 19 Mahasiswa Pariwisata Siap Magang ke Jepang

Universitas Hamzanwadi

Okenews.net-Universitas Hamzanwadi melalui Direktorat Kerja Sama dan Hubungan Internasional menggelar kegiatan pelepasan peserta Program Magang Internasional ke Jepang bagi mahasiswa Program Studi Pariwisata. Kegiatan ini berlangsung di Meeting Room Rektorat Universitas Hamzanwadi, pukul 09.00–11.00 WITA.

Acara dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, jajaran wakil rektor, Dekan Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora, Koordinator Prodi Pariwisata Muhammad Ramli, M.Pd, Direktur PT Indonesia Nippon Anugrah (INA) Parman Munte, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lombok Timur, Kepala Kantor Imigrasi Lombok Timur, serta para peserta dan orang tua.

Koordinator Prodi Pariwisata menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak 15 April 2025, dimulai dari tahap sosialisasi, seleksi, wawancara, hingga pelatihan bahasa. Sebanyak 19 mahasiswa akan diberangkatkan dalam dua kloter, dengan keberangkatan pertama dijadwalkan pada 5 Mei 2026. Program magang berlangsung selama satu tahun dan akan dikonversi menjadi dua semester perkuliahan, yakni semester 6 dan 7.

Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. “Gunakan waktu satu tahun ini untuk meningkatkan skill dan kemampuan bahasa. Pengalaman tidak bisa dibeli, tetapi akan menjadi bekal berharga di masa depan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT INA atas kerja sama yang terjalin dan berharap kolaborasi dapat terus diperluas.

Sementara itu, Direktur PT INA, Parman Munte, menyampaikan bahwa peserta akan dibagi dan ditempatkan di dua tempat, yakni Gensen Holding dan Itoens Hotel. Ia optimistis mahasiswa Universitas Hamzanwadi mampu beradaptasi dengan baik di Jepang, mengingat hasil pelatihan dan seleksi menunjukkan kesiapan yang positif.

Melalui program ini, Universitas Hamzanwadi terus mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman global serta meningkatkan daya saing di industri pariwisata internasional.

OPSI 2

“Tembus Industri Global, Mahasiswa Hamzanwadi Berangkat Magang ke Jepang”

Selong — Suasana penuh semangat dan optimisme mewarnai pelepasan peserta Program Magang Internasional ke Jepang bagi mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kerja Sama dan Hubungan Internasional ini berlangsung di Meeting Room Rektorat Universitas Hamzanwadi, pukul 09.00–11.00 WITA.

Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, jajaran wakil rektor, Dekan Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora, Koordinator Prodi Pariwisata Muhammad Ramli, M.Pd, Direktur PT Indonesia Nippon Anugrah (INA) Parman Munte, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lombok Timur, Kepala Kantor Imigrasi Lombok Timur, serta para peserta beserta orang tua.

Sebanyak 19 mahasiswa akan diberangkatkan dalam dua kloter, dengan keberangkatan pertama pada 5 Mei 2026. Program ini merupakan hasil proses panjang sejak April 2025, mulai dari sosialisasi, seleksi, wawancara, hingga pelatihan bahasa. Selama satu tahun, mahasiswa akan menjalani magang di industri internasional yang kemudian dikonversi menjadi dua semester perkuliahan.

Koordinator Prodi Pariwisata mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga komitmen akademik, khususnya dalam penyelesaian tugas akhir, sekaligus membuka peluang bagi batch berikutnya untuk mengikuti program serupa.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan penuh motivasi kepada peserta. “Manfaatkan waktu satu tahun ini sebaik mungkin. Tingkatkan skill dan kemampuan bahasa. Pengalaman seperti ini tidak bisa dibeli, tetapi akan menjadi bekal besar untuk masa depan,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan PT INA serta membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Ketenagakerjaan dan Imigrasi Lombok Timur, guna menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global.

Sementara itu, Direktur PT INA menyampaikan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di Gensen Holding dan Itoens Hotel. Ia optimistis mahasiswa Universitas Hamzanwadi mampu beradaptasi dengan cepat di Jepang, didukung hasil pelatihan dan seleksi yang menunjukkan kesiapan yang sangat baik.

Program ini menjadi langkah nyata Universitas Hamzanwadi dalam mendorong mahasiswa menembus batas global, sekaligus memperkuat kompetensi dan kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja internasional.


OPSI 3

“Harapan dan Doa Mengiringi Langkah ke Jepang, Hamzanwadi Lepas Mahasiswa Magang Internasional”

Selong — Suasana haru, bangga, dan penuh harapan menyelimuti pelepasan peserta Program Magang Internasional ke Jepang bagi mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kerja Sama dan Hubungan Internasional ini berlangsung di Meeting Room Rektorat Universitas Hamzanwadi, pukul 09.00–11.00 WITA.

Dihadiri oleh Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, jajaran pimpinan universitas, mitra industri, serta orang tua mahasiswa, momen ini menjadi langkah awal perjalanan besar bagi 19 mahasiswa yang akan menapaki pengalaman internasional.

Koordinator Prodi Pariwisata, Muhammad Ramli, M.Pd, menjelaskan bahwa program ini telah melalui proses panjang sejak April 2025, mulai dari sosialisasi, seleksi, wawancara, hingga pelatihan bahasa. Para peserta akan diberangkatkan dalam dua kloter, dengan keberangkatan pertama pada 5 Mei 2026, untuk menjalani magang selama satu tahun yang dikonversi menjadi dua semester perkuliahan.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus penuh makna. Ia mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

“Gunakan waktu satu tahun ini untuk meng-upgrade skill dan kemampuan bahasa. Pengalaman seperti ini tidak bisa dibeli, tetapi akan menjadi bekal hidup yang sangat berharga,” tuturnya.

Tak hanya itu, Rektor juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para orang tua.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Hamzanwadi untuk mendidik putra-putri Bapak/Ibu. Dukungan dan doa orang tua adalah kekuatan terbesar bagi mereka dalam menempuh perjalanan ini,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan komitmen universitas dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk mitra industri dan instansi pemerintah.

Sementara itu, Direktur PT Indonesia Nippon Anugrah (INA), Parman Munte, menyampaikan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di Gensen Holding dan Itoens Hotel. Ia optimistis seluruh peserta mampu beradaptasi dengan cepat di Jepang, mengingat kesiapan yang telah ditunjukkan selama proses pelatihan.

Pelepasan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal perjalanan mimpi. Dengan doa orang tua, dukungan kampus, dan semangat belajar yang tinggi, para mahasiswa diharapkan mampu membawa nama baik almamater dan kembali dengan pengalaman yang mengubah masa depan.

Senin, 13 April 2026

Institut Elkatarie Raih Akreditasi “Baik Sekali”, Tadris Bahasa Inggris Makin Kompetitif

Foto: Rektor Institut Elkatarie Asbullah Muslim

Okenews.net- Institut Elkatarie kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan tinggi. Program Studi Tadris Bahasa Inggris resmi meraih akreditasi “Baik Sekali” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, sebagai pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan di bidang kependidikan.

13/4


Capaian ini menjadi bukti konsistensi Institut Elkatarie dalam meningkatkan mutu akademik. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualitas pembelajaran, hingga pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global.


Rektor Institut Elkatarie, Asbullah Muslim, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika.


“Akreditasi ‘Baik Sekali’ ini adalah buah dari kerja kolektif seluruh elemen kampus. Ini bukan akhir, melainkan langkah awal untuk terus meningkatkan mutu menuju akreditasi Unggul,” ujarnya.


Program Studi Tadris Bahasa Inggris juga terus berinovasi dalam proses pembelajaran. Integrasi teknologi digital, pendekatan komunikatif, serta penguatan nilai-nilai keislaman menjadi fokus utama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.


Selain itu, kontribusi dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat turut menjadi pilar penting dalam mendukung peningkatan kualitas institusi secara berkelanjutan.


Ke depan, Institut Elkatarie berkomitmen memperluas jejaring kerja sama, meningkatkan kualitas lulusan, serta memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional.


Dengan raihan akreditasi ini, Institut Elkatarie semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada mutu, inovasi, dan keberlanjutan di dunia pendidikan.

Minggu, 01 Februari 2026

Mahasiswa PIAUD IAIH Pancor Tampilkan Kreativitas Lewat Pentas Seni Akhir Semester

Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)

Okenews.net- Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menggelar Pentas Seni Mahasiswa bertema “Berkarya, Berbudaya, dan Berkreasi” di Aula IAIH Pancor, Kamis (30/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi akhir semester sekaligus wadah pengembangan bakat seni mahasiswa.


Beragam penampilan seni musik dan tari disuguhkan mahasiswa PIAUD, dengan memadukan unsur budaya nusantara dan sentuhan modern. Pentas seni tersebut tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga mencerminkan hasil pembelajaran yang telah ditempuh mahasiswa selama satu semester.


Kaprodi PIAUD IAIH Pancor, Baiq Halimatuzzuhrotulaini, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran terintegrasi, bukan sekadar hiburan semata.

Menurutnya, mahasiswa dilibatkan secara langsung mulai dari perencanaan konsep pertunjukan, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi, sehingga mampu melatih kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan manajerial.


“Pentas seni ini menjadi sarana mahasiswa untuk mengaktualisasikan kemampuan akademik dan non-akademik yang telah diperoleh selama perkuliahan,” ujarnya di sela kegiatan.


Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan capaian pembelajaran Prodi PIAUD, khususnya dalam membekali mahasiswa agar mampu merancang dan mengimplementasikan pembelajaran anak usia dini yang kreatif dan inovatif.


Selain aspek keterampilan seni, pentas seni ini juga menekankan penguatan pendidikan karakter dan kecintaan terhadap budaya lokal. Nilai-nilai seperti kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, serta apresiasi terhadap budaya nusantara ditanamkan melalui setiap penampilan.


“Mahasiswa tidak hanya tampil di atas panggung, tetapi juga memahami makna budaya dari karya yang dibawakan,” tambahnya.


Ia menegaskan, kemampuan seni dan kreativitas menjadi bekal penting bagi calon guru PAUD dalam menciptakan proses pembelajaran yang menarik, komunikatif, dan menyenangkan bagi anak.


Ke depan, Prodi PIAUD IAIH Pancor menargetkan pentas seni mahasiswa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan kampus sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lulusan.


Rabu, 28 Januari 2026

Ratusan Mahasiswa IAIH Pancor Siap Mengabdi ke Penjuru Negeri, KKN 2026 Digelar Berskala Nasional

IAIH Hamzanwadi Pancor 

Okenews.net- Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026. Ratusan mahasiswa resmi dilepas untuk terjun langsung ke tengah masyarakat dalam program pengabdian yang akan berlangsung selama dua bulan.


Kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan KKN tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke berbagai daerah, baik di dalam maupun luar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tahun ini, jangkauan lokasi KKN IAIH Pancor diperluas hingga skala nasional, mencakup wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, hingga Bali.


Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan tinggi. Menurutnya, KKN bukan sekadar formalitas akademik, melainkan sarana pembelajaran sosial yang memiliki nilai historis dan edukatif yang kuat.


“Kuliah Kerja Nyata adalah kewajiban akademik yang tidak bisa digantikan dengan aktivitas lain. Ini bukan soal administrasi kelulusan, tetapi proses pembelajaran nyata yang telah menjadi tradisi pendidikan tinggi sejak 1951,” ujarnya, Selasa (28/01/2026).


Ia menekankan bahwa capaian akademik setinggi apa pun, termasuk IPK, tidak dapat menghapus kewajiban mahasiswa untuk mengikuti KKN. Bahkan, ia menyebut KKN sebagai pengalaman unik yang hanya bisa dirasakan sekali selama masa studi.


“KKN hanya sekali seumur hidup bagi mahasiswa. Ini adalah pengalaman belajar yang sangat berharga dan tidak tergantikan,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Hayyi juga berpesan agar mahasiswa membawa dua semangat utama selama menjalankan pengabdian, yakni semangat belajar dan semangat mengajar. Mahasiswa diharapkan mampu membaca realitas sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat, sekaligus hadir sebagai agen perubahan yang memberi manfaat nyata.


“Mahasiswa tidak cukup hanya hadir dan menjalankan program. Mereka harus mau belajar dari masyarakat dan, di saat yang sama, mengabdi dengan penuh tanggung jawab agar kehadirannya memberikan dampak positif dan berkelanjutan,” jelasnya.


Tak kalah penting, ia mengingatkan seluruh peserta KKN untuk menjaga sikap, etika, serta nama baik diri, keluarga, dan almamater selama berada di lokasi pengabdian.


“Di mana pun kalian berada, kalian adalah duta kampus. Jaga nama baik institusi dan jadikan KKN sebagai bagian dari perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.


Selasa, 20 Januari 2026

TGB Zainul Majdi Gaungkan Persatuan Umat, Akhlak, dan Hakikat Ilmu di Forum Internasional Thailand

TGH Muhammad Zainul Majdi, MA. Rektor IAIH Hamzanwadi Pancor

Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA, menyampaikan gagasan mendalam tentang persatuan umat, akhlak Islam, dan hakikat ilmu pengetahuan dalam sebuah seminar ilmiah internasional yang digelar di Dawood Conference Room, Attarkiah Islamiah Institute, Thailand, Senin (19/01/2026).


Seminar tersebut diawali dengan sambutan penuh kehangatan dari TGB yang mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT serta penghormatan kepada para ulama, akademisi, dan pemimpin yang hadir. Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menyebut Sheikh Babu Hussien sebagai bentuk penghormatan, sekaligus mengenang Dr. Faisal sebagai sosok guru yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan intelektualnya.


Dalam pemaparannya, TGB menegaskan bahwa kedekatan antarmanusia tidak semata ditentukan oleh jarak geografis, melainkan oleh keselarasan hati, pemikiran, dan visi.


“Saya memiliki pengalaman bersama Dr. Faisal dan sejumlah tokoh lain yang meskipun baru bertemu, namun telah merasakan ikatan batin yang kuat. Inilah yang sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang persatuan hati di antara manusia,” ujar TGB yang juga menjabat Ketua Umum PB NWDI.


Ia menekankan pentingnya persatuan umat Islam lintas negara, seraya menyatakan bahwa perbedaan budaya dan wilayah tidak seharusnya menjadi penghalang kebersamaan.


“Persamaan iman dan tujuan jauh lebih besar. Orang-orang beriman adalah bersaudara dan saling menguatkan, baik di Indonesia, Thailand, maupun di belahan dunia lainnya,” tegasnya.


Lebih lanjut, TGB menyoroti nilai ta’awun (saling menolong) sebagai fondasi utama peradaban Islam. Menurutnya, kejayaan Islam di masa lalu tidak terlepas dari semangat kolaborasi, pelayanan, dan kesediaan untuk saling melengkapi dalam ilmu dan amal.


“Nilai ta’awun sebagai fondasi peradaban Islam tetap relevan untuk terus dihidupkan dalam konteks masyarakat modern,” ujarnya.


Dalam salah satu refleksi penting, ia mengulas makna etika Islam dalam penghormatan kepada tamu, yang disimbolkan melalui pemutaran lagu kebangsaan Indonesia sebelum lagu kebangsaan Thailand.


“Itu merupakan perwujudan ajaran Islam yang menempatkan adab dan perbuatan nyata di atas sekadar retorika. Kebaikan yang diwujudkan melalui tindakan mampu diterima secara universal, melampaui sekat agama dan budaya,” jelasnya.


TGB juga menegaskan bahwa dakwah Nabi Muhammad SAW lebih banyak ditunjukkan melalui keteladanan akhlak daripada ceramah verbal semata.


“Sebagian besar kehidupan Nabi diisi dengan praktik akhlak mulia yang konsisten, sementara penyampaian lisan dilakukan secara bijak agar pesan tetap membekas,” katanya.


Ia kemudian mengulas metode dakwah Rasulullah SAW di Madinah yang sederhana namun efektif, seperti membiasakan salam, berbagi makanan dengan tetangga, menjaga silaturahmi, serta menghidupkan ibadah malam.


“Nilai-nilai ini mampu membangun masyarakat yang harmonis dan penuh kepedulian sosial,” paparnya.


Dalam konteks keilmuan, TGB menjelaskan bahwa ilmu dalam Islam tidak berhenti pada penguasaan teori, melainkan harus melalui tiga tahapan utama, yakni ad-dhilawatu (membaca dan mencari pengetahuan), ad-tazkiyatu (penyucian dan penghayatan diri), serta ad-takliyatu (pengamalan ilmu).


“Ilmu yang tidak diamalkan dan tidak membentuk akhlak hanya akan menjadi pengetahuan yang kosong,” tegasnya.


Mengakhiri pemaparannya, TGB mengutip firman Allah SWT, “Innama yakhsyallaha min ‘ibadihil ‘ulama”, seraya menegaskan bahwa ilmu sejati melahirkan khashyah, yakni rasa takut yang dilandasi cinta dan penghormatan kepada Allah.


“Ukuran ilmu bukanlah gelar akademik, melainkan perilaku dan akhlak yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.


Minggu, 04 Januari 2026

Gubernur NTB Merasa Bangga Berada di Tengah Ribuan Jema'ah Dayama Jerowaru

Ponpes Darul Yatama Wal Masakin, Jerowaru
Okenews.net- Ribuan Jema'ah dari berbagai daerah di Pulau Lombok memadati lokasi Peringatan Haul ke-42 Wafatnya TGH. Muh. Mutawalli sekaligus Harlah ke-72 berdirinya Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Yatama Wal Masakin (Dayama) Jerowaru, Minggu, 04/01/2026.

Acara yang digelar di lingkungan Ponpes Dayama Jerowaru berlangsung khidmat dan dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dirangkai dengan pengukuhan pengurus Ikatan Santri dan Alumni Dayama (IKSADA), yang diketuai Dr. Sirajun Nasihin, Sekretaris, Joyo Supeno dan Zohri Ratna sebagai Bendahara.

Dengan dikukuhkannya pengurus IKSADA, diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak dalam mendukung dan mengembangkan Yayasan Dayama Jerowaru, serta keberadaannya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pelaksanaan Haul dan Harlah tahun ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan paket sembako dari Baznas Provinsi NTB.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan syukurnya bisa berada di tengah-tengah keluarga besar dan ribuan jemaah Yayasan Dayama Jerowaru dalam momentum yang sangat mulia.

Miq Iqbal sapa'an akrab Gubernur NTB itu juga menyebut, salah satu inspirasi yang membuat dirinya pulang untuk membangun daerah di dapat dari Yayasan Dayama.

“Salah satu inspirasi saya untuk pulang kampung, saya dapatkan juga dari pondok Pesantren Darul Yatama Wal Masakin, sehingga saya merasa bahwa saya adalah gubernurnya yatama Wal masakin (Yatim dan orang miskin,“ ujarnya.

Miq Iqbal juga terus berdo'a agar selalu menjadi pemimpin yang dicintai masyarakat dan dicintai masyarakat. Semoga harapan yang dititipkan lewat dirinya bisa dilaksanakan untuk terus memperhatikan yatim dan masyarakat kurang mampu menjadi lebih sejahtera.

Pada kesempatan itu juga, Miq Iqbal menyampaikan komitmennya untuk mulai membangun wilayah selatan, sehingga pembangunan jalan Bypass Lembar - Kayangan dipilih melalui jalur selatan.

“Insya Allah mulai tahun 2027 kita akan membangun jalan bypass dari lembar sampai ke kayangan dan sengaja kita pilih lewat selatan supaya membawa gerakan pembangunan, disamping untuk mempercepat jalur logistik,“ ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Dayama Jerowaru, TGH. Saiful Islam Sibawaihi dalam tausiyahnya mengajak seluruh jema'ah untuk bersama-sama membangun Yayasan yang ditinggalkan oleh pendirinya yakni TGH. Muhammad Mutawalli.

“Hari ini Yayasan kita sudah berusia 72 tahun dan 42 tahun sudah ditinggalkan oleh pendirinya. Alhamdulillah kita bisa terus berjalan berkat dukungan kita semua,“ ujarnya.

Dirinya juga memaparkan bahwa sampai saat ini, Yayasan Dayama Jerowaru terus meningkatkan kualitas pendidikan, mulai dari tingkat RA sampai Sekolah Tinggi.

“Alhamdulillah saat ini Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sibawaihi Mutawalli (STIT Wali) sedang berproses untuk penambahan jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI),“ paparnya.

Selasa, 30 Desember 2025

Wisuda Unik Institut Elkatari, Gubernur NTB Apresiasi Integrasi Budaya dan Keislaman

Institut Elkatari

Okenews.net – Institut Elkatari kembali mencatatkan momen bersejarah dengan menggelar Wisuda ke-2 secara unik dan sarat makna budaya. Bertempat di Grand Madani, Kota Mataram, Senin (29/12/2025), prosesi wisuda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Mohammad Iqbal.


Keunikan wisuda Institut Elkatari ditandai dengan pemberian sembeq buraq kepada lima perwakilan wisudawan terbaik. Tradisi sakral ini dipimpin langsung oleh Pengrakse MAS, Dr. H. L. Sajim Sastrawan, sebagai simbol pemberkatan dan doa keselamatan bagi para lulusan dalam mengarungi kehidupan pasca-kampus.


Kehadiran Gubernur NTB semakin menambah semarak acara. Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal mengapresiasi keberadaan Institut Elkatari yang dinilainya memiliki diferensiasi kuat dibandingkan perguruan tinggi lainnya, yakni dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan keislaman sebagai fondasi keilmuan.


“Perguruan tinggi harus memiliki pembeda. Lulusan yang keluar tanpa keunikan akan sulit mendapatkan tempat di masyarakat. Institut Elkatari memiliki kekuatan karena mempertemukan ilmu agama dan budaya sebagai dasar keilmuan,” ujar Iqbal.


Mantan Duta Besar RI untuk Turki itu juga menyoroti lemahnya pembangunan keilmuan di Indonesia yang selama ini kurang memberi ruang pada ilmu dasar seperti sosiologi, antropologi, dan sejarah. Padahal, menurutnya, ilmu-ilmu tersebut sangat krusial dalam merumuskan kebijakan publik yang sesuai dengan karakter masyarakat.


“Banyak kebijakan pembangunan gagal diterapkan karena minimnya kajian sosiologis dan antropologis. Saya mendorong Institut Elkatari untuk terus mengembangkan kajian budaya dan bahkan membuka program studi berbasis ilmu dasar,” tegasnya.


Sementara itu, Rektor Institut Elkatari, Dr. Asbullah Muslim, mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin mengheningkan cipta dan mendoakan saudara-saudara di Aceh dan Sumatra. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan melahirkan insan cerdas, tetapi juga manusia yang berakhlak dan berbudaya.


“Transformasi akhlak dalam perspektif budaya menjadi ciri khas Institut Elkatari. Hal ini diwujudkan melalui integrasi kurikulum keislaman, kearifan lokal, serta praktik budaya dalam proses akademik,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa transformasi akhlak merupakan kata kunci dalam pemajuan sumber daya manusia di masa depan.

Wisuda ke-2 Institut Elkatari juga dihadiri Kasubdit Pengembangan Akademik Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan filosofi pergeseran tali toga dari kiri ke kanan.


“Pergeseran tali ini melambangkan pergeseran paradigma, dari mahasiswa menjadi pengabdi. Dari dominasi otak kiri ke otak kanan. Jika sebelumnya mahasiswa dituntut menjawab soal di kelas, setelah diwisuda mereka dituntut menjawab soal-soal kehidupan,” jelasnya.


Ia menutup dengan pesan moral bahwa setiap manusia adalah pemimpin, dimulai dari memimpin diri sendiri. “Jadilah sebaik-baik manusia, yaitu yang paling banyak memberi manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Kamis, 11 Desember 2025

ICSH 2025: FDK IAIH Pancor Bahas Tantangan Sosial Era Digital

IAIH Hamzanwadi Pancor

Okenews.net-Fakultas Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor menggelar International Conference on Social Humanities (ICSH) 2025 bertema “Resilience and Harmony: Navigating Social Change, Humanities and Da’wa” di Ruang Rapat Lantai 3 IAIH Pancor.


Ketua Panitia ICSH 2025, Daeng Sani Ferdiansyah, M. Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa konferensi ini digagas untuk memperkuat kontribusi akademisi terhadap isu-isu sosial yang berkembang. Ia menilai perubahan sosial yang terjadi saat ini menuntut perguruan tinggi untuk hadir memberikan arah dan solusi.


“Konferensi ini bukan sekadar forum ilmiah, tetapi ruang kolaborasi untuk membaca ulang kondisi sosial kita. Melalui pertukaran gagasan, riset, dan dialog lintas negara, kita berharap dapat merumuskan perspektif baru yang relevan bagi masyarakat,” ujar Daeng (11/12/2025)


Ia menambahkan bahwa ICSH 2025 dirancang sebagai platform berkelanjutan bagi peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk mengkaji ketahanan sosial serta harmonisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks perubahan zaman.


“Kami ingin ICSH 2025 menjadi tradisi akademik yang konsisten, yang tidak hanya memotret masalah, tetapi juga menawarkan arah perbaikan,” katanya.


Sementara itu, Rektor IAIH Pancor, Dr. TGB. M. Zainul Majdi,, MA., menilai tema konferensi sangat relevan dengan perubahan sosial yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat. Ia menyebut audiens dakwah kini jauh lebih kritis dibandingkan dua dekade sebelumnya.


“Sekarang audiens mempertanyakan banyak hal yang dulu dianggap aksioma. Pola pertanyaan jamaah pun bergeser dari isu keseharian menjadi persoalan global,” ujarnya.


Ia juga membagikan refleksinya tentang dinamika dakwah. Ia menyebut karakter audiens saat ini jauh lebih kritis dibandingkan ketika ia pulang dari Kairo pada 1997.


“Sekarang audiens mempertanyakan banyak hal yang dulu dianggap aksioma atau postulat. Pertanyaan jamaah pun bergeser dari isu domestik ke isu global,” ucapnya.


Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menuntut para pendakwah, akademisi, dan pemimpin publik untuk memperkuat kapasitas keilmuan serta sensitivitas sosial.


“Kita tidak bisa lagi berdakwah dengan pendekatan lama. Masyarakat kini menuntut argumentasi, data, dan kedalaman pandangan,” tegasnya.


Hadir sebagai pembicara tamu, Dekan FMKK Universitas Islam Selangor, Malaysia, Dr. Juzlinda Moh Ghazali, menyoroti pentingnya literasi digital dan etika kecerdasan buatan (AI) dalam menjaga ketahanan sosial. Ia mengingatkan bahwa 60 persen populasi Muslim berusia di bawah 30 tahun, sehingga adaptasi teknologi berkembang sangat cepat.


“Masyarakat mengonsumsi lebih banyak informasi, tetapi menyerap lebih sedikit kebijaksanaan. Kita semakin terhubung secara digital namun semakin terputus secara emosional,” katanya.


Ia menekankan perlunya kerangka etika AI dan literasi digital untuk mengurangi risiko misinformasi, manipulasi, dan kecanduan digital pada generasi muda.


“Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna, tetapi harus menjadi pembentuk dan penjaga etis AI,” tegasnya.


Konferensi berlangsung dinamis dengan tingginya partisipasi peserta dalam sesi presentasi dan diskusi. ICSH 2025 menjadi salah satu upaya FDK IAIH Pancor memperkuat kontribusi akademik terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan.

Sabtu, 29 November 2025

Universitas Hamzanwadi Wisuda 1.287 Lulusan, Rektor Soroti Transformasi dan Daya Saing

Universitas Hamzanwadi

Okenews.net- Universitas Hamzanwadi menggelar Wisuda ke-10. Prosesi pengukuhan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri ribuan orang tua dan tamu undangan. Sebanyak 1.287 lulusan dari berbagai fakultas resmi dilepas untuk memasuki dunia kerja.Sabtu (29/11/2025).

Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, menyebut pelaksanaan wisuda tahun ini beriringan dengan momentum peringatan Hari Guru. Ia menjelaskan bahwa kampus tersebut memiliki akar sejarah panjang sebagai STKIP yang berperan besar dalam mencetak pendidik di NTB selama puluhan tahun.

“Kita baru memperingati Hari Guru, dan kampus ini berdiri dari tradisi mencetak tenaga pendidik,” ujar wanita yang akrab disapa ummi Rohmi ini.

Ia mengatakan alumni Hamzanwadi telah tersebar di banyak wilayah dan lama mengabdi dalam dunia pendidikan. Rektor menilai hal ini menjadi pengingat penting bagi seluruh civitas akademika agar tetap menjaga mutu lulusan di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga profesional.

“Banyak guru yang bekerja di NTB maupun luar daerah merupakan lulusan kampus ini. Itu menjadi tanggung jawab besar bagi kita semua,” katanya.

Selain itu, Rohmi memaparkan beberapa capaian universitas dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut pembukaan fakultas kedokteran serta program studi pendidikan khusus bagi penyandang disabilitas sebagai langkah strategis yang jarang dimiliki perguruan tinggi di Indonesia, terutama di kawasan Bali Nusra.

“Prodi seperti pendidikan khusus jumlahnya sangat sedikit, dan Hamzanwadi menjadi salah satu yang menyediakannya,” ucapnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada sekadar kebanggaan institusi. Ia menekankan bahwa seluruh kemajuan harus diikuti peningkatan kualitas layanan akademik dan non-akademik agar kampus tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Segala pencapaian ini harus memotivasi kita untuk bekerja lebih serius dan lebih berkualitas,” tegasnya.

Rohmi juga menyoroti dinamika pasar kerja yang berubah cepat akibat perkembangan teknologi. Ia menyampaikan bahwa Hamzanwadi kini sedang melakukan penataan struktur internal untuk memperkuat orientasi riset dan inovasi.

“Kami mulai bergerak dari teaching university menuju research university,” katanya.

Transformasi itu diperkuat melalui pembentukan tiga center of excellent yang berfokus pada literasi digital, bahasa asing, dan kewirausahaan. Rektor menilai ketiga aspek tersebut menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki lulusan agar dapat bersaing secara global.

“Mahasiswa harus melek digital, kuat berbahasa asing, dan berjiwa entrepreneur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan adaptasi menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan lulusan di dunia kerja. Menurutnya, banyak pekerjaan saat ini tidak lagi berpatokan pada kesesuaian antara jurusan dan profesi, melainkan pada kelincahan lulusan membaca peluang.

“Banyak lulusan bekerja tidak sesuai jurusan, tapi mereka sukses karena adaptif,” katanya.

Untuk mendukung kesiapan lulusan, kampus juga memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui perkuliahan dan inkubator bisnis. Program tersebut digulirkan untuk mendorong mahasiswa menciptakan peluang usaha sejak masih kuliah.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan, tapi mampu menciptakan pekerjaan,” jelasnya.

Selain itu, Universitas Hamzanwadi membentuk Halal Center untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan sertifikasi halal. Rektor menilai upaya itu penting agar produk daerah memiliki kesempatan masuk ke pasar internasional.

“Sertifikasi halal adalah kebutuhan untuk pengakuan global, dan kami ingin UMKM dipermudah,” tutupnya.

Kamis, 28 Agustus 2025

Rektor IAIH Pancor Lantik Pengurus IKA Periode 2025-2028


Okenews.net – Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. H. Muhammad Zainul Majdi, MA, resmi melantik Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) IAIH Pancor masa bakti 2025–2028. Acara berlangsung di Kantor Pusat PB NWDI, Jalan Langko No. 59, Mataram, Rabu (27/08/2025).

Pelantikan ini turut dihadiri jajaran pimpinan kampus IAIH Pancor, di antaranya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Humas, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, Dekan Fakultas Dakwah, Dr. Ahmad Muzayyin, Wakil Dekan Dakwah, Marzuki, MT, Kaprodi MD dan KPI, serta Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa IAIH Pancor.

Pengurus IKA IAIH Pancor yang baru dilantik berasal dari beragam profesi, mulai dari akademisi, politisi, tokoh agama, birokrat, guru, pengusaha, advokat, hingga nelayan dan kepala desa. Terpilih sebagai Ketua IKA periode 2025–2028 adalah Lalu Muhammad Rajabul Akbar, mantan Ketua Dewan Mahasiswa IAIH Pancor tahun 1998. Hadir pula beberapa alumni berpengaruh, seperti Prof. Dr. H. Muslihun, M.Ag dari kalangan akademisi, serta H. L. Ramadhan, S.Ag, Ketua DPRD Lombok Tengah, yang mewakili alumni di bidang politik.

Dalam arahannya, Rektor IAIH Pancor mengajak seluruh pengurus untuk mengemban amanah dengan penuh komitmen. Ia menekankan lima janji utama pengurus, yaitu, Menjalankan tugas organisasi secara maksimal. Memberikan kontribusi nyata bagi almamater, organisasi NWDI, umat, bangsa, dan kemanusiaan. Aktif dalam pengembangan pendidikan, sosial, dan dakwah. Melaksanakan tugas dengan ikhlas, sabar, istiqamah, dan penuh tanggung jawab. Mengutamakan ukhuwah Islamiyah, persatuan, dan semangat pengabdian demi memperkuat silaturahmi alumni.

Dr. TGB. H. Muhammad Zainul Majdi juga mengingatkan bahwa IAIH Pancor adalah bagian dari warisan perjuangan Pahlawan Nasional asal NTB, TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid. Karena itu, alumni memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga, mengembangkan, dan memajukan kampus sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan sang pendiri.

Di penghujung acara, pengurus IKA IAIH Pancor menyerahkan cenderamata kepada rektor sebagai simbol kebersamaan. Usai pelantikan, para alumni juga berdiskusi langsung dengan rektor mengenai langkah strategis dalam memajukan IAIH Pancor ke depan.

STIT Wali Jerowaru Raih Akreditasi Baik Sekali, Usulkan Tiga Prodi Baru dan Bidik Status Universitas 2030

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sibawaihi Mutawalli (STIT Wali)
Okenews.net – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sibawaihi Mutawalli (STIT Wali) Jerowaru berhasil meraih predikat Akreditasi Baik Sekali. Raihan ini menjadi pencapaian membanggakan karena tercatat sebagai satu-satunya prodi dengan akreditasi terbaik di wilayah Bali-Nusra.

Akreditasi ini sebelumnya melalui BAN-PT pada tahun 2023 dan masih berlaku hingga 11 Juli 2028. Namun, demi pengembangan lembaga, STIT Wali Jerowaru melakukan reakreditasi sekaligus menyiapkan langkah strategis untuk menambah program studi baru.

Ketua STIT Wali Jerowaru, M. Ali Syahbana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan tiga prodi baru yakni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Tadris Bahasa Inggris. Ia menargetkan, izin penyelenggaraan bisa keluar pada tahun 2026.

“Alhamdulillah kami bisa memperoleh predikat akreditasi Baik Sekali, yang tentu saja menjadi bukti kualitas STIT Wali. Ke depan kami optimis dapat meraih predikat Akreditasi Unggul,” ujarnya, Rabu (27/08/2025).

Menurut Ali Syahbana, akreditasi bukan sekadar syarat formal, melainkan jaminan mutu pendidikan sekaligus kualitas lulusan. Karena itu, STIT Wali berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan standar pendidikan tinggi sesuai aturan nasional.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Dayama, civitas akademika, serta seluruh pihak yang turut mendukung hingga prodi MPI mampu mencatatkan prestasi terbaik di Bali-Nusra.

Tak berhenti di situ, STIT Wali juga menargetkan peningkatan status kelembagaan. Tahun 2026–2027, lembaga pendidikan Islam ini menargetkan menjadi institut, dan pada 2030 naik menjadi universitas.

“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak. Semoga tahun depan kami bisa berbenah lebih baik, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, sehingga target menjadi institut di 2027 dan universitas di 2030 dapat terwujud,” pungkasnya.


Senin, 19 Februari 2024

IAIH Pancor Kirim Mahasiswa KKN ke Luar Daerah

Acara pelepasan KKN IAIH NWDI Pancor
Okenews.net--Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor merealisasikan program nasional berupa kuliah kerja nyata (KKN) berbasis soft skill ke Jawa Timur. Program ini menjadi bagian penting dari syiar kampus IAIH Pancor di Tanah Air. 

Kegiatan KKN sendiri merupakan program akademik IAIH Pancor yang diselenggarakan setiap tahun. Namun tahun 2024 ini berbeda dengan pelaksanaan KKN sebelumnya. Jangkuannya sampai keluar  daerah, yaitu Jawa Timur di Kabupaten Bondowoso. 

Wakil Rektor III IAIH Pancor Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd menyebutkan, IAIH Pancor menjadi kampus pertama di Nusa Tenggara Barat yang meluncurkan program KKN Nasional ke Jawa Timur. 

Menurutnya, keberadan IAIH Pancor sebagai kampus Islam pertama di Nusa Tenggara Barat sangat penting untuk menunjukan jati dirinya dan membuka banyak pintu kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat di berbagai tempat di Tanah Air, termasuk di Jawa Timur. 

"Khusus KKN 2024 dengan lokasi di Jawa Timur ini berbasis soft skill dalam arti peserta KKN 2024 yang dikirim adalah mahasiswa-mahasiswi yang punya berbagai talenta dan kualifikasi akademik tinggi," ujar doktor jebolan UIN Jember itu. 

Prosesnya diawali melalui seleksi ketat calon peserta KKN 2024. Mahasiswa-Mahasiswi yang terpilih adalah Rianto, Yosi Hendrawan, Baiq Yulia Siska, Titia Alinda, Nur Fadila Amalina, Lali Indah Suryani, dan Muhammad Zaenul Arifin. 

Di antara keahlian yang dimiliki oleh adik-adik mahasiswa yang dikirim ke Jawa Timur adalah hafiz/hafizah al-Qur’an  30 juz, mengusai tilawaah, dan mahir baca kitab. 

Fokus dan lokasi kegiatan mahasiswa-mahasiswi program ini di pondok pesantren Darul Huda yang berada di Desa Dusun Gajas, Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. 

KKN Nasional ini menjadi bagian syiar nyata IAIH Pancor ke bebagai lapisan masyarakat di berbagi tempat di Indoensia. Tahun ini menjadi tahun pertama, dan Bondowoso Jawa Timur menjadi lokasi perdana pelaksanaan KKN nasional IAIH Pancor. 

Acara seremonial pelepasan peserta KKN 2024 dilaksanakan kemarin, Senin tanggal 19 Februari 2024 di Lapangan kampus IAH Pancor. Sekitar 410 orang mahasiswa-mahasiswi IAIH Pancor. Acara pelepasan KKN 2024 dilepas oleh Wakil Rektor IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.MPd. 

Sebelum pelepasan dilaksanakan, ketua panitia KKN 2024, Zaenul Hasan Qutbi, ME menyampaikan, KKN 2024 ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana panitia menfasilitasi kegiatan KKN mahasiswa sampai ke luar daerah. Dari kegiatan ini, Qutbi berharap terjalin kerja sama berkelanjutan IAIH Pancor dengan berbagai lokasi KKN.  

Sementara ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) IAIH Pancor, Zakaria, MA menyampaikan pesan kepada peserta KKN 2024 agar bisa membawa diri di lokasi KKN yang sudah ditentukan oleh panitia. Zakaria mengingatkan peserta KKN 2024 agar memegang teguh moto kampus, yakni mengedepankan akhlak di lokasi KKN masing-masing. 


Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi