www.okenews.net

Minggu, 04 Januari 2026

Sambut KUHP Baru 2026, Kemenimipas Siapkan 968 Lokasi Pidana Kerja Sosial

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto
Okenews.net– Menjelang implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru pada 2026, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung penerapan pidana non-pemenjaraan. Sebanyak 968 lokasi kerja sosial telah disiapkan sebagai tempat pelaksanaan pidana kerja sosial di seluruh Indonesia.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengatakan kesiapan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara Balai Pemasyarakatan (Bapas) di seluruh daerah dengan pemerintah daerah serta mitra terkait.

“Melalui Kepala Bapas di seluruh Indonesia, kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra untuk mendukung pelaksanaan pidana kerja sosial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” ujar Agus, Sabtu (03/01/2026).

Agus menjelaskan, 968 lokasi tersebut mencakup berbagai fasilitas publik, mulai dari sekolah, tempat ibadah, taman kota, panti asuhan, hingga pesantren, yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi kerja sosial bagi terpidana.

Selain itu, Kemenimipas juga menyiapkan 94 Griya Abhipraya (GA) yang dikelola oleh Bapas untuk mendukung proses pembimbingan selama pelaksanaan pidana kerja sosial.

“Sebanyak 1.880 mitra di Griya Abhipraya Bapas telah siap terlibat. Pembimbingan akan disesuaikan dengan hasil asesmen atau penelitian kemasyarakatan (litmas) yang disusun Pembimbing Kemasyarakatan (PK), serta berdasarkan putusan hakim dan eksekusi jaksa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menteri Agus berharap penerapan pidana kerja sosial dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan overcrowding di lapas dan rutan, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan.

“Harapannya, warga binaan yang kembali ke masyarakat menjadi pribadi yang mandiri secara keterampilan dan ekonomi, menyadari kesalahannya, serta tidak mengulangi tindak pidana,” tegasnya.

Ia juga menargetkan kebijakan ini mampu menekan angka residivisme hingga nol, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Sebagai bagian dari persiapan, Kemenimipas telah mengirimkan surat resmi kepada Ketua Mahkamah Agung pada 26 November 2025, yang memuat daftar lokasi pelaksanaan pidana kerja sosial.

Sebelumnya, melalui 94 Bapas di seluruh Indonesia, Kemenimipas telah melakukan uji coba pelaksanaan kerja sosial pada periode Juli hingga November 2025. Program ini melibatkan 9.531 klien, dengan dukungan mitra dari unsur pemerintahan maupun lembaga nonpemerintah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 2.686 Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang siap bertugas. Pihaknya juga telah mengusulkan penambahan 11 ribu PK, serta pembangunan 100 unit Bapas dan Pos Bapas baru guna memperkuat implementasi KUHP baru.

Jumat, 02 Januari 2026

Di Balik Angka 494 Prestasi MAN 1 Lotim: Ada Kepemimpinan Guru SenenG

M. Nurul Wathoni (dok/ist)
Ditulis oleh: Hanapi (Penggagas Guru Lauq Indonesia) 

Angka 494 prestasi yang ditorehkan MAN 1 Lombok Timur (Lotim) sepanjang 2025 sekilas tampak seperti statistik keberhasilan yang menakjubkan bahkan fantastis. Namun, jika prestasi hanya dibaca sebagai angka, maka kita sedang menyederhanakan sebuah kerja intelektual, kultural, dan kepemimpinan panjang menjadi sekadar deret numerik. Dalam dunia pendidikan, angka tidak pernah berdiri sendiri. Ia merupakan jejak dari proses berpikir, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi dalam memimpin.

Tulisan ini berangkat saat penulis membaca pemberitaan media online yang mengangkat capaian prestasi MAN 1 Lombok Timur sepanjang tahun 2025 sebagai sebuah fenomena yang luar biasa. Media menarasikan capaian ini dengan diksi fantastis dan melampaui ekspektasi, seraya menyebutkan madrasah sebelumnya menetapkan target 360 prestasi, sebuah target yang disusun melalui kalkulasi simbolik satu hari satu prestasi sebagai representasi komitmen institusional terhadap budaya unggul dan produktivitas akademik. Target tersebut pada mulanya diposisikan sebagai standar ambisius namun realistis, yang mencerminkan keseriusan lembaga dalam merancang orientasi prestasi secara terukur.

Namun demikian, fakta empirik menunjukkan bahwa realisasi prestasi MAN 1 Lombok Timur jauh melampaui proyeksi perencanaan awal. Hingga akhir tahun 2025, jumlah prestasi yang berhasil dikoleksi mencapai 494 capaian, sebuah angka yang tidak sekadar menembus batas target, tetapi mengindikasikan adanya daya dorong sistemik yang bekerja melampaui kalkulasi teknokratis. Pada titik ini, angka prestasi tidak lagi dapat dipahami sebagai hasil penjumlahan keberhasilan individual, melainkan sebagai refleksi dari dinamika kelembagaan yang lebih dalam meliputi kepemimpinan, tata kelola, budaya akademik, serta internalisasi nilai kompetitif yang berkelanjutan.

Kondisi inilah yang mendorong penulis untuk menempatkan capaian prestasi tersebut bukan hanya sebagai objek kekaguman publik, sebagaimana direpresentasikan dalam narasi media massa, tetapi sebagai fenomena pendidikan yang layak dibaca secara analitis dan kritis. Media online merekam dan menyebarluaskan hasil akhirnya, tulisan ini berupaya menganalisis lapisan permukaan tersebut dengan menginterpretasi angka 494 sebagai teks sosial dan institusional, penanda bekerja dan matangnya sistem pendidikan yang telah berhasil mentransformasikan prestasi dari sekadar target kuantitatif menjadi bagian dari peradaban akademik yang terlembagakan.

Prestasi memang lahir dari kerja keras siswa. Bakat, disiplin latihan, dan daya juang peserta didik adalah fondasi utama. Namun, sejarah pendidikan menunjukkan bahwa prestasi kolektif yang berulang dan berkelanjutan hampir selalu berakar pada kepemimpinan yang kuat. Di titik inilah sosok Kepala Madrasah MAN 1 Lotim M. Nurul Wathoni (Guru SenenG, sembek/julukan) menjadi variabel kunci yang tidak dapat diabaikan.

Konteks ini, prestasi sebagai produk pemikiran, bukan kebetulan. Dalam literatur kepemimpinan pendidikan, sekolah atau madrasah berprestasi jarang lahir dari kebetulan. Hallinger (2011) menegaskan kepala sekolah adalah instructional leader yang menentukan arah mutu pembelajaran dan budaya prestasi. Artinya, prestasi bukan sekadar hasil kompetisi, melainkan produk dari cara berpikir dan cara memimpin.

Guru SenenG dapat diposisikan sebagai sosok pemikir pendidikan, bukan sekadar pelaksana administrasi. Ia membaca prestasi bukan sebagai tujuan sesaat, melainkan sebagai indikator sehatnya proses pendidikan. Cara pandang ini penting, sebab seperti ditegaskan Michael Fullan (2014), Perbaikan berkelanjutan bergantung pada kepemimpinan yang bijaksana, konsisten, dan berlandaskan moral. Keberlanjutan prestasi MAN 1 Lotim dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya kepemimpinan yang tidak reaktif, tetapi reflektif dan terencana.

Sekali lagi, angka 494 menjadi masuk akal ketika dilihat sebagai hasil dari kepemimpinan yang menggerakkan sistem, bukan individu. Guru SenenG membangun madrasah sebagai ekosistem, guru diberi ruang berinovasi, siswa difasilitasi untuk menemukan dan mengasah bakat, serta prestasi dijadikan budaya, bukan proyek sesaat.

Bass dan Riggio (2006) menyebut tipe kepemimpinan semacam ini sebagai transformational leadership, yakni kepemimpinan yang mampu mengubah potensi laten menjadi energi kolektif. Dalam konteks MAN 1 Lotim, energi itu menjelma dalam prestasi yang lahir terus-menerus, lintas bidang dan lintas level kompetisi.

Lebih dari itu, Guru SenenG memperlihatkan apa disebut oleh Sergiovanni (2007) sebagai moral leadership. Ia memimpin dengan nilai, bukan semata instruksi. Ketika nilai keunggulan, disiplin, dan konsistensi hidup dalam diri pemimpin, nilai itu menjalar menjadi etos bersama. Prestasi pun tidak dipaksakan, tetapi tumbuh sebagai kesadaran institusional.

Angka 494 Sebagai Penanda “Peradaban” Akademik

Angka 494 juga tidak dapat direduksi sebagai sekadar agregasi numerik prestasi, melainkan harus dipahami sebagai penanda kematangan "peradaban" akademik MAN 1 Lombok Timur. Pada level ini, prestasi tidak lagi bersifat kontingen atau incidental, bergantung pada talenta individual atau momentum kompetisi, melainkan telah bertransformasi menjadi hasil sistemik dari ekosistem pendidikan yang terinstitusionalisasi secara kokoh. Dengan demikian, MAN 1 Lotim telah melampaui paradigma achievement-oriented institution menuju culture-driven academic institution, di mana prestasi merupakan konsekuensi inheren dari tata kelola, nilai, dan habitus kelembagaan yang mapan.

Dalam perspektif sosiologi pendidikan Pierre Bourdieu, capaian tersebut merepresentasikan akumulasi institutionalized cultural capital yang berfungsi sebagai modal simbolik kolektif (Bourdieu, 1986). Modal ini tidak hanya memberikan legitimasi akademik dan sosial terhadap posisi madrasah dalam medan pendidikan, tetapi memiliki daya reproduksi struktural. Ketika modal simbolik telah terlembagakan, maka prestasi tidak lagi bergantung pada aktor individual tertentu. Siswa dapat berganti, arena kompetisi dapat berubah, namun sistem simbolik dan kultural yang telah terbentuk akan terus memproduksi keberhasilan secara berkelanjutan.

Lebih jauh, angka 494 mengindikasikan terbentuknya habitus akademik yang stabil dan produktif, sebuah disposisi kolektif yang menormalisasi kerja keras intelektual, disiplin belajar, etos kompetitif yang sehat, serta orientasi pada keunggulan (excellence orientation). Habitus ini bukanlah produk kebijakan jangka pendek, melainkan hasil dari proses panjang internalisasi nilai, pembiasaan praksis, dan konsistensi kepemimpinan. Ketika habitus telah mengakar, prestasi tidak lagi dipersepsikan sebagai capaian luar biasa, tetapi sebagai konsekuensi logis dari praktik pendidikan sehari-hari.

Di sinilah pososi signifikansi kepemimpinan reflektif dan transformatif, kepemimpinan yang tidak berhenti pada fungsi administratif atau teknokratis, tetapi bekerja pada level epistemik dan kultural. Kepemimpinan semacam ini berorientasi pada pembangunan sistem, bukan sekadar pengelolaan program, pembentukan makna, dan bukan sekadar pencapaian target. Pemimpin tidak harus hadir dalam setiap detail operasional, karena sistem telah bekerja secara otonom melalui mekanisme kelembagaan yang tertata, adaptif, dan berkelanjutan.

Pada sisi yang lain, membaca 494 prestasi semata-mata sebagai manifestasi keunggulan individual siswa merupakan pendekatan yang bersifat reduksionistik dan mengabaikan dimensi struktural pendidikan. Prestasi tersebut adalah hasil dari kepemimpinan intelektual Guru SenenG yang secara sadar dan sistematis menjadikan prestasi sebagai tradisi institusional, bukan sebagai anomali statistik. Dalam kerangka ini, prestasi diposisikan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai indikator proses pendidikan dijalankan secara konsisten, reflektif, dan berorientasi pada keberlanjutan mutu.

Sejalan dengan pemikiran John Dewey (1938), pendidikan tidak dapat direduksi menjadi mekanisme persiapan menuju masa depan, melainkan merupakan praktik kehidupan sosial itu sendiri, ruang nilai, pengalaman, dan makna dibentuk secara dialektis dan berkesinambungan. Prestasi MAN 1 Lotim merupakan ekspresi dari kehidupan pendidikan yang dinamis, sebuah proses yang dirancang secara sadar, dipandu oleh visi intelektual, dan dijaga kesinambungannya melalui kebijakan kelembagaan yang konsisten.

Kepemimpinan Sasak sebagai Fondasi Kultural Prestasi

Ditelisik lebih dalam, capaian 494 prestasi MAN 1 Lombok Timur tidak hanya dapat dijelaskan melalui kerangka manajemen modern atau teori kepemimpinan pendidikan kontemporer. Namun penulis juga menilai hal ini berakar kuat pada etos kepemimpinan Sasak yang hidup dan dipraktikkan secara kontekstual. Nilai-nilai seperti wanen (keberanian), terpi (disiplin), teguq (tanggung jawab), beriuk tinjal (gotong royong), dan kupuq (kesetaraan) membentuk fondasi kultural yang memberi makna dan arah bagi praktik kepemimpinan di MAN 1 Lotim. 

Nilai wanen tercermin dalam keberanian kepemimpinan Guru SenenG menetapkan target yang tidak lazim, 360 prestasi dalam satu tahun di tengah realitas madrasah yang sering kali dibebani keterbatasan sumber daya. Keberanian ini bukan bentuk spekulasi, melainkan moral courage dalam istilah kepemimpinan pendidikan yakni keberanian mengambil keputusan strategis berbasis keyakinan bahwa potensi siswa dan guru dapat ditumbuhkan jika difasilitasi secara tepat. Dalam konteks Sasak, wanen tidak identik dengan nekat, tetapi dengan keberanian yang disertai perhitungan dan tanggung jawab sosial. Fakta bahwa capaian akhirnya justru mencapai 494 prestasi menunjukkan bahwa keberanian tersebut bekerja sebagai pemicu energi kolektif, bukan tekanan struktural.

Nilai terpi berperan sebagai penopang keberlanjutan prestasi. Disiplin dalam budaya Sasak bukan semata soal ke-patoh-an (taat), tetapi tentang keteraturan hidup dan konsistensi sikap. Dalam konteks madrasah, terpi menjelma menjadi tata kelola yang rapi, ritme pembinaan yang terjaga, serta standar mutu yang ditegakkan secara konsisten. Tanpa disiplin kolektif semacam ini, prestasi mudah menjadi peristiwa sesaat, bukan tradisi yang berulang.

Lebih dari itu, kepemimpinan Guru SenenG menunjukkan nilai teguq (tanggung jawab) moral dan institusional dalam memaknai prestasi. Prestasi tidak dibiarkan tumbuh tanpa arah, melainkan dikelola sebagai amanah pendidikan. Teguq tercermin dalam kesediaan pemimpin untuk memastikan setiap capaian berakar pada proses yang sehat, pembinaan yang adil, kompetisi yang bermartabat, serta keseimbangan antara prestasi dan pembentukan karakter. Tanggung jawab ini pula yang menjaga agar prestasi tidak menjadi tekanan psikologis bagi siswa, tetapi ruang aktualisasi diri yang manusiawi.

Nilai beriuk tinjal menghidupkan dimensi kolektif prestasi. beriuk tinjal tidak hanya hadir dalam bentuk kerja bersama, tetapi dalam pembagian peran yang saling melengkapi antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa, temasuk pembina dan pelatih. Prestasi MAN 1 Lotim bukan milik individu tertentu, melainkan milik komunitas madrasah secara keseluruhan. Dalam kerangka kepemimpinan modern, nilai ini sejalan dengan konsep distribute leadership, yakni kepemimpinan dipraktikkan sebagai kerja kolaboratif. 

Sementara itu, nilai kupuq (kesetaraan) menjadi prinsip etis yang memastikan bahwa ekosistem prestasi bersifat inklusif. Kesempatan berprestasi tidak dimonopoli oleh segelintir siswa unggulan, tetapi dibuka seluas-luasnya bagi seluruh peserta didik sesuai potensi masing-masing. Kupuq juga tercermin dalam relasi yang egaliter antara pemimpin dan warga madrasah, di mana ide, inisiatif, dan kontribusi dihargai tanpa sekat hierarkis yang kaku. Kesetaraan inilah yang memperluas basis prestasi dan memperkuat rasa memiliki terhadap madrasah.

Dengan demikian, kepemimpinan Guru SenenG dapat dibaca sebagai artikulasinya kearifan lokal Sasak dalam praktik kepemimpinan pendidikan modern. Wanen memberi arah visi, terpi menjaga konsistensi, teguq menegaskan tanggung jawab moral, beriuk tinjal menguatkan solidaritas, dan kupuq memastikan keadilan serta inklusivitas. Perpaduan nilai-nilai inilah yang menjelaskan mengapa prestasi MAN 1 Lombok Timur tidak berhenti sebagai lonjakan sesaat, melainkan tumbuh menjadi tradisi akademik yang berkelanjutan. 

Dalam konteks ini, angka 494 tidak sekadar merepresentasikan keberhasilan kuantitatif, tetapi menjadi penanda hidupnya kepemimpinan berbasis kearifan lokal dalam institusi pendidikan formal, sebuah bukti bahwa nilai-nilai budaya Sasak tetap relevan, bahkan strategis, dalam membangun peradaban akademik yang unggul dan berkeadilan.

#Penulis saat ini sedang menyelesaikan Program Doktoral di Universitas Pendidikan Ganesha-Singaraja

 

 


Kamis, 01 Januari 2026

PTSL Lombok Timur Tuntas 100 Persen, Ribuan Sertifikat Dikebut Diserahkan Awal 2026

Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Darmawan Wibowo  

Okenews.netKantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Lombok Timur menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian membanggakan. Program Strategis Nasional (PSN) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) berhasil dituntaskan 100 persen secara administratif dari total target sebanyak 10.296 bidang tanah.


Keberhasilan ini ditegaskan Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantah Lombok Timur, Darmawan Wibowo, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas hak tanah masyarakat Bumi Gora.


“Alhamdulillah, untuk PTSL tahun 2025 sudah kita selesaikan 100 persen. Saat ini kami sedang mengebut proses penyerahan, sisanya akan kami tuntaskan di bulan Januari ini sesuai arahan pimpinan pusat dan provinsi,” ujar Darmawan saat ditemui di Selong, Jumat (02/01/2026).


Meski secara fisik program telah rampung, proses distribusi sertifikat kepada masyarakat masih terus berlangsung. Hingga awal Januari 2026, tercatat sekitar 5.000 sertifikat telah resmi diserahkan kepada pemilik hak.


Tak hanya fokus pada tanah masyarakat, Kantah Lombok Timur juga mencatat progres signifikan pada sertifikasi Barang Milik Negara (BMN). Sebanyak enam bidang aset instansi vertikal telah berhasil disertifikasi, termasuk saluran irigasi milik Balai Wilayah Sungai (BWS) serta fasilitas pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di bawah Kementerian Agama.


Selain itu, program lintas sektor bagi nelayan turut menjadi perhatian. Melalui kerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan, Kantah Lombok Timur menyasar wilayah pesisir, khususnya di Desa Pemongkong, dengan total 47 bidang tanah nelayan yang terus diproses dan diserahkan, bahkan selama masa libur akhir tahun.


Memasuki tahun 2026, Kantah Lombok Timur diproyeksikan kembali memperoleh porsi target PTSL terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun demikian, Darmawan mengingatkan adanya perubahan regulasi dalam penetapan lokasi (Penlok).


“Kalau sebelumnya penilaian hanya berdasarkan jumlah bidang, kini luas wilayah menjadi faktor penting dalam penentuan alokasi dari pusat,” jelasnya.


Saat ini, sebanyak 20 desa telah mengajukan usulan PTSL tahun 2026. Kantah Lombok Timur dijadwalkan melakukan proses validasi dan verifikasi lapangan sepanjang Januari guna memastikan usulan memenuhi ketentuan.


Ke depan, fokus pengembangan PTSL diarahkan pada wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau secara optimal.


“Kami ingin memastikan program ini menyentuh wilayah yang selama ini belum tersentuh, terutama ke arah wilayah utara dan daerah lain yang potensi luasannya masih besar,” pungkas Darmawan.

Rabu, 31 Desember 2025

Serahkan SK 10.998 PPPK Paruh Waktu, Bupati Lombok Timur, Jangan Separuh-separuh Layani Masyarakat

Pemda Lombok Timur
Okenews.net– Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada 10.998 pegawai pada penghujung tahun 2025. Penyerahan SK tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Lombok Timur dan dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta direksi BUMD.

Dalam arahannya, Bupati H. Haerul Warisin menegaskan bahwa diterimanya SK PPPK Paruh Waktu harus menjadi pemicu semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Kita harus mulai dengan hal-hal baru. Bukan berarti setelah menerima SK semangatnya selesai, tapi justru harus bergerak lebih cepat karena sudah diakui negara,” tegas Bupati di hadapan ribuan PPPK, Rabu, 31/12/2025


Ia juga mengingatkan agar status paruh waktu tidak dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas kinerja. Menurutnya, disiplin, loyalitas, serta kepatuhan terhadap aturan kepegawaian tetap menjadi kewajiban utama seluruh aparatur.


“Jangan karena paruh waktu, lalu separuh-separuh melayani masyarakat,” ujarnya.


Bupati menambahkan, Pemerintah Daerah Lombok Timur terus berupaya mengusulkan agar PPPK Paruh Waktu ini dapat segera ditingkatkan statusnya menjadi PPPK Penuh Waktu. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah terhadap sumber daya aparatur, mengingat banyaknya program pembangunan dan pelayanan publik yang harus dijalankan.


Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada 10 orang PPPK yang akan segera memasuki masa purna tugas. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp5 juta sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.


Diketahui, SK PPPK Paruh Waktu ini berlaku terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2025 hingga 30 September 2026 dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan. Sementara itu, penghasilan yang diterima tetap disesuaikan dengan gaji yang diperoleh sebelumnya.


Selain penyerahan SK, Pemda Lombok Timur juga menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Bantuan tersebut merupakan donasi dari ASN Pemda Lombok Timur sebesar Rp800 juta, ditambah Rp200 juta dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT), yang disalurkan melalui Bank NTB Syariah.


Langkah ini menunjukkan komitmen Pemda Lombok Timur tidak hanya dalam memperkuat pelayanan publik, tetapi juga kepedulian terhadap sesama di tengah musibah nasional.

BAZNAS Lombok Timur Tancap Gas Awal 2026, Bidik ZIS Rp30 Miliar dan Luncurkan Program Pemberdayaan

Ketua Baznas Lombok Timur

Okenews.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur langsung memacu kinerja sejak awal tahun 2026. Di bawah kepemimpinan yang baru Baznas menargetkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) hingga Rp30 miliar, seiring bertambahnya puluhan muzakki baru yang siap berkomitmen.


Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, mengungkapkan bahwa penandatanganan kesepakatan dengan para muzakki baru dijadwalkan berlangsung pada pekan kedua Januari 2026. Momentum tersebut akan menjadi pintu masuk peluncuran sejumlah program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


“Insya Allah Januari akan menjadi awal gebrakan. Kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Bupati untuk meresmikan beberapa program besar. Target awal Rp20 miliar kami optimistis bisa terlampaui, bahkan mencapai Rp30 miliar,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).


Menutup tahun 2025, Baznas Lombok Timur juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap kemanusiaan. Bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Baznas berhasil menghimpun dana kemanusiaan sebesar Rp350.800.000 untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatera.


Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Lombok Timur di sela peresmian jalan di Kecamatan Terara. Donasi ini melengkapi bantuan yang sebelumnya telah disalurkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, sehingga total bantuan daerah tersebut mencapai kisaran Rp800 juta hingga Rp1 miliar.


“Kolaborasi dengan KNPI dan FKDM sangat efektif karena jaringan mereka menjangkau hingga desa. Ini adalah wujud empati dan solidaritas masyarakat Lombok Timur bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” jelas Kamli.


Memasuki 2026, Baznas Lombok Timur juga telah menyiapkan sejumlah program unggulan berbasis pemberdayaan masyarakat. Di antaranya penyerahan 25 unit gerobak usaha untuk pelaku UMKM, peresmian 57 unit rumah layak huni, serta rehabilitasi 27 rumah warga. Selain itu, Rumah Sakit Baznas juga masuk dalam agenda prioritas.


Kamli menegaskan, transformasi manajemen terus dilakukan guna memperkuat kepercayaan publik. Baznas Lombok Timur berkomitmen menjadi lembaga yang SMART Santun, Mapan, Amanah, Responsif, dan Transparan.


“Peran media sangat penting. Tanpa media, BAZNAS tidak akan dikenal hingga lapisan masyarakat pinggiran. Bersama media, kami ingin menumbuhkan kepercayaan publik dan melahirkan lebih banyak muzakki demi memperluas manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Ni Putu Virgi Eka Ayu Rasta, Maju Sebagai Calon Ketua Umum PP KMHDI, Ini Taglinenya

Ni Putu Virgi Eka Ayu Rasta


Okenews.net -  Dengan semangat pengabdian dan Dharma Bakti, Ni Putu Virgi Eka Ayu Rasta, S.Pd., S.Ikom secara resmi menyatakan kesiapan untuk maju sebagai Calon Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) Periode 2026-2028. Deklarasi ini menjadi langkah awal perjuangan untuk membawa KMHDI menuju arah baru yang lebih inovatif, mandiri, dan berdaya saing global, Rabu 31 Desember 2025

Dalam pernyataannya, Virgi menegaskan bahwa komitmen untuk maju bukan semata persoalan ambisi pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan pengabdian kepada organisasi serta umat Hindu di Indonesia.

“Deklarasi ini bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan tentang siapa yang paling siap mengabdi. Dengan kerendahan hati dan tekad perjuangan, saya mengajak seluruh kader KMHDI untuk berjalan bersama dalam satu visi perjuangan demi organisasi dan umat,” ujarnya.

Melalui tema perjuangan KMHDI Berdikari, Virgi menegaskan pentingnya membangun organisasi yang kuat secara ideologis, mandiri secara ekonomi, serta adaptif terhadap tantangan global. Ia percaya bahwa kemandirian organisasi akan terwujud melalui kolaborasi dan peningkatan kapasitas kader di seluruh tingkatan.

Virgi juga menekankan bahwa keberlanjutan gerakan KMHDI harus berpijak pada semangat Berdikari, sebuah nilai yang menuntun kader untuk tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga berkreasi dan berinovasi demi kemajuan organisasi.

“KMHDI harus menjadi ruang tumbuh yang melahirkan kader progresif, berjiwa kepemimpinan, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa meninggalkan nilai-nilai Dharma,” tambahnya.

Dengan deklarasi ini, Ni Putu Virgi Eka Ayu Rasta menyampaikan ajakan kepada seluruh kader KMHDI di seluruh Indonesia untuk bersatu dalam semangat perjuangan yang sama: membangun KMHDI yang berdikari, berintegritas, dan memberi manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan negara.

Selasa, 30 Desember 2025

Wisuda Unik Institut Elkatari, Gubernur NTB Apresiasi Integrasi Budaya dan Keislaman

Institut Elkatari

Okenews.net – Institut Elkatari kembali mencatatkan momen bersejarah dengan menggelar Wisuda ke-2 secara unik dan sarat makna budaya. Bertempat di Grand Madani, Kota Mataram, Senin (29/12/2025), prosesi wisuda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Mohammad Iqbal.


Keunikan wisuda Institut Elkatari ditandai dengan pemberian sembeq buraq kepada lima perwakilan wisudawan terbaik. Tradisi sakral ini dipimpin langsung oleh Pengrakse MAS, Dr. H. L. Sajim Sastrawan, sebagai simbol pemberkatan dan doa keselamatan bagi para lulusan dalam mengarungi kehidupan pasca-kampus.


Kehadiran Gubernur NTB semakin menambah semarak acara. Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal mengapresiasi keberadaan Institut Elkatari yang dinilainya memiliki diferensiasi kuat dibandingkan perguruan tinggi lainnya, yakni dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan keislaman sebagai fondasi keilmuan.


“Perguruan tinggi harus memiliki pembeda. Lulusan yang keluar tanpa keunikan akan sulit mendapatkan tempat di masyarakat. Institut Elkatari memiliki kekuatan karena mempertemukan ilmu agama dan budaya sebagai dasar keilmuan,” ujar Iqbal.


Mantan Duta Besar RI untuk Turki itu juga menyoroti lemahnya pembangunan keilmuan di Indonesia yang selama ini kurang memberi ruang pada ilmu dasar seperti sosiologi, antropologi, dan sejarah. Padahal, menurutnya, ilmu-ilmu tersebut sangat krusial dalam merumuskan kebijakan publik yang sesuai dengan karakter masyarakat.


“Banyak kebijakan pembangunan gagal diterapkan karena minimnya kajian sosiologis dan antropologis. Saya mendorong Institut Elkatari untuk terus mengembangkan kajian budaya dan bahkan membuka program studi berbasis ilmu dasar,” tegasnya.


Sementara itu, Rektor Institut Elkatari, Dr. Asbullah Muslim, mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin mengheningkan cipta dan mendoakan saudara-saudara di Aceh dan Sumatra. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan melahirkan insan cerdas, tetapi juga manusia yang berakhlak dan berbudaya.


“Transformasi akhlak dalam perspektif budaya menjadi ciri khas Institut Elkatari. Hal ini diwujudkan melalui integrasi kurikulum keislaman, kearifan lokal, serta praktik budaya dalam proses akademik,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa transformasi akhlak merupakan kata kunci dalam pemajuan sumber daya manusia di masa depan.

Wisuda ke-2 Institut Elkatari juga dihadiri Kasubdit Pengembangan Akademik Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan filosofi pergeseran tali toga dari kiri ke kanan.


“Pergeseran tali ini melambangkan pergeseran paradigma, dari mahasiswa menjadi pengabdi. Dari dominasi otak kiri ke otak kanan. Jika sebelumnya mahasiswa dituntut menjawab soal di kelas, setelah diwisuda mereka dituntut menjawab soal-soal kehidupan,” jelasnya.


Ia menutup dengan pesan moral bahwa setiap manusia adalah pemimpin, dimulai dari memimpin diri sendiri. “Jadilah sebaik-baik manusia, yaitu yang paling banyak memberi manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Senin, 29 Desember 2025

Ahwal Usri Yusro Resmi Nahkodai Karang Taruna Lombok Timur Periode 2025–2030

Temu Karya Daerah (TKD) Karang Taruna Kabupaten Lombok Timur

Okenews.net– Temu Karya Daerah (TKD) Karang Taruna Kabupaten Lombok Timur yang digelar di Hotel Nirvana, Tetebatu, berlangsung dinamis dan penuh ketegangan. Forum tertinggi organisasi kepemudaan tersebut akhirnya menetapkan M. Ahwal Usri Yusro, SH sebagai Ketua Karang Taruna Lombok Timur periode 2025–2030, Senin, 29/12/2025


Berdasarkan hasil pemungutan suara, Ahwal Usri Yusro berhasil meraih suara terbanyak dan unggul jauh dari dua kandidat lainnya. Adapun perolehan suara masing-masing calon yakni Muh. Andi Winata, memperoleh 8 suara, M. Ahwal Usri Yusro meraih 19 suara, sementara Muh. Rikayadi tidak memperoleh suara. Total suara sah yang masuk sebanyak 27 suara.


Juru Bicara Ahwal Usri Yusro, Fikry Putra Revolusi, membenarkan hasil TKD tersebut. Ia menyampaikan bahwa kemenangan Ahwal merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan Karang Taruna di Lombok Timur.


“Benar, Bung Ahwal meraup suara tertinggi dan secara sah berhak menakhodai Karang Taruna Lombok Timur untuk lima tahun ke depan,” ujar Fikry usai sidang pleno penetapan ketua.


Lebih lanjut, Fikry berharap di bawah kepemimpinan Ahwal Usri Yusro, Karang Taruna Lombok Timur dapat berjalan searah dan tegak lurus dengan visi-misi Lombok Timur SMART, sehingga mampu berkontribusi aktif dalam mengawal dan mendukung kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur.


“Karang Taruna harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, hadir sebagai motor penggerak pemuda dalam pembangunan sosial dan kemasyarakatan,” pungkasnya.


Dengan terpilihnya ketua baru, Karang Taruna Lombok Timur diharapkan mampu menghadirkan semangat baru serta program-program inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan pemuda dan masyarakat.


Sabtu, 27 Desember 2025

Tim PMR MAN 1 Lotim Rebut Empat Juara di Universitas Hamzanwadi

Tim PMR MAN 1 Lotim usai menerim hadiah

Okenews.net
- Tim Palang Merah Remaja (PMR) MAN 1 Lombok Timur, NTB menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil merebut empat gelar juara dalam ajang perlombaan yang digelar di Universitas Hamzanwadi.

Capaian ini menegaskan eksistensi PMR MAN 1 Lotim sebagai salah satu tim pelajar yang konsisten menunjukkan kualitas, disiplin, dan solidaritas tinggi. Keberhasilan tersebut diraih melalui persaingan ketat dengan tim-tim PMR dari berbagai sekolah dan madrasah.

Pada lomba PMR se-NTB yang bertajuk Jumpa Aksi Relawan (JUARA) Hamzanwadi tersebut diselenggarakan Universitas Hamzanwadi, mulai 22 sd 25 Desember 2025 dengan diikuti berbagai sekolah/madrasah di NTB.

Pada lomba ini, Tim PMR MAN 1 Lotim yang mengikuti berbagai ragam lomba berhasil merebut empat juara yakni juara 1 Lomba Rangking 1, Juara 2 Lomba Rangking 1, Juara 1 Karnaval dan Juara 3 Lomba Pertolongan Pertama (PP).

"Tim PMR MAN 1 Lotim berhasil membawa pulang reward dari panitia berupa sertifikat, piala," ungkap Pembina PMR MAN 1 Lotim Evi Pebriana didampingi Zainul Irfan, usai penutupan acara, Jumat (26/12/2025) di Pancor.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil dari latihan rutin, kedisiplinan anggota, serta dukungan penuh dari pihak madrasah. Menurut Evi Pebriana, pembinaan PMR di MAN 1 Lotim tidak hanya difokuskan pada kemampuan teknis lomba, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai kemanusiaan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang menjadi ruh gerakan Palang Merah Remaja.

Ia juga berharap keberhasilan di Universitas Hamzanwadi dapat menjadi modal kepercayaan diri Tim PMR MAN 1 Lotim untuk berkompetisi di ajang yang lebih tinggi, sekaligus mengharumkan nama madrasah di tingkat regional maupun nasional.

Dengan diraihnya empat prestasi juara ini, Kepala Madrasah M Nurul Wathoni menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Ia mengaku bangga karena tim siswa MAN 1 Lotim termasuk PMR ini tetap semangat mengikuti pembinaan rutin dan mengikuti kompetisi walaupun sedang libur panjang akhir tahun.

"Alhamdulillah ikhtiar mereka merebut prestasi demi kualitas diri dan almamater tetap terjaga karena itu pihak madrasah tentu berkewajiban untuk terus memberikan suport termasuk memberikan mereka reward melalui program tebus prestasi sebagai bentuk komitmen dan motivasi bagi siswa dan pembina untuk terus menjaga tradisi juara di MAN 1 Lotim," tegas Wathoni.


Kamis, 25 Desember 2025

Estafet Kepemimpinan Lapas Selong Resmi Berganti

Pisah Sambut Kepala Lapas Kelas IIB Selong

Okenews.net- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong menggelar acara pisah sambut Kepala Lapas Selong, Kamis (25/12/2025). Tongkat estafet kepemimpinan resmi berpindah dari Ahmad Sihabudin, kepada Sudirman, dalam suasana hangat dan penuh komitmen untuk melanjutkan transformasi positif di lingkungan pemasyarakatan.


Ahmad Sihabudin yang akan mengemban amanah baru sebagai Kepala Administrasi di Kepulauan Riau, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada awak media. Menurutnya, media memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga mitra evaluasi kinerja Lapas.


“Media adalah corong kami untuk menyebarkan berita positif sekaligus membentengi dari informasi negatif yang tidak berimbang. Selama ini kami membuka akses seluas-luasnya, baik terkait anggaran maupun program pembinaan,” ujarnya.


Ia juga menyoroti keberhasilan program pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya melalui kerja sama dengan Muhammadiyah dalam program Zero Buta Huruf Al-Qur’an. Melalui program tersebut, setiap warga binaan diwajibkan mampu membaca Al-Qur’an sebelum menghirup udara bebas.


Meski demikian, Sihabudin mengakui tantangan besar yang masih dihadapi Lapas Selong, yakni persoalan overkapasitas. Saat ini, jumlah warga binaan mencapai lebih dari 300 orang, sementara kapasitas ideal hanya 139 orang.


Menutup sambutannya, Sihabudin menitipkan pesan terkait target besar tahun 2026, terutama dalam penguatan ketahanan pangan yang telah dirintis di Minang Kabaris. Ia berharap media terus mengawal dan mendukung program tersebut bersama kepemimpinan yang baru.


Sementara itu, Sudirman dalam perkenalan perdananya sebagai Kepala Lapas Selong menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program pembinaan yang telah berjalan, memperkuat sinergi internal, serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas.


“Saya siap melanjutkan estafet kepemimpinan ini dengan semangat kolaborasi dan pengabdian. Mari bersama-sama membangun Lapas Selong menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Rabu, 24 Desember 2025

Kantah Lombok Utara Hadirkan Layanan Pertanahan di Masa Libur Nataru

ATR/BPN KLU

Okenews.net-Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Lombok Utara menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pelayanan publik dengan tetap membuka layanan pertanahan selama libur nasional Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Layanan yang dibuka secara terbatas tersebut meliputi Pemeliharaan Data dan Informasi Pertanahan, guna memastikan kebutuhan administrasi masyarakat tetap terlayani meski di tengah masa libur panjang.

Pelayanan akan berlangsung pada 25–26 Desember 2025 serta 1 Januari 2026, dengan jam operasional mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA. Masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengurus keperluan pertanahan tertentu tanpa harus menunggu hari kerja normal.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons atas kebutuhan masyarakat, khususnya bagi pemohon yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja reguler. Dengan tetap beroperasinya layanan di masa libur Nataru, Kantah Lombok Utara berharap akses pelayanan pertanahan tetap berjalan optimal dan berkesinambungan.

Pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara juga mengimbau masyarakat agar datang sesuai jadwal layanan yang telah ditetapkan serta mematuhi ketentuan yang berlaku, demi terciptanya proses pelayanan yang tertib, lancar, dan nyaman bagi semua pihak.


Senin, 22 Desember 2025

Reses di Narmada, Fauzan Khalid Janji Perjuangkan Beasiswa Pendidikan bagi Anak-Anak NTB

Fauzan Khalid

Okenews.net– Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Fauzan Khalid, terus menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses masa persidangan II Tahun Sidang 2025–2026. Kali ini, Fauzan bertatap muka langsung dengan warga Desa Dasan Terang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, pada Sabtu malam (20/12/2025).


Kegiatan reses tersebut mendapat sambutan antusias dari berbagai elemen masyarakat. Acara diawali dengan shalat Isya berjamaah, yang dipimpin langsung oleh H. Fauzan Khalid sebagai imam, bersama warga setempat.


Usai shalat berjamaah, Anggota Komisi II DPR RI itu mengingatkan pentingnya menjaga tradisi lama masyarakat Lombok, khususnya membiasakan anak-anak belajar mengaji, baik di rumah, masjid, maupun surau. Menurutnya, di era saat ini tersedia banyak fasilitas pembelajaran Al-Qur’an, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan lembaga khusus mengaji.


“Jangan hilangkan kebiasaan membaca Al-Qur’an. Jangan sampai tidak mengaji,” tegas Fauzan di hadapan warga.


Mantan Bupati Lombok Barat dua periode itu juga mengingatkan agar masyarakat tetap menghormati peran para ustadz dan guru ngaji, yang selama ini mengajar dengan penuh keikhlasan, bahkan tanpa imbalan yang layak.


Selain itu, Fauzan menyoroti fenomena orangtua yang melaporkan guru ke aparat penegak hukum hanya karena anaknya ditegur di sekolah. Menurutnya, tindakan tersebut tidak tepat dan dapat melemahkan peran guru dalam mendidik.


“Guru menegur atau memarahi murid itu bagian dari pendidikan. Jangan guru dilaporkan ke penegak hukum. Kita harus menghargai jerih payah guru yang ingin anak-anak kita menjadi lebih baik,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga mendorong para orangtua agar menyekolahkan anak hingga jenjang pendidikan tertinggi. Ia meminta agar tidak ada lagi alasan keterbatasan ekonomi menjadi penghalang pendidikan anak.


“Sebagai orangtua, jangan pernah berkata tidak mampu. Kuatkan tekad dan berusaha, karena rezeki pasti diberikan oleh Allah SWT. Yakinlah, pendidikan anak adalah investasi masa depan,” ujarnya.


Sebagai wakil rakyat dari Dapil NTB II Pulau Lombok, Fauzan Khalid berkomitmen untuk mencarikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak NTB, khususnya dari keluarga kurang mampu, demi pemerataan akses pendidikan.


“Saya akan berusaha mencarikan dana beasiswa bagi anak-anak NTB agar semua bisa sekolah dan tidak ada yang tertinggal,” ungkapnya.


Tak hanya itu, dalam reses tersebut Fauzan juga menyalurkan bantuan dana pembangunan musholla di dua desa, yakni Desa Dasan Terang dan Desa Selat Sesaot, yang tengah melakukan rehabilitasi tempat ibadah. Ia berharap bantuan tersebut dapat menunjang kegiatan keagamaan dan pembangunan masyarakat setempat.


Usai kegiatan di Desa Dasan Terang, Fauzan melanjutkan agenda resesnya ke Desa Selat Sesaot, Kecamatan Narmada. Di desa tersebut, ia berkesempatan menghadiri pentas seni akhir semester ganjil siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Selat, sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan dan kreativitas pelajar.


Refleksi Peran Strategis Perempuan, Kantor Pertanahan Lombok Utara Peringati Hari Ibu ke-97

Atr/Bpn Lombok Utara

Okenews.net Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara (Kantah KLU) menggelar upacara peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 dengan khidmat di halaman kantor setempat, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas peran strategis perempuan, khususnya ibu, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Upacara berlangsung tertib dan penuh makna dengan dipimpin oleh Tiyas Dewi Astuti, sementara Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, bertindak sebagai pembina upacara. Nuansa kebersamaan dan penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan perempuan Indonesia tampak mewarnai jalannya kegiatan.


Dalam amanatnya, Muhammad Shaleh Basyarah menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu tidak semata menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menghargai peran, kontribusi, serta keteladanan perempuan di berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam birokrasi dan pelayanan publik.


Ia menyampaikan bahwa tema peringatan Hari Ibu ke-97 tahun ini mengandung pesan kuat tentang pentingnya penguatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, sosok ibu tidak hanya dimaknai dalam peran domestik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial, pendidik generasi penerus bangsa, serta pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan berkeadilan.


“Perempuan memiliki kontribusi nyata dalam membangun organisasi dan pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.


Melalui peringatan Hari Ibu ke-97 ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara berharap dapat menumbuhkan semangat saling menghormati antarpegawai, meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai keadilan gender, serta memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan pertanahan yang semakin berkualitas dan berkeadilan bagi masyarakat.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi