www.okenews.net

Minggu, 23 November 2025

Geliat Literasi Madrasah: MAN Lotim Kembali Terbitkan Buku Kumpulan Karya Siswa dan Guru

Siswi MAN 1 Lotim bersama Kepala Madrasah M Nurul Wathoni
Okenews.net - MAN 1 Lombok Timur kembali menunjukan komitmennya dalam membangun budaya literasi dengan menerbitkan buku kumpulan karya siswa dan guru. Buku ini menjadi ruang ekspresi ilmiah yang merekam gagasan, kreativitas, dan daya analitis warga madrasah.


Penerbitan buku yang ke-25 ini juga menandai menguatnya tradisi menulis dan penelitian di lingkungan MAN 1 Lotim. Melalui karya bersama tersebut, madrasah berharap lahir generasi yang kritis, produktif, dan berdaya saing.

Melalui ektrakurikuler Karya Ilmiah Remaja sebagai salah satu ektrakurikuler penopang prestasi di MAN 1 Lotim terus melanjutkan tradisi penulisan buku yang berisi kumpulan karya ilmiah siswa dan guru yang telah diikutsertakan dalam berbagai lomba mulai jenjang kabupaten hingga internasional.

Akhir Nopember 2025 ini MAN 1 lotim kembali menerbitkan buku karya ilmiah siswa yang ke-25 dengan judul :Geliat Menulis dan Meneliti Di Madrasah (Sebuah Bunga Rampai Karya Ilmiah Siswa) Edisi Ke-3 dengan tebal halaman sekitar 160an lembar yang telah diikhtiarkan memiliki ISBN.

"Dalam penerbitan buku karya ilmiah yang ke-25 ini, tim siswa yang turut berpartisipasi dalam mengisi buku yang terdiri dari sepuluh siswa-siswi," kata Pembina KIR MAN 1 Loitm, Bukhori Muslim, Ahad, 23 November 2025.

Di antaranya, Rosmaulida Anastasya XII IPS2, ⁠Fariha Isyfiawati Nazila XII IPA 5, ⁠Ila Munajat Maulani XII IPA 2, ⁠Siti Atiqoh XII IPS 1, Nadira Artisya Safitri Xii IPA 2, Siti Hanifa XII IPA 2, ⁠Hatifatul Aini XI IPA 2, Najwa Alifia XI IPS, Hilwa Adhiba XI IPS 1, Septia Wahyu Ramdani XII IPA 4.

"Semua karya ilmiah siswa tersebut telah dilombakan sehingga isi dari karya siswa ini telah mendapatkan penilaian dari dewan juri sehingga isi buku ini tentu telah memenuhi standar penulisan karya ilmiah maupun karya ilmiah hasil penelitian siswa," sambung Bukhori Muslim.

Kepala MAN 1 Lotim M Nurul Wathoni mengtakan siswa dan guru harus didorong serta difaslitasi dalam menumbuhkembangkan minat bakatnya dalam penulisan karya ilmiah maupun dunia penelitian sehingga ke depan memiliki bekal tambahan yang cukup supaya bisa bersaing dalam berbagai segmen masyarakat di luar.

Ia menilai, saat ini minat siswa dan guru terus mengalami penurunan sehingga hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Oleh karena itu pihak madrasah terus gencar mengajak semua warga madrasah untuk kembali menghidupkan semangat membaca, menulis, dan meneliti melalui berbagai program literasi yang terstruktur.

Ia menegaskan, budaya literasi tidak dapat tumbuh instan, melainkan harus dibangun melalui konsistensi, keteladanan, dan lingkungan belajar yang suportif. “Jika ekosistem literasi ini kuat, maka akan lahir generasi madrasah yang kritis, produktif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, selama satu windu terakhir, madrasah konsisten menerbitkan buku karya ilmiah siswa serta membukukan berbagai capaian prestasi. Upaya tersebut menjadi dokumen penting yang bukan hanya merekam perjalanan akademik, tetapi juga diharapkan mampu memotivasi generasi berikutnya untuk terus mengharumkan nama madrasah.

Wathoni menilai langkah ini merupakan strategi nyata untuk mendorong MAN 1 Lotim mencapai visi pendidikan Maju, Bermutu, dan Mendunia. Melalui penguatan tradisi ilmiah tersebut, madrasah berharap dapat melahirkan siswa berdaya saing tinggi dan siap berkompetisi di berbagai arena masyarakat termasuk kancah global.

Wabup Edwin Resmikan Aplikasi SETARA untuk Dorong Digitalisasi Pemuda NW

Muscab Pemuda Nahdatul Wathan

Okenews.net- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, tampil sebagai figur sentral dalam Musyawarah Cabang Bersama (Muscab) Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) se-Lombok Timur yang digelar Minggu (23/11/2025).

Pada kesempatan tersebut, ia tidak hanya membuka acara secara resmi, tetapi juga meluncurkan aplikasi SETARA (Sistem Elektronik Terintegrasi Anggota dan Relasi), sebuah inovasi yang dirancang untuk memperkuat pendataan dan digitalisasi potensi Pemuda NW dari tingkat kabupaten hingga desa.

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergisitas Pemuda NW dalam Pemberdayaan Masyarakat Menuju Lombok Timur Smart” ini menjadi momentum penting bagi organisasi kepemudaan NW. Peluncuran aplikasi SETARA menandai langkah baru dalam penguatan basis data anggota, sehingga program-program kolaboratif dapat tersusun lebih terarah.

Dalam sambutannya, Wabup Edwin menekankan pentingnya kolaborasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman, terutama untuk generasi muda. Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan daerah harus mampu “berbagi peran” dengan mengoptimalkan beragam program strategis yang diturunkan langsung dari pemerintah pusat, terlebih di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Edwin memaparkan sejumlah program nasional yang kini dirasakan manfaatnya di Lombok Timur, mulai dari pendidikan unggulan seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga program revitalisasi sekolah dan bantuan makanan bergizi yang bernilai triliunan rupiah. Ia juga menyinggung isu ketahanan pangan dan berbagai proyek strategis nasional sebagai bukti keseriusan pemerintah pusat dalam memperkuat daerah.

“Pemuda sekalian, kita membangun itu silakan, Kami tidak lebih pintar dari rekan semua. Cuma mungkin dari sisi pendidikan, kita sudah mulai bertransformasi secara nasional,” ujarnya, seraya mengingatkan pentingnya kesiapan Lombok Timur menghadapi Bonus Demografi 2045. Tanpa perencanaan matang dan lapangan kerja memadai, katanya, bonus demografi justru dapat berubah menjadi ancaman.

Peluncuran aplikasi SETARA menjadi penegasan komitmen Pemda dalam mendukung ketersediaan data yang akurat. Edwin menekankan bahwa data menjadi kunci dalam merumuskan program dan membangun kolaborasi antarlembaga. “Saya sangat mendukung penguatan data ini, sehingga kita tahu sebaran desa seperti apa. Jika data sudah ada, kolaborasi itu akan terbentuk,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PD Pemuda NW Lombok Timur, Abdul Qadir Jaelani, mengapresiasi dukungan Wakil Bupati dan Pemda. Ia menjelaskan bahwa Muscab bersama ini dipercepat untuk menyelesaikan pembentukan pengurus cabang di 21 kecamatan sebelum Desember. Selain itu, Pemuda NW juga mendorong terbentuknya pengurus anak cabang di tingkat desa sebagai basis pergerakan organisasi.

“Kami mengangkat tema sinergitas Pemuda NW untuk pemberdayaan masyarakat menuju Lombok Timur Smart. Ini sejalan dengan visi Bupati dan Wabup bahwa Pemuda NW siap bersinergi membangun daerah sesuai porsi masing-masing,” pungkasnya.

Jumat, 21 November 2025

149 Sertipikat Elektronik PTSL Resmi Diserahkan kepada Warga Desa Sambelia

ATR/BPN Lombok Timur
Okenews.net – Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pelayanan pertanahan melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Pada Rabu (19/11/2025), sebanyak 149 sertipikat elektronik resmi diserahkan kepada masyarakat Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia.

Penyerahan ini merupakan bagian dari proses penerbitan 464 bidang tanah yang didaftarkan melalui PTSL 2025 di Desa Sambelia. Sertipikat tersebut diserahkan langsung oleh Satgas Yuridis PTSL dan disaksikan oleh Panitia PTSL, Kepala Desa Sambelia beserta perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran seluruh pihak memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong percepatan reforma agraria yang berkeadilan di Kabupaten Lombok Timur.

Kasi Pendapatan dan Pendaftaran ATR/BPN Lombok Timur, Darmawan Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pertanahan, termasuk memperluas cakupan pendaftaran tanah secara sistematis. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ketertiban administrasi sekaligus memberi kepastian hukum dan pemerataan akses hak atas tanah bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Lombok Timur.

Baznas Lotim Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Aik Beta

Baznas Lombok Timur
Okenews.net- Banjir yang melanda Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, pada Rabu sore (19/11/2025), meninggalkan kerusakan sekaligus kepedihan bagi warga setempat. Merespons cepat musibah tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) langsung turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan darurat.

Dipimpin Wakil Ketua Baznas Lotim, Hasbullah, tim yang terdiri dari beberapa kepala bagian tiba di kawasan terdampak pada Kamis (20/11/2025). Kehadiran mereka membawa harapan bagi warga yang masih berupaya memulihkan kondisi pascabanjir. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako darurat untuk memenuhi kebutuhan primer masyarakat.

Hasbullah menjelaskan bahwa gerak cepat ini merupakan komitmen Baznas dalam memastikan bantuan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tersalurkan segera kepada mustahik yang tertimpa musibah.

“Semalam kami mendapatkan laporan adanya musibah banjir. Kami tidak menunggu lama, dan hari ini kami langsung datang ke lokasi membawa bantuan keperluan masyarakat,” ungkapnya di sela kegiatan penyerahan bantuan.

Ia menegaskan bahwa Baznas Lotim selalu berupaya hadir pada situasi genting, memastikan amanah masyarakat melalui ZIS benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan, terutama di momen darurat seperti bencana banjir ini.

Selain menyerahkan bantuan, Hasbullah juga menyampaikan pesan penguatan mental bagi warga terdampak. Ia mengingatkan bahwa bencana adalah sesuatu yang tidak dapat diprediksi, sehingga kewaspadaan harus selalu dijaga.

“Semua tidak menginginkan adanya musibah, tetapi siapa yang tahu kapan musibah itu datang,” ujarnya penuh keprihatinan.

Dengan cuaca yang masih tidak menentu dan curah hujan tinggi, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan diri dan lingkungan.

Hasbullah menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan bersifat tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan beberapa hari ke depan. Baznas Lotim akan melanjutkan asesmen dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terkait kebutuhan lanjutan di Dusun Aik Beta.

Baznas berharap kehadiran mereka dapat membantu meringankan beban warga dan mempercepat proses pemulihan pascabencana. 

BPN Lombok Utara Ikuti Profiling ASN, Dorong Penguatan Talenta dan SDM Aparatur Unggul

kegiatan Profiling ASN

Okenews.net – Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur. Pada Jumat, 21/112025, empat pegawai Kantor Pertanahan Lombok Utara mengikuti kegiatan Profiling ASN (ProASN) di Kantor Regional BKN Mataram.


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam pemetaan potensi dan kompetensi ASN secara digital. Melalui ProASN, pemerintah mendorong percepatan penyediaan data talenta ASN sebagai dasar pengembangan karier dan penerapan manajemen talenta yang lebih efektif.


ProASN dilaksanakan sepenuhnya secara digital dan tanpa dikenakan tarif PNBP, sehingga memberikan kemudahan bagi ASN untuk mengikuti proses pemetaan secara cepat, terukur, dan terintegrasi.


Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, menegaskan bahwa langkah ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan SDM agraria yang unggul dan adaptif.

“Profiling ASN bukan sekadar asesmen, tetapi investasi jangka panjang bagi mutu pelayanan publik. Dengan data kompetensi yang akurat, kami dapat menempatkan pegawai sesuai potensi sehingga pelayanan pertanahan di Lombok Utara semakin profesional dan responsif,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa ProASN menjadi bagian penting dari transformasi birokrasi menuju aparatur yang siap menghadapi tantangan modern.


“Kami berkomitmen terus melahirkan aparatur yang berintegritas, inovatif, dan mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.


Implementasi ProASN diharapkan dapat memperkuat pembangunan dan penerapan manajemen talenta berkelanjutan di lingkungan Kantor Pertanahan Lombok Utara serta mendorong peningkatan kinerja pelayanan publik di bidang pertanahan.

Dari Repoq Literasi: Dialog Intelektual Generasi Sasak


Oleh: Amaq Pupu
- Founder Repoq Literasi

Menjelang senja (Kamis, 20/11/2025), Repoq Literasi - Lombok Timur perlahan berubah menjadi ruang yang lebih hangat dan hidup. Cahaya keemasan matahari merayap melewati sela-sela pepohonan, memantulkan bayangan lembut di dinding bambu yang sederhana. Di kejauhan, suara burung-burung yang bersiap pulang terdengar samar, seolah menjadi musik pengantar bagi percakapan-percakapan intelektual mengupas pengetahuan Sasak dalam konteks kekinian.

Di tengah suasana itu, tiga kandidat doktor; seorang dari bidang Bimbingan Konseling yang sedang menyusun disertasi tentang Konseling Remaja Berbasis Kebudayaan; seorang lagi dari Sosiologi, dan bidang pariwisata yang saat ini sedang belajar di Australia. Dua orang sahabat saya itu, juga kebetulan sebagai penggagas Guru Lauq Indonesia, sebuah komunitas para intelektual muda dari kawasan selatan Gumi Paer Lombok. 

Datang dengan langkah yang pasti namun tetap rendah hati. Ketiganya membawa aura akademik yang merayap perlahan, seperti angin sore yang menyingkap lembaran-lembaran buku tua. Mereka tidak sekadar hadir sebagai tamu, tetapi sebagai penjaga gagasan yang mencoba merawat pengetahuan lokal agar tetap relevan.

Kehadiran kandidat doktor di Australia itu menambah warna berbeda dari cakrawala global yang bertemu dengan akar budaya lokal. Wawasan yang dibawa terasa seperti angin laut dari negeri jauh, memberi perspektif segar pada diskusi tak terencana itu. Pada akhirnya saya merasakan keadaan Repoq Literasi sore itu berbeda dari hari hari sebelumnya. 

Kesederhanaan Repoq Literasi berubah menjadi ruang ilmiah yang intim, tempat gagasan tentang budaya Sasak, bimbingan konseling, sosiologi, dan pariwisata saling menjalin seperti anyaman tradisional. Meski dengan tanpa aroma kopi, percakapan tumbuh dari serat-serat kuno yang digali ulang hingga semangat kekinian yang ingin memaknai ulang pengetahuan bangsa Sasak di tengah dunia yang terus bergerak.

Di bawah cahaya senja yang kian meredup, Repoq Literasi menjadi pertemuan antara tradisi dan intelektualitas, antara masa lalu dan masa depan, antara lokal dan global. Sore itu, Repoq Literasi bukan hanya ruang diskusi—melainkan panggung kecil tempat ilmu, budaya, dan semangat generasi pencari pengetahuan bertemu dalam keheningan yang syahdu.

Repoq Literasi dengan tanpa sengaja menjadi  sebuah forum intelektual yang unik, lintas disiplin, dan sarat muatan kebudayaan. Kegiatan tersebut mempertemukan dua kandidat doktor Bimbingan dan Konseling berbasis kebudayaan, seorang kandidat doktor yang sedang menulis kearifan lokal etnis Sasak sebagai pengutan karakter kebangsaan, serta seorang kandidat doktor bidang pariwisata dalam satu ruang dialog bertema “Dari Serat Kuno ke Semangat Mengungkap Seperangkat Pengetahuan Bangsa Sasak dalam Konteks Kekinian.”

Kegelisahan bersama muncul dari kesadaran bahwa serat kuno, lontar, dan manuskrip tradisional Sasak bukan hanya memuat nilai estetika atau religius, tetapi merupakan arsip pengetahuan kolektif, memotret cara berpikir, struktur sosial, sistem penyembuhan, moralitas, hingga mekanisme resolusi konflik masyarakat masa lampau. Serat-serat tersebut, seperti Serat Menak, Serat Puspa Krama, Serat Babad Lombok, Medang dan termasuk pula Anjarwali hingga teks-teks petuah lokal, menjadi pintu masuk memahami etos orang Sasak yang dengan kesabaran dan keteguhan serta penghormatan pada harmoni sosial.

Dalam diskusi tersebut, kandidat doktor Bimbingan Konseling memaparkan bagaimana kearifan lokal itu dapat diterjemahkan menjadi pendekatan konseling yang lebih kontekstual. Mereka menyoroti bahwa praktik konseling modern sering kali mengabaikan bahasa simbolik yang hidup dalam tradisi Sasak, padahal nilai-nilai dalam serat kuno dapat menjadi modal terapi berbasis budaya. Mulai dari konsep keseimbangan batin, relasi antar individu, hingga teknik penyembuhan tradisional yang sarat makna psikologis.

Sementara itu, kandidat yang saat ini mendalami kearifan lokal etnis Sasak tersebut menghadirkan analisis serat kuno berfungsi sebagai perangkat ideologi dan pengatur sosial. Ia menekankan bahwa teks-teks tradisional tersebut telah membentuk social imaginary masyarakat Sasak, dan di era kekinian, pemaknaan ulang terhadap serat itu dapat membantu menjawab persoalan modern seperti perubahan nilai keluarga, urbanisasi, dan krisis identitas generasi muda.

Kontributor lain, kandidat doktor bidang pariwisata tersebut mengaitkan pengetahuan tradisional dalam serat kuno dengan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Menurutnya, narasi budaya yang bersumber dari manuskrip tua dapat diangkat menjadi bentuk interpretasi wisata budaya yang lebih kuat, bukan sekadar atraksi permukaan. Ia menekankan pentingnya cultural storytelling yang bersandar pada sumber otentik agar pariwisata tidak tercerabut dari akar pengetahuannya.

Diskusi ini kemudian memunculkan gagasan bahwa Sasak sesungguhnya memiliki “korpus pengetahuan” yang utuh—sebuah epistemic heritage—yang dapat ditransformasikan menjadi sumber belajar, metode penyuluhan, rekonstruksi sosial, serta penguatan sektor budaya dan pariwisata.

Sementara itu, bagi saya pribadi yang kebetulan pernah belajar Tentang Bimbingan dan Konseling yang sangat suka dengan segala hal yang berhubungan dengan Kebudayaan serta pernah dua kali menjadi bagian dari Dinas Pariwisata Lombok Timur berpikir bahwa membaca serat kuno bukanlah upaya romantik terhadap masa lalu, tetapi strategi merawat identitas, menguatkan literasi budaya, dan menghadirkan pengetahuan lokal sebagai rujukan dalam memecahkan persoalan modern, berpendapat bahwa hal itu menjadi medium pengaplikasian Undang Undang No: 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan yang bagi saya, sebuah regulasi yang merupakan bukti nyata bahwa Negara sangat telat menyadari pentingnya kebudayaan sebagai basis perencanaan pembangunan. "Tapi lebih baik telat dari pada tidak sama sekali."

Diskusi tanpa sengaja dan tanpa tema itu, pada akhirnya mengerucut pada satu kalimat sederhana yang menjadi predikat pada  seorang individu yang memiliki seperangkat pengetahuan berbasis spiritual yakni “Guru Lauq”. (Bersambung....) 

Kamis, 20 November 2025

Baznas Lombok Timur Bergerak Cepat: 738 Paket Sembako Disalurkan di Tiga Titik Bencana

Baznas Lombok Timur
Okenews.net-BAZNAS Kabupaten Lombok Timur kembali menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan. Dalam satu hari, lembaga tersebut menyalurkan total 738 paket sembako kepada masyarakat terdampak bencana di tiga lokasi berbeda pada Kamis (20/11/2025).

Aksi tanggap darurat ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli. Ia memastikan bahwa bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok warga yang mengalami kerugian, kehilangan, dan tekanan psikologis setelah bencana melanda.

Penyaluran bantuan dilakukan secara terukur di tiga titik terdampak, yakni:Desa Seruni Mumbul: 158 paket sembako Desa Labuan Lombok: 150 paket sembako Desa Perigi, Kecamatan Suela: 430 paket sembako

Dengan total keseluruhan 738 paket sembako, BAZNAS memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dari bantuan darurat ini.

H. Muhammad Kamli menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan penyaluran ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam meringankan beban para mustahik, sesuai arahan Pemerintah Daerah Lombok Timur.

“Kami memastikan setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan masyarakat kepada BAZNAS tersalur kepada pihak yang paling membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti sekarang,” jelasnya.

Kamli juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan akhir dari upaya Baznas. Lembaga tersebut akan terus melakukan asesmen lapangan untuk melihat kebutuhan lanjutan, sembari berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan terpadu.

Aksi cepat BAZNAS Lombok Timur ini kembali menegaskan peran strategis lembaga amil zakat dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Respons cepat, data yang terukur, serta sinergi dengan pemerintah menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan ini.

“Kami akan terus memantau kondisi warga dan siap menyalurkan bantuan lanjutan jika diperlukan. Harapannya, masyarakat yang terdampak dapat segera bangkit dan kembali pulih,” tutup H. Muhammad Kamli.

BPN Lombok Utara Lakukan Sumpah Kehilangan untuk Proses Sertipikat Pengganti di Desa Bentek

ATR/BPN Lombok Utara

Okenews.net– Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kepastian hukum pertanahan kepada masyarakat. Pada Kamis, 20/11/2025, BPN KLU melaksanakan kegiatan Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Berita Acara terkait permohonan penerbitan Sertipikat Pengganti Karena Hilang atas nama Sudirman, warga Desa Bentek.


Kegiatan dimulai dengan proses verifikasi identitas serta pemeriksaan kelengkapan berkas oleh petugas Kantor Pertanahan. Setelah dinyatakan lengkap, pemohon kemudian mengikuti prosesi pengambilan sumpah sebagai bentuk pernyataan resmi bahwa sertipikat asli memang hilang, tidak berada dalam sengketa, dan tidak dialihkan kepada pihak lain.


Usai pengucapan sumpah, dilakukan penandatanganan Berita Acara Kehilangan Sertipikat, yang disaksikan langsung oleh petugas BPN Lombok Utara. Dokumen ini menjadi dasar administrasi penting sebelum memasuki tahapan berikutnya dalam proses penerbitan sertipikat pengganti.


Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara Muhammad Shaleh Basyarah, dalam keterangannya, menegaskan bahwa pelayanan seperti ini merupakan bagian dari komitmen BPN dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan kepastian hukum meskipun mengalami kehilangan sertipikat.


“Kami di BPN Lombok Utara berkomitmen memberikan pelayanan yang transparan, cepat, dan sesuai prosedur. Kehilangan sertipikat bukan berarti kehilangan hak. Selama dokumen dan proses sesuai ketentuan, negara menjamin hak masyarakat dapat dipulihkan melalui penerbitan sertipikat pengganti,” tegas Kepala BPN KLU.


Dengan tuntasnya tahapan sumpah dan penandatanganan berita acara, permohonan sertipikat pengganti atas nama Sudirman kini resmi memasuki proses lanjutan sesuai mekanisme Kementerian ATR/BPN. BPN Lombok Utara berharap proses ini dapat memberikan kemudahan dan rasa aman bagi masyarakat dalam menjaga legalitas aset tanah mereka.

Rabu, 19 November 2025

BPN Dorong Desa di Lombok Utara Lebih Siap Tangani Sengketa Pertanahan

ATR/BPN Lombok Utara

Okenews.net - Upaya memperkuat kapasitas desa dalam menangani berbagai persoalan pertanahan terus dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara. Hal ini terlihat dari kehadiran Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, Ardian, S.H., dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota Majelis Kehormatan Desa (MKD) dan para Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Utara yang digelar pada Rabu (19/11/2025).

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman perangkat desa mengenai mekanisme penanganan sengketa pertanahan di tingkat akar rumput. Ardian menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki peran strategis sebagai lini terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, sehingga pemahaman yang kuat mengenai aturan dan administrasi pertanahan menjadi sangat penting.

Dalam sambutannya, Ardian menyampaikan bahwa banyak persoalan pertanahan sesungguhnya dapat dicegah jika desa memiliki tata kelola administrasi yang tertib dan mampu melakukan komunikasi efektif dengan masyarakat. Menurutnya, kemampuan mengidentifikasi potensi masalah sejak dini akan membantu pemerintah desa mencegah konflik sebelum berkembang menjadi sengketa berkepanjangan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara desa dan Kantor Pertanahan. Kerja sama yang baik diharapkan dapat mempercepat proses klarifikasi, meningkatkan akurasi data pertanahan, serta memperkuat penyelesaian masalah secara berjenjang sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, desa tidak lagi menjadi titik rawan sengketa, melainkan menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan ketertiban pertanahan.

Melalui pelatihan ini, para peserta didorong untuk lebih memahami prosedur penanganan sengketa, mulai dari identifikasi masalah, penelusuran data, hingga langkah mediasi awal sebelum berkoordinasi lebih lanjut dengan Kantor Pertanahan. Selain penguatan kapasitas, kegiatan ini juga dipandang sebagai momentum memperkokoh kelembagaan desa agar lebih profesional, responsif, dan mampu memberikan pelayanan pertanahan yang lebih baik kepada masyarakat.

Kegiatan pelatihan berjalan interaktif, dengan berbagai sesi diskusi mengenai kasus-kasus pertanahan yang sering terjadi di tingkat desa. Para peserta tampak antusias menggali pengetahuan dan berbagi pengalaman, terutama terkait praktik administrasi dan upaya pencegahan konflik.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, pemerintah berharap desa-desa di Lombok Utara semakin siap dalam menghadapi persoalan pertanahan, serta mampu menyediakan layanan yang lebih tertib, transparan, dan sesuai regulasi demi menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.

Selasa, 18 November 2025

Kepala Dukcapil Lotim Kembali Fokus Benahi Data Kependudukan dan Perkuat Pelayanan Kecamatan

Kepala Dinas Dukcapil Lombok Timur

Okenews.net – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur, Parihin S.Sos, resmi kembali menduduki jabatannya setelah satu dekade. Ia langsung menegaskan dua fokus utamanya: memperkuat validitas data kependudukan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui UPT di tingkat kecamatan.


Dalam pernyataannya, Parihin menegaskan bahwa langkah pertama yang akan ia lakukan adalah mengevaluasi seluruh sistem pelayanan, terutama efektivitas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan yang menjadi garda terdepan layanan administrasi kependudukan.


“Kami ingin memastikan warga tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor kabupaten hanya untuk mengurus dokumen sederhana. Jika bisa selesai di kecamatan, maka harus selesai di kecamatan,” tegasnya usai pelantikan bersama empat pejabat lainnya pada Selasa (18/11/2025).


Parihin menyoroti persoalan klasik yang sering terjadi: data penduduk yang tidak diperbarui, khususnya terkait warga yang telah meninggal dunia namun belum dihapus dari server kependudukan.


“Banyak data yang tidak dibersihkan, terutama data kematian yang belum dilaporkan. Ini membuat jumlah penduduk terlihat membengkak. Kami sudah instruksikan UPT agar memastikan validasi data berjalan dengan benar, termasuk memastikan koneksi server aman dan stabil,” jelasnya.


Ia juga menilai banyaknya aplikasi layanan justru sering membingungkan masyarakat. Dukcapil Lotim, katanya, akan meninjau ulang dan menyederhanakan sistem aplikasi agar lebih mudah digunakan warga.


“Kalau aplikasinya terlalu banyak, masyarakat bingung. Kalau bisa digabung, kita satukan saja agar layanan lebih mudah diakses dan tidak membingungkan,” tegasnya.


Isu pungutan liar (pungli) yang kerap dikeluhkan masyarakat juga menjadi perhatian serius. Parihin memastikan semua layanan Dukcapil, baik di kantor kabupaten maupun UPT kecamatan, 100 persen gratis.


“Saya tegaskan, tidak boleh ada pungutan. Semua layanan gratis. Saya tidak akan mentolerir staf yang melakukan praktik ilegal seperti pungli,” tegasnya dengan nada menekankan.


Untuk membantu masyarakat yang belum memiliki akta nikah atau dokumen status perkawinan yang jelas, Parihin berencana menghidupkan kembali program Sidang Isbat dengan menggandeng Pengadilan Agama dan Kementerian Agama.


“Sidang Isbat pernah kita jalankan dulu. Program ini penting untuk memastikan masyarakat yang belum memiliki akta nikah atau telah bercerai memiliki dokumen sah. Kejelasan status kependudukan adalah kunci pelayanan,” pungkasnya.

PTSL di Desa Pendua Berjalan Lancar, 185 Bidang Ditarget Rampung Akhir November

Penyerahan Sartifikat Program PTSL

Okenews.net -Pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2025 di Desa Pendua, Kabupaten Lombok Utara, berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari masyarakat. Penyerahan sertipikat dilakukan oleh Ketua Tim Ajudikasi PTSL TA 2025, Wahyu Safar Mauliandi, pada Senin (17/11/2025), didampingi Kepala Desa Pendua, M. Abu Agus Salim Tohiruddin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemberian kepastian hukum atas tanah masyarakat sekaligus memperkuat tertib administrasi pertanahan di tingkat desa. Sejumlah sertipikat yang telah selesai diproses turut diserahkan secara simbolis kepada warga.

Ketua Tim Ajudikasi, Wahyu Safar Mauliandi, menyampaikan bahwa proses PTSL di Desa Pendua berlangsung kondusif berkat dukungan pemerintah desa dan tingginya partisipasi masyarakat. Ia menargetkan 185 bidang tanah yang masuk dalam PTSL tahun ini dapat diselesaikan sepenuhnya sebelum akhir November.

“Kami optimis target di Desa Pendua bisa tuntas sesuai jadwal. Kerjasama masyarakat dan pemerintah desa sangat membantu percepatan proses PTSL ini,” ujarnya.

Selain penyerahan sertipikat, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Sertipikat Elektronik, mengingat semakin banyak warga yang menerima sertipikat dalam format digital. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman bahwa perubahan bentuk sertipikat merupakan bagian dari modernisasi layanan pertanahan.

Kepala Desa Pendua, M. Abu Agus Salim Tohiruddin, mengapresiasi keberhasilan program PTSL yang dinilai memberi kemudahan besar bagi masyarakat.

“Program ini sangat membantu warga dalam memperoleh legalitas tanah secara pasti. Kami berterima kasih kepada tim PTSL atas kerja kerasnya,” katanya.

Salah satu warga penerima sertipikat, Agus Ariadi, turut menyampaikan kesan positif.

“Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan adanya PTSL. Prosesnya jelas, cepat, dan petugasnya responsif. Semoga program seperti ini terus ada,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat Desa Pendua diharapkan semakin memahami pentingnya kepemilikan sertipikat tanah serta manfaat sertipikat elektronik sebagai bagian dari layanan pertanahan yang lebih modern dan efisien.

PTSL Sesait Dikebut: 215 Bidang Ditarget Rampung Akhir November

Penyerahan Sartifikat Hasil Program Pendaftaran Tanah Sistematis (PTSL)

Okenews.net-Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara kembali menyerahkan sertipikat hasil Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2025 kepada masyarakat Desa Sesait. Penyerahan berlangsung hari ini dan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Ajudikasi PTSL TA 2025, Wahyu Safar Mauliandi, didampingi Kepala Desa Sesait, Susianto, M.Pd.

Pada kesempatan tersebut, sebagian sertipikat warga yang telah rampung diproses secara resmi diserahkan. Program PTSL sendiri merupakan upaya pemerintah untuk memberikan kepastian hukum atas tanah masyarakat secara cepat, murah, dan sederhana.

Ketua Tim Ajudikasi PTSL, Wahyu Safar Mauliandi, menyampaikan bahwa pelaksanaan PTSL di Desa Sesait berjalan baik berkat dukungan pemerintah desa dan tingginya partisipasi masyarakat. Ia menargetkan seluruh 215 bidang tanah yang menjadi sasaran PTSL tahun ini dapat diselesaikan sebelum akhir November.

“Kami berharap seluruh proses PTSL di Desa Sesait bisa tuntas tepat waktu. Dukungan pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat sangat membantu kelancaran kegiatan ini,” ujarnya, Senin 17/11/2025

Kegiatan penyerahan sertipikat ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Sertipikat Elektronik, inovasi layanan pertanahan berbasis digital yang mulai diterapkan Kementerian ATR/BPN. Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat mendapat penjelasan bahwa sertipikat tanah kini hadir dalam format digital dengan tampilan yang berbeda dari sertipikat konvensional.

Kepala Desa Sesait, Susianto, mengapresiasi langkah Kantor Pertanahan Lombok Utara dalam memberikan pemahaman lebih awal kepada warga.

“Sosialisasi sertipikat elektronik ini sangat penting agar masyarakat tidak salah paham. Kami menyambut baik terobosan baru ini dan berharap pelayanan pertanahan semakin cepat dan akurat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Sesait semakin memahami proses PTSL dan manfaat sertipikat tanah sebagai dasar legalitas kepemilikan yang sah.

Universitas Tarumanagara Duduki Peringkat 1 Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Tarumanegara

Okenews.net– Salah satu kampus swasta tertua  di Indonesia, Universitas Tarumanagara (Untar) menempati urutan pertama (1) di antara perguruan tinggi swasta di Indonesia dalam kategori kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pencapaian ini berdasarkan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Keputusan Nomor 0968/C3/DT.05.00/2025 tentang Penetapan Klaster mandiri Perguruan Tinggi Tahun 2026.

Dengan predikat ini, Untar menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan salah satu pilar utama Tridharma perguruan tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pencapaian ini merupakan  tonggak penting dalam perjalanan Universitas Swasta terbaik yang memiliki 8 fakultas untuk jenjang S1, S2 dan S3.  

Menurut Rektor Universtas Tarumangara, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., penetapan predikat pada klaster mandiri sebagai perguruan tinggi swasta nomor satu (1) dalam kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga panggilan tanggung jawab untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat nyata dan berdampak positif bagi bangsa serta dunia Pendidikan khususnya.

“Seluruh sivitas akademika Untar telah bekerja keras menguatkan sinergi antara penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pengabdian yang memberikan dampak langsung,” kata Prof Amad. 

Kedepan, lanjut Prof Sudiro, Untar akan memperkuat kolaborasi interdisipliner, menggandeng mitra nasional dan internasional, serta memastikan bahwa penelitian dan pengabdian kami dapat dirasakan dampaknya secara luas oleh masyarakat.

“Dengan komitmen ini, kami yakin Untar dapat bertransformasi menjadi institusi yang semakin unggul, berdaya saing global, namun tetap berakar pada kepedulian sosial dan integritas akademik,” Kata Prof Sudiro.

Sementara itu, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara mengatakan sebagai yayasan yang menaungi Untar, merasa bangga sekaligus percaya bahwa posisi ini merupakan hasil dari sinergi yang baik antara visi strategis, sumber daya manusia, dan budaya kampus yang dinamis.

Peringkat tertinggi dalam klaster penelitian dan pengabdian masyarakat ini menegaskan bahwa Untar tidak hanya mengedepankan pendidikan formal, tetapi juga berkomitmen kuat untuk menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat. 

“Kami berharap pencapaian ini menjadi pijakan untuk langkah selanjutnya memperluas jaringan kemitraan, memperkuat kontribusi sosial dan membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan inovatif,” kata Prof Ariawan.

Yayasan Tarumangara, menurutnya akan terus mendukung penguatan infrastruktur riset, optimalisasi dana penelitian, serta pembinaan mahasiswa dan dosen agar mampu berkiprah secara nasional dan global.

Seperti diberitakan sebelumnya, Universitas Tarumanagara menempati peringkat satu (1) universitas swasta di bidang kinerja penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat dan menempati peringkat 11 secara nasional. 

Fauzan Khalid Minta ATR/ BPN Pantau MoU Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf

Fauzan Khalid 
Okenews.net– Anggota Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid mempertanyakan implementasi dan tindak lanjut dari nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Kementerian ATR/ BPN dengan kementerian dan lembaga lain. Pelaksanaan dari MoU tersebut, menurut Fauzan, seringkali terhambat di tingkat pelaksanaan di daerah.

Fauzan mencontohkan MoU percepatan sertifikasi tanah wakaf antara Kementerian ATR/ BPN dan Kementerian Agama. “Saya melihat jajaran kementerian ATR/ BPN di daerah sangat aktif untuk mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf, namun sejauh ini, kementerian lain justru tidak menjalankannya secara optimal,” kata Fauzan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan jajaran Kementerian ATR/ BPN, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).


Untuk itu, Fauzan meminta agar kementerian lebih intens dan terus memantau agar MoU tersebut berjalan dan dilaksanakan di daerah. Fauzan juga meminta Kementerian ATR/ BPN untuk memperkuat evaluasi kinerja, meningkatkan pengawasan terhadap implementasi aturan serta memastikan seluruh kerja sama lintas kementerian berjalan hingga ke daerah.


“Kementerian ATR/ BPN harus melakukan kontrol yang ketat, agar MoU tidak hanya sampai tingkat pimpinan pusat. Tentu kita berharap jajaran di daerah menindaklanjutinya sampai pelaksanaan di lapangan,” ucapnya.


Dalam RDP ini, Fauzan yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) NTB II Pulau Lombok ini juga menyoroti masalah rendahnya agresivitas kantor pertanahan (kantah) menyelesaikan tunggakan penerbitan sertifikat yang diajukan oleh masyarakat. Padahal, percepatan ini berdampak pada peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).


Fauzan menyatakan, kementerian harus memiliki data rinci mengenai tunggakan penerbitan sertifikat di setiap kabupatan dan kota. Sebab, data tersebut sangat penting sebagai acuan untuk melakukan evaluasi kinerja kantor pertanahan di daerah.


“Dengan data yang lemgkap, ini akan terlihat agresivitas kinerja kantor pertanahan di daerah. Namun saya melihat, sering kali tidak dijadikan sebagai parameter dalam melakukan setiap evaluasi yang dilakukan,” jelasnya.


Fauzan, yang pernah menjabat Bupati Lombok Barat dua periode ini menilai, capaian PNBP Kementerian ATR/ BPN dari tahun ke tahun berjalan tanpa terobosan yang berarti. Kenaikan target dan capaian PNBP tidak menunjukkan apa yang disebut sebagai lompatan kinerja.


“Seperti “business as usual”, kegiatan rutin saja. Hayuk cari terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan PNBP. Jika tunggakan penerbitan sertifikat dan proses admnistrasi lain digarap lebih serius, saya melihat ada potensi peningkatan PNBP yang sangat besar,” tuturnya.

FGD Investasi Lombok Utara: Pemkab Rangkul Pelaku Usaha, BPN Siapkan Kepastian Pertanahan

Kantor Pertanahan Lombok Utara

Okenews.net — Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara turut menghadiri Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-TK) Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (18/11/2025) di Angkringan Balap, Medana, Tanjung, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas DPMPTSP-TK.


FGD ini mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor untuk membahas beragam hambatan yang mereka hadapi dalam menjalankan maupun merealisasikan kegiatan usaha, baik di kawasan daratan Lombok Utara maupun destinasi wisata Gili Tramena. Melalui forum ini, pemerintah daerah berupaya menghimpun masukan langsung dari pelaku usaha sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penyelesaian kendala di lapangan.


Kegiatan berlangsung lancar dan interaktif. Para peserta dari unsur pemerintah dan dunia usaha aktif menyampaikan pandangan serta permasalahan yang mereka hadapi. Setiap isu yang muncul ditanggapi secara kolaboratif oleh narasumber dari instansi terkait untuk merumuskan solusi yang tepat dan terukur.


Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara yang diwakili oleh Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Amrin Amrillah, turut memberikan penjelasan, klarifikasi, serta dukungan terkait berbagai isu pertanahan, terutama mengenai penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah (P4T). Kehadiran BPN menjadi bagian penting untuk memberikan kepastian informasi bagi para pelaku usaha, mengingat aspek pertanahan kerap menjadi salah satu faktor krusial dalam proses perizinan dan pengembangan usaha.


Melalui FGD ini, pemerintah berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lombok Utara.


Sebagai komitmen pelayanan, masyarakat juga tidak perlu ragu untuk memanfaatkan Layanan Pengaduan Masyarakat Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara. Kantor Pertanahan siap menerima setiap masukan demi menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Informasi kontak layanan pengaduan dapat diakses melalui kanal resmi Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara.


WhatsApp: ‪‪‪‪+6287865077740‬‬‬‬

Facebook: Kantah Bpn Lombok Utara

Instagram: @kantahlombokutara

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi