www.okenews.net

Senin, 04 Mei 2026

Tingkatkan Layanan Pertanahan, BPN Lombok Utara Lantik PPAT Baru

Pelantikan Pembuat Akta Tanah (PPAT) BPN Lombok Utara

Okenews.net- Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara resmi melantik Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) guna meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat proses pengurusan hak atas tanah Senin, 4/5


Pelantikan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 2 Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara dan berlangsung khidmat. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang tata cara pengangkatan dan perpanjangan masa jabatan PPAT.


Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, S.H., M.H., hadir langsung dalam prosesi pelantikan bersama jajaran pejabat pengawas dan koordinator subbagian.

Dalam kesempatan tersebut, Riki Saprial, S.H., M.Kn. resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagai PPAT wilayah kerja Kabupaten Lombok Utara.


Kepala Kantor Pertanahan berharap, dengan dilantiknya PPAT baru, pelayanan pertanahan di wilayah Lombok Utara semakin profesional, cepat, dan terpercaya.


“Selamat kepada pejabat yang baru dilantik. Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ratusan Rumah Tidak Layak Huni Terima Bantuan Aspirasi Fauzan Khalid di Lombok

Fauzan Kahlid

Okenews.net-  Sedikitnya 150 rumah tidak layak huni (RTLH) di Pulau Lombok pada tahun 2026 dipastikan menerima bantuan aspirasi Anggota DPR RI Fraksi NasDem dapil NTB II Pulau Lombok, H. Fauzan Khalid. Bantuan aspirasi berupa bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

Bantuan BSPS secara resmi diserahkan kepada para penerima bantuan di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (02/05/2026). Bantuan diserahkan bertahap, karena sejumlah  penerima bantuan lain masih dalam proses verifikasi dari pemerintah.

Fauzan mengatakan, verifikasi ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan para penerima layak mendapat bantuan BSPS. Fauzan mengaku setuju dengan langkah yang dilakukan pemerintah melakukan verifikasi sebelum penerima dipastikan layak sesuai kriteria penerima BSPS.

“Pastikan para penerima tidak pernah ikut judi online (judol). Kalau pernah ikut judi online, calon penerima pasti dicoret dan batal mendapatkankan bantuan,” kata Fauzan, Anggota Komisi II DPR RI dari dapil NTB II Pulau Lombok.

Karena itu, lanjut Fauzan, Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024), minta masyarakat untuk tidak bermain judol. Judol tidak akan membuat masyarakat untung, tetapi rugi karena tidak akan pernah menang.

“Bandar judol sudah atur. Makanya, jangan berharap, bapak, ibu akan mendapat untung dari bermain judol. Dari sisi agama juga, tidak boleh bermain judi. Judi akan membuat sengsara. Jangan ya, bapak ibu semua,” paparnya.

Ia mengaku mengapresiasi dan setuju dengan syarat penerima BSPS, bebas dari judi online. Tujuan menjadikan syarat penerima BSPS bebas judol, untuk memastikan dana bantuan yang bersumber dari APBN benar-benar digunakan untuk peningkatan kualitas fisik hunian layak huni, aman, dan sehat.

Selain itu, untuk mencegah uang stimulan disalahgunakan untuk modal judol, bukan untuk membeli material bahan bangunan. Dana BSPS diberikan kepada penerima senilai Rp 20 juta per rumah, untuk membeli bahan bangunan di toko lokal, agar warga sekitar tempat tinggal penerima mendapat manfaat ekonomi.

Pemerintah melalui Dinas Teknis dan Pemerintah Desa atau Kelurahan, tambah Fauzan, melakukan pengawasan ketat. Penerima bantuan akan diberi peringatan, bahkan bisa dicabut status penerima jika terbukti menyalahgunakan bantuan untuk judi online atau perilaku tidak produktif lain. 

“Program bantuan RTLH bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui hunian layak, aman, dan sehat. DPR bersama pemerintah berusaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian sesuai standar keamanan, kesehatan dan dapat dihuni masyarakat dengan nyaman,” katanya.

Sabtu, 02 Mei 2026

Hardiknas 2026 di Lombok Timur, Pendidikan Didorong Lebih Humanis dan Berbasis Teknologi

Foto: Sekertaris Daerah Lotim dalam Upacara Hardiknas 2026


Okenews.net– Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menggelar upacara di halaman Kantor Bupati, Sabtu (2/5). Upacara tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, sebagai pembina.

Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum refleksi untuk memperkuat arah pembangunan pendidikan nasional. Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan peradaban bangsa.

Pemerintah mengusung pendekatan pendidikan yang berlandaskan filosofi Ki Hajar Dewantara, yakni Asah, Asih, dan Asuh, sebagai upaya memanusiakan manusia sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul sejalan dengan visi nasional.

Saat ini, pemerintah menitikberatkan pada penerapan metode Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pendekatan ini didukung sejumlah kebijakan strategis, termasuk revitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan sepanjang 2025 serta penguatan digitalisasi melalui distribusi ratusan ribu papan interaktif digital ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Selain infrastruktur, perhatian juga diberikan pada kesejahteraan tenaga pendidik. Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi guru yang belum sarjana serta meningkatkan tunjangan sertifikasi yang kini disalurkan secara langsung setiap bulan. Berbagai pelatihan juga digelar, mulai dari bimbingan konseling hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Di sisi lain, sekolah didorong menjadi lingkungan yang aman dan nyaman melalui budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta bebas dari perundungan. Program penguatan karakter seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kegiatan pramuka, hingga pembelajaran berbasis pengalaman turut dioptimalkan.

Pemerintah juga terus memperluas akses pendidikan, termasuk bagi masyarakat di daerah terpencil dan anak berkebutuhan khusus, melalui skema sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, serta penguatan sekolah inklusif.

Dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir, pemerintah pusat disebut telah membangun fondasi pendidikan yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, hingga media, guna menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Bupati Lotim Lepas 393 JCH Kloter 9, Tekankan Ibadah Khusyuk dan Jaga Kesehatan

Foto: Bupati Lombok Timur dalam Pelepasan Jamaah Hajji Kloter 9

Okenews.net- Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara resmi melepas jamaah calon haji (JCH) kloter 9 Embarkasi Lombok yang seluruhnya berasal dari Lombok Timur. Pelepasan berlangsung di Aula Bir Ali I, Asrama Haji Lombok, Sabtu (2/5).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan selamat kepada para jamaah yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah. Ia menyebut, dari sekitar 1,5 juta penduduk Lombok Timur, hanya 1.406 orang yang berangkat haji tahun ini, termasuk 393 jamaah dalam kloter 9.

“Tidak semua orang yang mampu bisa berangkat haji. Bapak dan Ibu adalah tamu Allah yang istimewa,” ujarnya.

Bupati juga mengakui keterbatasan pemerintah daerah dalam memberikan fasilitas bagi jamaah. Tahun ini, Pemkab Lombok Timur baru dapat menyediakan seragam sebagai identitas bagi para JCH agar mudah saling mengenali di Tanah Suci.

Meski demikian, ia berjanji ke depan pelayanan akan ditingkatkan, salah satunya dengan memastikan seluruh jamaah terlindungi program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Rencananya, iuran BPJS akan ditanggung pemerintah daerah mulai tiga bulan sebelum keberangkatan hingga tiga bulan setelahnya.

“Ke depan tidak boleh ada JCH yang tidak memiliki perlindungan BPJS. Ini penting untuk menjamin keamanan jamaah dan keluarganya,” tegasnya.

Selain itu, Bupati berpesan agar seluruh jamaah fokus menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, menjaga sikap, serta menghindari perbuatan dan perkataan yang tidak baik selama di Tanah Suci.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental serta mematuhi arahan petugas haji selama menjalankan rangkaian ibadah.

Di akhir sambutannya, Bupati meminta para jamaah untuk turut mendoakan Lombok Timur agar senantiasa aman, maju, dan terhindar dari berbagai bencana.

Acara pelepasan tersebut turut dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, jajaran Kementerian Agama Lombok Timur, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Lombok Timur.

Pusat Informasi Geopark Rinjani Resmi Beroperasi, Dorong Pariwisata dan Edukasi di Sembalun

Foto: Sekertaris Daerah Lombok Timur Bersama Gubernur TB

Okenews.net – Pemerintah resmi mengoperasikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu malam (2/5). Peresmian fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menyampaikan bahwa bangunan tersebut merupakan aset daerah yang sebelumnya sempat tidak memiliki fungsi yang jelas setelah selesai dibangun. Bahkan, kata dia, bangunan itu nyaris dibongkar karena belum memberikan manfaat.

“Alhamdulillah kini sudah difungsikan sebagai pusat informasi yang mendukung pengembangan geopark,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pusat informasi ini menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang Geopark Rinjani hingga memperoleh pengakuan internasional. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTB dalam mendorong pengakuan tersebut.

Juaini optimistis, di bawah kepemimpinan General Manager yang baru, kawasan Geopark Rinjani akan berkembang lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata melalui konsep 3A, yakni aksesibilitas, amenitas, dan atraksi.

“Dari ketiga aspek itu, atraksi masih menjadi tantangan. Perlu lebih banyak inovasi agar daya tarik wisata semakin meningkat dan berdampak pada PAD,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyebut peresmian pusat informasi ini sebagai langkah strategis, mengingat lokasi tersebut juga memiliki nilai sejarah pascagempa 2018. Ia mengakui pembangunan sempat terhenti, namun akhirnya dapat diselesaikan berkat kerja keras berbagai pihak.

Iqbal juga mengungkapkan bahwa Geopark Rinjani kembali mempertahankan status “Green Card” dari UNESCO setelah melalui proses revalidasi internasional di Paris, Prancis. Status ini memastikan kawasan tersebut tetap masuk dalam jaringan geopark dunia.

Meski demikian, UNESCO memberikan sejumlah catatan penting yang harus ditindaklanjuti dalam empat tahun ke depan. Di antaranya peningkatan kualitas informasi geosite, penguatan infrastruktur pariwisata berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, pengembangan fasilitas edukasi, serta pengelolaan wisata di kawasan Kepulauan Gili.

Gubernur juga menyoroti pentingnya pengelolaan data dan informasi di pusat informasi tersebut, termasuk penyiapan sumber daya manusia yang kompeten.

Di tengah keterbatasan anggaran, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap berinovasi dan menjaga komitmen dalam pengembangan kawasan.

“Geopark ini harus dijaga bersama. Keseimbangan antara geologi, hayati, dan budaya harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan beroperasinya Pusat Informasi Geopark Rinjani, diharapkan kawasan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mampu mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Beri Kuliah Umum di UNWAHAS, Menteri Nusron Ingin Ciptakan Restrukturisasi Distribusi Tanah

Nusron Wahid

Okenews.net- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (02/05/2026). Dalam kesempatan ini, ia menegaskan komitmennya untuk menciptakan restrukturisasi distribusi tanah guna mendorong pemerataan ekonomi sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sebelum dilantik saya dipanggil Pak Presiden untuk menciptakan restrukturisasi distribusi tanah yang lebih mengedepankan keadilan, pemerataan, dan keberlanjutan ekonomi. Tiga kata itu kuncinya,” ujar Menteri Nusron di hadapan peserta kuliah umum yang terdiri dari 20 dosen dan 80 mahasiswa yang hadir dari berbagai fakultas di UNWAHAS. 

Ia menjelaskan, restrukturisasi distribusi tanah menjadi penting karena masih adanya ketimpangan dalam penguasaan tanah di Indonesia. Menurutnya, sebagian besar tanah masih dikuasai oleh kelompok tertentu, sehingga akses masyarakat terhadap tanah sebagai sumber ekonomi belum merata.

Mengacu pada pemikiran ekonom Hernando de Soto melalui konsep _legal access_, Menteri Nusron menekankan bahwa akses terhadap tanah merupakan faktor utama dalam mengentaskan kemiskinan. “Bagaimana seseorang bisa keluar dari kemiskinan jika tidak memiliki akses paling dasar, yaitu tanah,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pemerataan, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekonomi. Karena itu, pemerintah tidak akan mematikan pelaku usaha besar, namun tetap mendorong kelompok kecil untuk berkembang. 

“Adil saja tidak cukup, merata saja tidak cukup, kalau tidak ada keberlanjutan ekonomi. Yang kecil harus menjadi besar, dan yang belum punya akses harus diberikan kesempatan,” tambahnya.

Kuliah umum yang diikuti secara antusias oleh mahasiswa UNWAHAS ini, turut dihadiri Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Noor Achmad; Rektor Universitas Wahid Hasyim, Helmy Purwanto; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Shamy Ardian; serta Plt. Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah Kartono Agustiyanto beserta jajaran. 

Dilantik Kaesang, PSI NTB Matangkan Struktur dan Bidik Kursi Senayan pada 2029

 

foto: Kaesang Pangarep

Okenews.net- Aula ballroom dipenuhi kader berbaju putih-hitam dengan logo gajah di dada kiri. Sejak pagi, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat memadati lokasi Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI NTB di Mataram, Sabtu (2/5/2026).

 Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan wajah-wajah baru yang belakangan menyatakan bergabung dengan PSI turut hadir dalam agenda konsolidasi tersebut.

Di tengah suasana yang hangat namun penuh semangat, Ketua Umum Kaesang Pangarep secara resmi melantik jajaran pengurus DPW PSI NTB. Pelantikan itu menjadi penanda dimulainya fase baru konsolidasi PSI di NTB, dengan fokus utama memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Kaesang menekankan bahwa kekuatan partai politik tidak hanya ditentukan oleh figur di tingkat pusat, melainkan oleh seberapa kokoh struktur organisasi dibangun sampai ke level desa dan dusun, serta seberapa aktif kader hadir di tengah masyarakat.

“Yang harus kita kejar sekarang adalah penguatan struktur sampai ke bawah. Kalau organisasi kuat hingga akar rumput, maka gerak partai akan hidup. Kalau ada hambatan dalam pembentukan struktur, sampaikan berjenjang supaya bisa kita bantu selesaikan bersama,” kata Kaesang Pangarep.

Ia menegaskan, Dewan Pimpinan Pusat akan memberikan dukungan penuh untuk percepatan pembentukan struktur partai di NTB, termasuk menyiapkan program kerja yang dapat disinergikan dari tingkat DPW hingga DPRt agar kehadiran PSI dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementar itu Ketua DPW PSI NTB, Lalu Budi Suryata, dalam sambutannya menyebut Rakorwil tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum menyatukan arah gerak politik PSI di NTB menuju target yang lebih besar pada Pemilu 2029.

Menurut dia, PSI NTB memasang target meraih dua kursi DPR RI,masing-masing satu kursi dari Pulau Lombok dan satu kursi dari Pulau Sumbawa. 

Di tingkat daerah, PSI juga membidik peningkatan signifikan kursi di DPRD Provinsi NTB dengan target menempatkan kader terbaik hingga posisi pimpinan dewan.

“Kami membangun partai ini dengan fondasi struktur yang kuat. Hari ini, struktur di tingkat kecamatan hampir tuntas seratus persen, sementara pembentukan struktur tingkat desa sedang dirampungkan. 

Dengan kekuatan organisasi yang semakin matang, kami optimistis PSI NTB mampu menjadi kekuatan politik baru yang diperhitungkan pada 2029,” ujar Lalu Budi Suryata.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, PSI NTB aktif memperluas basis dukungan dengan merangkul sejumlah tokoh yang memiliki pengaruh sosial dan basis massa yang kuat di daerah. Mereka datang dari beragam latar belakang, mulai dari mantan legislator, tokoh adat, tokoh agama, hingga figur politik yang lama berkecimpung di ruang publik NTB.

Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh resmi mengenakan jaket PSI sebagai simbol bergabungnya mereka ke partai berlambang gajah tersebut. Di antaranya H. Rais Ishak, A.A. Ketut Agung Oka Kartha Wirya, H. Lalu Mahdarain, Drs. H. Gaziamansyuri, TGH. Ahmad Mustanir, Multazam, serta I Gede Wenten.

Masuknya sejumlah tokoh itu memberi sinyal bahwa PSI di NTB tengah membangun jejaring politik yang lebih luas dan inklusif. Dengan struktur organisasi yang terus diperkuat hingga desa, dukungan tokoh lintas latar belakang, serta target elektoral yang dipasang cukup tinggi, PSI NTB mulai menyiapkan diri menjadi salah satu kekuatan politik yang patut diperhitungkan pada Pemilu 2029.

Hardiknas 2026, HMI Mataram Desak Pemprov NTB Penuhi 20% Anggaran Pendidikan

Foto: Ketua Umum HMI Mataram

Okenews.net- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimanfaatkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram untuk menyuarakan kritik tajam terhadap kebijakan anggaran pendidikan Pemerintah Provinsi NTB. Ketua Umum HMI Mataram, Ahmad Nasri, menegaskan bahwa Hardiknas seharusnya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum refleksi atas kondisi pendidikan yang dinilai masih memprihatinkan Sabtu. (2/5/2026)

Menurut Nasri, realitas pendidikan di NTB belum sejalan dengan visi “NTB Makmur Mendunia” yang kerap digaungkan pemerintah daerah. Ia mengungkapkan, angka putus sekolah masih tinggi. Pada tahun ajaran 2023/2024 tercatat sekitar 2.500 siswa SMA/SMK dan 1.235 siswa SD putus sekolah. Tren tersebut bahkan berlanjut hingga 2025.

Berdasarkan data Satu Data NTB, sebanyak 24,09 persen penduduk NTB pada 2025 tidak bersekolah atau putus sekolah. “Artinya, satu dari empat warga NTB belum merasakan hak konstitusionalnya di bidang pendidikan,” tegas Nasri.

Ia juga menyoroti minimnya alokasi anggaran pendidikan dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD 2026 yang baru mencapai sekitar 7 persen. Padahal, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mewajibkan pemerintah daerah mengalokasikan minimal 20 persen APBD untuk sektor pendidikan.

“Ini mandatory spending, bukan pilihan. Lalu ke mana 13 persen hak konstitusional anak-anak NTB?” ujarnya.

Nasri mempertanyakan tingginya angka putus sekolah dan masih adanya 4.104 ruang kelas dalam kondisi rusak, meskipun pemerintah pusat telah mengucurkan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp27,07 triliun ke NTB pada 2025, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk pendidikan.

Ia menilai faktor ekonomi dan keterbatasan daya tampung menjadi penyebab utama tingginya angka putus sekolah. Meski telah ada larangan pungutan di sekolah negeri melalui Pergub NTB Nomor 44 Tahun 2018, praktik sumbangan sukarela masih terjadi akibat keterbatasan dana operasional sekolah.

“Banyak siswa terpaksa berhenti sekolah bukan karena tidak mau, tetapi karena biaya. Mereka memilih merantau dibanding melanjutkan pendidikan. Ini kondisi yang sangat mengkhawatirkan,” kata Nasri.

Dalam momentum Hardiknas 2026, HMI Cabang Mataram menyampaikan tiga tuntutan kepada Pemprov NTB. Pertama, transparansi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total APBD, disertai keterbukaan informasi kepada publik. Kedua, jaminan operasional sekolah melalui kebijakan beasiswa tepat sasaran bagi siswa dan mahasiswa kurang mampu. Ketiga, percepatan perbaikan 4.104 ruang kelas rusak serta peningkatan daya tampung sekolah.

“Penuhi dulu 20 persen anggaran, tambah daya tampung, baru bicara mutu. Bagaimana mencetak SDM unggul jika ruang kelasnya masih rusak?” tegasnya.

Nasri menekankan bahwa pendidikan bukan beban APBD, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Ia meyakini, peningkatan anggaran pendidikan yang tepat sasaran dapat menekan angka kemiskinan dan mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi tantangan global.

“Tanpa penguatan sektor pendidikan, Hardiknas hanya akan menjadi seremoni di atas puing-puing ruang kelas. Visi NTB Makmur Mendunia akan kosong jika pendidikan tidak menjadi prioritas,” pungkasnya.

Anggota DPR RI NasDem Fauzan Khalid, Jadi Khatib Sholat Jum’at

Fauzan Khalid

Okenews.net – Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid terjun langsung menemui masyarakat mengisi masa reses. Salah satu kegiatan yang dilakukan dengan mengunjungi  masjid di wilayah Pulau Lombok, dan ikut sholat jum’at bersama masyarakat.

Fauzan, Anggota Komisi II DPR RI, dalam setiap kunjungannya pada Hari Jum’at, sekaligus  bertindak sebagai khatib sholat Jumat. Pada Jum’at (01/05/2026), Fauzan, menemui warga, dan menjadi khatib sholat Jum’at di Masjid Al-Falah, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam khotbahnya, Fauzan, yang terpilih dari dapil NTB II Pulau Lombok mengajak semua masyarakat berbuat baik, dan menghindari berbagai hal tidak baik, yang bisa menghancurkan, bahkan membuat manusia hidup sengsara. “Lakukan secara maksimal untuk selalu berbuat kebaikan, agar kita selamat di dunia dan akhirat,” jelasnya.

Fauzan menjelaskan, tiga hal yang bisa menyelamatkan kehidupan manusia, adalah takut kepada Allah SWT, baik dalam posisi sedang sendirian maupun di tengah keramaian. Hal lainnya adalah berlaku adil kepada siapa saja dan dalam keadaan suka, tidak suka atau marah. Perilaku adil juga harus dilaukan baik saat memegang jabatan atau tidak.

“Hal yang bisa menyelamatkan kita juga adalah memiliki perilaku cara pandang sederhana. Apakah saat kaya atau saat memiliki banyak ilmu pengetahuan. Ini mudah kita ucapkan, tapi prakteknya kadang kita bisa tergelincir. Karena itu, kita terus berdoa agar kita selamat dan selalu berbuat kebaikan,” tegas Fauzan, Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024).

Fauzan, dalam khotbah Jum’at ini juga mengatakan, Alloh SWT juga mengingatkan kita semua sebagai umatnya, tiga hal yang bisa menghancurkan kehidupan manusia adalah berperilaku pelit atau kikir, berperlaku menuruti hawa nafsu dan mengagungkan diri sendiri.

“Mari kita maksimalkan upaya kita untuk berbuat kebaikan agar kita selamat, dan maksimalkan usaha agar kita terhindar dari hal-hal yang menghancurkan hidup kita,” katanya sembari menyebutkan bahwa hal ini sesuai Firman Allah SWT dan hadis Rasulullah SAW.

Fauzan, usai sholat Jum’at juga sempat berdialog dengan warga, dan para jamaah sholat jum’at. Dalam dialog, Fauzan, mengingatkan warga dan pengurus Masjid Al-Falah agar segera mengurus sertifikat tanah wakaf masjid, jika belum memiliki sertifikat.

Menurut Fauzan, serfikasi tanah wakaf masjid, kuburan atau aset-aset lain yang diwakafkan penting dilakukan untuk menghindari sengketa di kemudian hari. Sebab, jika masjid atau aset yang diwakafkan memiliki sertifikat, akan lebih kuat dan memiliki legalitas hak milik yang sah, sehingga tidak bisa lagi digugat, jika ada pihak lain yang menggugat.

“Ini perlu menjadi perhatian, karena jika nanti ada pihak yang menggugat, masjid bisa-bisa kalah di pengadilan, karena tanah yang diwakafkan, kemungkinan tidak dilengkapi dokumen ikrar wakaf. Karena itu, segera urus sertifikatnya,” jelas Fauzan.

Membangun Masa Depan: Peran Strategis Pemuda dalam Memajukan Pendidikan Nasional

Sekertaris DPD II KNPI Lombok Timur

Okenews.net- Tanggal 2 Mei bukan sekadar tanggal peringatan kelahiran Ki Hajar Dewantara, melainkan momen refleksi bagi kita semua untuk menilai sejauh mana dunia pendidikan kita telah bergerak maju. Tema yang diusung setiap tahun selalu mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah kunci utama peradaban. Namun, pertanyaan besarnya adalah: di manakah posisi pemuda dalam gerakan ini?

Sebagai generasi yang sering disebut sebagai penerus bangsa, pemuda tidak boleh hanya menjadi objek dalam sistem pendidikan. Pemuda harus menjadi subjek, pelaku, dan agen perubahan yang aktif. Peran pemuda dalam dunia pendidikan sangatlah vital dan strategis, setidaknya dalam tiga hal utama.

Pertama, Pemuda sebagai Motivator dan Inspirator.

Pemuda memiliki energi dan semangat yang luar biasa. Melalui berbagai organisasi kepemudaan, kita bisa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengkampanyekan pentingnya sekolah, terutama bagi anak-anak di daerah pedesaan dan pelosok. Kita bisa menjadi contoh nyata bahwa pendidikan membuka peluang, bukan beban.

Sebagai generasi yang memiliki semangat dan energi tak terbatas, pemuda memiliki peran strategis sebagai penggerak semangat belajar di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Lombok Timur yang masih memiliki tantangan pemerataan akses pendidikan.

Banyak anak-anak di pelosok desa, daerah pesisir, maupun kawasan perbatasan yang masih menganggap sekolah sebagai hal yang sulit atau bahkan tidak penting. Di sinilah peran kita sebagai pemuda: hadir, berinteraksi, dan menunjukkan bukti nyata bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari keterbatasan.

Melalui program-program kepemudaan yang kami inisiasi di lingkungan KNPI, kami berusaha menjadi contoh. Kami berbagi pengalaman perjuangan menempuh pendidikan, bagaimana ilmu pengetahuan membuka kesempatan kerja, memperluas wawasan, dan membuat kita mampu berkontribusi lebih bagi daerah tercinta. Bahkan, banyak kader kami yang terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar sukarela, membantu adik-adik yang kesulitan memahami pelajaran, atau sekadar bercerita tentang mimpi-mimpi yang bisa diwujudkan dengan sekolah/madrasah.

Ketika anak-anak melihat pemuda di lingkungannya berhasil berkat pendidikan, mereka akan terinspirasi. Rasa ingin tahu dan semangat belajar pun tumbuh dengan sendirinya. Inilah kekuatan yang hanya dimiliki pemuda: kemampuan untuk menyentuh hati dan menggerakkan semangat, karena kita masih berada dalam rentang usia yang tidak terlalu jauh, sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih dekat dan relevan.

Kedua, Pemuda sebagai Jembatan Teknologi dan Inovasi.

Kita hidup di tengah derasnya arus transformasi digital. Dunia pendidikan kini tidak lagi hanya bergantung pada papan tulis dan buku cetak, tetapi telah merambah ke ranah digital yang tak terbatas. Di sinilah letak keunggulan dan peran strategis pemuda.

Sebagai generasi yang lahir dan tumbuh bersama teknologi, pemuda memiliki kepekaan dan kemampuan adaptasi yang cepat. Kita tidak bisa membiarkan kesenjangan digital memisahkan anak-anak di kota dan di desa. Pemuda hadir sebagai jembatan yang menjembatani celah tersebut.

Melalui pemahaman kita terhadap dunia digital, kita dapat membantu memperkenalkan metode belajar yang lebih menarik, interaktif, dan kekinian. Kita bisa mendampingi guru, mendampingi teman sebaya, maupun mengajarkan adik-adik kita bagaimana memanfaatkan internet bukan hanya untuk hiburan semata, melainkan sebagai sumber ilmu pengetahuan yang tak terbatas.

Selain itu, pemuda juga identik dengan kreativitas dan inovasi. Di Hari Pendidikan Nasional ini, kita dituntut untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta. Kita harus berani berinovasi mencari solusi-solusi cerdas untuk masalah pendidikan di daerah kita, misalnya dengan memanfaatkan media sosial untuk edukasi, membuat konten-konten pembelajaran yang mudah dipahami, atau mengembangkan aplikasi sederhana yang membantu proses belajar mengajar.

Biarlah teknologi menjadi kekuatan kita untuk mempersempit jarak, mempercepat ilmu, dan membawa kualitas pendidikan Kabupaten Lombok Timur setara dengan daerah lainnya.

Ketiga, Pemuda sebagai Pelopor Karakter.

Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Pemuda KNPI hadir dengan semangat persatuan dan kesatuan. Kita harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, anti-perundungan, dan menjunjung tinggi etika dalam setiap aktivitas pendidikan.

Pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual atau nilai akademik semata, tetapi lebih kepada pembentukan watak dan kepribadian. Sebagaimana pesan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, bahwa tujuan pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Di sinilah peran krusial pemuda. Pemuda harus hadir sebagai pelopor yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa dan norma agama. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman yang membawa berbagai tantangan moral, pemuda harus menjadi benteng pertahanan karakter.

Kita harus menjadi contoh nyata dalam berperilaku: menjaga sopan santun, menghormati guru dan orang tua, menjauhi perundungan (bullying), serta menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja. Pemuda KNPI hadir dengan semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong.

Dengan karakter yang kuat, lulusan pendidikan kita bukan hanya menjadi orang yang pandai, tetapi juga menjadi manusia yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan cinta tanah air. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang unggul ilmunya dan mulia akhlaknya.

Penutup

Kabupaten Lombok Timur yang maju tidak akan terwujud jika sumber daya manusianya lemah dalam pendidikan. Oleh karena itu, mari kita jadikan Hari Pendidikan Nasional tahun ini sebagai momentum kebangkitan. Mari bergandengan tangan, pemerintah, masyarakat, dan khususnya pemuda, bahu-membahu mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena pendidikan yang baik adalah investasi terbaik untuk Indonesia Emas, dan pemudalah yang akan memanen hasilnya.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Maju Terus Pendidikan Indonesia! Maju Terus Lombok Timur SMART!

Oleh: Muh. Munir Fauzi, M.Pd

Jumat, 01 Mei 2026

Wabup Lotim Hadiri HUT ke-74 Maraqitta’limat, Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Adab dan Pengentasan Kemiskinan

Foto: Wabup Lotim Bersama Gubernur dan Sekertaris Daerah Lotim

Okenews.net – Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Yayasan Maraqitta’limat yang dirangkaikan dengan Haul ke-35 Almaghfurullah TGH. Zainuddin Arsyad. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Maraqitta’limat, Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Jumat (1/5).

Acara ini juga dihadiri Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap peran Yayasan Maraqitta’limat, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, lembaga pendidikan di bawah yayasan tersebut tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai adab. Ia mencontohkan profesi perawat yang tidak hanya dituntut memiliki kompetensi, tetapi juga sikap ramah dan empati kepada pasien.

“Bukan hanya karena kemampuannya, tetapi juga adabnya. Dalam kondisi apa pun, seorang perawat harus mampu menghadirkan senyum kepada pasien, dan itu menjadi ciri khas lulusan Maraqitta’limat,” ujarnya.

Gubernur Iqbal juga menyoroti pentingnya nilai adab di tengah masyarakat yang dinilainya semakin sulit ditemukan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung pengembangan yayasan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut memaparkan tiga program prioritas Pemerintah Provinsi NTB untuk lima tahun ke depan, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan sektor pariwisata.

Ia menyebut NTB memiliki potensi besar di berbagai sektor yang perlu dimaksimalkan agar tidak lagi masuk dalam kategori 12 provinsi termiskin di Indonesia. Namun, menurutnya, capaian tersebut sangat bergantung pada dukungan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Gubernur Iqbal juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa visi NTB Makmur Mendunia harus diwujudkan secara inklusif tanpa meninggalkan satu pun kelompok masyarakat.

“NTB tidak hanya harus makmur dan mendunia, tetapi dalam prosesnya tidak boleh ada satu pun yang tertinggal,” tegasnya.

Ia mengakui target tersebut bukan hal mudah, namun optimistis dapat dicapai dengan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

BPN Lombok Utara Tutup 1 Mei 2026, Layanan Kembali Normal 4 Mei

Foto: ATR/BPN Lombok Utara

Okenews.net– Masyarakat yang berencana mengurus keperluan pertanahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara diminta menyesuaikan jadwal. Pasalnya, layanan di kantor tersebut resmi ditutup sementara pada Jumat, 1 Mei 2026, dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day).

Penutupan ini diumumkan secara resmi oleh pihak Kantor Pertanahan Lombok Utara dan mengikuti ketetapan pemerintah terkait libur nasional. Selama satu hari tersebut, seluruh layanan tatap muka tidak beroperasi.

Meski demikian, penutupan layanan hanya berlangsung sehari. Kantor Pertanahan Lombok Utara akan kembali membuka pelayanan secara normal mulai Senin, 4 Mei 2026.

Dalam pengumuman yang disampaikan melalui media sosial dan kanal resmi, terlihat petugas memegang papan bertuliskan “TUTUP LAYANAN” dengan penegasan tanggal libur pada 1 Mei 2026 serta jadwal operasional kembali pada 4 Mei 2026.

Kendati layanan langsung dihentikan sementara, masyarakat tetap dapat mengakses informasi melalui berbagai kanal digital yang disediakan. Di antaranya melalui situs resmi, media sosial Facebook dan Instagram, serta layanan WhatsApp.

Pihak Kantor Pertanahan Lombok Utara juga menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengusung nilai “Melayani, Profesional, Terpercaya”, serta semangat BerAKHLAK dan “Bangga Melayani Bangsa”.

Masyarakat yang hendak mengurus sertifikat tanah, roya, maupun layanan pertanahan lainnya diimbau untuk merencanakan kunjungan di luar tanggal tersebut, yakni mulai kembali pada Senin, 4 Mei 2026.

Kamis, 30 April 2026

Bupati Lotim Apresiasi Perawat, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Foto: Bupati Lotim dalam Acara Rakerda Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Okenews.net-Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para perawat yang dinilainya memiliki peran vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lombok Timur tahun 2026, yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-52 PPNI dan Halal Bihalal, Kamis (30/4) di Selong.

Dalam sambutannya, Bupati menyebut usia 52 tahun sebagai fase matang dan istimewa bagi sebuah profesi. Menurutnya, usia tersebut mencerminkan kematangan perawat dalam memberikan pelayanan profesional kepada masyarakat.

Ia juga menekankan nilai kemanusiaan dalam profesi keperawatan dengan mengutip ajaran agama, bahwa merawat satu orang sama halnya dengan memberi kehidupan bagi banyak orang. Karena itu, perawat diharapkan menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan empati.

Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya sikap ramah dalam pelayanan kesehatan. Ia menilai, senyuman tulus dari perawat dapat memberikan dampak positif bagi proses penyembuhan pasien.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan melengkapi sarana, prasarana, serta sumber daya manusia di rumah sakit daerah. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat tidak perlu dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan medis.

“Cukup di rumah sakit daerah, semua kebutuhan layanan kesehatan bisa terpenuhi,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Bupati berpesan agar para perawat terus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, sejalan dengan semangat pengabdian dalam profesinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur yang juga Ketua DPD PPNI setempat, Lalu Aries Fahrozi, melaporkan jumlah anggota PPNI di daerah tersebut telah mencapai lebih dari 3.000 orang. Jumlah ini menjadikan PPNI sebagai organisasi profesi terbesar kedua setelah PGRI.

Ia menyebutkan, Rakerda kali ini menitikberatkan pada tiga hal utama, yakni peningkatan kompetensi, kesejahteraan perawat, serta penguatan pengabdian kepada masyarakat. Meski diakui masih terdapat keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan.

Ketua DPW PPNI Provinsi NTB H. Muhir juga mengapresiasi kehadiran Bupati dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program PPNI di daerah telah terintegrasi dengan program pemerintah dari pusat hingga tingkat dusun.

“PPNI siap mendukung penuh program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Lotim Buka Raker KONI, Soroti Pembiayaan dan Loyalitas Atlet

Foto: Bupati Lotim dalam Acara Raker KONI Lotim

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan komitmennya dalam memajukan sektor olahraga daerah. Hal ini ditandai dengan pembukaan Rapat Kerja (Raker) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Timur oleh Bupati H. Haerul Warisin, Kamis (30/4).

Kegiatan yang berlangsung di Rupatama 1 tersebut mengusung tema peningkatan pembinaan dan prestasi olahraga sebagai langkah strategis menuju ajang Porprov XII NTB tahun 2026, dengan target menjadikan Lombok Timur sebagai daerah yang kompetitif dan berprestasi.

Dalam arahannya, Bupati menyoroti keterbatasan sumber pembiayaan sebagai salah satu tantangan utama dalam pengembangan olahraga. Ia mengakui bahwa Lombok Timur belum memiliki dukungan besar dari sektor swasta maupun sumber dana CSR seperti daerah lain.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi penghambat dalam mencetak atlet berprestasi. Pemerintah daerah tetap berupaya memberikan dukungan, termasuk alokasi anggaran sekitar Rp3 miliar untuk membantu kebutuhan berbagai cabang olahraga.

Selain persoalan anggaran, Bupati juga memberi perhatian serius terhadap fenomena perpindahan atlet ke daerah lain. Ia meminta para pembina dan orang tua atlet untuk menanamkan rasa bangga dan loyalitas kepada daerah asal.

Menurutnya, sejumlah atlet Lombok Timur telah menunjukkan prestasi di tingkat nasional, seperti tim futsal dan atlet putri asal Loyok. Potensi tersebut harus dijaga agar tetap mengharumkan nama daerah sendiri.

“Pembinaan tidak hanya soal kemampuan, tetapi juga bagaimana menjaga komitmen atlet untuk tetap membela Lombok Timur,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana, termasuk fasilitas pertandingan, akomodasi, dan penginapan. Ia berharap status Lombok Timur sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTB sejalan dengan kesiapan infrastruktur olahraga yang memadai.

Raker KONI ini turut dirangkaikan dengan peluncuran resmi jersey Porprov 2026 sebagai simbol kesiapan dan semangat atlet Lombok Timur dalam menghadapi kompetisi mendatang.

Pemda Lotim Dorong Sterilisasi Anjing Liar, Wabup: Bukan Eliminasi, Tapi Solusi Berkelanjutan

Foto: Wakil Bupati Lotim Saat Menerima Pihak NGO dalam Mengatasi Keresahan Masyarakat Terhadap Anjing Liar

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mengintensifkan upaya pengendalian populasi anjing liar menyusul meningkatnya keresahan masyarakat akibat sejumlah kasus gigitan dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, langkah yang ditempuh difokuskan pada program sterilisasi dan vaksinasi. Upaya tersebut dibahas dalam workshop yang digelar di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kamis (30/4), dengan melibatkan berbagai pihak termasuk tenaga kesehatan hewan, Dinas Kesehatan, hingga organisasi non-pemerintah (NGO).

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan, pendekatan eliminasi terhadap anjing liar bukan lagi menjadi pilihan utama. Selain dinilai kurang efektif, langkah tersebut juga berpotensi menimbulkan sorotan, mengingat Lombok merupakan daerah tujuan wisata.

“Penanganan harus memperhatikan kesejahteraan hewan. Eliminasi bukan solusi yang direkomendasikan, yang paling efektif adalah sterilisasi, namun harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak sporadis,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia mengakui, pelaksanaan sterilisasi menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran dan belum adanya data pasti terkait populasi anjing liar di Lombok Timur. Karena itu, keterlibatan NGO, termasuk yang berasal dari Jerman, diharapkan dapat memberikan dukungan serta alternatif solusi yang realistis untuk diterapkan.

“Melalui workshop ini, kita ingin merumuskan opsi mana yang bisa dikerjakan pemerintah daerah dan mana yang bisa didukung oleh mitra,” tambahnya.

Selain itu, Wabup juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menjadi sumber makanan bagi anjing liar. Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana yang berdampak besar dalam mengurangi populasi hewan tersebut di lingkungan permukiman.

Data tahun 2025 mencatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing liar di Lombok Timur. Sementara pada 2026, hingga pertengahan tahun, sudah terjadi sekitar 70 kasus. Meski demikian, daerah ini masih berstatus bebas rabies, yang diharapkan tetap dapat dipertahankan.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi pengendalian anjing liar yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan di Lombok Timur.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi