www.okenews.net

Selasa, 16 Desember 2025

Program Mahyani Baznas Lotim Berlanjut, 50 Rumah Layak Huni Dibangun untuk Warga Kurang Mampu

Sekretaris Baznas Lombok Timur, Nurul Hadi

Okenews.net – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat kontribusinya dalam pengentasan kemiskinan melalui program pembangunan rumah layak huni Mahyani. Program ini menjadi wujud nyata pemanfaatan zakat produktif yang dikelola secara berkelanjutan dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

Sekretaris Baznas Lombok Timur, Nurul Hadi, menjelaskan bahwa pada tahap awal, Baznas telah merealisasikan pembangunan 25 unit rumah layak huni yang bersumber dari dana bagi hasil antara Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Baznas Kabupaten Lombok Timur. Pembangunan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Terara, Sikur, dan Masbagik, yang masing-masing telah menuntaskan lima unit rumah.

Sementara itu, proses pembangunan di Kecamatan Jerowaru masih terus berjalan, sedangkan Kecamatan Sakra Timur ditargetkan rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada tahun 2025.

“Setiap unit rumah dibangun dengan anggaran sebesar Rp25 juta. Seluruh proses pembangunan dikelola langsung oleh Baznas hingga rumah siap dan layak dihuni oleh penerima manfaat,” ungkap Nurul Hadi, Selasa (16/12/2025).

Ia menambahkan, sasaran utama program Mahyani adalah masyarakat yang memiliki rumah dengan kondisi tidak layak huni, baik dari sisi keamanan, kesehatan, maupun kelayakan struktur bangunan, sehingga memerlukan perbaikan secara menyeluruh.

Menurut Nurul Hadi, hingga saat ini pelaksanaan program berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Hal tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara Baznas kabupaten dan Baznas provinsi, serta dukungan berbagai pihak terkait di tingkat daerah.

Selain tahap awal, Baznas Lombok Timur juga kembali menggulirkan tahap lanjutan program Mahyani dengan target pembangunan 25 unit rumah tambahan. Program lanjutan ini juga bersumber dari skema dana bagi hasil zakat dan mulai dikerjakan di sejumlah kecamatan, seperti Terara, Pandan Wangi, Sambelia, Pringgasela, serta beberapa wilayah lainnya di Lombok Timur.

Melalui program Mahyani, Baznas Lombok Timur berharap dapat menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus menegaskan peran zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan peningkatan kualitas hidup warga.

Kalapas Selong Hadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Lapas kelas IIB Selong

Okenews.net – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Selong menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025 yang digelar oleh SLB Negeri 1 Lombok Timur, Selasa (16/12/2025). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan jalan sehat dan pentas seni sebagai wujud apresiasi serta dukungan terhadap penyandang disabilitas.


Peringatan HDI ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya nilai inklusivitas, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas. Suasana acara berlangsung semarak dengan melibatkan peserta didik, tenaga pendidik, serta tamu undangan dari berbagai instansi.


Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti penuh antusias, kemudian dilanjutkan dengan pentas seni. Dalam pentas tersebut, siswa-siswi SLB Negeri 1 Lombok Timur menampilkan beragam pertunjukan kreatif yang mencerminkan bakat, kreativitas, dan potensi luar biasa para peserta didik penyandang disabilitas.


Kehadiran Kalapas Kelas IIB Selong menjadi simbol dukungan nyata terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Partisipasi ini juga menegaskan komitmen Lapas Selong dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang inklusif dan humanis.


“Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk dihargai, diberdayakan, dan mendapatkan ruang berkontribusi di tengah masyarakat. Kami di Lapas Selong berkomitmen mendukung nilai-nilai inklusivitas dan kemanusiaan, serta mendorong terciptanya lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas,” tutup Sihabudin.

Baznas Lotim Gandeng PTKIS Galang Dana Peduli Bencana Sumatera dan Aceh

Baznas Lotim

Okenews.net- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Lombok Timur dan sekitarnya, guna membahas penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera, Aceh, dan sekitarnya.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua IV Baznas Lombok Timur, Dr. Asbullah Muslim, yang menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen, khususnya civitas akademika, dalam aksi kemanusiaan tersebut.


“Ini bukan sekadar soal bantuan materi, tetapi wujud empati dan solidaritas kita sesama anak bangsa. Kita harus bahu-membahu dan saling membantu,” ujar Asbullah.


Ia menjelaskan, hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh masing-masing PTKIS di Lombok Timur dan wilayah sekitar akan dihimpun dan disalurkan melalui Baznas Lombok Timur agar pendistribusiannya terkoordinasi dan tepat sasaran.


Dalam upaya memastikan efektivitas gerakan, Baznas Lombok Timur juga telah membagi tim penggalangan dana di berbagai wilayah di Lombok Timur agar pelaksanaan di lapangan berjalan tertib dan terkoordinir.


Lebih lanjut, Asbullah yang juga Rektor Elkatarie mengungkapkan hasil Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas se-NTB, yang salah satunya menyepakati rencana pembangunan satu masjid di Aceh. Selain itu, seluruh Baznas kabupaten/kota di NTB juga didorong untuk segera membentuk Tim Tanggap Bencana.


Sementara itu, Rektor STIT Palapa Nusantara, Dr. L. Fahri, selaku tuan rumah rapat, menyatakan komitmen penuh institusinya dalam mendukung gerakan kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan akan mengerahkan seluruh unsur kampus, mulai dari mahasiswa, BEM, DPM hingga MENWA, untuk turun langsung ke masyarakat melakukan sosialisasi sekaligus penggalangan dana.


“Kami siap menggerakkan semua komponen kampus untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama,” tegas Fahri yang juga Dewan Syariah Baznas Lombok Timur.


Melalui kesepakatan bersama seluruh pimpinan PTKIS yang hadir, kegiatan penggalangan dana tersebut resmi dimulai.



Senin, 15 Desember 2025

Kolaborasi Pusat–Daerah Diperkuat, Menteri ATR/BPN Serahkan 2.532 Sertipikat Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah di Jatim

Kementrian ATR/BPN 
Okenews.net- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sebanyak 2.532 sertipikat tanah wakaf dan rumah ibadah. Penyerahan tersebut berlangsung di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (13/12/2025).

Dalam kesempatan itu, Menteri Nusron menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah, lembaga keagamaan, serta perguruan tinggi guna mempercepat pendaftaran dan sertipikasi tanah wakaf serta rumah ibadah di Jawa Timur.


Ia mencontohkan keberhasilan di Jawa Tengah yang melibatkan perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Model tersebut dinilai efektif untuk mendorong percepatan sertipikasi tanah wakaf.


“Berdasarkan success story di Jawa Tengah, salah satunya dengan menggandeng kampus melalui KKN Tematik. Kita gerakkan semua lewat jalur itu, mulai dari perguruan tinggi Islam negeri maupun swasta agar tanah wakaf bisa bersertipikat semua,” ujar Nusron.


Gagasan tersebut disampaikan mengingat capaian sertipikasi tanah wakaf di Jawa Timur baru mencapai 54 persen, sementara secara nasional masih di kisaran 42 persen. Padahal, tanah wakaf yang belum bersertipikat berpotensi menimbulkan sengketa di kemudian hari.


“Di Jawa Timur, tanah wakaf biasanya belum menjadi isu sebelum ada Proyek Strategis Nasional karena nilainya belum signifikan. Namun, ketika proyek muncul, sering kali terjadi perebutan. Karena itu, mumpung belum terjadi, mari kita wakafkan dan sertipikatkan tanah tanah wakaf ini,” imbuhnya.


Dari total 2.532 sertipikat yang diserahkan, sebanyak 2.484 merupakan sertipikat tanah wakaf berupa masjid, musala, pondok pesantren, dan wakaf produktif. Selain itu, diserahkan pula 24 sertipikat gereja, 18 pura, 3 wihara, dan 3 kongregasi. Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan 69 sertipikat Hak Pakai atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta 747 sertipikat Hak Pakai atas nama pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur.


Sebagai bentuk penguatan sinergi percepatan sertipikasi, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kantor Wilayah BPN Jawa Timur. MoU tersebut ditandatangani oleh Kepala Kanwil BPN Jawa Timur Asep Heri dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono. Kerja sama ini bertujuan mengidentifikasi dan menginventarisasi data subjek serta objek wakaf dan tempat ibadah secara valid, sehingga proses sertipikasi berjalan tepat, cepat, dan akurat.


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan sertipikasi tanah di wilayahnya. Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjamin kepastian hukum seluruh bidang tanah, termasuk perguruan tinggi, sekolah, badan wakaf, dan tempat ibadah.


“Pak Menteri, kami kembali menyampaikan terima kasih atas sinergi yang luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagaimana hak atas tanah bisa mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum,” ujar Khofifah, seraya mendorong para bupati dan wali kota agar aktif menjadi motor percepatan sertipikasi di daerah masing-masing.


Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf, para kepala kantor pertanahan se-Jawa Timur, perwakilan lembaga keagamaan, bupati dan wali kota se-Jawa Timur, unsur Forkopimda Provinsi Jawa Timur, serta Tenaga Ahli Menteri ATR/BPN Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid.

Fauzan Khalid Ingatkan Bahaya Manipulasi AI. Teknologi Jangan Jadi Alat Fitnah

Fauzan Khalid

Okenews.net- Anggota DPR RI Komisi II, H. Fauzan Khalid, mengingatkan masyarakat agar bijak menyikapi pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang rawan disalahgunakan untuk kepentingan negatif.

Peringatan tersebut disampaikan Fauzan saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga pemuda, di Lombok Tengah, Senin (15/12/2025).

Menurut Fauzan, saat ini publik dihadapkan pada maraknya manipulasi visual berupa foto dan video palsu yang tersebar luas di media sosial. Teknologi AI bahkan mampu merekayasa wajah seseorang ke wajah orang lain secara sangat meyakinkan.

“Hari ini kita melihat banyak manipulasi visual yang beredar bebas di media sosial. Wajah seseorang bisa direkayasa ke wajah orang lain. Ini sangat berbahaya. Teknologi jangan dijadikan alat fitnah,” tegas Fauzan di hadapan peserta.

Ia juga mengingatkan pentingnya kekompakan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga daerah masing-masing dari masuknya narasi negatif dan provokatif di ruang digital.

“Melalui media sosial, narasi fitnah bisa dengan mudah masuk hingga ke pelosok desa. Jika dibiarkan, ini bisa menjadi pemecah belah masyarakat,” ujarnya.

Fauzan mencontohkan peristiwa runtuhnya Yugoslavia sebagai pelajaran berharga tentang bahaya rapuhnya ideologi pemersatu bangsa. Indonesia, kata dia, sebagai negara besar dengan hampir 300 juta penduduk dan ribuan suku bangsa, harus mampu menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi global.

Sementara itu, tantangan masyarakat digital saat ini dinilai semakin kompleks, mulai dari melemahnya daya nalar kritis generasi muda, banjir informasi, hingga masifnya penyebaran hoaks.

“Tantangan digital yang kita hadapi sangat luar biasa dan juga terjadi di Indonesia,” ungkapnya.

Karena itu, Fauzan menegaskan pentingnya memahami seluruh tantangan tersebut dalam bingkai yang kokoh, yakni Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa di era digital.

Bupati Warisin Tantang KNPI Lotim Jadi Agen Perubahan dan Pengkritik Pembangunan

DPK KNPI Se- Kabupaten Lombok Timur
Okenews.net- Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menantang para pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk tampil sebagai pemuda terbaik, agen perubahan, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah.

Tantangan tegas tersebut disampaikan Bupati Warisin saat menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI se-Kabupaten Lombok Timur, Senin (15/12/2025). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perubahan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa keberanian dan peran aktif pemuda.

Mengutip laporan Ketua Panitia, Dr. Karomi, Bupati menegaskan bahwa pemuda adalah subjek utama perubahan.
“Kalau ingin perubahan, pemudalah yang harus menciptakan perubahan itu sendiri,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar pemuda tidak hanya pandai bersorak, tetapi mampu membebaskan diri dari keterpurukan dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Jadilah pemuda terbaik di tempat masing-masing. Tidak ada orang yang bisa mengkreasikan diri Anda selain diri Anda sendiri,” tegasnya.

Bupati Warisin juga mengingatkan bahwa sejarah bangsa selalu ditentukan oleh peran pemuda, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga reformasi. Menurutnya, Lombok Timur membutuhkan pemuda-pemuda hebat yang berani membangun sekaligus mengkritik kebijakan daerah secara konstruktif.

“Siapa lagi yang akan membangun dan mengkritik Lombok Timur ini kalau bukan pemuda?” ujarnya, sembari menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung organisasi kepemudaan sesuai kemampuan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati secara khusus menyoroti rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor perizinan Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG) yang sebelumnya dikenal sebagai IMB. Ia mengungkapkan masih maraknya praktik akal-akalan, di mana pengurusan izin hanya dilakukan untuk sebagian kecil bangunan, sehingga merugikan daerah.

“Kalau Anda pemuda yang bertanggung jawab, berani kritik, dan punya wawasan, bantu pemerintah meluruskan ini,” serunya.
Ia bahkan menegaskan bahwa penerimaan PPG Lombok Timur termasuk yang terendah dibandingkan kabupaten/kota lain, sehingga perlu pengawasan serius dari semua pihak, termasuk pemuda.

Selain isu pembangunan dan PAD, Bupati Warisin juga memaparkan perhatian pemerintah daerah terhadap perlindungan sosial masyarakat. Pemerintah tengah berupaya melobi kementerian terkait untuk menambah alokasi dana bagi hasil cukai tembakau guna memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita ingin masyarakat pekerja kita terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, karena manfaatnya sangat besar, bisa mencapai Rp260 juta,” jelasnya, seraya menilai perlindungan tersebut jauh lebih efektif dibandingkan bantuan tunai semata.

Menanggapi tantangan tersebut, Ketua DPD KNPI Lombok Timur, Zuarno Saputra, menyatakan kesiapan KNPI untuk mengambil peran strategis.

“Apa yang disampaikan Bapak Bupati sangat bagus. Ini menunjukkan pemerintah daerah tidak anti kritik dan membuka ruang kemitraan,” katanya.

Zuarno menegaskan KNPI sebagai organisasi kepemudaan wajib hadir sebagai mitra strategis pemerintah, baik dalam meningkatkan pendapatan daerah maupun mengawal kebijakan menuju Lombok Timur yang lebih cerdas dan berkeadilan.

Pelantikan DPK KNPI ini turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, camat, unsur Forkopimda, serta seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Lombok Timur, menandai komitmen bersama antara pemerintah dan pemuda dalam membangun daerah.

Sabtu, 13 Desember 2025

Peringati HKN ke-61, Dinkes Lombok Timur Tegaskan Komitmen Pelayanan Kesehatan Humanis

Resepsi Puncak Acara HKN Ke-61

Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Kesehatan menggelar resepsi peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Kesehatan Lombok Timur, Jumat (13/12/2025). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur,Haerul Warisin, bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas layanan kesehatan.


Peringatan HKN ke-61 mengusung semangat 61 tahun dedikasi tanpa henti untuk kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi momen apresiasi bagi para pejuang kesehatan yang selama ini berada di garda terdepan pelayanan publik.


Pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Prinsip kemanusiaan menjadi landasan utama, di mana pelayanan terbaik bagi pasien harus selalu diutamakan di atas kepentingan lainnya.


Plt. Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, menegaskan bahwa arahan Bupati Lombok Timur menjadi pegangan utama seluruh jajaran kesehatan.


“Pesan yang selalu ditekankan oleh Bapak Bupati adalah memberikan pelayanan terbaik dan mengutamakan pasien. Itu yang akan kami kawal dan terus menjadi fokus pembenahan ke depan,” ungkap Aries Fahrozi.


Ia juga mengingatkan bahwa Hari Kesehatan Nasional berawal dari sejarah penting pada tahun 1959, saat pemerintah pusat melakukan penanggulangan penyakit malaria secara masif. Menurutnya, semangat tersebut harus terus dijaga dengan menegakkan standar pelayanan kesehatan, terutama di tengah tantangan isu kesehatan saat ini seperti penyakit menular dan stunting.


Dalam momen tersebut, Dinas Kesehatan Lombok Timur juga memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan teladan sebagai bentuk motivasi agar kualitas layanan di lapangan semakin meningkat. Selain itu, Aries Fahrozi menyampaikan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang pada 2025 telah mencapai 36 persen di beberapa puskesmas.


Saat ini, 7 dari 35 puskesmas di Lombok Timur telah mencapai target tersebut dan mendapatkan penghargaan dari Dinas Kesehatan Lombok Timur.


“Harapan kami, puskesmas yang telah berprestasi ini bisa menjadi inovator dan teladan bagi fasilitas kesehatan lainnya. Mereka diharapkan mampu mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya, baik dari sisi pelayanan maupun sikap,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa keramahan petugas menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan. Sikap ramah, senyum, dan empati diyakini dapat meringankan beban masyarakat sejak pertama kali berinteraksi dengan layanan kesehatan.


“Prioritas kami adalah memberikan yang terbaik kepada masyarakat, baik dari sisi standar layanan maupun perilaku petugas. Kritik dan masukan masyarakat adalah motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan,” pungkasnya.


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan kesehatan di Lombok Timur tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada sikap profesional, empati, dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

Wabup Edwin Apresiasi Semarak HGN PGRI Sambelia, Dorong Penguatan Peran Guru

Hari Guru Nasional

Okenews.net- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, memberikan apresiasi atas inisiatif dan semarak kegiatan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sambelia dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN), Sabtu (13/12/2025).


Menurut Wabup Edwin, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pendidik, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan dedikasi guru dalam memajukan dunia pendidikan di Lombok Timur, khususnya di Kecamatan Sambelia.


Dalam kesempatan itu, Wabup Edwin memaparkan sejumlah isu strategis di sektor pendidikan, di antaranya rencana pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Program tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.


Seiring dengan pergeseran sistem pendidikan yang semakin inovatif, Wabup Edwin menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan di lapangan. Ia menilai, kualitas guru menjadi kunci utama keberhasilan transformasi pendidikan ke arah yang lebih adaptif dan berkualitas.


Sementara itu, Ketua Panitia, Mahsuf, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan peringatan HGN dilaksanakan berdasarkan hasil rapat koordinasi Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Sambelia bersama seluruh unsur pendidikan setempat.


Mahsuf menjelaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah memberikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi, inovasi, dan pengabdian luar biasa yang telah diberikan, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan tenaga pendidik.


Di akhir kegiatan, ia berharap sinergi dan kerja sama yang telah terjalin antara PGRI, unsur pendidikan, dan Pemerintah Daerah Lombok Timur dapat terus diperkuat demi kemajuan pendidikan di masa mendatang.

Yudisium Ke-35 IAI Hamzanwadi Pancor Kukuhkan 549 Lulusan

IAIH Hamzanwadi Pancor
Okenews.net- Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menggelar Yudisium ke-35 dengan mengukuhkan 549 mahasiswa dari tiga fakultas, Sabtu (13/12/2025). Momentum ini menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal pengabdian para lulusan di tengah masyarakat.

Prosesi yudisium dipimpin Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.MPd., yang secara simbolis menetapkan status kelulusan para peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pengukuhan tanggung jawab intelektual dan moral sebagai seorang sarjana.


“Yudisium berasal dari bahasa Latin judicium yang berarti penetapan. Hari ini saudara-saudari dinyatakan tuntas dan sah menyandang gelar sarjana IAI Hamzanwadi Pancor,” ujarnya.


Ia menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menempuh proses akademik selama kurang lebih 4,5 tahun. Menurutnya, gelar sarjana harus dibarengi rasa syukur dan komitmen untuk memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa.


Dalam pesannya, Abdul Hayyi Akrom menekankan pentingnya nilai syukur sebagaimana diajarkan ulama besar Syekh Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani, yakni kesadaran bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT, memanfaatkan nikmat untuk ketaatan, serta memperbanyak pujian kepada-Nya.


“Sebagai sarjana, saudara-saudari dituntut menghadirkan nilai lebih. Jangan menyamakan diri dengan mereka yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Jadilah teladan di tengah masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa IAIH Pancor merupakan kampus perjuangan yang didirikan Pahlawan Nasional Almagfurullah Syekh Muhammad Zainuddin Abdul Majid, yang tidak terlepas dari spirit perjuangan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).


“Kampus ini adalah bagian dari instrumen perjuangan menegakkan agama Allah. Alumni IAIH Pancor harus menjadi pelanjut perjuangan, bukan perusaknya,” tandasnya.


Menutup sambutan, ia menekankan dua kunci utama kesuksesan, yakni berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) serta menjaga adab dan penghormatan kepada guru.


“Saya tidak pernah menemukan orang sukses yang tidak berbakti kepada orang tuanya dan melupakan gurunya,” pungkasnya.


Ia pun mendoakan agar ijazah yang diraih para lulusan disertai ilmu yang barokah serta mampu memberi kontribusi nyata bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Bupati Haerul Warisin Buka Jambore Kader PKK Lotim 2025, Dorong Peran PKK Tekan Inflasi dan Wujudkan Lombok Timur SMART

Bupati Lombok Timur
Okenews.net- Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin secara resmi membuka Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Lombok Timur Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Tugu Selong, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Lombok Timur, Sekretaris Daerah, serta ratusan kader PKK dari seluruh kecamatan.Jambore Kader PKK 2025 mengusung tema 

“Bersama PKK Mewujudkan Keluarga Sejahtera dan Meningkatkan Kapasitas Kader PKK Menuju Lombok Timur Smart”. Tema tersebut menegaskan komitmen PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah.


Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kader PKK, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, atas dedikasi dan kerja nyata mereka dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, PKK merupakan garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat dan memiliki peran vital dalam menyukseskan program pembangunan daerah.


“PKK tidak boleh dipandang sebelah mata. Perannya sangat strategis karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung program-program PKK sesuai dengan kemampuan daerah,” tegas Bupati.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kekompakan antar kader PKK, mengingat tantangan ke depan semakin kompleks. Kolaborasi yang solid dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan Lombok Timur yang maju, adil, religius, transparan, serta mampu menyejahterakan masyarakatnya.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haerul Warisin turut meminta peran aktif PKK dalam membantu menekan inflasi daerah melalui pola “murah meriah”. Pola ini dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, bawang, dan sayuran, memelihara ayam petelur dan pedaging, serta mengoptimalkan lahan pecatu desa untuk kolam ikan dan kebun sayur dengan dukungan dana desa.


Selain itu, Bupati juga mengajak para kader PKK untuk terus berkarya, memperkuat koordinasi lintas tingkatan, dan meningkatkan kolaborasi. Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Lombok Timur yang bersih, aman, dan SMART. Tak lupa, Bupati mengajak seluruh kader untuk mendoakan Lombok Timur agar senantiasa dijauhkan dari bencana.


Sebagai bentuk apresiasi, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memberikan hadiah kepada juara umum I, II, dan III dari berbagai lomba yang digelar dalam rangkaian Jambore Kader PKK 2025.


Sementara itu, Ketua Panitia Jambore Kader PKK 2025, Wikan Tyasning, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kreativitas, kapasitas, serta mempererat silaturahmi antar kader PKK se-Lombok Timur.


Jambore Kader PKK 2025 juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial dan ekonomi, seperti senam sehat, jalan sehat, pemeriksaan kesehatan, donor darah, pasar murah, serta bazar UMKM.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lombok Timur, sejumlah kepala OPD lingkup Pemda Lombok Timur, serta diikuti oleh 385 kader PKK dari 21 kecamatan se-Kabupaten Lombok Timur.

Rakorda Baznas Se-NTB 2025 Tegaskan Komitmen Kemanusiaan, Tim Tanggap Bencana Resmi Dikukuhkan

Rakorda Baznas Se-NTB
Okenews.net- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas se-NTB yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kebencanaan melalui pengukuhan Tim Baznas Tanggap Bencana tingkat provinsi.

Pengukuhan tim dilakukan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat, Saida Sakwan, MA, bersama para Ketua Baznas kabupaten/kota se-NTB. Kehadiran pimpinan pusat tersebut menegaskan perhatian serius BAZNAS RI terhadap penguatan respon kemanusiaan di daerah rawan bencana seperti Nusa Tenggara Barat.

Pengukuhan Tim Baznas Tanggap Bencana ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan layanan kemanusiaan yang cepat, terukur, dan berkelanjutan. Melalui Rakorda ini, BAZNAS NTB menegaskan tekadnya agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan perlindungan dan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya saat terjadi bencana.

Dalam rangkaian Rakorda, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi NTB juga menyalurkan secara simbolis berbagai program unggulan. Tercatat, sebanyak 7 program pendayagunaan dan 13 program pendistribusian diserahkan sebagai bentuk konkret pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk masyarakat NTB.

Program-program tersebut menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, layanan kesehatan, sosial kemanusiaan, hingga penguatan kesejahteraan mustahik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB. Penyaluran ini mencerminkan sinergi kuat antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dalam menghadirkan layanan zakat yang tepat sasaran dan berkeadilan.

Tak hanya itu, Rakorda BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-NTB juga menghasilkan 40 resolusi strategis yang disepakati dan ditandatangani bersama. Resolusi tersebut mencakup penguatan pengumpulan ZIS, peningkatan efektivitas pendistribusian dan pendayagunaan, pembenahan sistem keuangan dan pelaporan, penguatan sumber daya manusia, hingga aspek kelembagaan.

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat peran BAZNAS sebagai pilar kesejahteraan umat di Nusa Tenggara Barat.

Jumat, 12 Desember 2025

Lotim Kendalikan Inflasi, Bupati Haerul Warisin Tegaskan Kolaborasi Kunci Sukses Hadapi Nataru 2025

Pemda Lombok Timur

Okenews.net-Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, sebuah upaya yang kembali membuahkan hasil melalui penghargaan bergengsi di tingkat regional. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka High Level Meeting (HLM) TPID Lombok Timur dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 pada Jumat, 12/12/2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi erat dengan Bank Indonesia dan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah.


"Tahun 2025 ini, alhamdulillah, dengan kerja keras semua, Lombok Timur mampu mengendalikan inflasi dengan sangat baik," ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai gejolak harga yang biasanya muncul pada momentum besar seperti Idul Fitri mampu ditekan melalui intervensi yang tepat. Salah satu langkah strategisnya adalah penyaluran bantuan sembako senilai Rp40 miliar kepada 237 ribu keluarga miskin dan miskin ekstrem guna menjaga daya beli masyarakat.

Kerja sama solid dengan Bank Indonesia menjadi faktor penting keberhasilan tersebut. Atas capaian itu, Lombok Timur meraih penghargaan TPID sebagai daerah dengan pengendalian inflasi terbaik di kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Bupati juga menyoroti bahwa inflasi di Lombok Timur kerap dipicu oleh kenaikan harga komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai. Untuk mengatasi hal itu, ia mengerahkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui instruksi pembentukan Tim Pemantau Pekarangan guna memastikan keberhasilan penanaman cabai dan bawang merah sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga. Bahkan, Bupati menegaskan sanksi akan dijatuhkan kepada kepala dinas yang tidak menjalankan instruksi tersebut.

Selain itu, ia mendorong kolaborasi lebih kuat antara Dinas Pertanian dan para Champion Cabai lokal untuk menjamin stabilitas pasokan, terutama pada periode lonjakan harga.

Bupati mengingatkan bahwa tantangan di tahun 2026 akan lebih besar, mengingat Lombok Timur merupakan daerah dengan jumlah keluarga miskin dan miskin ekstrem terbanyak di Bali-Nusra. Situasi itu menuntut ketersediaan pangan yang lebih stabil dan terpantau ketat.


"Ini menjadi PR berat kita di tahun 2026. Komoditas pemicu inflasi harus dipastikan ketersediaannya," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Timur sekaligus Ketua TPID, Muhammad Juaini Taofik, menekankan pentingnya kelancaran distribusi menjelang Nataru.


"Lotim adalah daerah perlintasan. Kita pastikan distribusi, terutama di jalan utama dan Pelabuhan Kayangan, berjalan lancar sehingga tidak ada keterlambatan," ujarnya.

Sekda menjabarkan tiga fokus utama TPID menjelang Nataru, yakni memastikan kelancaran distribusi, menjaga ketersediaan pasokan, serta memastikan Dinas Perdagangan dan tim tetap melakukan pemantauan pasar meskipun pada hari libur.

IKADIN gelar Rakernas, Fokus Evaluasi Program dan Pengawalan Perubahan UU Advokat

Iakatan Advokad Inodnesi ( IKADIN)

Okenews.net  – Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-40 di Nusa Tenggara Barat, yang sekaligus menjadi momentum peringatan ulang tahun organisasi ke-43. Kegiatan ini dibuka dengan berbagai sambutan dari pejabat daerah dan pusat, serta menghadirkan diskusi panel bertema “Wajah Penegakan Hukum Pasca KUHP dan Rencana KUHAP Baru” di Hotel Aruna , Senggigi - Lombok Barat, Jumat 12 Desember 2025

Ketua IKADIN NTB, Dr. Irpan Suriadiata, menyatakan bahwa Rakernas kali ini menjadi ajang strategis untuk mengawal Undang-Undang Advokat di tengah perubahan besar sistem hukum pidana Indonesia setelah pengesahan KUHP baru. Menurutnya, pembahasan ini merupakan kelanjutan dari Rakernas Nasional IKADIN di Bali, dengan fokus pada penguatan peran advokat dalam menghadapi norma hukum yang baru.

“Penguatan hak-hak tersangka atau terdakwa, pendampingan sejak tahap penyelidikan, peran advokat dalam keadilan restoratif, serta mekanisme peradilan yang lebih luas menjadi poin krusial yang harus kita kawal bersama,” ujar Irpan.

Kejati NTB, Wahyudi

Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Wahyudi, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara jaksa dan advokat di era transisi hukum ini. Ia menyebut pengesahan KUHP baru sebagai tonggak monumental yang mengakhiri warisan hukum kolonial Belanda, namun sekaligus membawa tantangan besar dalam penerapan konsep restorative justice dan living law.

“Perubahan ini menuntut adaptasi cepat agar kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat tidak terganggu. Dalam penegakan hukum, jaksa mewakili negara, sedangkan advokat memastikan perlindungan hak tersangka atau terdakwa. Sinergi menjadi kunci,” jelas Wahyudi.

Biro Hukum Setda NTB, Hubaidi

Sementara itu, Gubernur NTB yang diwakili Kepala Biro Hukum Setda NTB, Dr. Hubaidi, resmi membuka kegiatan dan berharap forum ini menjadi ruang konstruktif untuk memperkuat reformasi hukum.

“Penerapan KUHP dan KUHAP baru harus berjalan efektif, humanis, serta selaras dengan nilai keadilan dan HAM. Kami berharap kolaborasi antara advokat, pemerintah, dan aparat penegak hukum di NTB dapat memperluas akses bantuan hukum dan meningkatkan literasi hukum masyarakat,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman

Rakernas kali ini juga dihadiri Ketua Komisi III DPR RI melalui zoom meeting, Dr. Habiburokhman, yang memaparkan perjalanan panjang pembentukan KUHP dan KUHAP baru. Ia menyoroti perlunya penguatan posisi advokat sebagai bagian dari pemberdayaan warga negara dalam mengawasi institusi penegak hukum.

“Daripada membentuk lembaga pengawas baru, lebih baik memperkuat advokat agar warga negara memiliki daya tahan hukum yang kuat. Di KUHAP baru, kami mengupayakan imunitas advokat dalam menjalankan tugas profesionalnya,” ungkapnya.

Diskusi panel di Rakernas IKADIN ke-40 diharapkan menghasilkan rekomendasi konstruktif untuk implementasi KUHP dan KUHAP baru secara efektif di lapangan, demi terwujudnya sistem hukum yang berkeadilan, humanis, serta sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.

Ketua Umum IKADIN, Maqdir Ismail

Dalam diskusi panel Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Dr. Maqdir Ismail, menekankan perlunya pengawalan ketat terhadap penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, khususnya terkait pembuktian, penyadapan, dan proses penyerahan berkas perkara. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi pada Rapat Kerja Nasional IKADIN ke-40.

Menurut Maqdir, KUHP baru harus memastikan bahwa alat bukti yang digunakan dalam penetapan tersangka memiliki relevansi dan substansi yang kuat terhadap pasal yang disangkakan. Ia mengkritisi praktik di lapangan yang kadang hanya mengandalkan dua alat bukti tanpa memastikan bukti tersebut benar-benar berkaitan dengan unsur tindak pidana yang dituduhkan.

Sebagai contoh, ia menyoroti kasus yang berkaitan dengan dugaan kerugian keuangan negara. Berdasarkan peraturan, pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang Tipikor mensyaratkan adanya hasil penghitungan kerugian negara oleh lembaga berwenang. Namun, dalam praktiknya, pernah terjadi penetapan tersangka tanpa adanya penghitungan tersebut.

"Jangan sampai perkara yang mengandung dugaan kerugian keuangan negara hanya didasarkan pada keterangan saksi dan ahli yang menyebut adanya potensi kerugian, tanpa perhitungan resmi," ujar Maqdir. Ia mencontohkan kasus ASDP yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius.

Selain masalah bukti, Maqdir juga menyoroti prosedur penyadapan. Ia berpendapat, penyadapan seharusnya dilakukan terhadap orang yang sudah berstatus tersangka, bukan terhadap pihak yang belum memiliki keterkaitan jelas. Ia mengingatkan bahwa ada kasus di mana seseorang dijerat akibat percakapan yang dipantau sejak sebelum ia mengenal pihak yang terlibat.

"Kalau penyadapan dilakukan sebelum ada status hukum yang jelas, rawan terjadi salah tangkap dan kesalahpahaman," tegasnya.

Poin lain yang disampaikan adalah mekanisme pelimpahan berkas perkara. Maqdir berpendapat bahwa berkas perkara seharusnya tidak dilimpahkan ke penuntut umum atau pengadilan ketika proses praperadilan sedang berlangsung. Ia mencontohkan pengalaman dalam satu perkara, di mana berkas dilimpahkan segera oleh KPK untuk mempercepat proses persidangan, sehingga mengabaikan proses praperadilan yang sedang berjalan.

Dr. Maqdir Ismail, menegaskan perlunya para advokat mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar dalam sistem hukum Indonesia, seiring diberlakukannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.

Dalam pernyataannya, Maqdir menyebut bahwa Indonesia akhirnya memiliki KUHP baru yang menggantikan KUHP warisan kolonial Belanda tahun 1926.

 “KUHP lama kita berasal dari era kolonial. Baru sekarang kita memiliki produk hukum pidana yang disusun sendiri. KUHAP yang berlaku sejak 1981 juga kini mengalami perubahan,” ujarnya.

Menurut Maqdir, salah satu poin penting dalam KUHAP yang baru adalah pengakuan terhadap hak-hak advokat, termasuk hak untuk mendampingi tersangka sejak tahap penyelidikan, bahkan mendampingi saksi. Namun ia mengingatkan adanya potensi persoalan terkait pasal obstruction of justice yang bisa menjadi “hantu” bagi advokat ketika pendampingan dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap aparat penegak hukum.

“Undang-undang memang sudah mengakomodir kewenangan advokat, tetapi yang kita perlukan adalah komitmen dan penghormatan dari aparat penegak hukum agar hak-hak tersebut benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Maqdir juga menyoroti adanya pendekatan baru dalam KUHP, seperti ketentuan bahwa pelaku berusia di atas 75 tahun tidak dikenai hukuman badan, melainkan hukuman denda. Ia menekankan bahwa tujuan hukum pidana bukan semata-mata untuk efek jera, melainkan untuk menegakkan keadilan.

Lebih lanjut, ia memuji diterapkannya prinsip restorative justice dalam KUHP baru, yang mengedepankan penyelesaian perkara di luar pengadilan jika memungkinkan.

 “Pidana itu harus menjadi ultima ratio, atau jalan terakhir. Tidak semua kasus harus berakhir di pengadilan,” katanya.

Menutup pernyataannya, Maqdir menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan implementasi KUHP dan KUHAP baru berjalan sesuai semangat pembaruan hukum, serta menguji ketentuan yang dianggap tidak tepat ke Mahkamah Konstitusi.

 “Perubahan ini adalah momentum bagi advokat dan penegak hukum untuk membangun sistem yang lebih adil, efektif, dan manusiawi,” pungkasnya.

Kamis, 11 Desember 2025

Baznas RI Apresiasi Produktivitas Lombok Timur, Siap Dorong Lumbung Pangan, Layanan Kesehatan, dan Pemberdayaan Umat Skala Besar

Direktur Pendayagunaan Baznas RI, Eka Budhi Sulistyo
Okenews.net- Lombok Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan potensi pembangunan yang menjanjikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Pendayagunaan Baznas RI, Eka Budhi Sulistyo, dalam kunjungan kerjanya pada Kamis (11/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut Lombok Timur sebagai daerah yang “luar biasa produktif” dan memiliki beragam sektor unggulan yang dapat dikembangkan lebih jauh.

Eka menjelaskan bahwa Lombok Timur memiliki tiga kekuatan besar yang saat ini menjadi perhatian Baznas RI, yakni ketahanan pangan, akses dan fasilitas kesehatan, serta pemberdayaan umat. Ketiga sektor ini dinilai sangat strategis untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.


“Lombok Timur ini luar biasa produktif. Banyak hal yang bisa disiapkan dan dikembangkan, mulai dari lumbung pangan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan umat. Semua ini menunjukkan bahwa Lotim memiliki kapasitas besar untuk tumbuh lebih cepat,” ujarnya.


Menurut Eka, Baznas RI melihat potensi tersebut bukan hanya sebagai peluang, tetapi juga sebagai amanah yang harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Untuk itu, diperlukan dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, lembaga keagamaan, komunitas masyarakat, hingga sektor swasta.


“Potensi di Lotim akan kita kelola dan kembangkan lebih baik. Ini memerlukan kerja sama stakeholder dan kolaborasi yang kuat antar semua pihak. Pastinya, semua ini untuk pengelolaan zakat yang lebih optimal, sehingga manfaatnya semakin besar bagi kesejahteraan umat,” tegasnya.


Ia juga menekankan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi juga harus diarahkan pada program-program yang berdampak jangka panjang, seperti penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan sektor kesehatan berbasis layanan umat, hingga program kemandirian pangan.


Kunjungan Baznas RI ini menandai langkah awal menuju pengembangan program berskala besar di Lombok Timur. Daerah ini disebut berpotensi menjadi model nasional dalam pengelolaan zakat yang terintegrasi dengan pembangunan daerah, terutama karena komitmen pemerintah dan tingginya semangat kolaborasi antar lembaga.


Dengan momentum ini, masyarakat Lombok Timur diharapkan semakin merasakan dampak nyata dari kehadiran Baznas, baik dalam bentuk peningkatan layanan sosial maupun pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Lombok Timur kian siap menunjukkan diri sebagai daerah yang mampu menginspirasi daerah lain dalam memaksimalkan potensi lokal demi peningkatan kesejahteraan umat.

Baznas RI Siapkan Investasi Besar! Transformasi RS Lombok Timur Jadi Rumah Sehat Baznas Masuki Tahap Final

Ketua Baznas RI, Prof. Dr. H. Ahmad Noor

Okenews.net -Transformasi besar dalam layanan kesehatan Lombok Timur semakin dekat. Ketua Baznas RI, Prof. Dr. H. Ahmad Noor, melakukan kunjungan penting ke dua titik krusial yang menjadi pusat rencana alih fungsi Rumah Sakit Lombok Timur menjadi Rumah Sehat Baznas, Kamis (11/12/2025).

 

Kunjungan dimulai dari peninjauan lokasi rumah sakit baru di Masbagik, sebelum bergeser ke Labuhan Haji sebagai lokasi rencana operasional RS Sehat Baznas.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Noor menegaskan bahwa Baznas RI akan mengambil alih dan mengelola penuh rumah sakit tersebut setelah proses peralihan resmi dilakukan oleh pemerintah daerah.


"Ke depan, setelah diserahkan, Baznas akan mengelola penuh rumah sakit tersebut, mengingat pendelegasian resminya diberikan kepada Baznas," tegasnya.


Tidak hanya manajemen, Baznas RI juga memastikan dukungan finansial yang sangat signifikan. Lembaga tersebut berkomitmen menanggung gaji pegawai selama dua tahun pasca serah terima, serta menyiapkan pendanaan besar untuk operasional awal.


"Untuk peralatan, kita lihat berapa yang bisa dipindahkan dan berapa yang tidak. Kami hitung semuanya. Kebutuhan riil yang sudah disampaikan mencapai Rp 26 miliar untuk pembelian dan penggantian alat," jelas Ahmad Noor.


Transformasi RS Lombok Timur menjadi Rumah Sehat Baznas dipandang sebagai langkah strategis Baznas dalam memperkuat kontribusi terhadap isu kesehatan dan pengentasan kemiskinan di daerah. Keberlanjutan operasional menjadi fokus utama agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu selama proses transisi.


Menariknya, kunjungan ini juga membuka peluang bantuan di sektor lain. Ahmad Noor mengungkapkan bahwa banyak proposal bantuan diserahkan langsung, termasuk program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Lombok Timur.


"Baznas RI tengah menghitung kebutuhan riil untuk memastikan kelancaran transformasi, termasuk dukungan untuk peralatan medis dan tenaga kerja," tutupnya.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi